
Jangankan untuk menjelaskan. Semua tenggelam dalam kebersamaan menikmati makan siang nasi rames. Mereka serempak menghabiskan waktu dengan kehangatan seraya membahas beberapa hal yang bisa menjadi acuan untuk proyek tadi. Sementara itu, di belahan bumi lain. Papa Anderson tengah merebahkan tubuh bersandar pada kursi lembut seraya menikmati pemandangan perkotaan yang ada di bawah sana.
Kaca besar sebagai pembatas dunia luar dengan awan putih berteman kicauan burung yang terbang mondar-mandir melintasi cakrawala. Sejenak memikirkan apa yang telah menjadi keputusannya, ia berharap semua akan baik. Meski menyadari segala sesuatunya tidak bisa kembali seperti semula. Terkadang ingin mengamankan keluarga. Nyatanya, sebagai manusia, seorang suami, seorang ayah dan seorang pebisnis. Semua memiliki tuntutan yang tidak bisa disamaratakan.
Papa harap kalian bersatu untuk saling menjaga dan mengajarkan cinta kasih. Dan, putraku. Papa memilihkan jodoh yang tepat untukmu. Shena gadis yang luar biasa dan tetap akan rendah hati. Sifatmu yang pendiam menyembunyikan masalah, menantuku akan menangani dengan caranya.~kata hati Papa Anderson merasa lega karena berhasil menikahkan gadis yang selama dua tahun diawasinya secara diam-diam.
Tidak seorangpun tahu, jika Shena adalah calon menantu tetap sejak awal yang ditentukan oleh Papa Anderson. Dimana pria itu mengatur segala sesuatunya tanpa terkecuali. Termasuk perjodohan dan membuat anaknya sendiri mengetahui perselingkuhan sang mantan tunangan. Begitu juga dengan insiden kecelakan yang membuat pernikahan terjadi begitu saja. Semua berjalan sempurna, tetapi ia tak menyangka akan satu hal.
__ADS_1
Ternyata Fatih, sang putra angkat juga terobsesi akan menantu pertamanya. Kebenaran itu, membuatnya berpura-pura terpaksa setuju dengan permintaan Danish yang ingin tinggall dirumah lain. Tentu itu lebih baik, jika Shena tidak tinggal serumah bersama putra kedua. Bukan karena tidak percaya, hanya saja lebih baik mencegah daripada mengobati. Kini yang menjadi masalah keluarga sudah dalam genggaman orang yang tepat.
Kesadaran yang menenggelamkan Papa Anderson dalam kisah masa lalu hingga suara ketukan pintu kamar mengalihkan kesadarannya. ''Masuklah!''
Setelah dipersilahkan. Seorang wanita berusia empat puluh tahun masuk kedalam kamar Papa Anderson. Wajahnya yang terawat, tatapan mata sendu dengan raut wajah menyedihkan. Seperti manusia yang tidak memiliki harapan sedikitpun. Wanita itu duduk tanpa kata dengan pandangan menunduk, bukan sungkan, melainkan ia masih merasa bersalah telah melahirkan pria yang tidak tahu balas budi.
Eisha, wanita itu sudah hampir lima tahun tinggal di Dubai hanya untuk mendapatkan ketenangan. Akan tetapi, tidak peduli kemanapun kaki nya melangkah. Ia tahu, jika Tuan Anderson bisa menemukannya dengan mudah. Lebih tepatnya akan selalu menjaga dengan cara yang tak biasa. Bisa saja tetangga rumah menjadi mata-mata atau sekedar pengemis yang akan selalu berusaha melakukan tugas dengan baik dan benar.
__ADS_1
Tidak peduli jika siang, malam atau pagi. Kehidupannya akan tetap terjaga, sedangkan ia hanya bisa menjadi penyebab dari kekacauan hidup pria di depannya. ''Tuan, sejak pertemuan terakhir. Aku sudah memaafkan Anda. Lima tahun sudah berlalu. Kenapa Anda masih menyimpan ular berbisa di dalam rumah? Itu salah, Tuan. Aku rela kehilangan seorang putra yang tidak memiliki hati.''
''Eisha, orang tua tempat berpulang untuk anak-anak mereka. Jika semua orang tua menghukum anak tanpa memaafkan. Apakah kita pantas disebut sebagai orang tua? Aku belajar untuk adil di antara kedua putraku. Jika salah satu menganggapku tidak adil. Apakah harus menunjukkan kebenaran? Andai semudah itu, tentu aku tidak disini bersamamu.'' balas Tuan Anderson, lalu menghela nafas panjang.
Eisha sadar dan paham dengan maksud dari sang Tuan. Jika memang orang tua harus menasehati. Maka itu haknya dan jika harus memberikan hukuman. Hanya dia juga yang berhak. ''Baiklah. Kali ini, aku akan ikut Anda pulang ke indonesia.’’
Rasanya lega. Persetujuan Eisha menjadi kebahagiaan yang merengkuh detak jantungnya. Berharap kali ini, semua akan semakin baik. Sebagai sinar mentari pagi yang memberikan kehangatan dan kehidupan baru. Hidupnya akan kembali normal. Seperti masa sebelum ia berjaya.
Pertemuan keduanya akan selalu menjadi rahasia seperti biasa, tetapi setelah hari ini. Dunia akan melihat tanpa harus mencari tahu, sedangkan manusia yang menjadi topik pembicaraan tengah sibuk berkumpul bersama teman-temannya yang urakan. Selama ini, dari segi pergaulan saja sudah luas dengan sistem acak yang bisa mempengaruhi pribadi seseorang.
"Hey, nanti malem ada party. Ikut yuk, guy's!" ajak seorang pemuda dengan tindik anting bulat hitam di telinga kirinya.
__ADS_1