AKU Bukan DIA ( Kita Berbeda)

AKU Bukan DIA ( Kita Berbeda)
ep 29 curiga


__ADS_3

ke esokan hari nya di sekolah elit


SMA harapan bangsa.


para murid sudah berlalu ilalang.


cuaca di pagi ini begitu cerah, burung


burung berkicauan di sekitar taman


sekolah. erlita, karin dan suci tampak


bersenda gurau di salah satu kursi


yang terpapang di taman itu.


"gimana handpone mu udah ketemu?"


tanya suci. sementara karin masih asyik


mengunyah makanan di dalam mulut nya.


"udah." jawab singkat erlita.


"ketemu di mana?" tanya suci lagi.


"loh, emang nya handpone kamu kemarin


sempat hilang?" tanya karin, setelah


menelan makanan di mulut nya.


erlita hanya mengangguk.


"handpone mu ketemu di mana?"


suci mengulangi pertanyaan yang sama.


"aku harus jawab apa?" batin erlita.


karna dia sendiri merasa bingung,


kenapa kemarin handpone nya bisa


ada pada doni.


"hey, malah bengong." teriakan Karin


membuyar kan lamunan nya.


"apaan sikh rin, akh." erlita nampak kesal.


"habis nya kamu, pagi pagi udah


melamun aja! kenapa si?" tanya karin.


"lita, kamu baik baik aja kan?" tanya suci.


"aku baik baik a ..." ucapan erlita


menggantung saat melihat doni dan


teman teman nya berjalan ke arah


mereka.


"aku duluan ya." kata erlita yang tergesa


gesa.


"kenapa sikh tuh anak?" tanya karin,


menatap heran ke arah suci.


"entah lakh." jawab suci, seraya


menggerak kan kedua pundak nya


ke atas.


ternyata erlita pergi menemui alvin


yang terlihat sibuk di aula sekolah.


erlita berdiri di depan pintu, dia tidak


berani untuk menghampiri nya.


"vin, lita tuh." kata rehan mencolek


alvin agar menoleh ke arah erlita.


seketika alvin berbalik menoleh ke


erlita, kemudian menghampiri nya.


"ngapain kamu ke sini? pasti kangen


ya, karna hari ini kamu belum bertemu


dengan ku." alvin malah langsung


menggoda nya.


"iiiikhhhh." karna malu erlita pun


mencubit pinggang alvin.


"awww." alvin berteriak kesakitan.


dan seketika orang yang berada di aula


itu menatap ke arah alvin dan erlita.


termasuk pak dodi wali kelas nya alvin.


"ma, maaf pak." alvin tersenyum getir,


meminta maaf.


"ya udah, kita ngobrol nya di kantin


aja yu?" ajak alvin.


"gak vin! bagai mana kalau kita ke


perpus aja?" kata erlita.


"perpus? tapi kalau di jam jam segini

__ADS_1


penjaga perpus masih standby di sana."


kata alvin menggoda erlita.


"kamu ini apaan sikh, gak usah mesum


dech! kamu pikir aku ngajak kamu ke


sana untuk apa?" erlita tersenyum malu


malu mendengar celotehan kekasih


nya itu.


"loh emang nya untuk apa? memang


nya bukan untuk melanjut kan yang


kemarin ya?" alvin tersenyum, seraya


terus menggoda nya.


"aiikh, ya bukan lakh." decah erlita.


seketika candaan alvin sedikit


mengurangi ketakutan nya erlita


terhadap doni.


mereka pun pergi ke perpus.


lalu mengambil salah satu buku


di ruangan itu.


"besok kamu ikut camping kan?"


tanya alvin.


"ikut." jawab erlita singkat.


"kamu?" erlita pun balik bertanya.


"ya pasti ikut!" jawab alvin datar.


"hmmm." gumam erlita.


"bilang pada alvin gak ya? soal perlakuan


doni kemarin kepada ku." batin erlita.


"vin ..." ucapan erlita menggantung.


"ya, kenapa?" tanya alvin.


"emmm ...." erlita yang tampak bingung,


dia pun menggigit jempol tangan nya.


"sikap erlita sedikit aneh! kaya ada


sesuatu yang ingin dia katakan, tapi apa?"


batin alvin, setelah mengamati gelagat


aneh erlita.


lalu mengecek nya satu persatu, jika


ada buku yang menurut nya sudah tidak


layak untuk di baca (rusak), dia


menyimpan nya di sebuah dus besar


untuk di daur ulang.


tiba tiba bu devi menghampiri mereka.


"lita, kamu sedang apa?" tanya Bu devi,


salah seorang penjaga perpus.


"lagi baca bu." jawab erlita berbohong.


"pintar ya kamu, bisa baca buku sambil


buku nya terbalik gitu." kata Bu devi.


dengan segera erlita melirik ke buku


yang sedang dia pegang, dan betapa


malu nya dia.


"pinter bohong maksud nya." desis Bu


devi, lalu kembali ke tempat duduk nya.


erlita pun cengengesan, menahan malu.


alvin hanya tersenyum, melihat tingkah


nya erlita.


"vin, kenapa kamu gak bilang sikh kalau


buku nya terbalik." decah erlita.


"ya mana aku tau kalau buku nya


terbalik." alvin membela diri.


"kamu dari tadi kan duduk di depan ku!


masa gak lihat sikh, kalau buku nya


terbalik." desis erlita.


"aku beneran gak tau! kamu lihat kan,


kalau dari tadi aku hanya menatap indah


kedua bola mata mu! dan aku tak ingin


berpaling dari wajah mu yang cantik itu."


ucap alvin, menggoda erlita. dia tak ingin

__ADS_1


di salah kan.


"bisa aja ngeles nya." erlita pun tersenyum.


"masuk yuk? bentar lagi jam pelajaran


di mulai." ajak alvin.


mereka pun meninggal kan perpus.


*kelas XII IPS 1*


"si cewek pembalut mana?"


tanya alviandra kepada teman teman


erlita.


"cewek pembalut?" tanya karin,


yang mengernyit kan dahi nya.


karin dan suci pun menatap satu


sama lain.


"erlita mana?" tanya alviandra, yang


se akan tau apa yang ada di pikiran


karin dan suci.


"oh, tadi ku lihat dia bersama alvin."


jelas karin.


setelah mendengar jawaban karin,


alviandra pun duduk di bangku nya.


kemudian suci juga duduk di bangku


nya, yang berada tepat di depan


bangku nya jono.


tak lama kemudian erlita memasuki


kelas nya.


"selamat pagi anak anak." sapa pak didit.


"pagi pak." jawab semua murid.


"apa surat ijin nya sudah orang tua kalian


tanda tangani?" tanya pak didit.


"sudah pak." sahut seluruh murid.


"baik! kalau begitu kumpul kan di meja


bapak." kata pak didit.


semua murid berjalan satu persatu


ke meja pak didit.


"kalian buka buku sosiologi! kerjakan halaman 203 sampai halaman 207."


jelas pak didit.


erlita terlihat tidak pokus mengerjakan


tugas nya. sesekali dia mencuri curi


pandang, menoleh ke alviandra.


"aku masih heran, kenapa handpone ku


bisa ada pada doni? ataw jangan


jangan ..." erlita pun kembali menoleh


ke arah alviandra, kali ini erlita menatap


tajam diri nya. namun alviandra masih


pokus mengerjakan pelajaran nya.


"aakh tu kan, aku jadi mikir yang aneh


aneh tentang cowok ini." batin erlita,


yang mengutuk diri nya sendiri.


"tapi kenapa dia juga masih berada


di sekolah, saat yang lain nya sudah


pada pulang? apa dia ber sekongkol


dengan doni?" batin erlita.


"hekh, ayoo kerjain, kok malah bengong."


desus karin, yang melihat erlita tidak


mengerjakan mata pelajaran nya.


"iya, bawel." gerutu erlita, dia pun pokus


mengerjakan tugas nya.


bel istirahat berbunyi.


para murid pun berhamburan keluar


kelas mereka.


"lita ayoo." ajak karin.


"bentar rin, tanggung dikit lagi."


sahut erlita.


"kamu sikh, yang lain pada nulis, kamu


malah bengong." gerutu karin.

__ADS_1


erlita pun tersenyum getir.


__ADS_2