AKU Bukan DIA ( Kita Berbeda)

AKU Bukan DIA ( Kita Berbeda)
ep 8 cemburu


__ADS_3

erlita dan karin sedang duduk


di pinggiran kolam renang.


sesekali karin menjahili erlita


dengan menciprat kan air kolam


ke wajah nya, erlita pun membalas nya.


dari jauh santi memandangi kedua nya.


" boleh ikut gabung gak?" tanya santi


setelah menghampiri.


" boleh aja." sahut erlita.


santi pun duduk di sebelah erlita.


dari pertama kenal santi, Karin


memang tidak menyukai nya.


" Lita, aku masuk duluan ya."


kata karin lalu bergegas pergi.


" hmm." erlita mengangguk.


"kak Karin nampak nya tidak


menyukai ku." ucap santi datar.


erlita menoleh ke arah santi.


"dia memang seperti itu, tampak jutek


tapi sebenar nya dia baik." jelas erlita.


" kak erlita sudah lama, berpacaran


dengan kak alvin?" tanya santi.


sebelum menjawab pertanyaan


santi, seseorang keburu memanggil nya.


" lita ayo masuk, alvin dan yang


lain nya udah bawain sarapan


buat kita." teriak karin.


"ya udah, masuk yuk." kata erlita.


santi pun mengekori nya.


karin telah sibuk mempersiap kan


beberapa piring, untuk menuangkan


makanan siap saji di meja makan itu.


" silahkan, makanan nya sudah siap!"


kata karin.


" loh, kok piring nya cuma lima rin?"


tanya jono.


" kamu ambil sendiri!" ketus karin.


sebenar nya Karin memang sengaja


hanya mempersiap kan lima piring


untuk dia dan teman teman nya,


kecuali santi.


" heuhh" jono nampak sedikit kesal.


" ya udah jon, kamu piring yang ada


aja, biar aku yang ngambil dari dapur"


kata rehan.


" ekh gak usah han, biar aku ambilin


ya?" karin pun bergegas ke dapur.


santi masih terlihat cari perhatian


terhadap alvin, dan terus melemparkan senyuman genit nya.


" bikin risih aja nih cewek." batin alvin.


"vin, mobil nya gimana? udah di


perbaiki belum?" tanya erlita.


" udah kamu tenang aja habis makan


kita langsung pulang." kata alvin.


kurang lebih satu jam kemudian


mereka sudah tiba di rumah erlita.


alvin juga sudah menjelas kan semua


nya pada mama dita.


* di sekolah *


gerbang sekolah telah di tutup.


tut tut tut...


alvin berulang kali membunyikan


klakson mobil nya. tak lama


kemudian pak tino datang


menghampiri dari balik pintu gerbang itu.


alvin keluar dari mobil nya.


" pak, tolong bukain dong!"


pinta alvin.


" jam berapa ini, kenapa kamu baru

__ADS_1


datang?" tanya pak tino yang tak lain


adalah satpam di sekolah itu.


" jam 9:05 pak!" jawab alvin


tanpa rasa bersalah.


pak tino menggeleng geleng kan


kepala nya. lalu membuka kunci


gerbang.


" makasih pak!" seru alvin seraya


menjalan kan mobil nya ke parkiran


sekolah.


setelah sampai di pintu kelas langkah


alvin di hentikan oleh pak arga, yang


tak lain adalah guru IPA nya.


" tunggu! kenapa kamu baru datang?"


tanya pak arga dengan tegas.


" maaf pak, tadi mobil saya mogok."


jawab alvin berbohong.


padahal sebenar nya dia telat, karna


harus mengantar teman teman nya


pulang terlebih dahulu, ke rumah


masing masing, ketika pulang dari


puncak/vila.


" bapak paling tidak suka sama orang


yang gak disiplin! sekarang kamu


berdiri di bawah tiang bendera


sampai jam pelajaran pertama selesai."


kata pak arga.


" baik pak." mau tidak mau


alvin harus menerima hukuman


dari guru nya itu.


teng teng teng


bel istirahat telah berbunyi.


seluruh siswa/siswi berhamburan


ke luar kelas.


"ayo lit, kenapa bengong?" kata karin


yang heran melihat erlita tiba tiba menghentikan langkah kaki nya


" itu alvin, ngapain di lapangan


sama santi?" tanya erlita dengan


tatapan kosong.


" ekh iya, ngapain ya?" tanya karin.


" kalau kamu nanya aku, terus aku


nanya siapa?" kata erlita.


" hehehe." karin cengengesan.


" ya udah, samperin yuk!" kata karin


sambil menarik tangan erlita.


" alvin." sapa erlita.


" heii." jawab alvin tersenyum tipis.


" kamu ngapain di sini?" tanya erlita.


" kak alvin habis di hukum, gara gara


dia telat masuk kelas."


santi menyerobot saat alvin ingin


menjawab pertanyaan erlita.


"hekh, Lita nanya sama alvin bukan


sama kamu." kata karin bernada sinis.


" ya udah si... sama aja, aku kan


cuma mewakili kak alvin untuk


menjawab." kata santi yang tak


kalah sinis.


"ekh nyolot nih orang." desis karin.


karna malas melihat perdebatan


karin dan santi, alvin pun meraih


tangan erlita, lalu menggandeng nya


menuju kantin.


" ekh karin gimana?" tanya erlita.


" biarin aja, udah gede ini, ntar juga


nyusul." jawab alvin datar.


" tapi kalau dia berantem gimana?"


erlita tampak khawatir.


" mang mie ayam nya dua ya,

__ADS_1


es jeruk nya juga dua." kata alvin


saat mang Uje menoleh ke arah nya.


" siap!" kata mang Uje singkat.


beberapa menit kemudian pesanan


datang.


" o'ya, memang nya benar kamu habis


di hukum?" tanya erlita yang menatap


dalam kedua bola mata kekasih nya itu.


alvin pun mengangguk.


erlita mengambil tisu basah di saku nya.


lalu mengusap keringat alvin dengan


lembut nya. seketika alvin


menggenggam tangan erlita.


" aku gak apa apa." kata alvin


lalu mencium lembut tangan erlita.


wajah erlita nampak memerah.


"jangan mesra di sini, malu tau


di lihat orang." bisik erlita namun


dia juga tidak bisa menyembunyikan perasaan nya, seketika dia tersenyum


tipis.


"terus kamu mau nya kita mesra


di mana?" bisik alvin di telinga erlita.


" wooiii.. kalian pada bisikin apaan si?" teriakan jono mengaget kan alvin dan


erlita.


"ganggu aja." ketus alvin.


jono melahap mie ayam punya erlita.


"dianggurin aja nih makanan,


kan sayang" kata jono.


alvin geleng geleng kepala, melihat


ulah temen nya itu.


" ya udah, aku pesanin yang baru ya."


kata alvin pada erlita.


" gak usah vin, lagian aku udah


kenyang kok." kata erlita.


" pantesan aja badan mu kecil,


makan kamu dikit sikh."


alvin menggoda erlita.


" kenapa vin? kamu mau yang aduhai


ya? noh si santi kan mepetin kamu


terus." seketika celotehan jono


membuat erlita tersinggung.


" maksud kamu apa jon? udah akh


kamu bikin aku gak mood." kata erlita


sambil berlalu meninggal kan mereka


namun alvin berusaha mengejar nya.


" ngomong apaan sih jon? udah tau


cewek tu sensitive kalau ngomongin


urusan body" kata rehan.


" niat aku kan hanya bercanda,


erlita nya aja yang baperan! lagian


apa yang harus di takutin, erlita kan


lebih cantik." kata jono panjang lebar.


"nama nya juga orang pacaran,


cemburu ya wajar lah! apa lagi


tanpa ragu ragu santi selalu


memperlihat kan perhatian nya


pada alvin di depan kita semua."


kata rehan.


" iya juga si." jono membenar kan


ucapan rehan.


" mang uje baso nya satu ya?


yang bayar rehan." kata jono


tanpa rasa malu.


rehan mengernyit kan dahi nya.


" kenapa jadi harus aku yang bayar?"


tanya rehan.


" kita kan friend." jawab jono


sambil merangkul pundak nya rehan.


"giliran urusan perut aja, so'soan

__ADS_1


ngakuin teman." ketus rehan.


" hehehe" jono pun tertawa.


__ADS_2