AKU Bukan DIA ( Kita Berbeda)

AKU Bukan DIA ( Kita Berbeda)
ep 34 gubuk tua


__ADS_3

setelah kepergian alvin, mereka pun


bermusyawarah untuk mencari


keberadaan erlita, karin dan suci.


"baik, kepada para siswa, kita akan


mencari mereka sekarang! kepada


para siswi, karna hari sudah mulai


gelap! bapak minta kalian untuk tetap


berada di tenda masing masing!"


jelas pak arga. para siswi pun menuruti


perkataan nya.


"kenapa di matiin sikh rin?" tanya erlita,


karna hari sudah gelap, mereka pun


mengguna kan senter hape Karin


untuk melihat jalan.


"aku gak matiin! hape nya lowbet,


jadi mati sendiri." sahut karin.


erlita pun menyala kan senter hape nya.


"guys gawat nih." kata suci.


"gawat kenapa?" tanya karin.


"aku ke belet, pengen pipis." sahut suci.


"yaelah ci, kamu gak liat apa! ini tuh


tengah hutan, mana ada toilet! mending


kamu tahan aja dulu." gerutu karin.


"aku udah berusaha untuk nahan dari


tadi, sekarang aku kebelet banget nih,


gimana dong?" rengek suci.


"ya udah, mending kamu pipis dulu


gih! dimana kek, di balik pohon kek."


kata erlita dengan enteng nya.


"wah parah kamu lit! di tengah hutan


begini kamu suruh suci untuk pipis


sembarangan! gak boleh, nanti


penunggu hutan ini marah." kata karin.


"ya mau gimana lagi! dari pada entar


suci ngompol di celana." celoteh erlita.


"udah akh! kelamaan debat, bisa bisa


aku ngompol di sini lagi." suci pun


merebut handpone erlita, bermaksud


meminjam senter hape nya, untuk


melihat jalan yang gelap menuju sebuah


pohon besar. ya karna hape suci terlebih


dulu lowbet sebelum karin.


"hape ku.." teriak erlita.


"pinjam bentar." kata suci.


setelah mendekati pohon besar,


suci menjerit lalu berlari meninggal kan


erlita dan karin. dengan segera erlita


dan karin menyusul nya.


"suci tunggu.." teriak kedua nya.


setelah cukup jauh dari tempat tadi,


suci pun menghenti kan langkah kaki


nya.


"parah kamu! kenapa kamu tadi


ninggalin kita." decah karin.


"maaf! tadi aku ketakutan, maka nya


gak sengaja ninggalin kalian." kata


suci yang engos engosan.


"balikin hape ku." erlita kembali merebut


handpone nya dari tangan suci.


"emang nya tadi kamu liat apa?"


tanya karin yang mulai penasaran.


"tadi aku lihat hantu." sahut suci.


"serius kamu? jangan nakut nakutin akh."


ucap karin.


"iya, tadi aku memang habis ngeliat

__ADS_1


hantu." suci meyakin kan.


belum ketakutan suci hilang, tiba tiba


sosok berjubah putih dan bertopeng,


berdiri tepat di sebelah erlita. dengan


segera mereka lari dari tempat itu,


kecuali erlita, yang tidak bisa lari, karna


tangan nya di tarik oleh sosok itu.


erlita merasa ada kejanggalan saat


dia menyoroti tangan sosok itu dengan


senter hape nya.


"hantu ini pakai jam tangan?" batin erlita.


sosok itu menarik paksa tangan erlita


cukup jauh dari tempat itu, hingga


ke sebuah gubuk tua di hutan itu.


sementara karin dan suci masih


berpegangan erat sambil berlari,


hingga beberapa kali mereka terjatuh.


"rin, kaya nya hantu itu gak ngikutin


kita lagi deh." ucap suci.


"ya udah, kita istirahat dulu." kata karin.


"ekh tunggu tunggu! lita mana? kok


dari tadi aku gak mendengar suara nya."


kata suci.


"lita...kamu dengar suara kita kan?"


tanya karin, yang belum menyadari


kalau dari tadi erlita memang tidak


bersama nya.


"rin, kamu cari benda apa kek di tas mu


itu, siapa tau ada benda yang bisa kita


gunakan." ucap suci.


karin pun meraba beberapa benda yang


ada di tas nya.


"ini kaya nya bentuk lilin." kata karin,


sambil terus meraba raba benda itu.


"nih! tapi se tau ku, aku gak bawa korek."


kata karin.


"kalau gak salah, aku kayak nya bawa!


ku cari dulu ya." kata suci, lalu meraba


raba isi tas nya.


"nah ini dia." sambung nya.


suci pun menyalakan lilin itu.


"tuh kan lita gak ada." kata suci,


setelah lilin itu memberi penerangan.


"kita harus balik ke tempat tadi."


desus karin. mereka pun kembali


ke tempat awal mereka terpisah dengan


erlita.


sosok itu mengikat tangan erlita


dengan sebuah tambang, lalu


mendorong paksa erlita, hingga


tersungkur di sebuah kursi yang


terbuat dari bambu.


"lepasin aku.." teriak erlita.


"apa yang kau ingin kan dari ku?aku tau,


kau itu bukan hantu." kata erlita.


sosok itu masih berdiri di hadapan


erlita, entah apa yang dia pikir kan.


"aku bilang, lepasin! orang tua ku


bisa memberi mu uang! sebut kan


berapa jumlah yang kau minta."


erlita terlihat memberi kan sebuah


penawaran. namun sosok itu


sama sekali tidak menggubris nya.


dia pun membuka jubah dan topeng


yang dia kenakan.

__ADS_1


"doni.." raut wajah erlita berubah seketika.


"don, kamu lagi nge prank aku kan?


jangan begini dong, gak lucu."


erlita yang berusaha menyembunyi kan


ketakutan nya. doni terlihat memicing


kan senyuman nya. dia pun mendekati


erlita, lalu melepaskan ikatan nya.


"sorry don, aku harus pergi." saat erlita


ingin keluar dari gubuk itu, dengan sigap


doni menahan nya.


"mau ke mana? kenapa terburu buru."


doni dengan senyum licik nya.


jantung erlita dag dig dug tidak karuan,


dia yakin, doni pasti ingin berbuat jahat


terhadap nya.


"tolong biarin aku pergi." erlita nampak


memohon.


"kau tidak perlu takut! aku tidak akan


menyakiti mu." ucap doni, seraya


mengusap lembut daun telinga erlita.


hembusan nafas erlita semakin tidak


beraturan. erlita nampak terlihat sangat


tegang dan risih melihat sikap doni


terhadap nya. tanpa di duga doni


membuka seragam sekolah nya, hingga


kini dia bertelanjang dada.


"aku mohon, tolong lepasin aku."


teriak erlita, yang menetes kan air


mata nya, karna lagi lagi doni


mencengkram tangan nya, saat erlita


berusaha kabur dari nya.


"sudah ku bilang, aku tak kan menyakiti


mu! jadi kau tidak perlu menangis."


ucap doni, seraya mendekati erlita,


lalu mencium lembut daun telinga nya.


erlita pun langsung mendorong tubuh


kekar doni, hingga dia tersungkur.


sementara alviandra, masih mencari cari


kemana pergi nya doni, karna tadi dia


sempat kehilangan jejak nya.


dia pun menggunakan handpone nya


untuk mencari di mana keberadaan doni


lewat GPS handpone nya.


"lokasi nya tidak jauh dari sini."


batin alviandra. dia pun menuruni


bukit yang terjal, hingga kaki nya


terpeleset lalu jatuh ke bawah.


"aww..." rintih alviandra, karna tangan


kiri nya terbentur batu. dia pun menoleh


ke sekeliling, pandangan nya terkunci


pada sebuah gubuk kecil, yang tidak


jauh dari sana. alviandra pun mulai


mendekati gubuk itu secara perlahan,


seraya memegangi tangan nya yang


sakit tadi.


plaakk....


satu tamparan mendarat di pipi


erlita.


"dasar, perempuan gak tau diri!"


maki doni. erlita pun menangis,


air mata nya mengalir deras.


doni pun mendorong erlita ke bangku


bambu yang ada di sana, lalu kemudian


dia menindih tubuh erlita.


bersambung....

__ADS_1


jangan lupa like dan coment ya🙏🤗


__ADS_2