
Celine dan Jihyuk minum bir bersama dan membicarakan banyak hal. Celine bercerita mengenai toko bunganya juga kesehariannya. Ia juga mengungkapkan betapa ia merindukan Jihyuk. Selama ditinggal pergi oleh Jihyuk.
"Jadi, kau sangat merindukanku, ya?" tanya Jihyuk.
Celine menganggukkan kepala, "Tentu saja. Aku sangat rindu. Sampai terbayang-bayang wajahmu." jawab Celine.
Jihyuk tersenyum, "Apa aku sebegitu memesona, sampai kau terbayang-bayang?" Jihyuk merasa senang juga merasa geli.
Celine mendekatkan wajahnya ke wajah Jihyuk, "Wajah seperti ini, bagaimana tidak memesona? saat ini pun aku sedang terpesona oleh ketampananmu." jawab Celine.
"Aku juga. Aku terpesona oleh kecantikanmu." kata Jihyuk, membelai rambut Celine.
"Benarkah? bukankah masih banyak wanita yang lebih cantik dariku. Kenapa kau hanya melihatku?" tanya Celine.
"Ya, memang benar. Tapi, yang memikat hatiku hanya kau seorang." kata Jihyuk manis.
"Ohhh, manisnya. Semakin lama kau semakin pandai bicara, ya. Hm, menggemaskan." Celine mengusap-usap wajah Jihyuk dengan lembut.
Celine lalu mencium pipi kiri dan kanan Jihyuk bergantian. Ia menyandarkan kepalanya ke dada bidang Jihyuk. Punggung dan kepala Celine diusap-usap oleh Jihyuk.
"Celine ... " panggil Jihyuk.
"Ya," jawab Celine.
"Jangan sungkan menegurku. Jika aku melakukan kesalahan, atau aku melupakan sesuatu. Aku suka kau yang selalu cerewet dan perhatian padaku. Dan terima kasih, sudah mau memberiku kesempatan untuk menjadi penghibur kesedihanmu." kata Jihyuk, mencium puncak kepala Celine.
Celine tersenyum, "Harusnya aku yang berkata seperti itu. Terima kasih, kau mau menjadi penyembuh lukaku, Jihyuk. Kuharap, kita bisa terus saling memahami dan mengerti seperti ini, untuk seterusnya. Kau juga, jika ada sesuatu yang membuatmu resah, langsung tanyakan padaku, ya." Celine bicara sambil bermain kancing kemeja Jihyuk.
"Kalau begitu, jujurlah padaku sekarang. Kau menilaiku orang yang seperti apa?" tanya Jihyuk.
Celine mengangkat kepalanya, "Kau ingin dengar?" jawab Celine menatap Jihyuk. Yang langsung dijawab anggukan oleh Jihyuk.
Celine tersenyum, "Kesan pertamaku, ya. Hm ... saat melihatmu, kukira kau orang yang kaku dan dingin. Mungkin karena kau jarang bicara. Tapi, setelah mengenalmu saat di rumah sakit, aku sadar pemikiranku salah. Kau orang yang baik, ramah, perhatian dan peka." jawab Celine.
"Peka?" ulang Jihyuk.
"Ya, peka. Apa kau tidak sadar?" tanya Celine.
"Entahlah, aku tidak merasa seperti itu." Jihyuk tidak membenarkan perkataan Celine.
"Ya , sudahlah. Kurasa kau memang tidak sadar. Hooaaam ... ah, aku mengantuk." Celine baru saja menguap dan mengeluh mengantuk.
Jihyuk melihat jam di dinding ruang tengah rumahnya, "Ayo, kita tidur. Ini juga sudah tengah malam." ajak Jihyuk.
Celine menganggukkan kepala. "Ya, ayo kita tidur." jawab Celine.
Jihyuk berdiri dari posisi duduknya. Ia lantas menggendong Celine dan membawa Celine ke kamar tidur. Sesampainya di kamar tidur, Jihyuk membaringkan Celine ke atas tempat tidur.
Jihyuk menyelimuti Celine. Ia mengusap-usap kepala Celine dengan lembut. Dikecupnya juga kening Celine.
__ADS_1
"Selamat tidur, sayang Mimpi indah." bisik Jihyuk.
Celine langsung mengalungkan tangannya ke leher Jihyuk, "Kau mau ke mana?" tanya Celine menatap Jihyuk manja.
"Aku mau ambil air minum. Aku tidak akan lama." jawab Jihyuk. Ia mengusap wajah Celine dan mencium hidung Celine.
Celine tersenyum, "Aku akan tunggu. Jadi, jangan lama-lama." kata Celine.
"Ya, aku tidak akan lama. Tunggu saja sambil berbaring. Ok." kata Jihyuk menyakinkan Celine jika ia tidak akan lama untuk meninggalkan kamar. Celine mengerti dan menganggukkan kepala sebagai jawaban.
Jihyuk lantas keluar kamar dan pergi ke dapur. Ia mengambil nampan dan meletakna teko air juga gelas. Lalu, dibawanya nampan berisi teko dan gelas masuk kembali dalam kamar. Saat pintu terbuka, Celine memalingkan pandangan menatap arah pintu. Ia senang melihat kesayangannya sudah kembali. Setelah meletakan nampan di atas meja, Jihyuk pun berjalan mendekati tempat tidur.
Jihyuk naik ke atas tempat tidur. Ia masuk ke dalam selimut dan berbaring di samping Celine. Celine mengubah posisinya, ia memiringkan tubuhnya menghadap Jihyuk. Ia terus menatap lekat ke arah Jihyuk.
"Ada apa?" tanya Jihyuk menatap Celine.
Celine perlahan mengembangkan senyuman cantik, "Aku mencintaimu, Jihyuk. Teruslah bersamaku, apapun yang terjadi nanti. Aku tidak mau kehilanganmu atau berpisah denganmu." ungkap Celine.
Jihyuk mencium kening Celine, "Aku juga mencintaimu. Kau tidak perlu cemas. Mau hari ini, esok, lusa atau seribu tahun lagi, aku akan tetap mencintaimu. Aku akan berada di sisimu, melindungimu dan tentu saja menua bersamamu. Kita akan bersama, selama mungkin." jawab Jihyuk yang juga tersenyum tampan.
"Aku bahagia hari ini. Aku bisa melihatmu, menyentuhmu juga bersama denganmu. Aku sangat, sangat bahagia. aku bahagia." ucap Celine berbinar. Ia langsung memeluk Jihyuk.
"Imutnya ... " batin Jihyuk. Mengusap-usap punggung Celine.
"Aku juga bahagia Celine. Bahagia sampai tidak tahu ini nyata tau hanya angan-anganku. Aku takut untuk menutup mataku, Aku tidak mau kau tiba-tiba menghilang esok hari." batin Jihyuk lagi.
"Ya," jawab Jihyuk.
"Kau belum tidur?" tanya Celine.
"Belum. Tidurlah, aku akan menjagamu." kata Jihyuk memeluk Celine.
Celine melepaskan pelukan dan menadahkan kepala menatap Jihyuk, "Jawab dengan jujur. Kenapa?" desak Celine.
"Tidak apa-apa. Hanya belum mengantuk saja." jawab Jihyuk.
Celine bangun dari posisi berbaring, Ia menunduk, mendekatkan wajahnya ke wajah Jihyuk.
"Sungguh hanya itu? kau tidak sakit, kan. Coba kulihat," kata Celine yang langsung menempelkan tangannya ke dahi Jihyuk.
Jihyuk lagi-lagi tersenyum, "Kau sedang apa? aku tidak sakit, sayang. Aku baik-baik saja." kata Jihyuk.
Jihyuk memegang tangan Celine lalu, mencium tangan Celine. Celine masih diam menatap Jihyuk.
"Kenapa masih menatapku? jika kau terus menatapku, aku akan ... " Jihyuk menjeda ucapannya.
"Akan, apa?" tanya Celine menatap tajam.
Jihyuk tiba-tiba bangun dan membaringkan Celine lalu, menindih Celine.
__ADS_1
Mata Celine melebar, "A, a, apa yang mau kau lakukan?" tanya Celine gugup.
"Pikirkan saja. Kau mau aku melakukan apa?" tanya JIhyuk menggoda Celine.
Dahi Celine berkerut, "Jangan menakut-nakutiku." gumam Celine.
"Oho ... jadi, kau merasa takut. Aku bahkan belum melakukan apa-apa. Kau memang sangat menggemaskan." kata Jihyuk gemas.
Jihyuk menggelitik Celine. Membuat Celine tertawa sampai air matanya keluar. Celine juga meminta Jihyuk untuk menghentiikan menggelitikinya.
"Sudah, hentikan." kata Celine.
"Tidak akan. Aku masih mau menghukummu." kata Jihyuk.
Jihyuk terus menggelitik Celine. Sampai tanpa sadar Wajah Jihyuk dan Celine semakin dekat sampai hidung keduanya bersentuhan. Tidak melepaskan kesempatan, Jihyuk langsung mencium bibir Celine.
Ciuman lembut itu, perlahan-lahan berubah menjadi ciuman panas. Kali ini Celine mengimbangi ciuman Jihyuk. Keduanya masih berciuman sampai beberapa waktu.
Jihyuk melepas ciumannya, "Cukup, kita harrus tidur." kata Jihyuk.
"Sudah? begitu saja?" kata Celine asal bicara.
"Lalu, kau mau apa? ki ... " ucapan Jihyuk terhenti. Karena Celine tiba-tiba menciumnya lagi.
Celine menggigit bibir Jihyuk lalu, menghisap lembur bibir Jihyuk. Hal itu membuat Jihyuk gelisah , suhu tubuhnya mulai meningkat. Ia tidak bisa menolak keinginan untuk membalas ciuman sang kekasih.
Pada akhirnya, Jihyuk membalas ciuman Celine. Ia tergoda untuk menikmati bibir wanita kesayangannya itu. Sampai tanpa sadar tangan Jihyuk juga mencari sasaran. Tangannya menyelinap masuk ke dalam pakaian Celine, menyentuh pinggang Celine.
Tiba-tiba Jihyuk sadar, ia tidak bisa melanjutkan lebih jauh lagi sebelum ia dan Celine memiliki ikatan yang jelas. Jihyuk kembali melepas ciumannya dan memberikan penjelasan agar bisa dimengerti oleh Celine.
"Sayang, dengarkan aku. Jangan melakukannya lagi, ok. Jangan buat aku kehilangan kesadaranku dan melakukan apa yang nantinya akan menyakitimu." jelas Jihyuk
"Memangnya aneh jika dua orang dewasa menghabiskan malam bersama?" tanya balik Celine.
Jihyuk menggelengkan kepala, "Bukan itu maksud ucapanku, Celine. Tapi, aku tidak mau menyakitimu dan membuatmu terluka. Ayo, kita lakukan hal-hal yang lebih panas saat kita sudah menikah. Sebelum kita menikah, batasan kita hanya sampai berpeelukan dan berciuman. Tidak untuk bercinta." tegas JIhyuk menjelaskan.
Celine menganggukkan kepala, Ia memahami maksud Jihyuk. Dengan begitu, ada perasaan lega dalam hati Celine. Jihyuk bukan pria yang akan memanfaatkan kesempatan. Ia lebih memilih menahan diri dan tidak melewati batasan.
"Aku mengerti, " jawab Celine tersenyum.
"Apa kau marah?" tanya Jihyuk khawattir. Ia tidak mu menyakiti hati kekasihnya.
Celine menggelengkan kepala, "Aku baik-baik saja. Aku senang, ternyata kau pria yang berpikiran dewasa dan luas. Berkencan bukan hanya soal menyatukan perasaan atau tubuh. Tetapi juga untuk saling mengenal, memahami, dan menghargai pasangan. Aku bangga padamu, Jihyuk. Padahal tadi aku sempat khawatir." jelas Celine yang sempat khawatir.
"Ternyata wanita yang kucintai berhati lapang dan sangat dewasa dalam pemikiran, ya. Kau membuatku jatuh cinta lagi, lagi dan lagi.Aku juga bangga padamu. Teruslah menjadi dirimu sendiri. " kata Jihyuk memuji Celine.
Selesai saling bercerita, keduanya pun berbaring bersebelahan. Jihyuk lalu, memeluk Celine. Tak lama, keduanya memejamkan mata dan terlelap tidur.
*****
__ADS_1