AKU Bukan DIA ( Kita Berbeda)

AKU Bukan DIA ( Kita Berbeda)
68 obat p


__ADS_3

sekitar pukul 14:12 alvin baru


tiba di kantor.


"pak alvin sudah datang!"


ucap nadine pada teman nya,


dia pun terlihat merapikan rambut nya.


"selamat siang pak." sapa angela


saat alvin melewati nya.


"siang!" sahut alvin.


"kau lihat kan tadi pak alvin


tersenyum kepada ku." ucap angela


yang kegirangan.


"jangan salah paham! pak alvin


memang baik terhadap semua


karyawan di sini." sahut anya


yang mendengar percakapan


antara nadine dan angela.


"nyahut aja ni orang gak penting!"


ucap nadine seraya menatap sinis


kearah anya.


alvin memasuki ruangannya dan


di sambut oleh margaretha yang


sedari tadi sudah menunggunya.


"vin kamu sudah makan siang


belum?" tanya margaretha.


"belum." jawab alvin.


"kalau begitu ayo kita makan


siang bersama! aku sudah


menunggu mu dari tadi."


ajak margaretha seraya


merangkul tangan kanan alvin.


"aku baru saja tiba! kau pergilah


terlebih dahulu, nanti aku akan


menyusul." ucap alvin.


"mana bisa begitu? aku telah


membiarkan cacing di perut


ku ini kelaparan hanya untuk


mengajak mu makan bersama,


dan kini kau menolak ajakan ku!


ayolah vin..." rengek margaretha.


"aku tidak bisa." tolak alvin.


dia pun duduk di kursi nya,


dan memeriksa beberapa file


sebelum dia menandatangani nya.


margaretha tampak kecewa


dengan sikap alvin, dia pun


akhirnya duduk kembali dikursi nya.


"alvin orang nya gak asyik!"


batin margaretha seraya


memandangi alvin yang sedang


pokus bekerja.


tok tok tok...


"masuk." sahut alvin.


"maaf pak, ini berkas laporan


yang tadi bapak minta." ucap anya.


"taruh saja di meja! terima kasih


ya." ucap alvin.


"iya pak, kalau begitu saya permisi."


ucap anya.


bruaghhh....


saat anya ingin keluar dari ruangan


alvin, tiba tiba dari arah berlawanan


bu sonya datang dan menabrak nya.


"kalau jalan itu lihat lihat."


bentak bu sonya.


"maaf bu, saya tidak sengaja!"


anya pun meminta maaf


meskipun sebenarnya yang


menabrak bu sonya.


"sudah sana!" ucap bu sonya.


bu sonya menghampiri margaretha


yang sedang asyik memainkan


ponsel nya.


"suami saya gaji kamu di sini untuk


kerja, bukan untuk main handphone."


tegur bu sonya.


"maaf tante." ucap margaretha.


"gak usah panggil saya tante!


karna saya bukan tante mu."


ucap bu sonya.

__ADS_1


"tolong jangan bikin keributan


disini! kalau tidak memiliki


kepentingan, silahkan keluar!"


ucap alvin.


"awas kamu vin!" batin bu sonya


seraya menatap tajam kepada


alvin, hingga akhirnya dia keluar.


beberapa jam kemudian pak gian


mengajak alvin untuk pulang


bareng, namun alvin memutuskan


untuk kerja lembur di kantor.


margaretha dan karyawan


lainnya telah pulang terlebih


dulu. sementara alvin masih


terlihat sibuk dengan pekerjaan nya.


tidak terasa waktu sudah


menunjukkan pukul 20:06.


namun alvin belum beranjak


dari tempat kerja nya.


tok tok tok...


"masuk saja." sahut alvin.


"ini pak, saya buatkan bapak


kopi." ucap salah seorang


petugas keamanan yang


bekerja di perusahaan itu.


"kopi? saya tidak meminta pak


mark untuk membuatkan nya?"


ucap alvin.


"iya pak, itu inisiatif saya saja!


saya rasa minum kopi bagus


untuk menghilangkan rasa


kantuk bapak." ucap pak mark


yang usianya sudah empat puluh


tahunan itu.


"kalau begitu terima kasih ya


pak." ucap alvin.


"kalau begitu saya permisi."


ucap pak mark.


tidak terasa alvin sudah hampir


menyelesaikan semua tugas nya


selama di kantor. alvin terlihat


yang ada di meja nya, namun


alvin merasakan sesuatu yang


aneh pada tubuh nya.


"badan ku kenapa terasa panas?"


batin alvin.


tuk. tuk. tuk. tuk...


terdengar suara seseorang sedang


berjalan mengarah ke ruangan alvin.


dan tak lama kemudian pintu


ruang kerja alvin perlahan terbuka.


"kau!" alvin terdiam saat melihat


kedatangan bu sonya.


"ya, ini aku." ucap bu sonya seraya


tersenyum nakal.


bu sonya mendekati alvin,


kemudian menoleh ke cangkir


kopi yang sudah hampir habis.


"bagus! seperti nya kau sangat


menyukai kopi buatan ku."


ucap bu sonya.


"jadi kau yang sudah menyuruh


pak mark untuk memberikan kopi


ini padaku?" tanya alvin.


"tentu saja! bagai mana, apa kau


ingin memulai nya sekarang?"


tanya bu sonya seraya meraba


raba dada bidang alvin.


namun alvin berusaha menahan


hasrat nya.


"apa yang sudah kau campurkan


ke dalam kopi ku?" tanya alvin.


"aku tidak memasukkan apapun!


memang nya kenapa? apa kau


merasakan sesuatu?" ucap bu sonya


yang tengah berbohong, seraya


mendekatkan wajah nya ke wajah


alvin.


"apa aku boleh meminta sesuatu

__ADS_1


dari mu?" tanya alvin.


"tentu saja!" ucap bu sonya


dengan wajah yang berbinar.


"enyah lah dari hadapan ku."


pinta alvin yang seketika


membuat raut wajah bu sonya


menjadi berubah.


namun bukan nya pergi, bu sonya


malah duduk di pangkuan alvin,


seraya terus menggoda nya


dengan menaikkan kaki kanannya


dihadapan alvin. alvin menelan


ludahnya, terlebih bu sonya hanya mengenakan rok yang teramat mini.


"sorry vin, kalau permintaan mu


hanya itu aku tidak bisa menurutinya!


kecuali kau menyuruh ku pergi


setelah aku dapat merasakan


kenikmatan tubuh mu." ucap bu sonya.


"ku mohon pergilah, jangan terus


terusan menggoda ku, atau kau


akan menyesali nya." ucap alvin


yang tengah menahan hasrat nya.


entah kenapa malam ini bu sonya


tampak terlihat cantik dan seksi


bahkan sangat menggoda di mata


alvin. mungkin itu karena pengaruh


obat yang sudah bu sonya


campurkan ke dalam kopi alvin.


bu sonya membuka kancing


kemeja alvin satu persatu


secara perlahan, sehingga tampak


jelaslah tubuh alvin yang maskulin.


alvin memang sering berolah raga


untuk menjaga stamina tubuh nya.


bu sonya kembali meraba raba


dada bidang alvin, namun kali


ini alvin hanya terdiam tanpa


melakukan penolakan.


"malam ini kau akan menjadi


milik ku." batin bu sonya, dia pun mendekatkan wajahnya kepada


alvin kemudian menciumnya.


alvin hanya diam, tampa menolak


dan tampa membalas ciuman bu


sonya.


tangan bu sonya mulai nakal


menggerayangi paha alvin,


dan semakin lama semakin


naik keatas nya. namun saat


bu sonya ingin membuka kancing


celana alvin, alvin menolaknya.


"bagai mana ini? sikap bu sonya


membuat tubuh ku semakin panas,


aku tidak akan bisa menahan nya."


batin alvin.


"kenapa vin? aku tau kau pasti


menginginkan nya." ucap bu sonya


seraya kembali mengelus paha


alvin.


"apa kau sadar? kalau tindakan mu


ini bisa melukai hati papa." ucap alvin.


"ya aku tahu betul!" ucap bu sonya.


"lalu kenapa kau melakukan nya?"


tanya alvin.


"itu karna aku mencintai mu,


dan malam ini kau harus menjadi


milik ku." ucap bu sonya, dia pun


kembali mencium bibir alvin,


bahkan tak hanya di situ, bu sonya


juga menciumi leher dan telinga


alvin secara buasnya.


"sial! kenapa aku tidak bisa


menahannya." batin alvin pun


meronta.


bu sonya semakin menggila


dia hendak membuka baju


yang dia kenakan, namun


saat mendengar suara seseorang


sedang berjalan mengarah ke


ruang kerja alvin, dia pun

__ADS_1


mengurungkan niat nya, dan


beranjak dari pangkuan alvin.


__ADS_2