
ke esokan hari nya. matahari mulai
bersinar menerangi alam semesta.
burung burung berkicau mengelilingi
setiap bukit. semilir angin menghebus
kan dedaunan kering hingga berguguran.
semua murid sudah kumpul berbaris.
pak ikmal menatap siswa satu persatu.
dan dia terkejut, karna tidak melihat doni.
dia pun bertanya pada siswa yang lain,
namun tidak ada yang mengetahui keberadaan nya. hingga kini mereka
harus mengulur waktu untuk pulang
karna doni menghilang.
"apa ada yang tau, di mana terakhir
kalian melihat doni?" tanya pak arga.
anak anak yang lain menggeleng kan
kepala. sementara erlita dan alviandra
saling menatap satu sama lain.
"alviandra, kapan terakhir kali kamu
bertemu dengan doni?" tanya pak arga.
"haakh aku?" alviandra sedikit gugup.
"ya." sahut pak arga.
"di gubuk pak!" jawab alviandra, lalu
menunduk kan pandangan nya.
"di gubuk? gubuk mana yang kamu
maksud?" tanya nya lagi.
"gubuk tua, di bawah bukit pak"
jelas alviandra.
"untuk apa kalian ke sana?"
tanya pak didit menyela.
alviandra pun menoleh ke arah erlita,
yang tertunduk. erlita pasti akan merasa
malu, kalau semua murid tau, bahwa diri
nya hampir saja di perkosa.
"berkelahi pak." jawab alviandra
sekena nya. hingga para siswa/siswi
pun berbisik bisik, entah apa yang
mereka bicara kan. yang jelas dari
tatapan nya, mereka seperti berbicara
buruk tentang alviandra. pak didit
menghela dan membuang nafas secara kasar, di ikuti oleh pak arga dan pak
ikmal yang geleng geleng kepala.
"lalu di mana doni sekarang?"
tanya pak ikmal, yang tampak kesal.
"tidak tau pak! doni kabur, setelah aku
membuat nya babak belur."
jawab alviandra apa adanya.
"alviandra! besok kamu temui bapak
di ruang BP." tegas pa didit.
"baik pak." lirih alviandra.
"baik, sekarang kita berpencar untuk
mencari doni." kata pak arga.
pak didit pergi ke sebelah timur, bersama
jono, dan anak anak IPS 1 yang lain.
dan pak arga pergi ke sebelah utara,
bersama alvin dan anak anak IPA 1.
sedang kan pak ikmal pergi ke arah
barat bersama sam dan anak anak
IPS 2 yang lain nya.
para siswi tetap di tenda masing masing.
erlita duduk termenung di bawah pohon
besar yang daun nya rindang. pikiran nya
kosong, semenjak kejadian di gubuk itu
__ADS_1
membuat keceriaan erlita seakan sirna.
di tambah lagi sikap alvin yang cuek dan
tidak mempercayai nya lagi, menjadi pelengkap kesedihan nya.
karin dan suci pun menghampiri nya.
"apa ada sesuatu yang kamu pikir kan?"
tanya karin.
"tidak ada." jawab nya berbohong.
"aku perhatiin, kok sikap nya Alvin
berubah ya?" kata suci.
"berubah gimana? mungkin itu perasaan
kamu saja." bantah erlita.
"oya! kamu belum jelasin ke kita?
apa benar yang di bilang doni, kalau
dia pernah mencium mu?" tanya karin.
"apa?" teriak alvin, yang tiba tiba muncul
dari belakang mereka, dan kaget saat
tidak sengaja mendengar pertanyaan
yang di lontar kan karin terhadap erlita.
💥flash back💥
pak arga, alvin, serta murid murid yang
lain telah berjalan cukup jauh
menyusuri hutan. namun tiba tiba alvin menghentikan langkah kaki nya,
karna handpone nya ke tinggalan di
tenda. dia pun meminta guru nya dan
teman teman nya yang lain untuk lebih
dulu melanjut kan pencarian doni,
sementara dia kembali ke tenda.
erlita dan teman teman nya menoleh
ke sumber suara tersebut.
dan betapa kaget nya mereka saat
melihat alvin yang tiba tiba muncul.
suasana saat itu sangat menegang kan.
"alvin, kok kamu bisa ada di sini? bukan
kah tadi kamu berangkat bersama pak
arga untuk mencari doni." kata erlita,
yang sedikit gelagapan.
"kebohongan apa lagi yang sudah kamu
tutupin dari aku?" sinis alvin, dengan
sorot mata yang penuh kebencian.
"maksud kamu apa vin? jujur aku
gak ngerti apa yang kamu bicara kan."
ucap lembut erlita.
"vin, kaya nya kamu salah paham!
erlita sendiri kan belum mengakui nya,
kalau dia memang beneran di cium oleh
doni." sela karin, membela erlita.
"itu memang benar! aku memang
sudah di cium Doni secara paksa."
ucap lirih erlita.
alvin menghela nafas kasar, lalu
mengacak ngacak rambut nya sendiri.
"aku kecewa sama kamu!" alvin hendak
pergi namun erlita menahan nya.
"vin, aku beneran di cium secara paksa
oleh doni! kamu tau kan kalau aku itu
sayang banget sama kamu, aku gak
mungkin menghianati kamu." jelas erlita
yang meninggi kan suara nya.
"adduuhh, aku jadi ngerasa gak enak,
gara gara aku kalian jadi berantem gini."
karin menggaruk kepala nya yang tidak
gatal.
__ADS_1
"vin udah dong, jangan ribut lagi!
lagi pula erlita sudah jelasin kan, kalau
dia itu gak ada hubungan apa apa sama
doni." sela suci, melerai pertengkaran
diantara mereka.
"lebih baik kalian diam saja! karna
kalian tidak tau apa apa." bentak alvin.
"alvin kenapa ya? kok sikap nya jadi
kasar gini." batin karin.
karin mengenal alvin, memang jauh
sebelum erlita mengenal nya.
karna sejak SMP, mereka sudah
berteman baik, bahkan karin juga yang
sudah mengenal kan erlita kepada alvin.
"sekarang aku baru sadar! kalau aku itu
memang gak ada arti nya buat kamu!"
alvin pun memutar balik badan nya
hendak pergi dari tempat itu.
namun lagi lagi erlita menahan nya,
seraya memeluk nya dari belakang.
"vin, aku mohon, tolong jangan bicara
seperti itu! ucapan mu membuat dada
ku terasa sesak." lirih erlita, dengan berlinangan air mata.
lagi lagi alvin melepas pelukan erlita,
lalu pergi tanpa menghirau kan nya.
dengan segera karin dan suci mendekati
erlita, lalu memeluk nya mencoba untuk
menenang kan.
setelah berhasil menemukan doni,
mereka pun kembali ke tenda.
semua murid sudah berkumpul berbaris
menaiki bus nya satu persatu.
erlita nampak terlihat letih, entah karna
aktivitas selama camping, atau karna
masalah nya dan alvin yang tak kunjung
mereda. padahal semua murid yang
lain nampak bersuka ria.
sesampai nya di rumah erlita bergegas
ke kamar mandi untuk membersih kan
badan, dia merendam tubuh nya di
bathup kurang lebih selama tiga puluh menitan. setelah merasa cukup rilex
dia pun melilit kan handuk di tubuh nya,
dan keluar dari kamar mandi lalu duduk
di meja rias nya. dia kembali meneteskan
air mata nya. tiba tiba seseorang masuk.
"anak mama sudah pulang, kenapa gak
kedengaran suara nya." kata mama dita.
dengan cepat erlita mengusap air mata
nya, agar tidak ketahuan mama nya.
"ma, aku pengen pindah sekolah, boleh
ya?" rengek erlita.
"loh memang nya kenapa dengan tempat
sekolah mu yang sekarang?" tanya mama
Dita, yang heran karna anak nya tiba tiba
merengek minta pindah sekolah.
erlita terdiam sejenak, akhir nya dia pun
mencerita kan kejadian yang menimpa
nya selama di gubuk, dan perbuatan
tercela doni terhadap nya. mama dita
langsung murka saat mendengar cerita
dari anak nya itu. dia pun berniat untuk
melapor kan doni ke jalur hukum.
__ADS_1