AKU Bukan DIA ( Kita Berbeda)

AKU Bukan DIA ( Kita Berbeda)
ep 48 perpisahan


__ADS_3

setelah selesai makan, alvin mengajak


erlita untuk menemui teman temannya.


terlihat jono yang sedang memainkan


sebuah gitar, alvin pun meminjam nya.


"vin kamu kan pintar nyanyi, suara mu


juga bagus, nyanyi kan lagu tentang


persahabatan dong, nanti aku viralkan."


pinta rehan.


"gak akh, ngapain aku harus nyanyiin


kalian, mending aku nyanyiin bidadari


yang ada di samping ku ini." ucap alvin


seraya menoleh kearah erlita, yang tentu


nya membuat erlita tersenyum malu.


"emang kamu bisa nyanyi?" tanya erlita


malu malu.


"kalau untuk teman teman ku sikh


gak bisa, tapi kalau untuk kamu, apa


sikh yang engga." lagi lagi alvin tampak


merayu nya, hingga membuat erlita


merasa malu di hadapan teman teman


alvin.


"udah vin, anak orang bisa klepek


klepek tu..." jono menggoda erlita.


"enak aja klepek klepek, emang nya


aku ikan apa." sahut erlita.


"ya udah, kamu dengerin aku nyanyi


ya." pinta alvin, erlita pun mengangguk.


*Tentang Rindu*


🎶pagi...telah pergi🎶


🎶 mentari...tak bersinar lagi🎶


🎶ntah... sampa kapan...kumengingat🎶


🎶tentang dirimu🎶


🎶ku hanya diam... menggenggam🎶


🎶menahan... segala kerinduan🎶


🎶memanggil namamu... disetiap malam🎶


🎶ingin engkau datang🎶


🎶dan hadir... di mimpiku🎶


selesai menyanyikan lagu tersebut


semua teman temannya tepuk tangan.


"suara mu benar bagus loh, bisa dong


kapan kapan kamu nyanyiin aku lagi."


ucap erlita.


"oke, kapan pun kamu merindukan


aku, kamu dengerin aja lagu nya, karna


saat kamu merindukan ku, disaat itu


juga aku sedang merindukan mu."


ucap alvin.


"yailaah vin, kamu ketularan si lita ya?


kalian jadi sama sama lebay."


celetuk jono.


"alaakhh sirik aja sikh kamu." ketus erlita.


"biasa lakh lita, jomblo mana paham."


ucap rehan membela nya.


"bukan masalah punya pacar atau tidak,


kalian kan bertemu hampir setiap hari."


ucap jono yang gak mau kalah.


"memang nya kalau ketemu setiap hari


gak boleh saling merindukan? aku


malah setiap habis bertemu dengan


erlita rasa nya waktu terasa cepat


berlalu, dan rasa nya ingin


berada di dekat nya full time selama


dua puluh empat jam." ucap alvin.


"ya udah kenapa gak sekalian berak


kamu ajak erlita aja vin." celoteh jono.


alvin dan teman temannya pun tertawa.


"ikh dasar jorok kamu jon." decah erlita.


"ekh bukan nya alviandra besok udah


harus berangkat ke airport ya?"


tanya rehan meyakinkan.


"iya." jawab alvin.


"kenapa gak kita temui dia dulu?


ya anggap saja sebagai perpisahan."

__ADS_1


ajak rehan.


"memang nya kita sedekat itu sama


alviandra?" ucap roy yang kebetulan


juga sedang ikutan kumpul kumpul.


"ya gak juga sikh, tapi walau gimana


pun juga dia itu sodaranya alvin."


ucap rehan.


"gak perlu, sebelum nya terima kasih


ya han sudah berniat untuk menemui


nya." ucap alvin.


alvin menoleh jam tangan nya,


tak terasa waktu sudah menunjukkan


pukul 22:08.


alvin segera bergegas untuk mengantar


erlita pulang kerumah nya.


di sepanjang perjalanan menuju


rumah erlita turun hujan yang


sangat deras, hingga setiba nya


di rumah semua pakaian


kedua nya terlihat basah kuyup.


"lita, alvin...kenapa kalian basah kuyup,


ayo cepetan masuk, nanti kalian masuk


angin." ucap bu dita setelah membuka


pintu ruang tamu nya.


"gak usah tante, kaya nya aku mau


langsung pulang aja." tolak alvin.


"ini sudah larut malam, dan baju mu


juga basah, ayo masuk seperti nya


om ada kaos yang pas untuk mu."


ucap pak kevin.


karna merasa gak enak untuk menolak


tawaran pak kevin, alvin pun mengiyakan


nya. pak kevin membawakan kaos santai


dan celana jeans untuk alvin.


"nih vin, tante buatin coklat panas


untuk kamu dan erlita." ucap bu dita.


"makasih tante." ucap alvin.


karna ini sudah larut malam, terlebih


lagi di luar hujan deras." pinta pak kevin.


"setelah selesai menghabiskan


minuman kalian boleh langsung


beristirahat." ucap bu dita.


"terima kasih tante." ucap alvin.


"lita nanti kamu antar alvin ke kamar


tamu ya sayang." pungkas Bu dita.


"iya ma." jawab nya.


"kalau hujan nya sudah reda, mungkin


aku harus pulang." ucap alvin.


"ini sudah tengah malam, lagi pula


papa sudah meminta mu untuk


bermalam di sini, ayo akan ku antar


kamu ke kamar mu agar bisa istirahat."


ajak erlita seraya menggandeng tangan


alvin.


"nah kamu bisa istirahat di sini."


ucap erlita setelah menunjukan


kamar alvin.


"lita.." panggil alvin.


namun saat erlita menoleh kearah nya


dengan sigap alvin mendekatkan


wajah nya kemudian mencium bibir


erlita dengan lembut.


alvin menarik tubuh erlita lalu


mendekap nya, dia pun mengunci


kamar tersebut dari dalam.


erlita pun melepaskan dekapan nya.


"alvin kenapa di kunci?" erlita menatap


bola mata alvin penuh tanya.


"aku tidak ingin orang tua mu


memergoki kita saat berciuman."


ucap alvin, lalu kembali mendekati


erlita lalu mencumbu nya.


tangan alvin mulai nakal.

__ADS_1


"vin apa yang kamu lakuin?" tanya erlita


seraya berusaha melepaskan tangan


alvin dari tubuh nya.


tanpa bicara alvin terus mencumbunya


secara lembut, sementara tangan


nya kembali nakal dan menyentuh


setiap titik kelemahan erlita.


"vin aaaahhh..." tanpa sadar erlita mengeluarkan suara hingga


membuat alvin semakin bernafsu


untuk melakukan hal yang lebih dari


itu. alvin mengangkat tubuh erlita


lalu membaringkan nya di ranjang.


"vin cukup." dengan suara pelan


erlita berusaha untuk menolak.


namun alvin malah membuka


kaos atasan yang di kenakan erlita.


alvin menciumi hampir seluruh


tubuh erlita dengan lembut nya.


****** nya semakin bergejolak


tat kala waktu erlita tanpa sadar


beberapa kali mengeluarkan suara


******* nya. alvin berhenti


melakukan aksi nya. dia memandangi


wajah erlita yang tampak sudah


memiliki ****** untuk melakukan nya.


alvin kembali mencium


lembut bibir erlita seraya membelai


dan mengusap rambut nya.


dia pun mulai mencoba memasukan


senjata nya namun berulang kali gagal.


setelah beberapa kali gagal akhirnya


alvin bisa mencetak gol. saat itu erlita


hendak menjerit karna kesakitan, namun


alvin segera menutup mulutnya dengan


tangan nya. setelah berada di puncak


kenikmatan alvin akhirnya menghentikan


aksi nya, dia melihat wajah cantik erlita


yang tampak pucat karna perbuatannya.


alvin pun kembali mencium lembut


bibir nya, lalu kemudian tidur di samping


nya seraya memeluk erat tubuh erlita.


namun beberapa menit kemudian


erlita bangun untuk mengenakan


kembali pakaian nya.


"kamu mau kemana?" tanya alvin


saat melihat erlita beranjak dari tempat


tidur nya.


erlita pun duduk di tepi ranjang,


seraya menatap alvin dengan


tatapan kosong. alvin mendekatinya


lalu memeluk erlita dari belakang.


"aku takut vin..." ucap erlita dengan


bola mata yang berkaca kaca.


"aku minta maaf, karna gak bisa


mengendalikan keinginan ku."


ucap alvin.


"vin kamu gak akan ninggalin aku


kan?? ucap erlita air matanya pun


menetes. mendengar ucapan erlita


seketika alvin pun terdiam.


"vin, kok kamu diam saja? kamu


gak mungkin ninggalin aku kan?"


tanya nya lagi.


"aku gak akan ninggalin kamu!


kamu tau kan? kalau aku sayang


banget sama kamu." ucap alvin seraya


menatap dalam kedua mata erlita


lalu kemudian memeluk nya dengan


hangat.


"maafkan aku lita, aku terpaksa


membohongi mu, karna besok


aku benar benar harus pergi."


batin alvin.

__ADS_1


__ADS_2