
Ucapan selamat hari ayah dari Xavier, membuat Danish tersenyum sumringah. Setelah semua yg terjadi, hari ini ia bisa melihat bayinya secara langsung. Rasa tidak sabar untuk bertemu istri dan anak membawa pria itu menjauh dari kerumunan. Langkah kaki berjalan menghampiri pintu ruangan operasi caesar.
Hari ini hanya ada kebahagiaan tanpa pertimbangan. Apalagi ketiga dokter ke luar dari ruangan operasi dengan memberikan kabar bahwa ibu dan anak bisa diselamatkan tanpa suatu kekurangan. Namun untuk menemui pasien diharapkan menunggu pemindahan ruangan.
Keluarga Anderson bersuka cita. Bagi mereka kelahiran anak pertama dari Danish seperti rintik hujan setelah musim kemarau panjang. Yah, membuat hati semua orang berbunga-bunga bahkan tidak sabar untuk melihat pewaris keluarga besar mereka. Penantian selama lima belas menit berakhir dengan kedatangan suster yang memberitahukan ruangan pasien.
Akan tetapi, melihat situasi yang ada, suster meminta untuk keluarga melihat bayi dan ibunya secara bergantian. Jadi situasi itu membuat Papa Anderson mempersilahkan sang putra untuk masuk keruangan VVIP terlebih dahulu, sedangkan yang lain bisa menunggu. Langkah kakinya berjalan melewati pintu kaca, lalu masuk ke dalam kamar Bougenville.
__ADS_1
Ruangan lima kali empat meter yang menjadi tempat istrinya terlelap karena masih dalam pengaruh obat bius, membuat Dan mencari alasannya berada di ruangan tersebut. Tatapan mata langsung terpatri pada box kaca yang ada di sisi kanan ranjang pasien dengan tubuh mungil yang hanya terlihat dari samping.
Bayi itu terlihat cantik dengan bulu mata lentik, bibir tipis, hidung mancung dan berkulit putih. Semakin menatap mengamati secara intens. Hati terkesiap akan keraguan yang selama ini dia tahan. Justru sekarang hilang kepercayaan karena tidak bisa memungkiri pemikirannya yang sudah terlanjur hilang rasa cinta di hati. Apakah benar dia itu SheZa?
Bayi yang di anggap miliknya ternyata memiliki paras seperti wanita yang pernah hadir di masa lalu. Apakah itu hanya perasaannya saja? Satu nama terlintas, tetapi ia takut kesimpulan itu berubah menjadi kenyataan. Bagaimana jika kehidupan selama setahun terakhir hanyalah panggung sandiwara?
Diangkatnya bayi mungil yang terlihat begitu mungil dengan senyum manis menghiasi wajah. "Milik siapa kamu? Meski ku tatap sepenuh hati, kenapa tidak ada debaran di dalam jantungku. Aku merasa kita bukan ditakdirkan untuk satu sama lain."
__ADS_1
Kondisi Shena yang mengalami luka bakar parah harus menjalani beberapa pengobatan dan perawatan secara intensif hingga setelah dua bulan tinggal di rumah sakit. Keluarga di kejutkan dengan berita kehamilan menantu pertama. Semua bahagia, tetapi tidak melihat apa yang telah terjadi di belakang mereka.
Waktu terus berlalu, terkadang kejanggalan dengan kecurigaan bercampur menjadi satu. Selama masa kehamilannya, Shena memiliki kebiasaan yang aneh. Biasanya seorang ibu senang berdekatan dengan sang suami, tetapi gadis itu selalu menghindar. Bukan hanya itu saja, banyak nasehat dokter yang diabaikan. Terkesan ingin segera menyingkirkan beban jiwa baru tanpa hambatan.
Lamunan yang tak tentu arah membawa Dan tenggelam dalam tingkah kepercayaan yang semakin krisis. Pria itu merasa semua yang dimiliki, bukanlah miliknya. Jika demikian, hatinya berdetak untuk siapa? Selama cinta masih atas nama Shena. Kenapa emosi hanya menunjukkan amarah yang siap meledak?
Tak jauh beda dari kondisi Danish. Di belahan bumi lain, seorang pria dengan penampilan rapi enggan menatap bayi mungil yang ada di box bayi. Beban yang ingin dia lenyapkan hari ini terlahir ke dunia. Sekarang bagaimana menyingkirkan raga bernyawa itu? Tidak mungkin mengubah haluan yang sudah di pilih tanpa berpikir tiga kali.
__ADS_1
Blum sempat menatap lama si bayi. Perhatiannya teralihkan karena kedatangan suster yang tergesa-gesa masuk ke dalam ruangannya. "Apa kamu buta? Gunanya pintu di ketuk, bukan main slonong."
"Maaf, Tuan. Pasien memaksa untuk melihat anaknya. Saya di minta Dokter untuk mengambil bayi ...," jelas Suster langsung mendapatkan tatapan tajam ayah dari bayi tersebut.