AKU Bukan DIA ( Kita Berbeda)

AKU Bukan DIA ( Kita Berbeda)
ep 39 kecelakaan


__ADS_3

alvin pun tiba di parkiran cafe tempat


nya janjian dengan rehan.


saat dia ingin memasuki cafe tersebut,


tiba tiba seseorang memanggil nya.


"alvin.." panggil wanita itu.


"silvia, kamu di sini juga." kata alvin,


pada teman sekelas nya itu.


"ya, kebetulan sekali kita bertemu di sini!


berarti kamu di takdir kan tuhan untuk


menjadi dewa penyelamat ku, kamu mau


kan bantuin aku?" ucap silvia,


panjang lebar.


"bantuin? bantuin apa?" tanya nya.


"kamu mau kan jadi pacar bohongan


aku?" tanya silvia antusias.


"pacar bohongan? maksud nya gimana


aku gak ngerti." ucap alvin.


"jadi gini loh vin, mantan pacar aku tu


ngajak ketemuan di cafe ini, dan mungkin


dia sudah di dalam." kata silvia.


"lalu?" tanya alvin, yang belum paham


dengan maksud ucapan silvia.


"dia maksa aku terus untuk balikan


dengan nya, aku gak mau vin! kamu


mau kan bantuin aku." silvia tampak


memohon. akhir nya alvin pun merasa


gak tega untuk menolak permintaan


silvia. mereka pun memasuki cafe itu


dan langsung menuju tempat duduk


mantan pacar nya silvia, yang gak jauh


dari tempat duduk nya erlita dan teman


teman nya. namun alvin tidak menyadari


nya. silvia tampak mesra menggandeng


tangan alvin.


"mas elang." ucap silvia, pada laki laki itu.


ternyata mantan pacar nya silvia adalah


elang, ketua Genk motor yang memiliki


kekuasaan di beberapa wilayah.


elang pun menoleh ke arah alvin.


"oh iya mas, ini kenalin pacar baru ku."


kata silvia dengan senyum manja nya.


"jadi laki laki ingusan ini, yang sudah


membuat mu meninggal kan aku."


teriak elang, menatap sinis kepada alvin.


sehingga para pengunjung di cafe itu


menatap tajam ke arah mereka, tak


terkecuali erlita yang sangat terkejut


melihat alvin tiba tiba ada di cafe yang


sama, dengan menggandeng seorang


wanita yang tidak asing lagi bagi nya.


"jangan pernah menyalah kan orang


lain, karna ini sama sekali tidak ada


hubungan nya dengan dia! justru sikap


dan tingkah laku mu itu yang memaksa


aku untuk pergi ninggalin kamu."


bentak silvia.


"tapi laki laki ini tidak lebih baik dari ku."


ucap elang menatap tajam alvin, karna


dia mengira kalau alvin adalah alviandra,


yang menantang nya balapan hanya demi


kekuasaan wilayah nya.


"jelas dia lebih baik dari mu dalam segala


hal! aku menyesal karna pernah mengenal

__ADS_1


mu, dan kenapa tidak dari dulu jatuh cinta


kepada nya." jelas silvia, seraya menoleh


ke arah alvin.


"mending sekarang kamu pergi! dan


jangan pernah mengganggu cewek ku


lagi." bentak alvin pada elang.


" oke! ku tunggu kau nanti malam."


pungkas elang.


alvin tercengang mendengar kalimat


terakhir elang barusan. karna alvin


memang tidak tahu apa apa, soal


alviandra dan elang.


"alvin.." seseorang memanggil nya dari


arah belakang. alvin pun menoleh


ke sumber suara tersebut, dan terkejut


saat melihat teman teman nya menatap


tajam ke arah nya. terlebih lagi erlita


yang sudah berderaian air mata mengalir deras di pipi nya. karna tidak kuasa


melihat pemandangan di hadapan


nya, erlita pun pergi dari cafe itu dengan


berlinangan air mata.


"vin, aku meminta mu ke sini bukan


untuk ini." ucap rehan, yang marah


dengan mata merah menyala.


tanpa mendengar kan ucapan rehan,


alvin bergegas pergi mengejar mobil


erlita. sementara silvia menghampiri


teman teman erlita, untuk menjelas kan


kronologi yang sebenar nya. apalah daya.


karna erlita sudah terlanjur salah paham


pada nya.


erlita terus menjalan kan mobil nya


dengan kecepatan penuh. dia marah,


alvin mengakui silvia sebagai kekasih


nya.


" vin, kamu tega! kamu nuduh aku berselingkuh, tapi nyata nya malah


kamu yang selingkuh." gumam erlita,


yang masih berlinangan air mata.


karna emosi yang meluap, hingga


membuat erlita hilang kesadaran,


mengendarai mobil nya dengan


kecepatan penuh dan hampir menabrak


mobil truk yang melaju di depan mobil


nya. namun saat ingin menghindari truk


yang ada di hadapan nya, mobil nya


lolos kendali hingga menabrak pembatas


jalan, lalu kemudian masuk jurang.


alvin masih berusaha mengejar mobil


erlita, sesaat pandangan nya terkunci


pada beberapa orang yang berkerumunan


di pinggir jalan. karna penasaran alvin


menepikan mobil nya di pinggir jalan.


"maaf bu, ini ada apa ya?" tanya alvin,


dengan ramah.


"ada mobil masuk jurang mas."


kata orang itu.


"oh, makasih ya bu." kata alvin, dia


pun hendak pergi, namun langkah


nya terhenti saat salah seorang warga


menyebut kan nomer plat mobil yang


di kendarai korban tersebut.


alvin pun menyelundup ke tengah


tengah, agar bisa melihat jelas mobil

__ADS_1


yang di kendarai korban kecelakaan


tersebut. dan benar saja, itu mobil erlita.


alvin pun berteriak histeris.


beberapa menit kemudian datang lah


mobil polisi ke tempat kejadian


kecelakaan tersebut. polisi meminta


alvin untuk bersikap tenang.


polisi pun bergerak cepat mengevakuasi


korban beserta mobil nya.


sekitar tiga puluh menitan polisi berhasil


mengevakuasi erlita, namun butuh waktu


tiga jam untuk mengevakuasi mobil nya.


dengan segera erlita di lari kan ke rumah


sakit terdekat.


*RUMAH SAKIT HARAFAN*


alvin menghubungi orang tua


erlita, dan memberi tahu keadaan nya.


alvin mengacak ngacak rambut nya,


menyesali akan kesalahan nya yang


sudah membuat gadis yang dia cintai


salah paham terhadap nya, hingga


menyebab kan erlita kecelakaan.


"vin, gimana ke adaan erlita?" tanya


mama dita, yang baru saja tiba.


"erlita masih kritis tante." alvin pun,


tampak menetes kan air mata nya.


mama dita ingin memasuki ruang IGD


tempat erlita di rawat, namun suster


belum mengijin kan nya. karna pasien


masih di tangani secara intensif oleh


dokter. mama dita pun duduk di samping


alvin, sedang kan papa kevin pergi


untuk mengurus biaya administrasi.


mama dita tertunduk menangisi anak nya.


(Allah hu Akbar, Allah hu Akbar)


terdengar suara adzan magrib


berkumandang di rumah sakit harafan.


alvin pun meminta ijin kepada mama


dita untuk pergi ke mushola di rumah


sakit itu.


selang beberapa menit kemudian


dokter yang menangani erlita, keluar dari ruang IGD.


"dokter, bagai mana ke adaan anak saya?"


tanya mama dita.


"mohon maaf! untuk saat ini, anak ibu


masih belum sadar kan diri." ucap dokter.


"dokter saya ingin melihat ke adaan anak


saya, apa saya bisa masuk?" tanya mama


dita.


"silahkan." dokter pun mengijin kan


mama dita untuk memasuki ruang IGD.


setelah memasuki ruangan erlita, tangis


mama dita pun pecah. dia sangat


terpukul melihat keadaan anak nya


dengan beberapa selang infus, dan alat pernafasan yang terpasang di wajah dan tangan nya.


"lita, apa yang telah terjadi sama kamu


nak." mama dita menangis pilu,


seraya menggenggam erat tangan


anak nya. tak lama kemudian alvin


dan papa kevin memasuki ruang IGD


secara bersamaan.


"tante, om, aku pamit pulang ya."


kata alvin, seraya menyalami mereka.

__ADS_1


"hati hati ya vin." ucap papa kevin.


alvin mengangguk dan tersenyum tipis.


__ADS_2