AKU Bukan DIA ( Kita Berbeda)

AKU Bukan DIA ( Kita Berbeda)
ep 6 mogok


__ADS_3

mereka menghabis kan makanan


sebelum melanjut kan perjalanan


untuk pulang.


"aku ke toilet dulu ya."


kata alvin pada teman teman nya.


selang beberapa menit setelah


alvin pergi ke toilet, santi pun ijin


untuk ke toilet.


"han, kenapa kamu ajak dia sih?"


kata karin, seraya menatap kepergian


Santi, dengan tatapan yang tak bisa


di artikan.


"memang nya kenapa? dia anak nya


asyik kok" jawab rehan.


"asyik gimana? orang cari muka


kaya gitu kok di bilang asyik."


kata karin yang sedikit sinis.


"ya udah si, perkara gitu aja kalian


ributin" kata jono.


" bukan nya gitu jon, kamu lihat deh


sikap nya santi ke alvin tu gimana,


caper banget sumpah." gerutu karin.


"kamu tu sebener nya ada masalah


apa sama santi? kamu lihat deh lita,


dia aja santai gitu, gak pernah


mempersalah kan sikap santi


terhadap alvin." kata rehan.


sesaat mereka terdiam membisu.


"han, kamu tu gak peka banget sikh,


aku memang gak suka lihat santi


yang terus terusan cari muka sama


alvin! tapi selain itu aku juga cemburu


melihat ke dekatan mu dengan nya."


batin karin yang menunduk kan


pandangan nya.


*di toilet*


alvin keluar dari toilet cowok.


"kak alvin..." panggil seseorang di


balik pintu pembatas antara toilet


cewek dan cowok.


"santi, ngapain kamu di sini?"


tanya alvin.


"aku habis dari toilet." jawab santi


yang berbohong, padahal sebenar


nya dia memang sengaja ingin


menemui alvin.


"ya udah aku duluan ya." namun


saat alvin ingin beranjak pergi


santi memegangi tangan nya.


"tunggu kak..." santi mengunci


pandangan alvin agar menatap nya.


saat toilet lagi sepi, santi memanfaat


kan situasi itu untuk menggoda alvin.


dia pun mendekatkan wajah nya


ke wajah alvin. namun saat santi


ingin mencium bibir alvin, dengan


segera alvin memaling kan wajah nya.


"maaf, aku harus pergi." kata alvin


lalu pergi meninggal kan santi.


wajah santi terlihat merah, antara


marah dan malu bercampur aduk,


karna alvin telah menolak ciuman nya.


"woii, lama banget sih vin! gak lihat


apa kalau hari sudah mulai gelap."


gerutu karin.


"ya udah, ayo balik." kata alvin


dia pun meraih tangan erlita


lalu menggandeng nya ke luar cafe.


sesampai nya di parkiran.


"han..." panggil alvin.


han pun menoleh, seketika alvin


melemparkan kunci mobil nya


kepada rehan. rehan mengerti,


alvin menyuruh nya untuk bergantian menyetir mobil.


"ekh santi mana?" tanya erlita.


"mungkin masih di toilet." kata rehan.


"itu anak ke toilet ngapain aja si"


gerutu karin.


"si karin, pasti lagi PMS nih." kata jono.

__ADS_1


"emang kenapa? kamu mau jilat


darah PMS aku." karin yang nampak


semakin emosi.


"dikh, jorok banget sikh rin ngomong


nya." kata rehan, yang merasa jijik


saat membayang kan nya.


"habis nya, ngapain tu si jono,


pake bilang aku lagi PMS segala."


kata karin.


"bukan nya cewek biasa nya gitu


ya? kalau lagi PMS marah marah


mulu, contoh nya kamu."


kata jono pada karin.


"enak aja." bentak karin.


"udah lah rin, jangan marah marah


terus, ntar cepat tua loh."


kata erlita menenangkan suasana


hati sahabat nya itu.


"santi tuh." kata rehan.


mereka pun mulai melanjutkan


perjalanan pulang. dan kali ini


rehan dan santi yang duduk di depan,


sedang kan alvin dan erlita duduk


di jok/kursi tengah.


"nah loh nah, kenapa nih mobil?


kok goyang goyang?" kata karin.


"pengen di sawer kali" celetuk jono.


tiba tiba mobil pun berhenti.


"kenapa han?" tanya alvin.


"gak tau nih vin, mobil nya gak


mau jalan." kata rehan seraya terus


mencoba menstater mobil itu.


alvin turun dari mobil nya untuk


mengecek. di ikuti oleh rehan dan


jono yang ikutan turun dari mobil


dan menghampiri alvin.


"gimana nih vin, mobil mu kenapa?"


tanya rehan.


"gak tau nih." sahut alvin, sambil


mengutak ngatik mesin mobil nya.


"vin, emang kamu ngerti mesin?"


"ya gak juga sikh" jawab alvin.


"ya ilah nih bocah, kalau gak tau


ngapain so so'an ngecek sikh"


desis jono.


"kaya nya kita harus cari bengkel."


kata alvin.


"bengkel dari sini masih jauh


banget, sekitar tiga ratus meteran."


kata rehan.


alvin mengusap wajah nya dengan


kasar. alvin mengambil handpone


di saku celana nya dan berniat


menghubungi nomer bengkel.


"gak ada sinyal lagi." gumam alvin.


alvin melihat jam di layar handpone


nya yang sudah menunjukan pukul


19:45. erlita dan karin pun keluar


mobil yang di ikuti oleh santi.


"mobil nya kenapa?" tanya erlita.


"maaf ya, mobil nya mogok."


kata alvin.


"yaaah,,, trus gimana dong?"


rengek erlita.


"ada yang punya nomor bengkel


gak sikh?" tanya karin.


"handpone ku gak ada sinyal."


sahut rehan.


erlita, karin, santi dan jono pun,


masing masing mengecek jaringan


ponsel mereka.


" gimana?" tanya rehan.


" sama." jawab mereka berbarengan.


" kamu vin?" tanya karin.


" kalau hape ku ada sinyal! dari


tadi juga aku udah nelpon nomor


bengkel kali rin." ketus alvin.


erlita menggibas kan rambut nya


dan menyender kan badan nya di

__ADS_1


mobil. alvin mendekati nya.


"kenapa? kamu takut mama mu


marah?" tanya alvin.


erlita pun hanya mengangguk,


dengan raut wajah yang tampak


gelisah.


"kamu jangan kawatir, aku akan


menemui tante dita, dan menjelas


kan nya." kata alvin.


"terus gimana dong sekarang?


jalanan juga sepi lagi, mau minta


bantuan sama siapa coba?"


ucap lirih erlita.


alvin mengelus pipi erlita, kemudian


memeluk nya.


"kalau kalian mau, kita bisa nginap


di vila om ku? gak jauh dari sini kok."


tanya rehan.


mereka saling menatap satu sama


lain secara bergantian.


akhir nya mereka semua mengangguk.


"mobil ku bagai mana?" tanya alvin.


"udah kamu tenang aja, di sini


aman kok." kata rehan.


"vin, kalau kamu takut mobil mu


hilang, sekalian kamu angkat aja


mobil mu bawa ke vila om nya rehan."


celoteh jono.


"hahaha sialan" alvin pun tertawa.


dua puluh menit kemudian mereka


sampai di vila yang rehan cerita kan.


rehan meminta kunci vila tersebut


kepada penjaga vila yang rumah nya


tak jauh dari vila itu.


"parah nih si rehan, kata nya vila


nya dekat cuma lima menitan,


ini mah lebih." gerutu jono.


"iya nih, kaki ku gempor kaya nya."


rengek karin.


"ya udah, ayo masuk."


rehan mempersilahkan mereka.


" waah, vila nya bersih ya." kata karin.


"ya bersih lah! nama nya juga vila,


kamu kira gudang apa." sahut jono.


mereka pun duduk di ruang tamu.


"aku ambilin dulu kalian minum ya,


kalian pasti haus." kata rehan seraya bergegas ke dapur.


jono mendekati santi lalu duduk di


samping nya.


tak lama kemudian rehan datang


membawa enam teh hangat serta


beberapa bungkus snack.


lalu meletakan nya di meja tamu.


"heran ya, vila segede gini kok gak


ada AC nya." kata karin, sambil


menggibas Gibas kan tangan


ke muka nya.


rehan menoleh pada karin.


" kalau kamu gerah, di belakang ada


kolam renang! kalau mau, kamu bisa


pake." kata rehan.


" waah syik tuh, lita kita berenang


yuk?" ajak karin.


" gak akh rin, aku lagi males."


kata erlita.


" aku juga mau berenang dong kak"


sahut santi pada karin.


" ya udah ikut aja, gak di gendong


inih." kata karin bernada sinis, sambil


berlalu pergi menuju kolam.


" aku juga mau berenang, ekh tungguin


dong" teriak jono lalu mengekori santi


dan karin.


" vin, kamu gak mau ikut?"


tanya rehan.


alvin menggeleng kan kepala nya.


" Oya lita, kalau kamu cape kamu


bisa beristirahat di kamar atas."


kata rehan, sebelum pergi.

__ADS_1


" iya, makasih ya." kata erlita.


__ADS_2