AKU Bukan DIA ( Kita Berbeda)

AKU Bukan DIA ( Kita Berbeda)
ep 63 panik


__ADS_3

setelah beberapa saat pingsan


akhirnya erlita sadar.


"bayi ku..." ucap erlita setelah sadar


seraya memegangi perutnya.


"lita, kamu tenang ya? bayi mu


baik baik saja." ucap alviandra


berusaha menenangkan.


"benarkah?" tanya erlita dengan


raut wajah yang berbinar.


"ya, bayi mu baik baik saja."


ucap alviandra meyakinkan.


"kenapa hanya bayi ku? bukan kah


ini bayi kita berdua?" tanya erlita.


"ya, maksud ku bayi kita baik


baik saja!" jawab alviandra.


"kenapa kau melakukan hal


bodoh seperti itu? apakah


kau tidak tahu, kalau itu bisa


membahayakan keselamatan


mu." bentak alviandra.


"kenapa kau membentak ku?


bukankah kau juga akan melakukan


hal yang sama, saat melihat


ku dalam bahaya." ucap erlita.


mendengar ucapan erlita


membuat alviandra diam membisu.


"setidaknya tindakan mu ini tidak


membahayakan janin yang ada


di dalam kandungan mu."


ucap lirih alviandra.


"aku minta maaf, karna sudah


membuat mu khawatir! kalau


boleh aku tahu, seberapa perduli nya


kamu terhadap aku dan janin yang


ada di perutku?" tanya erlita.


"apa kau sedang ingin memancing


amarah ku?" tanya alviandra yang


tampak sedikit kesal.


"tidak! aku hanya ingin tahu


seberapa besar rasa sayang mu


pada aku dan janin ku." ucap nya.


"kau dan janin mu itu adalah


hidup ku! apa kau puas?"


ucap alviandra.


"aku tidak percaya!" ucap erlita.


"kenapa?" tanya alviandra.


"kamu bahkan tidak pernah


memperdulikan aku dan janin


ini, tadi siang kamu sudah


berjanji untuk mengantarku


cek ke dokter kandungan, tapi


kamu mengingkarinya, seakan


akan janin ini tidak penting bagimu."


ucap erlita.


"aku minta maaf." sahut alviandra.


"apa aku sudah boleh pulang?"


tanya erlita.


"tidak! kondisi mu masih lemah,


dokter menyarankan agar kau


dirawat inap, besok baru boleh


pulang." ucap alviandra.


erlita mengecek jam di ponselnya


waktu masih menunjukan pukul 22:03.


"apa kau akan menemaniku disini?"


tanya erlita.


"tentu saja." ucap alviandra.


keesokan nya...


erlita dan alviandra sudah tiba


di rumah. erlita tampak masih


lemas, sementara alviandra


wajah nya masih memar akibat


pukulan dari beberapa orang yang


semalam sudah mengeroyok nya.


"aku sudah meminta ijin kepada


dosen mu, hari ini kau bisa


beristirahat dirumah." ucap alviandra.


"lalu bagai mana dengan mu?"


tanya erlita.

__ADS_1


"aku akan bekerja, sebentar lagi


aku akan berangkat." sahut alviandra.


"vin, kenapa kamu juga gak


meminta ijin kepada atasan mu?


kalau aku lihat, luka mu juga cukup


parah." pinta erlita.


"aku tidak apa apa, ini hanya luka


ringan." ucap nya.


tok tok tok....


terdengar seseorang sedang


mengetuk pintu.


"biar aku yang buka." ucap alviandra.


"mama, mama dita & papa kevin!


kok bisa barengan?" ucap alviandra


seraya menyalami bu indri, bu dita


dan pak kevin secara bergantian.


"iya, tadi kita ketemu di depan."


sahut bu dita.


alviandra langsung mempersilahkan


mereka masuk.


"erlita bagai mana keadaan


kamu sayang?" tanya bu dita


yang terlihat cemas.


"aku baik baik aja kok ma."


ucap erlita.


"syukurlah kalau begitu."


ucap bu dita.


"kenapa kalian baru memberi


tahu kami soal kejadian yang


menimpa kalian semalam?"


tanya bu indri.


"kita tidak ingin membuat mama,


mama dita dan papa kevin khawatir."


ucap alviandra.


"apa papa bilang! tempat ini itu


gak aman untuk kalian tempati."


gerutu pak kevin.


alviandra dan erlita pun saling


bertatapan, seakan tahu apa


yang ada di dalam hati suaminya


meminta pengertian kepada


papa nya.


"pa... ini sama sekali tidak ada


hubungan nya dengan tempat


yang kita tinggali! peristiwa


semalam murni kecelakaan."


ucap erlita.


"vin apa kamu punya musuh?"


tanya pak kevin.


alviandra mengingat kejadian


saat dia memukul johan, dia pun


berpikir kalau johan adalah dalang


di balik penyerangan terhadap


dirinya semalam.


"tidak pa." jawab alviandra tengah


berbohong.


"kalau begitu besok kalian harus


pindah dari sini." ucap pak kevin.


"loh kenapa pa? alvin kan sudah


bilang kalau dia tidak punya musuh."


tanya erlita.


"papa tidak mau ambil resiko!


pokok nya kalian harus segera


pindah dari sini." tegas pak kevin.


"apa papa meragukan ku sebagai


suaminya? apa papa pikir aku


tidak akan melindungi nya saat


dia dalam bahaya?" tanya alviandra.


"bukan begitu! papa tau kalau


kamu sayang sama erlita, tapi


apa kamu bisa bersama nya


full time selama 24 jam?


tidak kan? bahaya bisa saja datang


sewaktu waktu menimpa kalian."


ucap pak kevin.


"sudah vin cukup! pak kevin ada


benarnya juga, ada baik nya kalau


kalian pindah saja." bu indri berusaha

__ADS_1


menengahi perdebatan antara anak


dan besannya.


"sudah ya vin, kamu sama papa


gak usah berantem lagi, nanti


kita pikirkan solusi nya sama sama!


Oya aku punya kabar gembira


untuk mama, papa dan mama indri."


erlita mencoba mencairkan suasana.


"apa sayang?" tanya bu dita.


"aku hamil!" ucap erlita.


"benarkah?" ucap bu dita, bu indri


dan pak kevin secara bersamaan.


erlita pun mengangguk.


terlihat binar binar kebahagiaan


di raut wajah bu dita, bu indri dan


pak kevin.


"berapa usia kandungan mu nak?"


tanya bu indri.


seketika erlita dan alviandra


saling bertatapan.


"baru empat minggu ma."


jawab erlita berbohong.


"alhamdulillah, bu dita, pak kevin,


sebentar lagi kita akan menimang


cucu." ucap bu indri penuh bahagia.


"iya bu indri." sahut bu dita.


"vin kamu harus rajin bantu


erlita mengerjakan pekerjaan


rumah, karna ibu hamil gak boleh


kecapean." ucap bu indri.


"mama indri tenang aja, untuk


pekerjaan rumah tidak semuanya


aku yang ngerjain, nyuci biasanya


kita ke laundry, beres beres rumah


kadang bi imah datang kesini


untuk membantu." ucap erlita.


"baguslah kalau begitu, dan satu


lagi, ibu hamil itu gak boleh


stres, gak boleh banyak pikiran


karna bisa mempengaruhi


perkembangan janin yang ada


di perut mu." ucap bu indri lagi.


"ya sudah kalau begitu papa


pergi kekantor dulu."


ucap pak kevin setelah menoleh


kearah jarum jam yang ada di


tangan nya.


"hati hati pa." ucap erlita.


"ya udah kalau gitu aku juga


berangkat kerja dulu ya ma."


ucap alviandra seraya menyalami


bu indri dan bu dita secara bergantian.


terakhir dia mengelus pucuk kepala


erlita secara lembut.


"ya sudah kamu istirahat saja


di kamar! mari mama bantu."


ucap bu dita seraya memapah


erlita ke kamarnya.


bu dita membaringkan erlita


di ranjang lalu menyelimuti nya.


setelah itu bu dita kembali


menghampiri besannya.


"sementara erlita tidur, bagai


mana kalau kita buatin makanan


kesukaan anak anak kita?"


tanya bu indri.


"ide yang bagus." sahut bu dita.


bu indri dan bu dita mengambil


berbagai bahan masakan yang


ada di kulkas lalu mencuci nya.


mereka terlihat sangat kompak.


hingga kurang lebih selama


satu jam'an mereka telah siap


menghidangkan beberapa lauk


di meja makan.


setelah erlita bangun dan alviandra


pulang bekerja, mereka akhirnya


makan bersama sama.

__ADS_1


__ADS_2