
Rasa penasarannya seketika buyar dengan pertanyaan Shena. Rincian itu, bahkan lebih lengkap dari prediksi yang sudah dia tetapkan. Beberapa nama tidak terpikirkan. Jadi kemungkinan besar, papanya sudah menjelaskan situasi dan kondisi yang mereka alami. Sebab itu, sang istri bisa membuat skema target.
Dan kembali mengulang nama dan poin peristiwa seraya menyatukan dengan ingatan masa lalunya. Di mulai dari bisnis keluarga yang mengalami masalah, lalu pertemuan antara sang papa dengan ayah Fatih, beralih ke masalah baru dan solusi lain. Semua rangkaian hingga menuju pembalasan dendam yang dirancang Fatih.
"SheZa, semua ini lengkap, tapi siapa yang ada di target ini dan ini?" Dan menunjuk dua kotak nama yang memang tidak dikenalnya, sontak membuat sang istri meletakkan cangkir kopinya.
Tanpa ada yang ditutupi lagi. Shena menjelaskan peran dari dua orang yang tidak dipahami oleh suaminya itu, sedangkan di tempat lain. Tatapan mata tajam terus menghujam wanita yang ada di bawah kungkungannya, namun bukan takut. Justru seringai yang tersungging di bibir semakin menampakkan diri.
__ADS_1
Semua adil dalam perang dan cinta. Jika mengkhianati bisa di halalkan, kenapa tidak melakukannya dengan cara yang manis? Ia bukan wanita yang akan menyerah hanya karena lawan lebih cantik atau pintar. Baginya, tidak seorangpun boleh memiliki yang ia punya.
"Lisa! Apa maumu? Bukankah ....,"
Ditariknya bahu pemuda yang terus menatapnya tajam, "Apa kamu sudah berani melawanku? Jika iya, Aku terima dengan senang hati."
Tantangan terbuka yang diberikan lisa, membuat Fatih mengumpat kasar di dalam hatinya. Ia lupa, jika yang berkuasa adalah gadis simpanannya. Semua kartu kehidupannya ada di tangan gadis yang memiliki kebiasaan menang, sedangkan ia hanya bisa menahan diri agar tetap aman.
__ADS_1
Diusapnya kedua pipi sang kekasih, mencoba untuk melunakkan hati yang mengeras. Bagaimanapun, tidak ada yang tahu isi hati seseorang. Selain mencoba memanipulasi rasa. Bukan hal sulit untuk mengubah ekspresi wajahnya. Biarlah menjadi dilema tanpa ada kata.
"Lisa, aku tidak mungkin melepaskanmu karena kamu wanita pertamaku, tapi dia jalan keluar untuk semua masalah kita." Fatih merebahkan tubuhnya ke samping Lisa, lalu merengkuh tubuh sang kekasih menelusup ke dalam dekapannya. "Jika pihak Anderson menandatangani perjanjian. Coba deh kamu bayangin jadi nyonya tanpa harus melayani si tua bangka yang jadi suami saat ini."
"Apa kamu pikir, Aku ini bodoh? Fatih tidak mengenal kata tunduk. So, haruskah aku percaya dengan penjelasanmu kali ini?" Lisa meraup kasar wajah Fatih hingga mendekati wajahnya, membuat deru nafas hangat saling bertabrakan. ''Shena, gadis malang yang kamu jadikan boneka."
Sindiran pedas, tapi tidak mengubah apapun. Nyatanya semua yang terjadi sudah diperhitungkan. Meskipun antara satu kejadian dengan kejadian yang lain tidak bisa di satukan. Bagaimana tidak? Takdir yang selalu memberi kejutan, tentu mengubah skema perencanaan. Sejak awal, tidak ada Shena atau Naina.
__ADS_1
Akan tetapi, garis kehidupan membuat semua terjadi dengan sendirinya. Kini yang bisa dilakukan hanyalah menyelesaikan semua harapan yang tersisa. Meski yang ia lakukan adalah bentuk dari pemberontakan. Hati dan pikiran hanya milik satu tujuan kehidupan. Tidak peduli akan waktu yang akan datang.
"Sekali lagi, percayalah padaku, Lisa. Please," pinta Fatih seraya memainkan tangannya berkelana menjelajahi lembutnya kulit sang kekasih.