
malam semakin sunyi. alvin duduk
sendiri di atas balkon rumahnya,
memandangi kelap kelip bintang
dilangit yang indah. tak lama kemudian
pak gian menghampiri lalu duduk
di sebelah nya.
"ada apa vin?" tanya nya.
"aku merindukan mama." suara alvin
terdengar sangat lirih.
"kalau kau mau, kau bisa menemuinya."
ucap pak gian seraya menepuk pundak
alvin.
"untuk saat ini belum memungkinkan!
tugas ku di kantor masih banyak, dan
aku tidak bisa meninggalkan nya
begitu saja." ucap alvin.
"kamu memang anak yang bertanggung
jawab! papa bangga sama kamu."
pak gian tersenyum sumringah.
"ada yang ingin aku tanyakan sama
papa?" ucap alvin.
"apa?" tanya nya.
"apa papa berniat untuk menjodohkan
aku dengan margaretha?" tanya alvin.
"ya, dia anak yang baik." ucap pak gian.
"kalau itu tujuan papa, aku menolaknya!
jujur saja, aku sudah mempunyai wanita
pilihan ku sendiri." ucap alvin.
pak gian memanggukan kepalanya.
"papa tidak akan memaksa mu untuk
menikahinya." walau tampak sedikit
kecewa, pak gian menerima keputusan
alvin.
"kalau begitu aku masuk dulu."
ucap alvin.
setelah berada dalam kamar,
alvin membuka laptop nya
untuk mengecek data pengeluaran
dikantornya. alvin tampak menghela
__ADS_1
nafas, saat dia lagi lagi menemukan
kecurangan.
"ini tidak bisa dibiarkan, ada seseorang
yang telah berani menggelapkan uang
perusahaan." gumam alvin.
pintu kamar alvin perlahan terbuka.
alvin masih terlihat pokus dengan
layar laptop nya, sehingga dia tidak
menyadari keberadaan seseorang
dibelakang nya.
"alvin..." dari arah belakang bu sonya
langsung merangkul nya.
alvin menepis tangan nya.
"pergilah, jangan mengganggu ku!
aku sedang sibuk." pinta alvin.
namun bu sonya tidak mendengar
perkataan nya. dia merebahkan
tubuhnya di ranjang alvin. pakaian
yang bu sonya kenakan teramat
ketat dan seksi. serta belahan dada
yang tampak terlihat jelas.
tanpa mengeluarkan sepatah
kata pun, dia langsung keluar
dari kamar nya dan membawa laptop nya,
lalu duduk diruang keluarga.
"kenapa belum tidur?" suara pak gian
mengejutkan alvin.
"papa...aku sedang mengecek data
pengeluaran bulan ini pa! tapi aku
menemukan kejanggalan."
ucap alvin.
"kejanggalan?" tanya nya.**
"ya, kemungkinan besar, seseorang
telah berani menggelapkan uang
perusahaan." jawab alvin.
"kita harus cari tahu, siapa orang
itu." ucap pak gian.
"vin, apa mama mu sudah menikah
lagi?" pertanyaan pak gian membuat
__ADS_1
alvin sedikit terkejut.
"belum pak." jawab alvin.
"kenapa papa menanyakan itu?"
sambung nya.
"papa hanya menyesal, mengapa dulu
papa meninggalkan nya." lirih pak gian
yang tampak sangat merasa bersalah.
tanpa alvin dan pak gian sadari, sepasang
bola mata sedang memperhatikan mereka.
"sial! berani sekali dia berkata seperti
itu di belakang ku." batin bu sonya,
dia mengepalkan tangannya.
"mengapa papa tiba tiba bicara
seperti itu?" tanya alvin, yang heran
saat melihat bola mata pak gian
yang berkaca kaca.
sudah lama pak gian mengetahui
kebusukan yang sering dilakukan
bu sonya di belakang nya. dan sudah
beberapa kali juga dia mencoba untuk
memaafkan nya. namun dia tidak bisa
terima kalau bu sonya harus menyakiti nya
dengan cara terus terusan menggoda alvin.
"ekhm..ekhm.." bu sonya berdehem
lalu menghampiri kedua nya.
"mami sejak kapan berdiri disitu?"
tanya pak gian.
"mami baru tiba kok pi." bu sonya
tengah berbohong.
"ini sudah larut, kenapa kalian belum
tidur?" sambung nya.
pak gian menoleh kearah alvin.
"vin kamu selesai pekerjaan mu
besok saja! sekarang beristirahat
lah." titah pak gian.
"baik pak." alvin melewati bu sonya
begitu saja, tanpa menoleh kearah nya.
"andai saja kemarin anya tidak muncul,
mungkin aku sudah berhasil mendapatkan
__ADS_1
alvin." batin bu sonya.