
hari ini adalah hari jadi pernikahan
alviandra dan erlita yang ke lima
bulan. alviandra berinisiatif untuk
memberi erlita kejutan kecil.
alviandra sadar kalau selama
ini dia mencintai erlita. dan hanya
erlita lah satu satu nya wanita
yang mampu berinteraksi dengan
nya, dan mampu merubah nya
menjadi sosok laki laki yang
lebih baik.
"happy anniversary yang ke lima
bulan." ucap alviandra setelah dia
berhasil membangunkan erlita.
"alvin..." ucap erlita dengan suara
serak has bangun tidur.
"aku punya sesuatu untuk mu."
ucap alviandra seraya memberikan
sebuah kotak kecil kepada erlita.
"apa ini?" tanya nya.
"buka saja!" ucap alviandra.
erlita langsung membuka kotak
itu dan betapa senangnya dia
saat menerima hadiah pertama
dari pernikahan nya bersama
alviandra.
"cincin ini untuk ku?" tanya erlita.
"ya." sahut alviandra.
"makasih ya." ucap erlita seraya
memeluk alviandra dengan erat.
"maaf karna selama ini aku
belum bisa ngasih apa apa
sama kamu." lirih alviandra.
"tidak apa apa vin, aku ngerti
kok kondisi kita selama ini!
terima kasih karena kamu
sudah menjadi laki laki yang
bertanggung jawab." ucap erlita.
"tapi vin, apa aku boleh bertanya?"
sambung erlita.
"apa?" tanya alviandra.
"apa aku boleh meminta hak
ku sebagai seorang istri yang
belum pernah kamu penuhi?"
tanya erlita.
"ya, katakan saja! apa yang kau
inginkan dari ku? sebisa mungkin
aku pasti akan memenuhi nya."
ucap alviandra dengan lembut.
"aku ingin... emm sudahlah lupakan
saja." ucap erlita yang ragu ragu
mengutarakan isi hati nya.
dia pun beranjak dari tempat tidur,
namun alviandra memeluk nya
dari arah belakang.
"lepasin aku vin? aku mau mandi."
ucap erlita berusaha melepaskan
tangan alviandra, namun alviandra
malah semakin erat memeluk nya.
"bukankah ini yang selama ini
kau inginkan?" bisik lembut
alviandra di telinga erlita.
mendengar ucapan alviandra
erlita tampak menggigit bibir
nya sendiri, dia merasa malu.
alviandra memutar posisi erlita
agar mengarah ke wajahnya.
dia kemudian menengadahkan
wajah erlita dan mengunci
pandangan nya, lalu kemudian
mencium lembut bibir erlita.
mereka pun tampak menikmati nya.
kurang lebih selama lima menit
alviandra pun melepas ciumannya.
dia mengusap lembut bibir erlita.
"mandi nya jangan lama lama!
aku tunggu di depan." ucap alviandra.
"memang nya kita mau kemana?
bukan kah seharusnya hari ini
__ADS_1
kamu berangkat bekerja?" tanya nya.
"hari ini aku ijin cuti." ucap alviandra.
tampa bertanya lagi erlita langsung
masuk ke kamar mandi dan
membersihkan badan nya.
rupanya alviandra mengajak
erlita ke sebuah mall untuk
berbelanja perlengkapan bayi.
erlita sangat antusias. tak lupa
alviandra juga membelikan
erlita beberapa baju hamil.
selesai belanja erlita mengajak
alviandra untuk makan di caffe
favoritnya. setelah itu mereka
memutuskan untuk segera pulang.
"lita kamu masuk duluan ya?
jangan lupa pintu kamu kunci."
ucap alviandra yang tampak
tergesa gesa.
"memang nya kamu mau kemana?"
tanya nya.
"aku ada urusan sebentar."
ucap alviandra dia pun kembali
menghidupkan mesin motornya
lalu kemudian pergi.
setelah alviandra pergi erlita
masuk kedalam rumah nya
lalu mengunci pintu sesuai
dengan perintah alviandra.
namun tak lama kemudian
seseorang mengetuk pintu
rumah nya. erlita tidak langsung
membuka nya melainkan mengintip
nya terlebih dahulu dari jendela.
"johan..." gumam erlita.
karna tak kunjung mendapat
sambutan johan kembali
menggedor pintu nya beberapa kali.
namun erlita tetap tidak membukanya.
"erlita buka pintu nya? aku tahu
kau ada di dalam." teriak johan.
akhirnya erlita mencoba
menghubungi alviandra, tapi tidak
mendapatkan jawaban.
dia pun mengirim pesan singkat
kepada alviandra, dan berharap
alviandra segera membaca nya.
"lita buka.. kalau tidak, pintu nya
akan aku dobrak." ancam johan.
"bagai mana ini? aku takut sekali."
batin erlita yang ketakutan.
"vin kamu dimana? kenapa
tidak menjawab telpon ku?"
erlita tampak semakin panik.
bruuuaaaghkkkkkk....
johan telah berhasil mendobrak
pintu nya. sementara erlita langsung
lari masuk kedalam kamarnya lalu
mengunci pintunya.
"lita, kau tidak akan pernah bisa
lari dari ku." ucap johan.
johan pun kembali menggedor pintu
kamar erlita. erlita beberapa kali
menghubungi teman temannya
untuk meminta bantuan, tapi tidak
ada yang menjawab telponnya.
saat johan sedang mencoba
mendobrak pintu kamar erlita
pak kevin dan bu dita datang.
sehingga johan buru buru kabur
dari rumah itu dengan melompat
dari jendela.
"apa yang telah terjadi disini?"
tanya pak kevin.
"oh tidak! erlita.." bu dita langsung
mencari keberadaan anaknya.
dia pun mengetuk pintu kamar nya.
"lita, ini mama sayang! apa kamu
baik baik saja?" tanya bu dita dari
__ADS_1
balik pintu.
mendengar suara mama nya erlita
langsung membuka pintu kemudian
memeluk nya.
"apa yang sudah terjadi? dan dimana
alvin?" tanya bu dita seraya mengelus
pucuk kepala erlita mencoba untuk
menenangkan nya, karna erlita tampak
ketakutan.
"alvin gak ada ma, tadi dia pergi
karna ada urusan." ucap erlita
yang tampak berlinang air mata.
"jadi bagai mana? apa kamu masih
ingin tinggal disini? tempat ini
tidak aman untuk kalian tempati,
terlebih rumah ini juga jauh dari
pemukiman warga lain, sehingga
akan sulit untuk kalian meminta
bantuan jika terjadi sesuatu
di rumah ini." tanya bu dita.
"iya ma, nanti aku akan bicarakan
ini pada alvin." ucap erlita.
"tidak ada kata nanti! karna
sekarang juga kalian harus
pindah dari sini." ucap pak kevin.
"tapi pa, bagai mana kalau alvin
tidak setuju?" tanya nya.
"sudah sayang, sekarang kamu
beresin barang barang kamu!
mari mama bantu." ucap bu dita.
tak lama kemudian alviandra
masuk dengan tergesa gesa saat
melihat pintu rumahnya yang rusak
dan berantakan.
"erlita..." panggil alviandra.
namun seketika satu pukulan
melayang di wajahnya.
"ini peringatan untuk mu! kalau
sekali lagi kau membuat anak
kesayangan ku berada dalam
bahaya, aku tidak akan segan
segan untuk menghabisi mu."
ucap pak kevin bernada ancaman.
karna mendengar suara keributan
erlita dan bu dita langsung
menghampiri alviandra dan pak kevin.
"alvin.." erlita langsung memeluk nya.
alviandra mengusap lembut pucuk
kepala erlita.
"apa yang sebenarnya terjadi?"
tanya alviandra seraya memegangi
pipi erlita dan mengelusnya.
"tadi johan datang kesini."
jawab erlita.
"johan? siapa dia?" tanya bu dita.
"johan teman satu kampus ku ma."
jawab nya.
"untuk apa dia kesini dan membuat
kekacauan di rumah ini?"
tanya bu dita lagi.
"sebenarnya johan adalah laki laki
yang menyukai erlita." sahut alviandra.
"vin, aku sudah membereskan
barang barang kita." ucap erlita.
"memang nya kita mau kemana?"
tanya alviandra.
"kalian akan tinggal bersama
mama dan papa." sahut bu dita
seraya menoleh kearah suaminya.
"kenapa begitu mendadak?"
tanya alviandra.
"mendadak? dari dulu kami sudah
berusaha membujukmu untuk
tinggal bersama kami, tapi kau
selalu menolaknya." ucap pak kevin.
"baik lah, kali ini aku akan menuruti
permintaan papa! tapi sampai aku
bisa menemukan rumah yang cocok
dan aman untuk aku dan erlita
__ADS_1
tempati." sahut alviandra.