
mereka menghabis kan makanan
sebelum melanjut kan perjalanan
untuk pulang.
"aku ke toilet dulu ya."
kata alvin pada teman teman nya.
selang beberapa menit setelah
alvin pergi ke toilet, santi pun ijin
untuk ke toilet.
"han, kenapa kamu ajak dia sih?"
kata karin, seraya menatap kepergian
Santi, dengan tatapan yang tak bisa
di artikan.
"memang nya kenapa? dia anak nya
asyik kok" jawab rehan.
"asyik gimana? orang cari muka
kaya gitu kok di bilang asyik."
kata karin yang sedikit sinis.
"ya udah si, perkara gitu aja kalian
ributin" kata jono.
" bukan nya gitu jon, kamu lihat deh
sikap nya santi ke alvin tu gimana,
caper banget sumpah." gerutu karin.
"kamu tu sebener nya ada masalah
apa sama santi? kamu lihat deh lita,
dia aja santai gitu, gak pernah
mempersalah kan sikap santi
terhadap alvin." kata rehan.
sesaat mereka terdiam membisu.
"han, kamu tu gak peka banget sikh,
aku memang gak suka lihat santi
yang terus terusan cari muka sama
alvin! tapi selain itu aku juga cemburu
melihat ke dekatan mu dengan nya."
batin karin yang menunduk kan
pandangan nya.
*di toilet*
alvin keluar dari toilet cowok.
"kak alvin..." panggil seseorang di
balik pintu pembatas antara toilet
cewek dan cowok.
"santi, ngapain kamu di sini?"
tanya alvin.
"aku habis dari toilet." jawab santi
yang berbohong, padahal sebenar
nya dia memang sengaja ingin
menemui alvin.
"ya udah aku duluan ya." namun
saat alvin ingin beranjak pergi
santi memegangi tangan nya.
"tunggu kak..." santi mengunci
pandangan alvin agar menatap nya.
saat toilet lagi sepi, santi memanfaat
kan situasi itu untuk menggoda alvin.
dia pun mendekatkan wajah nya
ke wajah alvin. namun saat santi
ingin mencium bibir alvin, dengan
segera alvin memaling kan wajah nya.
"maaf, aku harus pergi." kata alvin
lalu pergi meninggal kan santi.
wajah santi terlihat merah, antara
marah dan malu bercampur aduk,
karna alvin telah menolak ciuman nya.
"woii, lama banget sih vin! gak lihat
apa kalau hari sudah mulai gelap."
gerutu karin.
"ya udah, ayo balik." kata alvin
dia pun meraih tangan erlita
lalu menggandeng nya ke luar cafe.
sesampai nya di parkiran.
"han..." panggil alvin.
han pun menoleh, seketika alvin
melemparkan kunci mobil nya
kepada rehan. rehan mengerti,
alvin menyuruh nya untuk bergantian menyetir mobil.
"ekh santi mana?" tanya erlita.
"mungkin masih di toilet." kata rehan.
"itu anak ke toilet ngapain aja si"
gerutu karin.
"si karin, pasti lagi PMS nih." kata jono.
__ADS_1
"emang kenapa? kamu mau jilat
darah PMS aku." karin yang nampak
semakin emosi.
"dikh, jorok banget sikh rin ngomong
nya." kata rehan, yang merasa jijik
saat membayang kan nya.
"habis nya, ngapain tu si jono,
pake bilang aku lagi PMS segala."
kata karin.
"bukan nya cewek biasa nya gitu
ya? kalau lagi PMS marah marah
mulu, contoh nya kamu."
kata jono pada karin.
"enak aja." bentak karin.
"udah lah rin, jangan marah marah
terus, ntar cepat tua loh."
kata erlita menenangkan suasana
hati sahabat nya itu.
"santi tuh." kata rehan.
mereka pun mulai melanjutkan
perjalanan pulang. dan kali ini
rehan dan santi yang duduk di depan,
sedang kan alvin dan erlita duduk
di jok/kursi tengah.
"nah loh nah, kenapa nih mobil?
kok goyang goyang?" kata karin.
"pengen di sawer kali" celetuk jono.
tiba tiba mobil pun berhenti.
"kenapa han?" tanya alvin.
"gak tau nih vin, mobil nya gak
mau jalan." kata rehan seraya terus
mencoba menstater mobil itu.
alvin turun dari mobil nya untuk
mengecek. di ikuti oleh rehan dan
jono yang ikutan turun dari mobil
dan menghampiri alvin.
"gimana nih vin, mobil mu kenapa?"
tanya rehan.
"gak tau nih." sahut alvin, sambil
mengutak ngatik mesin mobil nya.
"vin, emang kamu ngerti mesin?"
"ya gak juga sikh" jawab alvin.
"ya ilah nih bocah, kalau gak tau
ngapain so so'an ngecek sikh"
desis jono.
"kaya nya kita harus cari bengkel."
kata alvin.
"bengkel dari sini masih jauh
banget, sekitar tiga ratus meteran."
kata rehan.
alvin mengusap wajah nya dengan
kasar. alvin mengambil handpone
di saku celana nya dan berniat
menghubungi nomer bengkel.
"gak ada sinyal lagi." gumam alvin.
alvin melihat jam di layar handpone
nya yang sudah menunjukan pukul
19:45. erlita dan karin pun keluar
mobil yang di ikuti oleh santi.
"mobil nya kenapa?" tanya erlita.
"maaf ya, mobil nya mogok."
kata alvin.
"yaaah,,, trus gimana dong?"
rengek erlita.
"ada yang punya nomor bengkel
gak sikh?" tanya karin.
"handpone ku gak ada sinyal."
sahut rehan.
erlita, karin, santi dan jono pun,
masing masing mengecek jaringan
ponsel mereka.
" gimana?" tanya rehan.
" sama." jawab mereka berbarengan.
" kamu vin?" tanya karin.
" kalau hape ku ada sinyal! dari
tadi juga aku udah nelpon nomor
bengkel kali rin." ketus alvin.
erlita menggibas kan rambut nya
dan menyender kan badan nya di
__ADS_1
mobil. alvin mendekati nya.
"kenapa? kamu takut mama mu
marah?" tanya alvin.
erlita pun hanya mengangguk,
dengan raut wajah yang tampak
gelisah.
"kamu jangan kawatir, aku akan
menemui tante dita, dan menjelas
kan nya." kata alvin.
"terus gimana dong sekarang?
jalanan juga sepi lagi, mau minta
bantuan sama siapa coba?"
ucap lirih erlita.
alvin mengelus pipi erlita, kemudian
memeluk nya.
"kalau kalian mau, kita bisa nginap
di vila om ku? gak jauh dari sini kok."
tanya rehan.
mereka saling menatap satu sama
lain secara bergantian.
akhir nya mereka semua mengangguk.
"mobil ku bagai mana?" tanya alvin.
"udah kamu tenang aja, di sini
aman kok." kata rehan.
"vin, kalau kamu takut mobil mu
hilang, sekalian kamu angkat aja
mobil mu bawa ke vila om nya rehan."
celoteh jono.
"hahaha sialan" alvin pun tertawa.
dua puluh menit kemudian mereka
sampai di vila yang rehan cerita kan.
rehan meminta kunci vila tersebut
kepada penjaga vila yang rumah nya
tak jauh dari vila itu.
"parah nih si rehan, kata nya vila
nya dekat cuma lima menitan,
ini mah lebih." gerutu jono.
"iya nih, kaki ku gempor kaya nya."
rengek karin.
"ya udah, ayo masuk."
rehan mempersilahkan mereka.
" waah, vila nya bersih ya." kata karin.
"ya bersih lah! nama nya juga vila,
kamu kira gudang apa." sahut jono.
mereka pun duduk di ruang tamu.
"aku ambilin dulu kalian minum ya,
kalian pasti haus." kata rehan seraya bergegas ke dapur.
jono mendekati santi lalu duduk di
samping nya.
tak lama kemudian rehan datang
membawa enam teh hangat serta
beberapa bungkus snack.
lalu meletakan nya di meja tamu.
"heran ya, vila segede gini kok gak
ada AC nya." kata karin, sambil
menggibas Gibas kan tangan
ke muka nya.
rehan menoleh pada karin.
" kalau kamu gerah, di belakang ada
kolam renang! kalau mau, kamu bisa
pake." kata rehan.
" waah syik tuh, lita kita berenang
yuk?" ajak karin.
" gak akh rin, aku lagi males."
kata erlita.
" aku juga mau berenang dong kak"
sahut santi pada karin.
" ya udah ikut aja, gak di gendong
inih." kata karin bernada sinis, sambil
berlalu pergi menuju kolam.
" aku juga mau berenang, ekh tungguin
dong" teriak jono lalu mengekori santi
dan karin.
" vin, kamu gak mau ikut?"
tanya rehan.
alvin menggeleng kan kepala nya.
" Oya lita, kalau kamu cape kamu
bisa beristirahat di kamar atas."
kata rehan, sebelum pergi.
__ADS_1
" iya, makasih ya." kata erlita.