Aku dan Simpanan Suamiku

Aku dan Simpanan Suamiku
62. Kopi Sebagai Balasan (1)


__ADS_3

Celine ditemani Siane sedang membersihkan toko bunga. Mereka berbincang dan bersenda gurau. Tampak sekali, jika Monna sangat menikmati hari-harinya yang baru.


"Oh, Celine. Apa kau tahu, jika Joe kembali ke Inggris?" tanya Siane.


"Oh, benarkah? aku tidak tahu. Aku kan jarang sekali mengobrol dengannya. Bagaimana bisa kau tahu?" tanya balik Celine.


"Terakhir kali aku tak sengaja bertemu dengannya sekitar dua atau tiga hari yang lalu. Saat itu dia mengajakku minum kopi dan kami berbincang. Lalu, dia mengatakan ingin pulang Inggris karena ada urusan mendesak terkait saudarinya." jelas Siane. "Aku lupa bercerita. Karena di kantorku juga sedang sibuk." lanjut Siane berbicara.


"Oh, tak apa. Kenapa juga harus minta maaf." sahut Celine yang sedang mengelap meja.


"Kau tak takut? bagaimana jika pria itu mengadu pada temannya soal kau yang ada di sini? soal kehidupanmu juga." Siane tiba-tiba merasa cemas dan khawatir.


"Ya, terserah saja. Mau dia cerita atau tidak. Itu juga bukan urusanku. Aku yakin, Joe adalah orang yang bijaksana. Tahu mana yang harus diucapkan, mana yang tidak perlu dikatakan. Jika memang dia bercerita, lantas apa? Kau kira dia akan datang ke sini untuk menemuiku? Hahaha ... lucu sekali. Kau lupa sesuatu sepertinya, Siane. Dia sama sekali tidak butuh aku dan tidak ingin aku menjadi bagian dari hidupnya. Dan itu sudah dia katakan sejak awal pernikahan. Dia juga memiliki wanita yang dicintainya. Ya ... kuharap dia bahagia dengan pilihannya. Meski aku merasa ada yang aneh dengan Monna. Hahh ... itu bukan urusanku juga." Celine menyahuti pertanyaan Siane, sahabatnya.


"Benar, itu bukan urusanmu. Kau tidak punya hak untuk ikut campur, Celine. Fokus ... ayo, fokus pada hari barumu." batin Celine.


Siane menatap Celine, "Hmmm ... kau itu kenapa bisa menjadi orang yang sangat baik, Celine? setelah apa yang kau alami, aku hanya menanggapinya dengan santai? benar-benar. Jika itu aku, aku pasti akan menyimpan kekesalan itu sampai aku mati. Bagaimana, tidak? pria itu pembohong. Kalau ingat-ingat apa yang terjadi, aku sangat kesal. Semoga si b*r*ngs*k dan si j*l*ng itu mendapatkan upah mereka." Siane terlihat sangat kesal.


Celine tersenyum, "Sudahlah, Siane. Untuk apa juga kau memikirkan mereka. Pikirkan saja diri kita sendiri." sahut Celine.


"Aku tidak memikirkan mereka, sayangku. Hanya saja aku kesal. Kau bisa lupa, tetapi tidak denganku. Meski bukan aku yang mengalami. Tetap saja dadaku ini terasa sesak. Sebagai temanmu dan sesama wanita, aku sangat paham bagaimana perasaanmu saat itu." kata siane.


"Ya, ya, ya. Terserang saja." jawab Celine.


"Kita makan apa nanti siang?" tanya Siane.


"Apa, ya? bagaimana kalau kita makan di empat Bibi langganan kita." usul Celine.


"Boleh juga," sahut Siane.


Pintu toko terbuka, Celine dan Siane menyambut pelanggan yang datang.

__ADS_1


"Selamat datang," ucap Siane yang berdiri tidak jauh dari pintu.


"Selamat da ... " Celine menghentikan ucapannya, karena ia melihat seseorang yang tidak asing datang ke tokonya.


***


Kang Ji-Soo mengajak Adiknya, Kang Soo-Hyuk untuk ikut dengannya. Mereka sudah sampai di parkiran, dam keduanya keluar dari dalam mobil.


"Nuna ... Nuna ingin apa di sini?" tanya Kang Soo-Hyuk.


"Daim saja dan ikuti aku. Aku mengajakmu bukan untuk terus bertanya, 'Mau ke mana dan apa yang akan kita lakukan' ok." jawab Kang Ji-Soo.


"Oh, ok." jawab Kang Soo-Hyuk.


"Benar-benar. Aku tidak bisa berkutik, jika di hadapan Nuna." batin Kang Soo-Hyuk.


Kang Ji-Soo tampak melihat-lihat sekeliling, "Di mana, ya? bukankah seharusnya di sekitar sini?" batinnya.


Matanya lalu, terpaku melihat toko yang tak lain adalah toko milik Celine. Dengan segera, Kang Ji-Hyuk untuk ikut bersamanya menuju toko bunga tempat Celine berada.


Keduanya berjalanan mendekati toko bunga. Kang Ji-Soo lalu, membuka pintu dan masuk. Terdengar suara seseorang menyambut kedatangannya dengan Adiknya.


"Selamat datang," ucap seseorang, yang tak lain adalah Siane.


"Selamat da ... " suara seseorang lagi, yang tak lain adalah Celine. Ucapan Celine terhenti, saat melihat kedatangan Kang Ji-Soo dan Kang Soo-Hyuk ke tokonya.


Kang Soo-Hyuk kaget, ia langsung mengenali sosok Celine. Ia pun menyapa Celine.


"Oh, kau kan yang pernah datang ke toko Bibi penjual buku. Kau masih ingat aku, Nona?" tanya Kang Soo-Hyuk.


Kang Ji-Soo menatap Adiknya, "Kau kenal dengannya?" tanya Kang Ji-Soo ingin tahu.

__ADS_1


"Ya" jawab Kang Soo-Hyuk.


"Tidak," jawab Celine serius.


Secara bersamaan Celine dan Kang Soo-Hyuk memberi jawaban. Tapi, jawaban mereka berlawanan. Hal itu tentu saja membuat Kang Ji-Soo kebingungan. Begitu juga Siane, yang langsung berjalan mendekati Celine.


"Tunggu, tunggu. Ini ada apa sebenarya? kalian saling kenal atau tidak?" tanya Kang Ji-Soo lagi.


"Tidak," jawab Celine.


"Ya," jawab Kang Soo-Hyuk.


Lagi-lagi jawaban keduanya berbeda. Celine pun kesal. Ia merasa dipermainkan.


Celine menatap Kang Soo-Hyuk tajam, "Maaf, aku tak merasa mengenalmu. Kau siapa? kita memang pernah bertemu di toko buku. Hanya bertemu, ok." kata Celine menekankan kata-katanya.


"Tetap saja, itu berarti kita saling kenal. Kau bahkan membantuku dengan mengakui ku sebagai suamimu, kan." jawab Kang Soo-Hyuk tak mau kalah.


"Itu karena kau terlihat kasihan. Seperti anak kucing yang masuk ke kolam." sahut Celine mengerutkan dahi.


"Apa" kata Kang Soo-Hyuk yang juga langsung mengernyitkan dahi.


"Diam kau Kang Soo-Hyuk." kata Kang Ji-Soo membekap mulut Adiknya. "Ha, hallo. Aku Kang Ji-Soo. Dia adalah Adikku, Kang Soo-Hyuk. Maaf, aku tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi di antara kalian berdua, tetapi aku minta maaf. Mungkin Adikku melakukan kesalahan atau menyinggungmu." kata Kang JI-Soo sopan.


Kang Soo-Hyuk melepaskan bekapan di mulutnya, "Nuna, apa yang Nuna lakukan? kenapa Nuna minta maaf? aku kan tidak salah," kata Kang Soo-Hyuk membela diri.


"Kubilang, Diam!" kata Kang Ji-Soo melebarkan mata, memelototi Kang Soo-Hyuk.


Seketika Kang Soo-Hyuk terdiam. Ia benar-benar tak bisa melawan Kang Ji-Soo. Celine dan Siane saling berbisik. Siane pun akhirnya mengerti, karena Celine pernah bercerita padanya soal kejadian di toko buku.


"Nona, maaf. Bagaimana jika kita pindah tempat. Ayo, kita minum kopi bersama. Sekalian kita meluruskan tentang masalah Adikku. Aku tahu, dia pasti membuat Nona kesulitan." ajak Kang Ji-Soo.

__ADS_1


Celine dan Siane saling menatap. Siane menganggukkan kepala lalu, Celine pun menerima penawaran Kang Ji-Soo yang mengajak minum kopi bersama. Akhirnya toko bunga ditutup sebentar, karena Celine dan Siane pergi bersama Kang Ji-Soo dan Kang Soo-Hyuk ke kedai kopi tak jauh dari toko bunga.


*****


__ADS_2