AKU Bukan DIA ( Kita Berbeda)

AKU Bukan DIA ( Kita Berbeda)
ep 44 ulangan susulan


__ADS_3

setelah berada di kelas erlita.


alvin mencari keberadaan erlita,


namun dia tidak menemukan nya.


bahkan alvin juga tidak melihat


keberadaan karin dan suci.


alvin pun menghampiri sodara nya


yang tengah asyik bermain game


online di ponsel nya.


"apa kau melihat erlita?" tanya alvin.


"tadi dia di sini, tapi tiga menit yang


lalu dia keluar, dan entah kemana."


jawab alviandra, yang masih asyik


dengan game nya, tanpa sedikit pun


menoleh ke arah alvin.


tanpa bertanya lagi, alvin pun keluar


dari kelas itu, lalu mencari keberadaan


erlita hingga menemukan nya di atas


balkon sekolah.


"lita, kamu ngapain di sini?"


tanya alvin dengan lembut.


"harus nya aku yang nanya,


ngapain kamu di sini, bukan kah


kita sudah putus." sahut erlita.


"putus? kapan?"


alvin yang tampak kebingungan.


"udah deh gak usah pura pura bego."


sinis erlita.


"lita, maksud kamu apa sikh?


jujur aku benar benar gak ngerti


apa yang kamu maksud."


alvin masih bersikap lembut.


"ya udah, inti nya sekarang kita sudah


putus, dan aku minta, tolong jangan


pernah ganggu aku lagi." tegas erlita.


"gak! aku gak mau kita putus."


tolak alvin.


"mau kamu apa sikh? jujur aja,


aku paling gak suka sama cowok


plin plan kaya kamu." bentak erlita.


"plin plan?" seketika alvin teringat


pada sodara kembar nya.


"kamu berantem lagi sama alviandra?"


tanya alvin.


"alviandra? udah deh kamu gak usah


mengalih kan pembicaraan." ketus erlita.


"aku yakin, orang yang tadi kamu temui


itu alviandra, sodara kembar ku."


jelas alvin, menatap dalam kedua


bola mata erlita dan meyakinkan nya.


"sodara kembar?" erlita pun berusaha


untuk mengingat nya.


"aduh kepala ku pusing." erlita pun


pingsan dan hampir terjatuh ke lantai,


untung saja alvin menangkap nya.


"lita, kamu kenapa? bangun lit."


alvin menepuk pipi kiri erlita dengan


halus, dan berusaha menyadarkan nya.


"erlita kenapa vin?" tanya karin, yang


tiba tiba muncul di belakang alvin.


"aku gak tau rin, erlita tiba tiba pingsan."


sahut alvin.


"tunggu apa lagi? ayo kita bawa erlita


ke UKS." kata suci.


alvin pun menggendong erlita menuju


ruang UKS.


"sebaik nya kalian kembali ke kelas,


karna sebentar lagi pelajaran sekolah


akan di mulai." kata petugas UKS.

__ADS_1


"baik bu." ucap ketiga nya, secara


berbarengan.


setelah petugas memeriksa keadaan


erlita, selang beberapa menit kemudian


erlita mulai sadar dan perlahan


membuka kedua mata nya.


"aku di mana? kenapa kepala ku


terasa pusing." erlita pun menatap


ke sekeliling ruangan itu, seraya


memegangi kepala nya yang sakit.


"tadi kamu pingsan, dan teman teman


mu yang telah membawa mu kesini."


ucap petugas UKS.


sementara karin dan suci telah berada


di kelas nya, dan memulai pelajaran


pertama yang di berikan pak didit.


karin dan suci pun telah memberi tahu


keadaan erlita yang sedang pingsan


di ruang UKS kepada guru nya tersebut.


sementara alviandra dia merasa


bersalah karna tadi diri nya sempat


bertengkar dengan erlita.


setengah jam kemudian,


erlita di ijin kan untuk pergi ke kelas


nya, agar bisa mengikuti pelajaran.


"permisi pak." ucap erlita, seraya


mengetuk pintu kelas nya yang


terbuka lebar.


"masuk." sahut pak didit.


erlita pun langsung duduk di bangku


nya, dan mulai mengikuti pelajaran.


"lita, kalau kamu kesulitan mempelajari


materi yang sudah pernah bapak ajar


kan, kamu bisa menanyakan nya pada


teman teman mu, atau bertanya


"baik pak." sahut erlita.


"nama sendiri saja bisa lupa, apa lagi


materi." desus alviandra, yang


mengejek erlita.


"issh kau ini, kenapa begitu sangat


menyebal kan." decah erlita, tanpa


menoleh ke arah nya.


tak lama kemudian lonceng istirahat


berbunyi, yang membuat para


siswa/siswi berhamburan keluar kelas.


pak didit mengambil beberapa lembar


kertas di meja nya, lalu memberikan nya


kepada erlita.


"lita, ini lembar ulangan susulan


untuk kamu, bapak haraf, kamu bisa


segera menyelesai kan nya."


ucap pak didit.


"mati aku." erlita pun menepuk jidat nya.


setelah pak didit pergi, teman teman


erlita pun menghampiri nya.


"kenapa lita?" tanya karin.


"pak didit memberikan ulangan susulan


mendadak banget, bagai mana aku bisa


menyelesai kan nya dengan cepat."


lirih erlita.


"kamu kan bisa minta tolong sama


alvin." Jono menyela pembicaraan.


"emang nya benar, alvin itu kembar?"


tanya erlita pada teman teman nya.


"lah iya, si alvin memang punya sodara


kembar, noh kembaran nya cowok


songong yang barusan aja keluar."


kata jono sambil memonyong kan

__ADS_1


bibir nya.


"jadi yang duduk di sebelah ku bukan


alvin?" tanya erlita lagi.


"bukan, dia itu alviandra, cowok


songong dan paling angkuh di sekolah


ini." jelas karin.


"satu lagi, plus ganteng." sela suci.


"ganteng sih ganteng, tapi aku mah


ogah banget punya cowok kaya dia."


ketus karin.


"kalau aku mau, tapi sayang banget,


dia nya yang gak mau sama aku haha.."


suci mentertawa kan diri nya sendiri.


"kenapa ngejar ngejar cowok model


begitu sih ci? jelas jelas ada pangeran


yang selalu setia menunggu kata cinta


dari kamu." goda jono.


"dikh ogah banget." ketus suci.


"tapi, kok mama gak pernah cerita


kalau alvin itu punya sodara kembar."


erlita tampak mulai kebingungan.


"bukan nya, dulu kamu memang gak


pernah cerita soal alviandra pada Tante


dita ya? maka nya tante dita tidak


mengenal alviandra." jelas karin.


"o'ya?" erlita meyakin kan.


"iya, dulu kamu bilang gitu." sahut karin.


"ya udah, jadi gimana? lita kamu mau


kan minta tolong alvin untuk membantu


menyelesai kan ulangan mu?"


tanya jono.


"aku malu, tadi aku baru saja mutusin


dia, masa sekarang mau minta tolong."


lirih erlita.


"terus alvin terima, kamu putusin


dia begitu aja?" tanya suci.


"kaya nya sikh nggak." jawab erlita.


"ya udah, berarti kalian masih


resmi pacaran." kata karin, seraya


menarik tangan erlita, menuju kelas


alvin, erlita berusaha melepas


cengkraman karin, namun tidak bisa.


setiba nya di depan kelas alvin.


"rin, mana bisa begitu, aku sudah


putus sama dia." desus erlita.


"belum, kalian belum putus."


karin yang masih kekeh pada


pendirian nya.


"loh ini ada apa? kok pake tarik tarikan


segala." tanya rehan, yang menatap ke


arah tangan kedua nya.


"alvin nya ada gak beb? erlita kata nya


ingin bertemu." kata karin.


"ada." kata rehan yang masih melongo


melihat tingkah laku kedua gadis


yang ada di hadapan nya.


"ada apa ini." alvin tiba tiba datang.


"alvin, pak didit memberikan beberapa


lembar ulangan susulan, sementara


kamu sendiri juga tau kan, kalau erlita


itu habis mengalami kecelakaan hingga


dia hilang ingatan..." belum selesai


karin berbicara, alvin sudah mengerti


maksud dari ucapan nya karin.


"sudah, aku mengerti maksud mu."


alvin yang memotong pembicaraan.


"kamu bisa kan bantu erlita?"


tanya karin.

__ADS_1


"tentu saja." alvin pun tersenyum tipis.


__ADS_2