
setelah selesai makan, alvin mengajak
erlita untuk menemui teman temannya.
terlihat jono yang sedang memainkan
sebuah gitar, alvin pun meminjam nya.
"vin kamu kan pintar nyanyi, suara mu
juga bagus, nyanyi kan lagu tentang
persahabatan dong, nanti aku viralkan."
pinta rehan.
"gak akh, ngapain aku harus nyanyiin
kalian, mending aku nyanyiin bidadari
yang ada di samping ku ini." ucap alvin
seraya menoleh kearah erlita, yang tentu
nya membuat erlita tersenyum malu.
"emang kamu bisa nyanyi?" tanya erlita
malu malu.
"kalau untuk teman teman ku sikh
gak bisa, tapi kalau untuk kamu, apa
sikh yang engga." lagi lagi alvin tampak
merayu nya, hingga membuat erlita
merasa malu di hadapan teman teman
alvin.
"udah vin, anak orang bisa klepek
klepek tu..." jono menggoda erlita.
"enak aja klepek klepek, emang nya
aku ikan apa." sahut erlita.
"ya udah, kamu dengerin aku nyanyi
ya." pinta alvin, erlita pun mengangguk.
*Tentang Rindu*
🎶pagi...telah pergi🎶
🎶 mentari...tak bersinar lagi🎶
🎶ntah... sampa kapan...kumengingat🎶
🎶tentang dirimu🎶
🎶ku hanya diam... menggenggam🎶
🎶menahan... segala kerinduan🎶
🎶memanggil namamu... disetiap malam🎶
🎶ingin engkau datang🎶
🎶dan hadir... di mimpiku🎶
selesai menyanyikan lagu tersebut
semua teman temannya tepuk tangan.
"suara mu benar bagus loh, bisa dong
kapan kapan kamu nyanyiin aku lagi."
ucap erlita.
"oke, kapan pun kamu merindukan
aku, kamu dengerin aja lagu nya, karna
saat kamu merindukan ku, disaat itu
juga aku sedang merindukan mu."
ucap alvin.
"yailaah vin, kamu ketularan si lita ya?
kalian jadi sama sama lebay."
celetuk jono.
"alaakhh sirik aja sikh kamu." ketus erlita.
"biasa lakh lita, jomblo mana paham."
ucap rehan membela nya.
"bukan masalah punya pacar atau tidak,
kalian kan bertemu hampir setiap hari."
ucap jono yang gak mau kalah.
"memang nya kalau ketemu setiap hari
gak boleh saling merindukan? aku
malah setiap habis bertemu dengan
erlita rasa nya waktu terasa cepat
berlalu, dan rasa nya ingin
berada di dekat nya full time selama
dua puluh empat jam." ucap alvin.
"ya udah kenapa gak sekalian berak
kamu ajak erlita aja vin." celoteh jono.
alvin dan teman temannya pun tertawa.
"ikh dasar jorok kamu jon." decah erlita.
"ekh bukan nya alviandra besok udah
harus berangkat ke airport ya?"
tanya rehan meyakinkan.
"iya." jawab alvin.
"kenapa gak kita temui dia dulu?
ya anggap saja sebagai perpisahan."
__ADS_1
ajak rehan.
"memang nya kita sedekat itu sama
alviandra?" ucap roy yang kebetulan
juga sedang ikutan kumpul kumpul.
"ya gak juga sikh, tapi walau gimana
pun juga dia itu sodaranya alvin."
ucap rehan.
"gak perlu, sebelum nya terima kasih
ya han sudah berniat untuk menemui
nya." ucap alvin.
alvin menoleh jam tangan nya,
tak terasa waktu sudah menunjukkan
pukul 22:08.
alvin segera bergegas untuk mengantar
erlita pulang kerumah nya.
di sepanjang perjalanan menuju
rumah erlita turun hujan yang
sangat deras, hingga setiba nya
di rumah semua pakaian
kedua nya terlihat basah kuyup.
"lita, alvin...kenapa kalian basah kuyup,
ayo cepetan masuk, nanti kalian masuk
angin." ucap bu dita setelah membuka
pintu ruang tamu nya.
"gak usah tante, kaya nya aku mau
langsung pulang aja." tolak alvin.
"ini sudah larut malam, dan baju mu
juga basah, ayo masuk seperti nya
om ada kaos yang pas untuk mu."
ucap pak kevin.
karna merasa gak enak untuk menolak
tawaran pak kevin, alvin pun mengiyakan
nya. pak kevin membawakan kaos santai
dan celana jeans untuk alvin.
"nih vin, tante buatin coklat panas
untuk kamu dan erlita." ucap bu dita.
"makasih tante." ucap alvin.
karna ini sudah larut malam, terlebih
lagi di luar hujan deras." pinta pak kevin.
"setelah selesai menghabiskan
minuman kalian boleh langsung
beristirahat." ucap bu dita.
"terima kasih tante." ucap alvin.
"lita nanti kamu antar alvin ke kamar
tamu ya sayang." pungkas Bu dita.
"iya ma." jawab nya.
"kalau hujan nya sudah reda, mungkin
aku harus pulang." ucap alvin.
"ini sudah tengah malam, lagi pula
papa sudah meminta mu untuk
bermalam di sini, ayo akan ku antar
kamu ke kamar mu agar bisa istirahat."
ajak erlita seraya menggandeng tangan
alvin.
"nah kamu bisa istirahat di sini."
ucap erlita setelah menunjukan
kamar alvin.
"lita.." panggil alvin.
namun saat erlita menoleh kearah nya
dengan sigap alvin mendekatkan
wajah nya kemudian mencium bibir
erlita dengan lembut.
alvin menarik tubuh erlita lalu
mendekap nya, dia pun mengunci
kamar tersebut dari dalam.
erlita pun melepaskan dekapan nya.
"alvin kenapa di kunci?" erlita menatap
bola mata alvin penuh tanya.
"aku tidak ingin orang tua mu
memergoki kita saat berciuman."
ucap alvin, lalu kembali mendekati
erlita lalu mencumbu nya.
tangan alvin mulai nakal.
__ADS_1
"vin apa yang kamu lakuin?" tanya erlita
seraya berusaha melepaskan tangan
alvin dari tubuh nya.
tanpa bicara alvin terus mencumbunya
secara lembut, sementara tangan
nya kembali nakal dan menyentuh
setiap titik kelemahan erlita.
"vin aaaahhh..." tanpa sadar erlita mengeluarkan suara hingga
membuat alvin semakin bernafsu
untuk melakukan hal yang lebih dari
itu. alvin mengangkat tubuh erlita
lalu membaringkan nya di ranjang.
"vin cukup." dengan suara pelan
erlita berusaha untuk menolak.
namun alvin malah membuka
kaos atasan yang di kenakan erlita.
alvin menciumi hampir seluruh
tubuh erlita dengan lembut nya.
****** nya semakin bergejolak
tat kala waktu erlita tanpa sadar
beberapa kali mengeluarkan suara
******* nya. alvin berhenti
melakukan aksi nya. dia memandangi
wajah erlita yang tampak sudah
memiliki ****** untuk melakukan nya.
alvin kembali mencium
lembut bibir erlita seraya membelai
dan mengusap rambut nya.
dia pun mulai mencoba memasukan
senjata nya namun berulang kali gagal.
setelah beberapa kali gagal akhirnya
alvin bisa mencetak gol. saat itu erlita
hendak menjerit karna kesakitan, namun
alvin segera menutup mulutnya dengan
tangan nya. setelah berada di puncak
kenikmatan alvin akhirnya menghentikan
aksi nya, dia melihat wajah cantik erlita
yang tampak pucat karna perbuatannya.
alvin pun kembali mencium lembut
bibir nya, lalu kemudian tidur di samping
nya seraya memeluk erat tubuh erlita.
namun beberapa menit kemudian
erlita bangun untuk mengenakan
kembali pakaian nya.
"kamu mau kemana?" tanya alvin
saat melihat erlita beranjak dari tempat
tidur nya.
erlita pun duduk di tepi ranjang,
seraya menatap alvin dengan
tatapan kosong. alvin mendekatinya
lalu memeluk erlita dari belakang.
"aku takut vin..." ucap erlita dengan
bola mata yang berkaca kaca.
"aku minta maaf, karna gak bisa
mengendalikan keinginan ku."
ucap alvin.
"vin kamu gak akan ninggalin aku
kan?? ucap erlita air matanya pun
menetes. mendengar ucapan erlita
seketika alvin pun terdiam.
"vin, kok kamu diam saja? kamu
gak mungkin ninggalin aku kan?"
tanya nya lagi.
"aku gak akan ninggalin kamu!
kamu tau kan? kalau aku sayang
banget sama kamu." ucap alvin seraya
menatap dalam kedua mata erlita
lalu kemudian memeluk nya dengan
hangat.
"maafkan aku lita, aku terpaksa
membohongi mu, karna besok
aku benar benar harus pergi."
batin alvin.
__ADS_1