AKU Bukan DIA ( Kita Berbeda)

AKU Bukan DIA ( Kita Berbeda)
ep 36 cemburu buta


__ADS_3

ke esokan hari nya. matahari mulai


bersinar menerangi alam semesta.


burung burung berkicau mengelilingi


setiap bukit. semilir angin menghebus


kan dedaunan kering hingga berguguran.


semua murid sudah kumpul berbaris.


pak ikmal menatap siswa satu persatu.


dan dia terkejut, karna tidak melihat doni.


dia pun bertanya pada siswa yang lain,


namun tidak ada yang mengetahui keberadaan nya. hingga kini mereka


harus mengulur waktu untuk pulang


karna doni menghilang.


"apa ada yang tau, di mana terakhir


kalian melihat doni?" tanya pak arga.


anak anak yang lain menggeleng kan


kepala. sementara erlita dan alviandra


saling menatap satu sama lain.


"alviandra, kapan terakhir kali kamu


bertemu dengan doni?" tanya pak arga.


"haakh aku?" alviandra sedikit gugup.


"ya." sahut pak arga.


"di gubuk pak!" jawab alviandra, lalu


menunduk kan pandangan nya.


"di gubuk? gubuk mana yang kamu


maksud?" tanya nya lagi.


"gubuk tua, di bawah bukit pak"


jelas alviandra.


"untuk apa kalian ke sana?"


tanya pak didit menyela.


alviandra pun menoleh ke arah erlita,


yang tertunduk. erlita pasti akan merasa


malu, kalau semua murid tau, bahwa diri


nya hampir saja di perkosa.


"berkelahi pak." jawab alviandra


sekena nya. hingga para siswa/siswi


pun berbisik bisik, entah apa yang


mereka bicara kan. yang jelas dari


tatapan nya, mereka seperti berbicara


buruk tentang alviandra. pak didit


menghela dan membuang nafas secara kasar, di ikuti oleh pak arga dan pak


ikmal yang geleng geleng kepala.


"lalu di mana doni sekarang?"


tanya pak ikmal, yang tampak kesal.


"tidak tau pak! doni kabur, setelah aku


membuat nya babak belur."


jawab alviandra apa adanya.


"alviandra! besok kamu temui bapak


di ruang BP." tegas pa didit.


"baik pak." lirih alviandra.


"baik, sekarang kita berpencar untuk


mencari doni." kata pak arga.


pak didit pergi ke sebelah timur, bersama


jono, dan anak anak IPS 1 yang lain.


dan pak arga pergi ke sebelah utara,


bersama alvin dan anak anak IPA 1.


sedang kan pak ikmal pergi ke arah


barat bersama sam dan anak anak


IPS 2 yang lain nya.


para siswi tetap di tenda masing masing.


erlita duduk termenung di bawah pohon


besar yang daun nya rindang. pikiran nya


kosong, semenjak kejadian di gubuk itu

__ADS_1


membuat keceriaan erlita seakan sirna.


di tambah lagi sikap alvin yang cuek dan


tidak mempercayai nya lagi, menjadi pelengkap kesedihan nya.


karin dan suci pun menghampiri nya.


"apa ada sesuatu yang kamu pikir kan?"


tanya karin.


"tidak ada." jawab nya berbohong.


"aku perhatiin, kok sikap nya Alvin


berubah ya?" kata suci.


"berubah gimana? mungkin itu perasaan


kamu saja." bantah erlita.


"oya! kamu belum jelasin ke kita?


apa benar yang di bilang doni, kalau


dia pernah mencium mu?" tanya karin.


"apa?" teriak alvin, yang tiba tiba muncul


dari belakang mereka, dan kaget saat


tidak sengaja mendengar pertanyaan


yang di lontar kan karin terhadap erlita.


💥flash back💥


pak arga, alvin, serta murid murid yang


lain telah berjalan cukup jauh


menyusuri hutan. namun tiba tiba alvin menghentikan langkah kaki nya,


karna handpone nya ke tinggalan di


tenda. dia pun meminta guru nya dan


teman teman nya yang lain untuk lebih


dulu melanjut kan pencarian doni,


sementara dia kembali ke tenda.


erlita dan teman teman nya menoleh


ke sumber suara tersebut.


dan betapa kaget nya mereka saat


melihat alvin yang tiba tiba muncul.


suasana saat itu sangat menegang kan.


"alvin, kok kamu bisa ada di sini? bukan


kah tadi kamu berangkat bersama pak


arga untuk mencari doni." kata erlita,


yang sedikit gelagapan.


"kebohongan apa lagi yang sudah kamu


tutupin dari aku?" sinis alvin, dengan


sorot mata yang penuh kebencian.


"maksud kamu apa vin? jujur aku


gak ngerti apa yang kamu bicara kan."


ucap lembut erlita.


"vin, kaya nya kamu salah paham!


erlita sendiri kan belum mengakui nya,


kalau dia memang beneran di cium oleh


doni." sela karin, membela erlita.


"itu memang benar! aku memang


sudah di cium Doni secara paksa."


ucap lirih erlita.


alvin menghela nafas kasar, lalu


mengacak ngacak rambut nya sendiri.


"aku kecewa sama kamu!" alvin hendak


pergi namun erlita menahan nya.


"vin, aku beneran di cium secara paksa


oleh doni! kamu tau kan kalau aku itu


sayang banget sama kamu, aku gak


mungkin menghianati kamu." jelas erlita


yang meninggi kan suara nya.


"adduuhh, aku jadi ngerasa gak enak,


gara gara aku kalian jadi berantem gini."


karin menggaruk kepala nya yang tidak


gatal.

__ADS_1


"vin udah dong, jangan ribut lagi!


lagi pula erlita sudah jelasin kan, kalau


dia itu gak ada hubungan apa apa sama


doni." sela suci, melerai pertengkaran


diantara mereka.


"lebih baik kalian diam saja! karna


kalian tidak tau apa apa." bentak alvin.


"alvin kenapa ya? kok sikap nya jadi


kasar gini." batin karin.


karin mengenal alvin, memang jauh


sebelum erlita mengenal nya.


karna sejak SMP, mereka sudah


berteman baik, bahkan karin juga yang


sudah mengenal kan erlita kepada alvin.


"sekarang aku baru sadar! kalau aku itu


memang gak ada arti nya buat kamu!"


alvin pun memutar balik badan nya


hendak pergi dari tempat itu.


namun lagi lagi erlita menahan nya,


seraya memeluk nya dari belakang.


"vin, aku mohon, tolong jangan bicara


seperti itu! ucapan mu membuat dada


ku terasa sesak." lirih erlita, dengan berlinangan air mata.


lagi lagi alvin melepas pelukan erlita,


lalu pergi tanpa menghirau kan nya.


dengan segera karin dan suci mendekati


erlita, lalu memeluk nya mencoba untuk


menenang kan.


setelah berhasil menemukan doni,


mereka pun kembali ke tenda.


semua murid sudah berkumpul berbaris


menaiki bus nya satu persatu.


erlita nampak terlihat letih, entah karna


aktivitas selama camping, atau karna


masalah nya dan alvin yang tak kunjung


mereda. padahal semua murid yang


lain nampak bersuka ria.


sesampai nya di rumah erlita bergegas


ke kamar mandi untuk membersih kan


badan, dia merendam tubuh nya di


bathup kurang lebih selama tiga puluh menitan. setelah merasa cukup rilex


dia pun melilit kan handuk di tubuh nya,


dan keluar dari kamar mandi lalu duduk


di meja rias nya. dia kembali meneteskan


air mata nya. tiba tiba seseorang masuk.


"anak mama sudah pulang, kenapa gak


kedengaran suara nya." kata mama dita.


dengan cepat erlita mengusap air mata


nya, agar tidak ketahuan mama nya.


"ma, aku pengen pindah sekolah, boleh


ya?" rengek erlita.


"loh memang nya kenapa dengan tempat


sekolah mu yang sekarang?" tanya mama


Dita, yang heran karna anak nya tiba tiba


merengek minta pindah sekolah.


erlita terdiam sejenak, akhir nya dia pun


mencerita kan kejadian yang menimpa


nya selama di gubuk, dan perbuatan


tercela doni terhadap nya. mama dita


langsung murka saat mendengar cerita


dari anak nya itu. dia pun berniat untuk


melapor kan doni ke jalur hukum.

__ADS_1


__ADS_2