AKU Bukan DIA ( Kita Berbeda)

AKU Bukan DIA ( Kita Berbeda)
ep 67 di balik layar laptop


__ADS_3

meskipun alvin menolaknya.


tapi bu sonya tetap tak pantang


menyerah. dia terus menggoda


alvin.


"alvin, jadilah lelaki ku! maka aku


akan berjanji bahwa kau adalah


satu satu nya laki laki terakhir


di hidupku! aku sangat mencintaimu,


dan aku ingin memiliki mu."


ucapan bu sonya terdengar tulus.


tanpa sepengetahuan alvin dan


bu sonya, seseorang telah melihat


dan mendengarkan percakapan


mereka di balik layar laptop nya.


"aku tekan kan sekali lagi! pertama,


aku tidak pernah menyukai mu!


dan kedua, aku sudah memiliki


kekasih yang sangat aku cintai."


tegas alvin.


"tidak bisakah kau membuka


sedikit saja hati mu untuk ku?


aku yakin kalau kekasih mu


itu tidak memiliki perasaan


sebesar apa yang aku rasakan


kepada mu." ucap bu sonya.


"hekhh,,, biarpun aku ingin


membuka hati, aku tidak akan


membiarkan wanita sampah


seperti mu masuk di hidupku."


desis alvin.


plaakkkk....


seketika satu tamparan mendarat


di pipi kiri alvin.


"dasar anak kurang ajar! berani


sekali kau menghina ku."


bentak bu sonya.


"menghina? aku tidak menghina mu,


tapi itu pakta! karna saat papa


pergi untuk bekerja, kau malah


asyik dengan beberapa selingkuhan


mu." ucap alvin.


"cukup, hentikan! aku tidak ingin


mendengar lagi ocehan mu."


bentak bu sonya, dia pun akhirnya


keluar dari kamar alvin seraya


mengenakan kembali pakaian nya.


setelah bu sonya pergi, alvin


duduk di tepi ranjang nya.


dia memikirkan entah apa yang


akan di rencanakan bu sonya


selanjutnya. tampak nya bu sonya


sangat marah kepada nya.


alvin tahu kalau bu sonya itu


adalah orang yang nekat.


karna cuaca malam ini cukup


dingin, alvin mematikan AC di


kamarnya, dan berniat untuk


mengenakan jaket.


"kemana jaket nya? kok gak ada."


batin alvin pun bertanya.


setelah beberapa bulan alvin


baru sadar, kalau dia kehilangan


jaket baru nya yang sama sekali


belum pernah dia pake.


sampai detik ini alvin belum


mengetahui kalau alviandra


pernah datang ke LA untuk


menemui nya, karna bu sonya


memang sengaja merahasiakan


nya.


"aneh! perasaan jaket nya aku


simpan di sini." gumam alvin.


karna tak kunjung menemukannya


akhirnya alvin mengambil jaket


yang lain. dia pun kembali


melanjutkan tidur nya.


sementara bu sonya dia terlihat


marah marah dikamar nya.


dia kembali memikirkan rencana

__ADS_1


licik lainnya untuk mendapatkan


alvin.


"alvin memang benar benar


kurang ajar! berani sekali dia


menghina dan mengancam ku,


rupanya dia belum tahu siapa


aku." batin bu sonya.


bu sonya menoleh kearah pak gian


yang menurut nya masih tertidur


pulas. dia pun merebahkan tubuh


nya di samping pak gian kemudian


memeluk nya.


keesokan nya...


seperti biasa sebelum melakukan


aktivitas masing masing.


pak gian, alvin dan bu sonya


selalu menyempatkan diri


untuk sarapan bersama.


karna hari ini jadwal kuliah


alvin, dia pun pergi ke kampus nya


terlebih dahulu sebelum ke kantor.


"aku berangkat kuliah dulu ya pa."


ucap alvin seraya mencium tangan


pak gian.


"hati hati vin." ucap pak gian.


"papi mau tambah lagi lauk nya?"


ucap bu sonya dengan manis nya.


"tidak usah mi, papi sudah mau


selesai kok makan nya."


sahut pak gian.


"di kantor papi ada lowongan


kerja gak?" tanya bu sonya.


"gak ada! memang nya kenapa?"


balik tanya pak gian.


"sayang sekali, padahal mami


berniat ingin membantu papa


untuk bekerja di kantor."


ucap bu sonya.


"tumben sekali mami ingin


bekerja?" tanya nya.


ucap bu sonya.


"kalau bosan, mami bisa ajak


teman teman arisan mami


untuk pergi jalan jalan, bukannya


biasanya juga seperti itu."


ucap pak gian.


"uang mami sudah habis pi."


ucap bu sonya.


"sudah habis? bukan nya baru


dua hari yang lalu papi ngasih


uang bulanan pada mami."


ucap pak gian.


"ya uang nya memang sudah


habis." jelas bu sonya.


"ya sudah nanti papi transfer."


ucap pak gian.


"terima kasih ya pi."


ucap bu sonya seraya memeluk


dan mencium suami nya.


"papi berangkat dulu."


pungkas pak gian.


*PT. Giantara*


"saya tidak habis pikir, kenapa


pak gian bisa bisanya memberikan


jabatannya kepada anaknya yang


masih ingusan." ucap pak Hendrik


manager personalia di perusahaan itu.


"lihat saja beberapa bulan yang


akan datang! kurasa tidak lama


lagi perusahaan ini akan hancur."


ucap pak antonio direktur keuangan


yang sudah lama bekerja di


PT. Giantara.


"jangan terburu buru membuat


kesimpulan, kita lihat saja


kemampuan alvin terlebih dahulu!


kurasa dia anak yang cukup


bertanggung jawab untuk


mengelola dan meneruskan

__ADS_1


perusahaan papa nya."


sahut pak daniel direktur pemasaran


yang tak lain adalah sahabat dari


pak gian.


sementara para karyawati lagi


pada sibuk berdandan.


semenjak pak gian mengangkat


alvin sebagai CEO di perusahaan.


kantor itu seketika berubah,


seakan menjadi ajang kecantikan.


"pak alvin mana ya? sudah siang


begini belum datang." ucap nadine


seraya celingukan berharap bisa


menemukan alvin.


"atasan bebas mau datang jam


berapa juga! memang nya kita,


telat dikit langsung deh potong


gaji" dumel angela.


"huss.. jangan keras keras


ngomong nya! kalau kedengaran


kita bisa di pecat." desus nadine


mengingatkan.


"kamu habis dari mana?"


tanya anya kepada sahabatnya.


"aku habis dari pantry."


sahut catrine.


"itu yang di tangan mu apa?"


tanya anya.


"ini hadiah kecil untuk pak alvin, aku


harap pak alvin akan menyukai nya."


ucap catrine penuh harap.


"kamu serius mau mendekati


pak alvin? ingat kita itu hanya


karyawati biasa." ucap anya.


"memang nya kenapa? lagi pula


pak alvin tidak terlihat seperti


seseorang yang memandang


status sosial dari wanita." sahut catrine.


"terserah kamu lah! yang penting


aku sudah mengingatkan agar


kamu tidak kecewa." ucap anya.


*universitas*


alvin keluar dari kampusnya


lalu berjalan menuju mobilnya


yang sedang terparkir. tapi tiba tiba seseorang memanggil nya.


"alvin..." teriak bu sonya.


alvin menoleh dan hendak


mengabaikan nya. namun dengan


cepat bu sonya menarik tangan nya.


"alvin tunggu!" pinta bu sonya.


"ada apa?" tanya alvin dengan ketus


nya.


"kau pasti ingin pergi ke kantor kan?


apa aku bisa ikut dengan mu?"


tanya bu sonya.


"memang nya kemana mobil mu?"


alvin yang balik bertanya.


"mobil ku lagi di servis." jawab nya.


"aku tidak bisa memberikan


tumpangan padamu!" ketus alvin.


"kenapa? lagi pula tujuan kita


sama." ucap bu sonya.


"kenapa kau tidak naik taxi saja."


ucap alvin.


"aku gak bawa uang cash."


ucap bu sonya tengah berbohong.


alvin mengambil dompet yang


ada di saku celana nya, lalu


mengambil beberapa uang


dan memberikan nya kepada


bu sonya.


"nih ambil." ucap alvin.


"ini maksud nya apa?" tanya bu sonya.


"bukan kah tadi kau bilang tidak


bawa uang cash." sahut alvin


dia pun pergi begitu saja


meninggalkan bu sonya.


"alvin..." gumam bu sonya yang


tampak geram, dia pun mengepalkan tangannya.

__ADS_1


__ADS_2