AKU Bukan DIA ( Kita Berbeda)

AKU Bukan DIA ( Kita Berbeda)
ep 70 pindah


__ADS_3

hari ini adalah hari jadi pernikahan


alviandra dan erlita yang ke lima


bulan. alviandra berinisiatif untuk


memberi erlita kejutan kecil.


alviandra sadar kalau selama


ini dia mencintai erlita. dan hanya


erlita lah satu satu nya wanita


yang mampu berinteraksi dengan


nya, dan mampu merubah nya


menjadi sosok laki laki yang


lebih baik.


"happy anniversary yang ke lima


bulan." ucap alviandra setelah dia


berhasil membangunkan erlita.


"alvin..." ucap erlita dengan suara


serak has bangun tidur.


"aku punya sesuatu untuk mu."


ucap alviandra seraya memberikan


sebuah kotak kecil kepada erlita.


"apa ini?" tanya nya.


"buka saja!" ucap alviandra.


erlita langsung membuka kotak


itu dan betapa senangnya dia


saat menerima hadiah pertama


dari pernikahan nya bersama


alviandra.


"cincin ini untuk ku?" tanya erlita.


"ya." sahut alviandra.


"makasih ya." ucap erlita seraya


memeluk alviandra dengan erat.


"maaf karna selama ini aku


belum bisa ngasih apa apa


sama kamu." lirih alviandra.


"tidak apa apa vin, aku ngerti


kok kondisi kita selama ini!


terima kasih karena kamu


sudah menjadi laki laki yang


bertanggung jawab." ucap erlita.


"tapi vin, apa aku boleh bertanya?"


sambung erlita.


"apa?" tanya alviandra.


"apa aku boleh meminta hak


ku sebagai seorang istri yang


belum pernah kamu penuhi?"


tanya erlita.


"ya, katakan saja! apa yang kau


inginkan dari ku? sebisa mungkin


aku pasti akan memenuhi nya."


ucap alviandra dengan lembut.


"aku ingin... emm sudahlah lupakan


saja." ucap erlita yang ragu ragu


mengutarakan isi hati nya.


dia pun beranjak dari tempat tidur,


namun alviandra memeluk nya


dari arah belakang.


"lepasin aku vin? aku mau mandi."


ucap erlita berusaha melepaskan


tangan alviandra, namun alviandra


malah semakin erat memeluk nya.


"bukankah ini yang selama ini


kau inginkan?" bisik lembut


alviandra di telinga erlita.


mendengar ucapan alviandra


erlita tampak menggigit bibir


nya sendiri, dia merasa malu.


alviandra memutar posisi erlita


agar mengarah ke wajahnya.


dia kemudian menengadahkan


wajah erlita dan mengunci


pandangan nya, lalu kemudian


mencium lembut bibir erlita.


mereka pun tampak menikmati nya.


kurang lebih selama lima menit


alviandra pun melepas ciumannya.


dia mengusap lembut bibir erlita.


"mandi nya jangan lama lama!


aku tunggu di depan." ucap alviandra.


"memang nya kita mau kemana?


bukan kah seharusnya hari ini

__ADS_1


kamu berangkat bekerja?" tanya nya.


"hari ini aku ijin cuti." ucap alviandra.


tampa bertanya lagi erlita langsung


masuk ke kamar mandi dan


membersihkan badan nya.


rupanya alviandra mengajak


erlita ke sebuah mall untuk


berbelanja perlengkapan bayi.


erlita sangat antusias. tak lupa


alviandra juga membelikan


erlita beberapa baju hamil.


selesai belanja erlita mengajak


alviandra untuk makan di caffe


favoritnya. setelah itu mereka


memutuskan untuk segera pulang.


"lita kamu masuk duluan ya?


jangan lupa pintu kamu kunci."


ucap alviandra yang tampak


tergesa gesa.


"memang nya kamu mau kemana?"


tanya nya.


"aku ada urusan sebentar."


ucap alviandra dia pun kembali


menghidupkan mesin motornya


lalu kemudian pergi.


setelah alviandra pergi erlita


masuk kedalam rumah nya


lalu mengunci pintu sesuai


dengan perintah alviandra.


namun tak lama kemudian


seseorang mengetuk pintu


rumah nya. erlita tidak langsung


membuka nya melainkan mengintip


nya terlebih dahulu dari jendela.


"johan..." gumam erlita.


karna tak kunjung mendapat


sambutan johan kembali


menggedor pintu nya beberapa kali.


namun erlita tetap tidak membukanya.


"erlita buka pintu nya? aku tahu


kau ada di dalam." teriak johan.


akhirnya erlita mencoba


menghubungi alviandra, tapi tidak


mendapatkan jawaban.


dia pun mengirim pesan singkat


kepada alviandra, dan berharap


alviandra segera membaca nya.


"lita buka.. kalau tidak, pintu nya


akan aku dobrak." ancam johan.


"bagai mana ini? aku takut sekali."


batin erlita yang ketakutan.


"vin kamu dimana? kenapa


tidak menjawab telpon ku?"


erlita tampak semakin panik.


bruuuaaaghkkkkkk....


johan telah berhasil mendobrak


pintu nya. sementara erlita langsung


lari masuk kedalam kamarnya lalu


mengunci pintunya.


"lita, kau tidak akan pernah bisa


lari dari ku." ucap johan.


johan pun kembali menggedor pintu


kamar erlita. erlita beberapa kali


menghubungi teman temannya


untuk meminta bantuan, tapi tidak


ada yang menjawab telponnya.


saat johan sedang mencoba


mendobrak pintu kamar erlita


pak kevin dan bu dita datang.


sehingga johan buru buru kabur


dari rumah itu dengan melompat


dari jendela.


"apa yang telah terjadi disini?"


tanya pak kevin.


"oh tidak! erlita.." bu dita langsung


mencari keberadaan anaknya.


dia pun mengetuk pintu kamar nya.


"lita, ini mama sayang! apa kamu


baik baik saja?" tanya bu dita dari

__ADS_1


balik pintu.


mendengar suara mama nya erlita


langsung membuka pintu kemudian


memeluk nya.


"apa yang sudah terjadi? dan dimana


alvin?" tanya bu dita seraya mengelus


pucuk kepala erlita mencoba untuk


menenangkan nya, karna erlita tampak


ketakutan.


"alvin gak ada ma, tadi dia pergi


karna ada urusan." ucap erlita


yang tampak berlinang air mata.


"jadi bagai mana? apa kamu masih


ingin tinggal disini? tempat ini


tidak aman untuk kalian tempati,


terlebih rumah ini juga jauh dari


pemukiman warga lain, sehingga


akan sulit untuk kalian meminta


bantuan jika terjadi sesuatu


di rumah ini." tanya bu dita.


"iya ma, nanti aku akan bicarakan


ini pada alvin." ucap erlita.


"tidak ada kata nanti! karna


sekarang juga kalian harus


pindah dari sini." ucap pak kevin.


"tapi pa, bagai mana kalau alvin


tidak setuju?" tanya nya.


"sudah sayang, sekarang kamu


beresin barang barang kamu!


mari mama bantu." ucap bu dita.


tak lama kemudian alviandra


masuk dengan tergesa gesa saat


melihat pintu rumahnya yang rusak


dan berantakan.


"erlita..." panggil alviandra.


namun seketika satu pukulan


melayang di wajahnya.


"ini peringatan untuk mu! kalau


sekali lagi kau membuat anak


kesayangan ku berada dalam


bahaya, aku tidak akan segan


segan untuk menghabisi mu."


ucap pak kevin bernada ancaman.


karna mendengar suara keributan


erlita dan bu dita langsung


menghampiri alviandra dan pak kevin.


"alvin.." erlita langsung memeluk nya.


alviandra mengusap lembut pucuk


kepala erlita.


"apa yang sebenarnya terjadi?"


tanya alviandra seraya memegangi


pipi erlita dan mengelusnya.


"tadi johan datang kesini."


jawab erlita.


"johan? siapa dia?" tanya bu dita.


"johan teman satu kampus ku ma."


jawab nya.


"untuk apa dia kesini dan membuat


kekacauan di rumah ini?"


tanya bu dita lagi.


"sebenarnya johan adalah laki laki


yang menyukai erlita." sahut alviandra.


"vin, aku sudah membereskan


barang barang kita." ucap erlita.


"memang nya kita mau kemana?"


tanya alviandra.


"kalian akan tinggal bersama


mama dan papa." sahut bu dita


seraya menoleh kearah suaminya.


"kenapa begitu mendadak?"


tanya alviandra.


"mendadak? dari dulu kami sudah


berusaha membujukmu untuk


tinggal bersama kami, tapi kau


selalu menolaknya." ucap pak kevin.


"baik lah, kali ini aku akan menuruti


permintaan papa! tapi sampai aku


bisa menemukan rumah yang cocok


dan aman untuk aku dan erlita

__ADS_1


tempati." sahut alviandra.


__ADS_2