AKU Bukan DIA ( Kita Berbeda)

AKU Bukan DIA ( Kita Berbeda)
ep 72 rindu


__ADS_3

malam semakin sunyi. alvin duduk


sendiri di atas balkon rumahnya,


memandangi kelap kelip bintang


dilangit yang indah. tak lama kemudian


pak gian menghampiri lalu duduk


di sebelah nya.


"ada apa vin?" tanya nya.


"aku merindukan mama." suara alvin


terdengar sangat lirih.


"kalau kau mau, kau bisa menemuinya."


ucap pak gian seraya menepuk pundak


alvin.


"untuk saat ini belum memungkinkan!


tugas ku di kantor masih banyak, dan


aku tidak bisa meninggalkan nya


begitu saja." ucap alvin.


"kamu memang anak yang bertanggung


jawab! papa bangga sama kamu."


pak gian tersenyum sumringah.


"ada yang ingin aku tanyakan sama


papa?" ucap alvin.


"apa?" tanya nya.


"apa papa berniat untuk menjodohkan


aku dengan margaretha?" tanya alvin.


"ya, dia anak yang baik." ucap pak gian.


"kalau itu tujuan papa, aku menolaknya!


jujur saja, aku sudah mempunyai wanita


pilihan ku sendiri." ucap alvin.


pak gian memanggukan kepalanya.


"papa tidak akan memaksa mu untuk


menikahinya." walau tampak sedikit


kecewa, pak gian menerima keputusan


alvin.


"kalau begitu aku masuk dulu."


ucap alvin.


setelah berada dalam kamar,


alvin membuka laptop nya


untuk mengecek data pengeluaran


dikantornya. alvin tampak menghela

__ADS_1


nafas, saat dia lagi lagi menemukan


kecurangan.


"ini tidak bisa dibiarkan, ada seseorang


yang telah berani menggelapkan uang


perusahaan." gumam alvin.


pintu kamar alvin perlahan terbuka.


alvin masih terlihat pokus dengan


layar laptop nya, sehingga dia tidak


menyadari keberadaan seseorang


dibelakang nya.


"alvin..." dari arah belakang bu sonya


langsung merangkul nya.


alvin menepis tangan nya.


"pergilah, jangan mengganggu ku!


aku sedang sibuk." pinta alvin.


namun bu sonya tidak mendengar


perkataan nya. dia merebahkan


tubuhnya di ranjang alvin. pakaian


yang bu sonya kenakan teramat


ketat dan seksi. serta belahan dada


yang tampak terlihat jelas.


tanpa mengeluarkan sepatah


kata pun, dia langsung keluar


dari kamar nya dan membawa laptop nya,


lalu duduk diruang keluarga.


"kenapa belum tidur?" suara pak gian


mengejutkan alvin.


"papa...aku sedang mengecek data


pengeluaran bulan ini pa! tapi aku


menemukan kejanggalan."


ucap alvin.


"kejanggalan?" tanya nya.**


"ya, kemungkinan besar, seseorang


telah berani menggelapkan uang


perusahaan." jawab alvin.


"kita harus cari tahu, siapa orang


itu." ucap pak gian.


"vin, apa mama mu sudah menikah


lagi?" pertanyaan pak gian membuat

__ADS_1


alvin sedikit terkejut.


"belum pak." jawab alvin.


"kenapa papa menanyakan itu?"


sambung nya.


"papa hanya menyesal, mengapa dulu


papa meninggalkan nya." lirih pak gian


yang tampak sangat merasa bersalah.


tanpa alvin dan pak gian sadari, sepasang


bola mata sedang memperhatikan mereka.


"sial! berani sekali dia berkata seperti


itu di belakang ku." batin bu sonya,


dia mengepalkan tangannya.


"mengapa papa tiba tiba bicara


seperti itu?" tanya alvin, yang heran


saat melihat bola mata pak gian


yang berkaca kaca.


sudah lama pak gian mengetahui


kebusukan yang sering dilakukan


bu sonya di belakang nya. dan sudah


beberapa kali juga dia mencoba untuk


memaafkan nya. namun dia tidak bisa


terima kalau bu sonya harus menyakiti nya


dengan cara terus terusan menggoda alvin.


"ekhm..ekhm.." bu sonya berdehem


lalu menghampiri kedua nya.


"mami sejak kapan berdiri disitu?"


tanya pak gian.


"mami baru tiba kok pi." bu sonya


tengah berbohong.


"ini sudah larut, kenapa kalian belum


tidur?" sambung nya.


pak gian menoleh kearah alvin.


"vin kamu selesai pekerjaan mu


besok saja! sekarang beristirahat


lah." titah pak gian.


"baik pak." alvin melewati bu sonya


begitu saja, tanpa menoleh kearah nya.


"andai saja kemarin anya tidak muncul,


mungkin aku sudah berhasil mendapatkan

__ADS_1


alvin." batin bu sonya.


__ADS_2