
sekitar pukul 14:12 alvin baru
tiba di kantor.
"pak alvin sudah datang!"
ucap nadine pada teman nya,
dia pun terlihat merapikan rambut nya.
"selamat siang pak." sapa angela
saat alvin melewati nya.
"siang!" sahut alvin.
"kau lihat kan tadi pak alvin
tersenyum kepada ku." ucap angela
yang kegirangan.
"jangan salah paham! pak alvin
memang baik terhadap semua
karyawan di sini." sahut anya
yang mendengar percakapan
antara nadine dan angela.
"nyahut aja ni orang gak penting!"
ucap nadine seraya menatap sinis
kearah anya.
alvin memasuki ruangannya dan
di sambut oleh margaretha yang
sedari tadi sudah menunggunya.
"vin kamu sudah makan siang
belum?" tanya margaretha.
"belum." jawab alvin.
"kalau begitu ayo kita makan
siang bersama! aku sudah
menunggu mu dari tadi."
ajak margaretha seraya
merangkul tangan kanan alvin.
"aku baru saja tiba! kau pergilah
terlebih dahulu, nanti aku akan
menyusul." ucap alvin.
"mana bisa begitu? aku telah
membiarkan cacing di perut
ku ini kelaparan hanya untuk
mengajak mu makan bersama,
dan kini kau menolak ajakan ku!
ayolah vin..." rengek margaretha.
"aku tidak bisa." tolak alvin.
dia pun duduk di kursi nya,
dan memeriksa beberapa file
sebelum dia menandatangani nya.
margaretha tampak kecewa
dengan sikap alvin, dia pun
akhirnya duduk kembali dikursi nya.
"alvin orang nya gak asyik!"
batin margaretha seraya
memandangi alvin yang sedang
pokus bekerja.
tok tok tok...
"masuk." sahut alvin.
"maaf pak, ini berkas laporan
yang tadi bapak minta." ucap anya.
"taruh saja di meja! terima kasih
ya." ucap alvin.
"iya pak, kalau begitu saya permisi."
ucap anya.
bruaghhh....
saat anya ingin keluar dari ruangan
alvin, tiba tiba dari arah berlawanan
bu sonya datang dan menabrak nya.
"kalau jalan itu lihat lihat."
bentak bu sonya.
"maaf bu, saya tidak sengaja!"
anya pun meminta maaf
meskipun sebenarnya yang
menabrak bu sonya.
"sudah sana!" ucap bu sonya.
bu sonya menghampiri margaretha
yang sedang asyik memainkan
ponsel nya.
"suami saya gaji kamu di sini untuk
kerja, bukan untuk main handphone."
tegur bu sonya.
"maaf tante." ucap margaretha.
"gak usah panggil saya tante!
karna saya bukan tante mu."
ucap bu sonya.
__ADS_1
"tolong jangan bikin keributan
disini! kalau tidak memiliki
kepentingan, silahkan keluar!"
ucap alvin.
"awas kamu vin!" batin bu sonya
seraya menatap tajam kepada
alvin, hingga akhirnya dia keluar.
beberapa jam kemudian pak gian
mengajak alvin untuk pulang
bareng, namun alvin memutuskan
untuk kerja lembur di kantor.
margaretha dan karyawan
lainnya telah pulang terlebih
dulu. sementara alvin masih
terlihat sibuk dengan pekerjaan nya.
tidak terasa waktu sudah
menunjukkan pukul 20:06.
namun alvin belum beranjak
dari tempat kerja nya.
tok tok tok...
"masuk saja." sahut alvin.
"ini pak, saya buatkan bapak
kopi." ucap salah seorang
petugas keamanan yang
bekerja di perusahaan itu.
"kopi? saya tidak meminta pak
mark untuk membuatkan nya?"
ucap alvin.
"iya pak, itu inisiatif saya saja!
saya rasa minum kopi bagus
untuk menghilangkan rasa
kantuk bapak." ucap pak mark
yang usianya sudah empat puluh
tahunan itu.
"kalau begitu terima kasih ya
pak." ucap alvin.
"kalau begitu saya permisi."
ucap pak mark.
tidak terasa alvin sudah hampir
menyelesaikan semua tugas nya
selama di kantor. alvin terlihat
yang ada di meja nya, namun
alvin merasakan sesuatu yang
aneh pada tubuh nya.
"badan ku kenapa terasa panas?"
batin alvin.
tuk. tuk. tuk. tuk...
terdengar suara seseorang sedang
berjalan mengarah ke ruangan alvin.
dan tak lama kemudian pintu
ruang kerja alvin perlahan terbuka.
"kau!" alvin terdiam saat melihat
kedatangan bu sonya.
"ya, ini aku." ucap bu sonya seraya
tersenyum nakal.
bu sonya mendekati alvin,
kemudian menoleh ke cangkir
kopi yang sudah hampir habis.
"bagus! seperti nya kau sangat
menyukai kopi buatan ku."
ucap bu sonya.
"jadi kau yang sudah menyuruh
pak mark untuk memberikan kopi
ini padaku?" tanya alvin.
"tentu saja! bagai mana, apa kau
ingin memulai nya sekarang?"
tanya bu sonya seraya meraba
raba dada bidang alvin.
namun alvin berusaha menahan
hasrat nya.
"apa yang sudah kau campurkan
ke dalam kopi ku?" tanya alvin.
"aku tidak memasukkan apapun!
memang nya kenapa? apa kau
merasakan sesuatu?" ucap bu sonya
yang tengah berbohong, seraya
mendekatkan wajah nya ke wajah
alvin.
"apa aku boleh meminta sesuatu
__ADS_1
dari mu?" tanya alvin.
"tentu saja!" ucap bu sonya
dengan wajah yang berbinar.
"enyah lah dari hadapan ku."
pinta alvin yang seketika
membuat raut wajah bu sonya
menjadi berubah.
namun bukan nya pergi, bu sonya
malah duduk di pangkuan alvin,
seraya terus menggoda nya
dengan menaikkan kaki kanannya
dihadapan alvin. alvin menelan
ludahnya, terlebih bu sonya hanya mengenakan rok yang teramat mini.
"sorry vin, kalau permintaan mu
hanya itu aku tidak bisa menurutinya!
kecuali kau menyuruh ku pergi
setelah aku dapat merasakan
kenikmatan tubuh mu." ucap bu sonya.
"ku mohon pergilah, jangan terus
terusan menggoda ku, atau kau
akan menyesali nya." ucap alvin
yang tengah menahan hasrat nya.
entah kenapa malam ini bu sonya
tampak terlihat cantik dan seksi
bahkan sangat menggoda di mata
alvin. mungkin itu karena pengaruh
obat yang sudah bu sonya
campurkan ke dalam kopi alvin.
bu sonya membuka kancing
kemeja alvin satu persatu
secara perlahan, sehingga tampak
jelaslah tubuh alvin yang maskulin.
alvin memang sering berolah raga
untuk menjaga stamina tubuh nya.
bu sonya kembali meraba raba
dada bidang alvin, namun kali
ini alvin hanya terdiam tanpa
melakukan penolakan.
"malam ini kau akan menjadi
milik ku." batin bu sonya, dia pun mendekatkan wajahnya kepada
alvin kemudian menciumnya.
alvin hanya diam, tampa menolak
dan tampa membalas ciuman bu
sonya.
tangan bu sonya mulai nakal
menggerayangi paha alvin,
dan semakin lama semakin
naik keatas nya. namun saat
bu sonya ingin membuka kancing
celana alvin, alvin menolaknya.
"bagai mana ini? sikap bu sonya
membuat tubuh ku semakin panas,
aku tidak akan bisa menahan nya."
batin alvin.
"kenapa vin? aku tau kau pasti
menginginkan nya." ucap bu sonya
seraya kembali mengelus paha
alvin.
"apa kau sadar? kalau tindakan mu
ini bisa melukai hati papa." ucap alvin.
"ya aku tahu betul!" ucap bu sonya.
"lalu kenapa kau melakukan nya?"
tanya alvin.
"itu karna aku mencintai mu,
dan malam ini kau harus menjadi
milik ku." ucap bu sonya, dia pun
kembali mencium bibir alvin,
bahkan tak hanya di situ, bu sonya
juga menciumi leher dan telinga
alvin secara buasnya.
"sial! kenapa aku tidak bisa
menahannya." batin alvin pun
meronta.
bu sonya semakin menggila
dia hendak membuka baju
yang dia kenakan, namun
saat mendengar suara seseorang
sedang berjalan mengarah ke
ruang kerja alvin, dia pun
__ADS_1
mengurungkan niat nya, dan
beranjak dari pangkuan alvin.