
erlita dan karin sedang duduk
di pinggiran kolam renang.
sesekali karin menjahili erlita
dengan menciprat kan air kolam
ke wajah nya, erlita pun membalas nya.
dari jauh santi memandangi kedua nya.
" boleh ikut gabung gak?" tanya santi
setelah menghampiri.
" boleh aja." sahut erlita.
santi pun duduk di sebelah erlita.
dari pertama kenal santi, Karin
memang tidak menyukai nya.
" Lita, aku masuk duluan ya."
kata karin lalu bergegas pergi.
" hmm." erlita mengangguk.
"kak Karin nampak nya tidak
menyukai ku." ucap santi datar.
erlita menoleh ke arah santi.
"dia memang seperti itu, tampak jutek
tapi sebenar nya dia baik." jelas erlita.
" kak erlita sudah lama, berpacaran
dengan kak alvin?" tanya santi.
sebelum menjawab pertanyaan
santi, seseorang keburu memanggil nya.
" lita ayo masuk, alvin dan yang
lain nya udah bawain sarapan
buat kita." teriak karin.
"ya udah, masuk yuk." kata erlita.
santi pun mengekori nya.
karin telah sibuk mempersiap kan
beberapa piring, untuk menuangkan
makanan siap saji di meja makan itu.
" silahkan, makanan nya sudah siap!"
kata karin.
" loh, kok piring nya cuma lima rin?"
tanya jono.
" kamu ambil sendiri!" ketus karin.
sebenar nya Karin memang sengaja
hanya mempersiap kan lima piring
untuk dia dan teman teman nya,
kecuali santi.
" heuhh" jono nampak sedikit kesal.
" ya udah jon, kamu piring yang ada
aja, biar aku yang ngambil dari dapur"
kata rehan.
" ekh gak usah han, biar aku ambilin
ya?" karin pun bergegas ke dapur.
santi masih terlihat cari perhatian
terhadap alvin, dan terus melemparkan senyuman genit nya.
" bikin risih aja nih cewek." batin alvin.
"vin, mobil nya gimana? udah di
perbaiki belum?" tanya erlita.
" udah kamu tenang aja habis makan
kita langsung pulang." kata alvin.
kurang lebih satu jam kemudian
mereka sudah tiba di rumah erlita.
alvin juga sudah menjelas kan semua
nya pada mama dita.
* di sekolah *
gerbang sekolah telah di tutup.
tut tut tut...
alvin berulang kali membunyikan
klakson mobil nya. tak lama
kemudian pak tino datang
menghampiri dari balik pintu gerbang itu.
alvin keluar dari mobil nya.
" pak, tolong bukain dong!"
pinta alvin.
" jam berapa ini, kenapa kamu baru
__ADS_1
datang?" tanya pak tino yang tak lain
adalah satpam di sekolah itu.
" jam 9:05 pak!" jawab alvin
tanpa rasa bersalah.
pak tino menggeleng geleng kan
kepala nya. lalu membuka kunci
gerbang.
" makasih pak!" seru alvin seraya
menjalan kan mobil nya ke parkiran
sekolah.
setelah sampai di pintu kelas langkah
alvin di hentikan oleh pak arga, yang
tak lain adalah guru IPA nya.
" tunggu! kenapa kamu baru datang?"
tanya pak arga dengan tegas.
" maaf pak, tadi mobil saya mogok."
jawab alvin berbohong.
padahal sebenar nya dia telat, karna
harus mengantar teman teman nya
pulang terlebih dahulu, ke rumah
masing masing, ketika pulang dari
puncak/vila.
" bapak paling tidak suka sama orang
yang gak disiplin! sekarang kamu
berdiri di bawah tiang bendera
sampai jam pelajaran pertama selesai."
kata pak arga.
" baik pak." mau tidak mau
alvin harus menerima hukuman
dari guru nya itu.
teng teng teng
bel istirahat telah berbunyi.
seluruh siswa/siswi berhamburan
ke luar kelas.
"ayo lit, kenapa bengong?" kata karin
yang heran melihat erlita tiba tiba menghentikan langkah kaki nya
" itu alvin, ngapain di lapangan
sama santi?" tanya erlita dengan
tatapan kosong.
" ekh iya, ngapain ya?" tanya karin.
" kalau kamu nanya aku, terus aku
nanya siapa?" kata erlita.
" hehehe." karin cengengesan.
" ya udah, samperin yuk!" kata karin
sambil menarik tangan erlita.
" alvin." sapa erlita.
" heii." jawab alvin tersenyum tipis.
" kamu ngapain di sini?" tanya erlita.
" kak alvin habis di hukum, gara gara
dia telat masuk kelas."
santi menyerobot saat alvin ingin
menjawab pertanyaan erlita.
"hekh, Lita nanya sama alvin bukan
sama kamu." kata karin bernada sinis.
" ya udah si... sama aja, aku kan
cuma mewakili kak alvin untuk
menjawab." kata santi yang tak
kalah sinis.
"ekh nyolot nih orang." desis karin.
karna malas melihat perdebatan
karin dan santi, alvin pun meraih
tangan erlita, lalu menggandeng nya
menuju kantin.
" ekh karin gimana?" tanya erlita.
" biarin aja, udah gede ini, ntar juga
nyusul." jawab alvin datar.
" tapi kalau dia berantem gimana?"
erlita tampak khawatir.
" mang mie ayam nya dua ya,
__ADS_1
es jeruk nya juga dua." kata alvin
saat mang Uje menoleh ke arah nya.
" siap!" kata mang Uje singkat.
beberapa menit kemudian pesanan
datang.
" o'ya, memang nya benar kamu habis
di hukum?" tanya erlita yang menatap
dalam kedua bola mata kekasih nya itu.
alvin pun mengangguk.
erlita mengambil tisu basah di saku nya.
lalu mengusap keringat alvin dengan
lembut nya. seketika alvin
menggenggam tangan erlita.
" aku gak apa apa." kata alvin
lalu mencium lembut tangan erlita.
wajah erlita nampak memerah.
"jangan mesra di sini, malu tau
di lihat orang." bisik erlita namun
dia juga tidak bisa menyembunyikan perasaan nya, seketika dia tersenyum
tipis.
"terus kamu mau nya kita mesra
di mana?" bisik alvin di telinga erlita.
" wooiii.. kalian pada bisikin apaan si?" teriakan jono mengaget kan alvin dan
erlita.
"ganggu aja." ketus alvin.
jono melahap mie ayam punya erlita.
"dianggurin aja nih makanan,
kan sayang" kata jono.
alvin geleng geleng kepala, melihat
ulah temen nya itu.
" ya udah, aku pesanin yang baru ya."
kata alvin pada erlita.
" gak usah vin, lagian aku udah
kenyang kok." kata erlita.
" pantesan aja badan mu kecil,
makan kamu dikit sikh."
alvin menggoda erlita.
" kenapa vin? kamu mau yang aduhai
ya? noh si santi kan mepetin kamu
terus." seketika celotehan jono
membuat erlita tersinggung.
" maksud kamu apa jon? udah akh
kamu bikin aku gak mood." kata erlita
sambil berlalu meninggal kan mereka
namun alvin berusaha mengejar nya.
" ngomong apaan sih jon? udah tau
cewek tu sensitive kalau ngomongin
urusan body" kata rehan.
" niat aku kan hanya bercanda,
erlita nya aja yang baperan! lagian
apa yang harus di takutin, erlita kan
lebih cantik." kata jono panjang lebar.
"nama nya juga orang pacaran,
cemburu ya wajar lah! apa lagi
tanpa ragu ragu santi selalu
memperlihat kan perhatian nya
pada alvin di depan kita semua."
kata rehan.
" iya juga si." jono membenar kan
ucapan rehan.
" mang uje baso nya satu ya?
yang bayar rehan." kata jono
tanpa rasa malu.
rehan mengernyit kan dahi nya.
" kenapa jadi harus aku yang bayar?"
tanya rehan.
" kita kan friend." jawab jono
sambil merangkul pundak nya rehan.
"giliran urusan perut aja, so'soan
__ADS_1
ngakuin teman." ketus rehan.
" hehehe" jono pun tertawa.