
alvin pun tiba di parkiran cafe tempat
nya janjian dengan rehan.
saat dia ingin memasuki cafe tersebut,
tiba tiba seseorang memanggil nya.
"alvin.." panggil wanita itu.
"silvia, kamu di sini juga." kata alvin,
pada teman sekelas nya itu.
"ya, kebetulan sekali kita bertemu di sini!
berarti kamu di takdir kan tuhan untuk
menjadi dewa penyelamat ku, kamu mau
kan bantuin aku?" ucap silvia,
panjang lebar.
"bantuin? bantuin apa?" tanya nya.
"kamu mau kan jadi pacar bohongan
aku?" tanya silvia antusias.
"pacar bohongan? maksud nya gimana
aku gak ngerti." ucap alvin.
"jadi gini loh vin, mantan pacar aku tu
ngajak ketemuan di cafe ini, dan mungkin
dia sudah di dalam." kata silvia.
"lalu?" tanya alvin, yang belum paham
dengan maksud ucapan silvia.
"dia maksa aku terus untuk balikan
dengan nya, aku gak mau vin! kamu
mau kan bantuin aku." silvia tampak
memohon. akhir nya alvin pun merasa
gak tega untuk menolak permintaan
silvia. mereka pun memasuki cafe itu
dan langsung menuju tempat duduk
mantan pacar nya silvia, yang gak jauh
dari tempat duduk nya erlita dan teman
teman nya. namun alvin tidak menyadari
nya. silvia tampak mesra menggandeng
tangan alvin.
"mas elang." ucap silvia, pada laki laki itu.
ternyata mantan pacar nya silvia adalah
elang, ketua Genk motor yang memiliki
kekuasaan di beberapa wilayah.
elang pun menoleh ke arah alvin.
"oh iya mas, ini kenalin pacar baru ku."
kata silvia dengan senyum manja nya.
"jadi laki laki ingusan ini, yang sudah
membuat mu meninggal kan aku."
teriak elang, menatap sinis kepada alvin.
sehingga para pengunjung di cafe itu
menatap tajam ke arah mereka, tak
terkecuali erlita yang sangat terkejut
melihat alvin tiba tiba ada di cafe yang
sama, dengan menggandeng seorang
wanita yang tidak asing lagi bagi nya.
"jangan pernah menyalah kan orang
lain, karna ini sama sekali tidak ada
hubungan nya dengan dia! justru sikap
dan tingkah laku mu itu yang memaksa
aku untuk pergi ninggalin kamu."
bentak silvia.
"tapi laki laki ini tidak lebih baik dari ku."
ucap elang menatap tajam alvin, karna
dia mengira kalau alvin adalah alviandra,
yang menantang nya balapan hanya demi
kekuasaan wilayah nya.
"jelas dia lebih baik dari mu dalam segala
hal! aku menyesal karna pernah mengenal
__ADS_1
mu, dan kenapa tidak dari dulu jatuh cinta
kepada nya." jelas silvia, seraya menoleh
ke arah alvin.
"mending sekarang kamu pergi! dan
jangan pernah mengganggu cewek ku
lagi." bentak alvin pada elang.
" oke! ku tunggu kau nanti malam."
pungkas elang.
alvin tercengang mendengar kalimat
terakhir elang barusan. karna alvin
memang tidak tahu apa apa, soal
alviandra dan elang.
"alvin.." seseorang memanggil nya dari
arah belakang. alvin pun menoleh
ke sumber suara tersebut, dan terkejut
saat melihat teman teman nya menatap
tajam ke arah nya. terlebih lagi erlita
yang sudah berderaian air mata mengalir deras di pipi nya. karna tidak kuasa
melihat pemandangan di hadapan
nya, erlita pun pergi dari cafe itu dengan
berlinangan air mata.
"vin, aku meminta mu ke sini bukan
untuk ini." ucap rehan, yang marah
dengan mata merah menyala.
tanpa mendengar kan ucapan rehan,
alvin bergegas pergi mengejar mobil
erlita. sementara silvia menghampiri
teman teman erlita, untuk menjelas kan
kronologi yang sebenar nya. apalah daya.
karna erlita sudah terlanjur salah paham
pada nya.
erlita terus menjalan kan mobil nya
dengan kecepatan penuh. dia marah,
alvin mengakui silvia sebagai kekasih
nya.
" vin, kamu tega! kamu nuduh aku berselingkuh, tapi nyata nya malah
kamu yang selingkuh." gumam erlita,
yang masih berlinangan air mata.
karna emosi yang meluap, hingga
membuat erlita hilang kesadaran,
mengendarai mobil nya dengan
kecepatan penuh dan hampir menabrak
mobil truk yang melaju di depan mobil
nya. namun saat ingin menghindari truk
yang ada di hadapan nya, mobil nya
lolos kendali hingga menabrak pembatas
jalan, lalu kemudian masuk jurang.
alvin masih berusaha mengejar mobil
erlita, sesaat pandangan nya terkunci
pada beberapa orang yang berkerumunan
di pinggir jalan. karna penasaran alvin
menepikan mobil nya di pinggir jalan.
"maaf bu, ini ada apa ya?" tanya alvin,
dengan ramah.
"ada mobil masuk jurang mas."
kata orang itu.
"oh, makasih ya bu." kata alvin, dia
pun hendak pergi, namun langkah
nya terhenti saat salah seorang warga
menyebut kan nomer plat mobil yang
di kendarai korban tersebut.
alvin pun menyelundup ke tengah
tengah, agar bisa melihat jelas mobil
__ADS_1
yang di kendarai korban kecelakaan
tersebut. dan benar saja, itu mobil erlita.
alvin pun berteriak histeris.
beberapa menit kemudian datang lah
mobil polisi ke tempat kejadian
kecelakaan tersebut. polisi meminta
alvin untuk bersikap tenang.
polisi pun bergerak cepat mengevakuasi
korban beserta mobil nya.
sekitar tiga puluh menitan polisi berhasil
mengevakuasi erlita, namun butuh waktu
tiga jam untuk mengevakuasi mobil nya.
dengan segera erlita di lari kan ke rumah
sakit terdekat.
*RUMAH SAKIT HARAFAN*
alvin menghubungi orang tua
erlita, dan memberi tahu keadaan nya.
alvin mengacak ngacak rambut nya,
menyesali akan kesalahan nya yang
sudah membuat gadis yang dia cintai
salah paham terhadap nya, hingga
menyebab kan erlita kecelakaan.
"vin, gimana ke adaan erlita?" tanya
mama dita, yang baru saja tiba.
"erlita masih kritis tante." alvin pun,
tampak menetes kan air mata nya.
mama dita ingin memasuki ruang IGD
tempat erlita di rawat, namun suster
belum mengijin kan nya. karna pasien
masih di tangani secara intensif oleh
dokter. mama dita pun duduk di samping
alvin, sedang kan papa kevin pergi
untuk mengurus biaya administrasi.
mama dita tertunduk menangisi anak nya.
(Allah hu Akbar, Allah hu Akbar)
terdengar suara adzan magrib
berkumandang di rumah sakit harafan.
alvin pun meminta ijin kepada mama
dita untuk pergi ke mushola di rumah
sakit itu.
selang beberapa menit kemudian
dokter yang menangani erlita, keluar dari ruang IGD.
"dokter, bagai mana ke adaan anak saya?"
tanya mama dita.
"mohon maaf! untuk saat ini, anak ibu
masih belum sadar kan diri." ucap dokter.
"dokter saya ingin melihat ke adaan anak
saya, apa saya bisa masuk?" tanya mama
dita.
"silahkan." dokter pun mengijin kan
mama dita untuk memasuki ruang IGD.
setelah memasuki ruangan erlita, tangis
mama dita pun pecah. dia sangat
terpukul melihat keadaan anak nya
dengan beberapa selang infus, dan alat pernafasan yang terpasang di wajah dan tangan nya.
"lita, apa yang telah terjadi sama kamu
nak." mama dita menangis pilu,
seraya menggenggam erat tangan
anak nya. tak lama kemudian alvin
dan papa kevin memasuki ruang IGD
secara bersamaan.
"tante, om, aku pamit pulang ya."
kata alvin, seraya menyalami mereka.
__ADS_1
"hati hati ya vin." ucap papa kevin.
alvin mengangguk dan tersenyum tipis.