Aku dan Simpanan Suamiku

Aku dan Simpanan Suamiku
70. Memikirkan


__ADS_3

Celine pulang ke rumah. Setibanya di rumah, Siane yang sudah menunggu untuk makan malam pun menegur. Siane melihat raut wajah celine yang kusut.


"Hei, kau baru pulang?" sapa Siane, menatap Celine.


"Ya, kau pulang cepat hari ini?" tanya balik Celine, melihat banyaknya hidangan makan malam yang tersaji di meja makan.


"Ya, aku pulang cepat." jawab Siane mengiyakan ucapan Celine.


Celine selesai minum. Ia meletakan gelas dia tas meja dan hendak pergi ke kamarnya untuk berganti pakaian.


"Aku ke kamar dulu, untuk ganti pakaian." kkata Celine terlihat murung.


"Celine ... " panggil Siane, menghadang jalan Celine.


"Ya?" jawab Celine, menatap Siane yang sudah ada di hadapannya.


Dahi Siane berkerut, "Wajahmu murung. Kau ada masalah? katakan padaku, Celine. Jangan kau simpan sendiri." kata Siane mencurigai sesuatu.


"tidak ada apa-apa, Siane. Hnaya saja tadi aku bertemu seseorang dan sedikit mengobrol dengannya di kedai kopi dekat toko. Nanti aku ceritakan, ya. Aku mau ganti bajuku dulu karena aku berkeringat." kata Celine.


"Ya, ok. Aku juga mau ganti baju. Jangan lama-lama. Cepat ganti baju dan keluar dari kamarmu, kita makan bersama." kata siane, yang dijawab anggukan oleh Celine.


Celine pun kembali melangkahkan kakinya menuju kamarnya. Begitu juga Siane yang berjalan menuju kamarnya.


***


Di kamar. Selesai berganti pakaian, Celine duduk di tepi tempat tidur dan memegang ponselnya. Tidak lama ponselnya berdering. Ia mendapatkan sebuah panggilan.


Celine menatap layar ponselnya, "Siapa? nomor yang tidak tersimpan." gumam Celine.


Karena ponselnya terus berdering dan ia penasaran, siapa yang menghubunginya, ia pun menerima panggilan tersebut.


(percakapan di telepon)*


"Ya, Hallo. Ini siapa?" jawab Celine.


"Hallo, ini Celine?" tanya seseorang di ujung panggilan.


"Ya, benar. Siapa, ya?" gumma Celine.


"Hallo, ini aku Jisoo. Masih ingat kan, Kang Jisoo." kata seseorang yang tidak lain adalah Kang Jisoo.

__ADS_1


"Oh, iya. Aku ingat. Ada apa, Jisoo?" tanya Celine.


"Begini. Aku besok ingin mengajakmu pergi mengunjungi sebuah boutique yang baru buka. Apa kau ada waktu? kita pergi setelah makan siang bersama. Ah, sebelum makan juga boleh." kata Jisoo.


Celine terdiam sesaat, "Besok, ya?" tanya celine lagi.


"Hm, besok. Apa kau sibuk? tidak bisakah kau makan dan pergi denganku? Maaf, mungkin ini terdengar aneh, tetapi aku ingin menjadi temanmu. Aku mau kita mengenal satu sama lain dan menjadi akrab." jelas Jisoo.


"Ya, baiklah. Besok kau datang saja ke tokoku. Setelah itu kita belanja dan makan siang. Aku hanya bisa menemanimu sampai makan siang. Karena tokoku tak bisa lama-lama tutup." jelas Celine.


"Ok, ok. Tidak masalah. Baiklah, aku tutup panggilannya. Kau pasti sedang sibuk dengan aktivitasmu. Sampai besok, Celine." kata Jisoo terdengar riang.


"Ya, sampai besok." jawab Celine.


Jisoo llau mengakhiri panggilannya. Celine menatap layar ponselnya, ia menyimpan nomor Kang Jisoo di kontak teleponnya.


"Hahh ... untung besok tidak ada pesanan. Dia aneh sekali. Mau jadi temanku? apa yang akan dia dapatkan dengan berteman denganku? Model top berteman dengan penjual bunga, hahaha ... " gumam Celine diiringi tawa.


"Celine, ayo makan." Suara Siane menggelegar di luar.


Celine kaget. Ia mendengar suara Siane yang bagaikan petir di tengah hujan. Ia meletakan ponselnya di nakas lalu, keluar dari kamarnya. Ia tidak mau sahabat baiknya itu kembali berteriak memanggil namanya.


***


"S*al! Kang Jihyuk, pria itu berani mengacau rencanaku. Lihat saja, aku tidak akan tinggal diam. Kau memintaku untuk tidak macam-macam, kan? kau tidak tahu siapa Marc. Aku akan semakin ingin melakukannya, jika dilarang. Pembalasanku akan dimulai dari Adikmu yang cantik ini, hahaha ... " Marc memegang foto Kang Jisoo dan meremat foto itu.


Marc bertekad ingin membalas Kang Jihyuk. Ia tidak terima rencananya hancur dan berakhir begitu saja. Ia pun mulai merencanakan sesuatu, yang kemungkinan saja akan membahayakan Kang Jisoo.


***


Celine dan Siane sedang makan malam. Mereka menikmati makan malam dengan tenang. Celine menceritakan sedikit tentang pertemuannya dengan Dion. Siane yang mendengar merasa kesal, karena Siane tidak pernah menyukai Dion sejak dulu.


" ... apa? jadi, kau bertemu si psikopat itu?" Siane kaget, menatap tajam ke arah Celine.


"Hei, dia bukan psikopat. Kau ini, kenapa begitu kesal?" Celine berusaha menenangkan Saine.


"Hah ... aku kesal karena kau bertemu dengan psikopat itu. Aku sangat, sangat, sangat tidak menyukainya. Untung aku tidak bertemu dengannya, jika aku bertemu aku akan mencakar wajahnya itu." keluh Siane menggebu-gebu. "Oh, apa saja yang kalian bicarakan?" tanya Siane penasaran.


Celine teringat akan cerita Dion soal Hezkiel dan Monna, "Soal ... Hezkiel dan Monna. " jawab Celine tidak bersemangat.


Uhuukkk ... hukkk ....

__ADS_1


Siane yang sedang minum langsung tersedak


"Hei ... " kata Celine memberikan lap mulut pada Siane. "Bagaimana caramu minum, Nona Robert." ejek Ceeline.


Siane menarik napas dalam lalu, mengembuskan napas perlahan. Ia mengusap mulutnya dengan lap mulut yang diberikan Celine.


"Hahhhh ... " Hela napas Siane. "Aku bisa gila." gumam Celine lagi.


Celine menatap Siane, " Mau aku lanjutkan cerita atau kita sudahi saja?" tanya Celine.


"Lanjutkan, lanjutkan. Meski aku tak suka, ceritakan saja. Aapa yang Dion dan kau bicarakan mengenai pasangan busuk itu." kata Siane yang melanjutkan makan malamnya.


"Jadi, Dion memberitahu, Kalau Hezkiel dan Monna sedang tidak baik-baik saja. Ada dua hal yang juga membuatku terkejut tadi. Pertama, Monna ketahuan selingkuh di depan mata Hezkiel sendiri. Kedua, ternyata Monna dan Hezkiel hanya melakukan pernikahan rekayasa. Semua dilakukan oleh Monna dengan suatu alasan, yang Dion juga tidak ketahui." Cerita Celine.


Siane melongo, " Apa, ini? ini bukan mimpi, kan? astaga, aku senang ssekali. Nagaiman aini, aku mau menertawakan pasangan busuk itu. Astaga ... " batin Siane.


"Bagus, bagus, bagus. Ini kabar bagus. Akhirnya pria b*r*ngs*k itu mendapatkan upahnya. Dia pasti merasakan sakit yang teramat, saat tahu wanita yang dia agung-agungkan selama ini berselingkuh. Dan itu di depa matanya? hahaha ... aku sangat bahagia, Celine. Inilah hal yang paling kunantikan. Kau bilang apa tadi? pernikahan mereka hanya rekayasa? wah, wah. Jika aku punya usaha dibidang perfilman. Aku akan rekrut si j*l*ng itu untuk syuting film." Siane merasa sangat senang.


"Kau ini ada-ada saja. Sudahlah, tidak perlu kita bahas lagi. Bagaimana pekerjaanmu? lancar-lancar saja, kan." tanya Celine. Mengganti topik pembicaraan.


"Oh, ya. Hampir saja aku lupa. Besok aku akan pergi ke luar kota. Apa kau tidak apa-apa ku tinggal sendirian? kantor cabang sedang sibuk, dan aku mewakili kantor pusat mengawasi juga membantu kalau-kalau ada yang dibutuhkan." jelas Siane.


"Tidak apa-apa. Ini kan bukan kali pertama kau pergi, Siane. Berapa lama?" tanya Celine.


"Hm ... kali ini agak lama. Satu minggu." jawab Siane.


"Tidak masalah, berapa lama pun. Yang terpenting kau jaga pola makan dan istirahatmu, ya. Awas saja, jika kau pulang dan jatuh sakit." Celine mulai mengomel.


Siane tersenyum, "Aku pasti sangat merindukanmu. Oh, kau sibuk? setelah makan, mau bantu aku berkemas, tidak?" tanya Siane.


"Tentu saja. Aku perlu memasukan obat darurat dan vitamin untukmu." jawab Celine.


***


Malam harinya ....


Setelah membantu Siane berkemas. Celine kembali ke kamarnya untuk segera beristirahat. Celine duduk bersandar bantal di atas tempat tidur, ia memikirkan pertemuannya dengan Dion.


"Kenapa, ya? Dion terlihat tertekan, tetapi ia seperti sedang menutupi sesuatu juga. Apa sudah terjadi sesuatu antara Dion dan Lidya? Dion yang kukenal selama ini, tidak pernah sekalipun memasang ekspresi wajah seperti tadi. Apa perlu ku tanya? Ah, tidak, tidak. Aku tidak boleh ikut campur lagi masalah apapun dengan semua orang-orang itu. Tapi, aku juga penasaran." batin Celine sedang Dilema.


Pikirannya teralihkan, Celine tiba-tiba teringat akan Hezkiel dan Monna. Celine memikirkan cerita yang Dion sampaikan padanya perihal dua orang yang menyakiti hatinya itu.

__ADS_1


*****


__ADS_2