AKU Bukan DIA ( Kita Berbeda)

AKU Bukan DIA ( Kita Berbeda)
ep 32 berangkat berkemah


__ADS_3

sesampai nya di rumah, erlita tampak


gelisah dan mondar mandir di kamar nya


bak setrikaan. dia merasa malu, apa yang harus dia kata kan pada teman teman nya.


terlebih lagi dengan alvin. apa yang akan


dia laku kan, kalau dia tau Doni telah


mencium nya secara paksa.


handpone erlita pun terus berdering,


namun dia mengabai kan nya,


saat melihat nama kontak orang yang


menghubungi nya. orang itu adalah karin.


*ke esokan hari nya*


erlita telah bersiap, dia pun menuruni


anak tangga untuk menemui kedua


orang tua nya, di meja makan.


"pagi pa, pagi ma." sapa erlita,


seraya ikut duduk di meja makan


bersama mereka.


"pagi nak." sahut kedua nya, secara


berbarengan.


"ingat ya, selama kamu berada di tempat


camping, kamu jangan sampai terpisah


dari guru dan teman teman mu."


kata papa kevin, menasehati nya.


"iya, betul apa yang di bilang papa mu,


kamu harus tetap berkumpul dengan


guru dan teman mu, dan selama di sana,


kamu jangan telat makan."


kata mama dita.


"iya, aku akan ingat pesan mama


dan papa." sahut erlita.


"alvin ikut juga kan?" tanya mama dita.


"ikut kok ma, nih dia lagi otw di jalan


untuk menjemput ku." sahut erlita.


"bagus kalau begitu! kamu harus selalu


ingat pesan mama! pacaran boleh boleh


saja, tapi kamu harus bisa menjaga diri


dan kehormatan mu, jangan sampai


kamu mempermalukan ke dua orang tua."


jelas mama dita, panjang lebar.


"iya mama ku sayang." kata erlita,


seraya mencium pipi kiri mama nya.


papa kevin memasuk kan potongan


roti terakhir ke mulut nya.


"maaf non, den alvin sudah menunggu


non di ruang tamu." kata bi imah.


"oh iya bi, makasih ya." erlita pun


bergegas untuk menemui nya, yang di


susul oleh mama dita dan papa kevin.


"hai vin." erlita pun menghampiri nya.


"om, tante." dengan sigap Alvin


menyalami orang tua kekasih nya,


dengan penuh rasa hormat.


"nak alvin, tante titip erlita ya? tolong


jaga dia dengan baik." kata mama dita.


"pasti tante." alvin melempar kan


senyum ramah nya.


"ya sudah, om duluan ya." kata papa


kevin, setelah memperkenal kan diri


ke pada alvin. alvin memang baru


pertama kali bertemu dengan papa erlita.


"berangkat sekarang aja yuk?"


ajak alvin, yang menoleh ke arah nya.


erlita pun mengangguk.


mereka pun berpamitan pada mama dita.

__ADS_1


"vin, seiusan kita naik motor?"


erlita yang tidak percaya dengan ke


nekatan alvin.


"iya!" jawab nya.


"kalau kita jatuh gimana?" kata erlita,


penuh ke khawatiran.


"udah kamu tenang aja! yang penting


kamu pegangan yang kuat, agar kamu


tidak terjatuh." kata alvin, seraya


memakai kan helm berwarna pink


pada erlita. erlita pun menaiki motor itu.


alvin melingkar kan tangan erlita,


ke perut nya, agar erlita memeluk nya.


mesin motor pun di nyalakan.


"vin, pokus dong nyetir motor nya."


teriak erlita.


"ini juga udah pokus." jawab nya.


"vin, aku takut." kata erlita. karna


motor alvin jalan nya bergeol gak karuan.


"maka nya, kamu peluk aku yang kuat."


jawab alvin.


"vin, serius deh, aku beneran takut."


rengek erlita.


alvin pun menepikan motor nya


di pinggir jalan.


"ya udah, kalau gitu kita tunggu taxi


aja." kata alvin.


tak lama kemudian alviandra


melewati jalan itu, lalu menghenti kan


mobil nya.


"kenapa motor mu?" tanya alviandra.


" tidak apa apa!" jawab alvin.


"ya sudah." alviandra hendak pergi


namun alvin memanggil nya.


alviandra pun menoleh ke arah nya,


saat hendak memasuki mobil nya.


"kenapa?" tanya alviandra.


"bisa tolong anterin erlita ke sekolah


gak? soal nya kalau kelamaan nunggu


taxi lewat, kita bisa ketinggalan bus."


kata alvin.


"kata nya motor mu gak apa apa."


sahut alviandra.


"motor nya memang gak apa apa,


tapi erlita gak bisa naik motor


dengan ku, dia ketakutan." jelas alvin.


"dasar anak manja." decah alvin,


menatap sinis ke arah erlita.


" loh kok kamu malah nyudutin aku


sih vin? jelas jelas kamu kan yang


bawa motor nya nggak karuan."


desis erlita.


"ya sudah gak usah ribut! nih vin,


kamu bawa mobil ku, motor mu


biar aku yang bawa." kata alviandra,


seraya memberikan kunci mobil


nya pada alvin.


" thanks ya." kata alvin. mereka pun


menaiki mobil alviandra.


"kamu sikh, ngapain pake so soan bawa


motor segala." gerutu erlita, dengan raut


wajah yang tampak kesal.


"iya aku minta maaf, kamu mau kan


maafin aku." alvin merayu nya.

__ADS_1


"hmmh." gumam erlita.


"kaya gak ihklas gitu maafin nya."


desus alvin.


"iya aku maafin." kata erlita, lalu


tersenyum getir ke arah nya.


sementara alviandra menjalan kan


motor secara kebut kebutan.


hingga membuat beberapa pemuda


yang sedang nongkrong di pinggir


jalan mengejar, lalu menghentikan


laju motor nya.


"kenapa kalian menghalangi jalan ku?"


tanya alviandra.


" aku tidak suka melihat mu bertingkah


di daerah ke kuasaan ku." kata salah


seorang dari mereka.


" apa perduli ku, memang nya jalanan


ini milik nenek moyang mu."


desis alviandra bernada sinis,


hingga membuat mereka semua


marah, lalu menyerang nya.


alviandra cukup kuat untuk menaklukan


mereka semua, hingga mereka terpapar


di tanah. dengan menahan sakit,


mereka mencoba untuk bangkit.


"ingat! urusan kita belum selesai."


kata salah satu dari mereka, sebelum


pergi meninggal kan alviandra,


salah satu dari mereka melirik ke


plat nomor motor yang alviandra bawa.


alviandra pun kembali melanjutkan


perjalanan nya.


sesampai nya di sekolah, alviandra


langsung memarkir kan motor itu


di parkiran khusus, bersama motor


dan mobil lain yang akan di tinggal


oleh para pemilik nya.


"akhir nya, kamu datang juga!


cepetan masuk, bus sudah akan


berangkat." kata pak didit, pada murid


baru nya itu.


di dalam bus, alviandra duduk di


samping suci, hingga membuat nya


jadi salah tingkah.


"OMG! jantung ku rasa nya mau copot!


beneran pangeran salju ini, duduk


di samping ku?" batin suci, seraya


menepuk kedua pipi nya, meyakin


kan kalau diri nya tidak sedang


bermimpi. sementara erlita dan karin


duduk di jok tepat di depan mereka.


sedang kan alvin, karna kelas mereka


berbeda, maka mereka menaiki bus


yang berbeda juga.


di dalam perjalanan mereka bernyanyi


bersuka ria, kecuali alviandra yang


terlihat hanya diam saja. suara jono


yang paling nyaring di dengar di telinga.


makasih ya, buat yang udah ngikutin


cerita aku dari awal๐Ÿ™๐Ÿค—


jangan lupa dukung author dengan cara


like dan coment nya ya.


author pasti akan sangat berterima


kasih๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ™

__ADS_1


jangan lupa vote juga ya๐Ÿคญ๐Ÿ˜


buat yang ihklas ajaโœŒ๏ธ๐Ÿ™


__ADS_2