Aku dan Simpanan Suamiku

Aku dan Simpanan Suamiku
14. Persetruan


__ADS_3

Joe baru saja bangun dari tidurnya. Ia kelaur kamar untuk minum. Joe melihat seseorang sedang menangis di ruang tengah rumahnya, seseorang itu tidak lain adalah saudari kembarnya.


"Joana ... " panggil Joe.


Joana kaget, "Ah, J-joe. Kau sudah bangun?" jawab Joana terisak.


Joe menghampiri Joana, "Ada apa? kenapa kau menangis seperti ini?" cecar Joe, mengusap air mata saudarinya.


Joana menggelengkan kepala, "Tidak. Bukan apa-apa. Aku ke kamar dulu, ya. Aku harus mandi dan bersiap ke kantor. Kau juga, kan." jawab Joana.


Joana langsung berdiri dari posisinya yang semula duduk. Ia pergi meninggalkan Joe begitu saja. Melihat tingkahlaku saudarinya yang aneh, membuat Joe penasaran. Namun, ia juga tidak bisa menekan saudarinya itu untuk bicara padanya.


"Ada apa sebenarnya dengan Joana. Semenjak kemarin, sikapnya aneh sekali." batin Joe mengernyitkan dahinya.


Joe pergi dari ruang tengah menuju meja makan. Ia mengambil gelas lalu menuang air minum ke dalam gelas. Saat minum, Joe teringat akan ucapan Hezkiel dan pertemuan pertama dengan Celine.


"Hah ... " hela napas Joe, meletakan gelas di atas meja. "Joana bersikap aneh, Hezkiel juga mengatakan hal aneh. Apa-apaan semua ini. Semua orang terdekatku membuatku bingung." batinnya.


***


Di dalam kamar, Joana berbaring memeluk bantal. Ponselnya bergetar, ia mendapatkan sebuah panggilan. Tangam Joana meraba dan mengambil ponsel di nakas samping tempat tidurnya. Di layar ponsel, ada nama 'Leon' yang muncul.


Hiks ... hiks ... hiks ....


Joana kembali menangis. Ia mencengkram kuat bantal dipelukannya. Ponsel Joana bsrhenti berdering, tetapi tidak lama kembali bergetar. Joana menyeka air matanya lalu akhirnya menerima panggilan tersebut.


"Hallo, Joana ... " panggil seseorang di ujung panggilan.


Joana hanya diam. Air matanya terus berlinangan. Ia tidak mau bicar dengan Leon, membiarkan lawan bicaranya itu memanggilnya terus-menerus.


"Joana, kau dengar aku? Hallo ... " kata Leon.


"Hallo, Joana. Jawab aku, jika kau mendengarku." kata Leon lagi.


"Joana ... " panggil Leon lagi.


"Kau masih hidup rupanya," sahut Joana kesal.


"Apa? kau bilang apa? apa maksudmu, sayang?" cecar Leon.

__ADS_1


"Kemana saja kau?" tanya Joana.


"Kau 'kan tahu. Aku harus ke studio. Aku mendapatkan penawaran pemotretan baru." jelas Leon.


"Begitu, ya? kau amat sangat sibuk rupanya. Sampai-sampai kau mengabaikan panggilanku dan tidak membalas pesan-pesanku. Dan baru sekarang kau mencariku? hah, lupakan saja. Aku tidak butuh kau menghubungiku. Ayo kita akhiri saja hubungan tidak jelas ini, Leon. Aku muak!" kata Joana terlampau kesal.


"Sayang, dengar dulu. Apa maksudmu kita berakhir? aku tidak mau. Kita tidak akan pernah berakhir, karena aku sangat mncintaimu melebihi apapun. Tolong pertimbangkan lagi dengan kepala dingin." bujuk Leon.


"Lupakan saja. Aku tidak akan dengar apapun penjelasanmu." jawab Joana.


"Joana, sayang ... to ... " kata-kata Leon terputus. Karena Joana langsung mengakhiri panggilan dari Leon.


"Sampah! kau kira aku ini apa, hah. Pria menyebalkan. Aaarghhh ... " murka Joana melemparkan bantalnya ke lantai.


Joana kembali menangis tersedu. Ia sangat kecewa dengan sikap Leon, kekasihnya. Tidak hanya sekali dua kali Leon mengecewakannya. Meski sudah berulang kali dimaafkan, nyatanya Leom tidak pernah bisa menghargai perasaanya.


***


Sore harinya ....


Celine baru selesai memeriksa bahan makanan untuk makan malam. Anha membantu Celine di dapur.


"Apa maksudmu, Bi? aku 'kan jarang melihatnya. Dia supermodel yang sibuk. Pasti banyak kegiatan yang dia lalukan di luar sana. Bukankah itu lebih baik?" kata Celine.


"Pagi tadi wanita itu pulang, Nyonya. Anda tidak tahu?" tanya Anha.


"Oh, benarkah? aku tidak tahu, Bi. Aku 'kan dari pagi di dalam kamar." jawab Celine.


Anha melihat tanda merah di dada Celine, "Ah, maafkan saya. Saya tidak menyadari akan hal itu, Nyonya. Anda pasti kelelahan, karena sudah bekerja keras." jawab Anha.


"Nyonya dan Tuan semalam bermesraan, ya? apakah ini pertanda baik untuk keluarga Winter?" batin Anha.


"Hah? apa maksudnya Bibi Anha bicara seperti itu?" batin Celine bingung.


"Apa Anda butuh hal lain, Nyonya? saya  hendak ke halaman belakang." tanya Anha.


Celine menimang-nimang, "Hm ... sepertinya tidak ada. Aku mau baca majalah dulu, baru setelah itu masak. Masih ada banyak waktu tersisa." jawab Celine.


"Baik, silakan Anda menikmati waktu luang. Saya permisi lebih dulu." pamit Anha yang langsung pergi meninggalkam Celine seorang diri di dapur.

__ADS_1


Celine merasa haus, ia membuka lemari pendingin dan mengambil jus jeruk. Ia menyiapkan gekas, menuang jus jeruk ke dalam gelas.


Tidak lama, Monna datang ke dapur. Ia membuka lemari pendingin dan mengeluarkan jus jeruk. Ia berjalan mengambil gelas, menuang jusnya ke dalam gelas. Monna berdiri tidak jauh dari Celine.


Celine membuang kemasan jusnya ke tempat sampah, lalu berbalik dan berjalan membawa jus jeruknya untuk bersantai di ruang tengah. Namun, Monna tiba-tiba saja menegur.


"Apa kau tidak bosan di rumah saja, Nyonya?" tanya Monna.


Lngakah kaki Celine terhenti, "Bosan atau tidak, tidak ada urusannya denganmu." jawab Celine membelakangi Monna.


Monna mengernyitkan dahi, "Huh, dasar sombong. Pantas saja Kiel tak pernah menyukaimu. Kau itu wanita yang arogan, Celine Greey." kata Monna menekankan akhir kalimatnya.


Celine menaikkan sebelah alisnya, "Wanita ini, dia mulai lagi. Apa dia tidak jenuh terus mencari gara-gara?" batin Celine.


"Kenapa dia diam saja? apa dia sudah termakan ucapanku? dia pasti sakit hati dan berkaca-kaca, kan?" batin Monna.


"Hahaha ... " tawa Celine. "Kau sepertinya perlu banyak belajar, Nona Austin. Aku sudah menjadi salah satu bagian, anggota keluarga Winter. Aku adalah Celine Winter. Camkan itu, baik-baik." lanjut Celine menekankan setiap kalimatnya.


"Cih, aku tidak peduli. Mau kau siapa, atau jabatanmu apa di rumah ini. Yang jelas, cinta, kasih sayang, perhatian dan Hezkiel ada dalam genggamankun seorang. Meski kau istrinya, kau bisa apa? kau tidak lebih hanyalah sebuah panjangan saja, kan. Hahaha ... " kata Monna. Seketika langsung tertawa lebar menertawakan Celine.


Monna yang kesal langsung menghampiri Celine dengan memBwa jus jeruknya. Ia berhadapan dengan Celine. Mata Monna melebar, saatbmelihat ada jejak ciuman di dada Celine.


Monna menatap Celine, "Aha ... kau merayu Hezkiel rupanya. Apa yang kau lalukan, kau melemparkan dirimu padanya?" sindir Monna.


"Apa kau bilang? aku melemparkan diri? Nona, pasang telingamu dan dengar baik-baik. Hezkiellah yang telahenyentuhku lebih dulu. Bukan aku yang menggodanya untuk tidur denganku. Lagipula, ini bukan hal aneh jika suami istri menghabiskan malam yang panas. Kau mengerti?" kata Celine mulai kesal dengan sikap Monna.


"Kau ... " kata-kata Monna terhenti. Ia langsung menyiramkan jus jeruk ke wajah Celine. "Dasar wanita penggoda," kesal Monna mengatai Celine.


Celine kaget, ia merasa sudah direndahkan oleh selingkuhan suaminya itu. Merasa harga dirinya jatuh, Celine membalas perlakuan Monna padanya. Celine langsung menuang jus jeruk ke kepala Monna.


"Jaga ucapanmu, Nona. Kaulah yang penggoda. Kau kesal karen Hezkiel tidud denganku? siapa kau? kau 'kan tidak lebih hanya penghangat ranjangnya saja. Wanita tidak berstatus sepertimu berani sekali menyiramkan jus ke wajahku, ya. Luar biasa sekali 'Simpanan' suamiku ini." kata Celine menekankan setiap kata.


"Kau ... " kata-kata Monna terpotong oleh Celine.


"Aku peringatkan sekali lagi, Monna Austin. Tau posisimu dan sadarlah dari mimpimu. Kau ini hanyalah 'Simpanan' suami orang. Jangan bangga dengan merebut milik orang lain. Jika kau sekali lagi membuat masalah denganku, aku tidak akan segan membuatmu pergi dari rumah ini. Di sini, hanya ada satu Nyonya rumah. Yaitu, aku. Celine Winter. Kau mengerti, kan. Apa yang aku katakan ini. Jadi, mulai sekarang kau harus tau batasanmu dan jaga ucapanmu." Kata Celine memperingatkan.


"Aarghhh ... " kesal Monna. Monna meletakan gelas kosong di tangannya dan langsung pergi meninggalkan Celine seorang diri.


*****

__ADS_1


__ADS_2