
setelah berada di kelas erlita.
alvin mencari keberadaan erlita,
namun dia tidak menemukan nya.
bahkan alvin juga tidak melihat
keberadaan karin dan suci.
alvin pun menghampiri sodara nya
yang tengah asyik bermain game
online di ponsel nya.
"apa kau melihat erlita?" tanya alvin.
"tadi dia di sini, tapi tiga menit yang
lalu dia keluar, dan entah kemana."
jawab alviandra, yang masih asyik
dengan game nya, tanpa sedikit pun
menoleh ke arah alvin.
tanpa bertanya lagi, alvin pun keluar
dari kelas itu, lalu mencari keberadaan
erlita hingga menemukan nya di atas
balkon sekolah.
"lita, kamu ngapain di sini?"
tanya alvin dengan lembut.
"harus nya aku yang nanya,
ngapain kamu di sini, bukan kah
kita sudah putus." sahut erlita.
"putus? kapan?"
alvin yang tampak kebingungan.
"udah deh gak usah pura pura bego."
sinis erlita.
"lita, maksud kamu apa sikh?
jujur aku benar benar gak ngerti
apa yang kamu maksud."
alvin masih bersikap lembut.
"ya udah, inti nya sekarang kita sudah
putus, dan aku minta, tolong jangan
pernah ganggu aku lagi." tegas erlita.
"gak! aku gak mau kita putus."
tolak alvin.
"mau kamu apa sikh? jujur aja,
aku paling gak suka sama cowok
plin plan kaya kamu." bentak erlita.
"plin plan?" seketika alvin teringat
pada sodara kembar nya.
"kamu berantem lagi sama alviandra?"
tanya alvin.
"alviandra? udah deh kamu gak usah
mengalih kan pembicaraan." ketus erlita.
"aku yakin, orang yang tadi kamu temui
itu alviandra, sodara kembar ku."
jelas alvin, menatap dalam kedua
bola mata erlita dan meyakinkan nya.
"sodara kembar?" erlita pun berusaha
untuk mengingat nya.
"aduh kepala ku pusing." erlita pun
pingsan dan hampir terjatuh ke lantai,
untung saja alvin menangkap nya.
"lita, kamu kenapa? bangun lit."
alvin menepuk pipi kiri erlita dengan
halus, dan berusaha menyadarkan nya.
"erlita kenapa vin?" tanya karin, yang
tiba tiba muncul di belakang alvin.
"aku gak tau rin, erlita tiba tiba pingsan."
sahut alvin.
"tunggu apa lagi? ayo kita bawa erlita
ke UKS." kata suci.
alvin pun menggendong erlita menuju
ruang UKS.
"sebaik nya kalian kembali ke kelas,
karna sebentar lagi pelajaran sekolah
akan di mulai." kata petugas UKS.
__ADS_1
"baik bu." ucap ketiga nya, secara
berbarengan.
setelah petugas memeriksa keadaan
erlita, selang beberapa menit kemudian
erlita mulai sadar dan perlahan
membuka kedua mata nya.
"aku di mana? kenapa kepala ku
terasa pusing." erlita pun menatap
ke sekeliling ruangan itu, seraya
memegangi kepala nya yang sakit.
"tadi kamu pingsan, dan teman teman
mu yang telah membawa mu kesini."
ucap petugas UKS.
sementara karin dan suci telah berada
di kelas nya, dan memulai pelajaran
pertama yang di berikan pak didit.
karin dan suci pun telah memberi tahu
keadaan erlita yang sedang pingsan
di ruang UKS kepada guru nya tersebut.
sementara alviandra dia merasa
bersalah karna tadi diri nya sempat
bertengkar dengan erlita.
setengah jam kemudian,
erlita di ijin kan untuk pergi ke kelas
nya, agar bisa mengikuti pelajaran.
"permisi pak." ucap erlita, seraya
mengetuk pintu kelas nya yang
terbuka lebar.
"masuk." sahut pak didit.
erlita pun langsung duduk di bangku
nya, dan mulai mengikuti pelajaran.
"lita, kalau kamu kesulitan mempelajari
materi yang sudah pernah bapak ajar
kan, kamu bisa menanyakan nya pada
teman teman mu, atau bertanya
"baik pak." sahut erlita.
"nama sendiri saja bisa lupa, apa lagi
materi." desus alviandra, yang
mengejek erlita.
"issh kau ini, kenapa begitu sangat
menyebal kan." decah erlita, tanpa
menoleh ke arah nya.
tak lama kemudian lonceng istirahat
berbunyi, yang membuat para
siswa/siswi berhamburan keluar kelas.
pak didit mengambil beberapa lembar
kertas di meja nya, lalu memberikan nya
kepada erlita.
"lita, ini lembar ulangan susulan
untuk kamu, bapak haraf, kamu bisa
segera menyelesai kan nya."
ucap pak didit.
"mati aku." erlita pun menepuk jidat nya.
setelah pak didit pergi, teman teman
erlita pun menghampiri nya.
"kenapa lita?" tanya karin.
"pak didit memberikan ulangan susulan
mendadak banget, bagai mana aku bisa
menyelesai kan nya dengan cepat."
lirih erlita.
"kamu kan bisa minta tolong sama
alvin." Jono menyela pembicaraan.
"emang nya benar, alvin itu kembar?"
tanya erlita pada teman teman nya.
"lah iya, si alvin memang punya sodara
kembar, noh kembaran nya cowok
songong yang barusan aja keluar."
kata jono sambil memonyong kan
__ADS_1
bibir nya.
"jadi yang duduk di sebelah ku bukan
alvin?" tanya erlita lagi.
"bukan, dia itu alviandra, cowok
songong dan paling angkuh di sekolah
ini." jelas karin.
"satu lagi, plus ganteng." sela suci.
"ganteng sih ganteng, tapi aku mah
ogah banget punya cowok kaya dia."
ketus karin.
"kalau aku mau, tapi sayang banget,
dia nya yang gak mau sama aku haha.."
suci mentertawa kan diri nya sendiri.
"kenapa ngejar ngejar cowok model
begitu sih ci? jelas jelas ada pangeran
yang selalu setia menunggu kata cinta
dari kamu." goda jono.
"dikh ogah banget." ketus suci.
"tapi, kok mama gak pernah cerita
kalau alvin itu punya sodara kembar."
erlita tampak mulai kebingungan.
"bukan nya, dulu kamu memang gak
pernah cerita soal alviandra pada Tante
dita ya? maka nya tante dita tidak
mengenal alviandra." jelas karin.
"o'ya?" erlita meyakin kan.
"iya, dulu kamu bilang gitu." sahut karin.
"ya udah, jadi gimana? lita kamu mau
kan minta tolong alvin untuk membantu
menyelesai kan ulangan mu?"
tanya jono.
"aku malu, tadi aku baru saja mutusin
dia, masa sekarang mau minta tolong."
lirih erlita.
"terus alvin terima, kamu putusin
dia begitu aja?" tanya suci.
"kaya nya sikh nggak." jawab erlita.
"ya udah, berarti kalian masih
resmi pacaran." kata karin, seraya
menarik tangan erlita, menuju kelas
alvin, erlita berusaha melepas
cengkraman karin, namun tidak bisa.
setiba nya di depan kelas alvin.
"rin, mana bisa begitu, aku sudah
putus sama dia." desus erlita.
"belum, kalian belum putus."
karin yang masih kekeh pada
pendirian nya.
"loh ini ada apa? kok pake tarik tarikan
segala." tanya rehan, yang menatap ke
arah tangan kedua nya.
"alvin nya ada gak beb? erlita kata nya
ingin bertemu." kata karin.
"ada." kata rehan yang masih melongo
melihat tingkah laku kedua gadis
yang ada di hadapan nya.
"ada apa ini." alvin tiba tiba datang.
"alvin, pak didit memberikan beberapa
lembar ulangan susulan, sementara
kamu sendiri juga tau kan, kalau erlita
itu habis mengalami kecelakaan hingga
dia hilang ingatan..." belum selesai
karin berbicara, alvin sudah mengerti
maksud dari ucapan nya karin.
"sudah, aku mengerti maksud mu."
alvin yang memotong pembicaraan.
"kamu bisa kan bantu erlita?"
tanya karin.
__ADS_1
"tentu saja." alvin pun tersenyum tipis.