Aku dan Simpanan Suamiku

Aku dan Simpanan Suamiku
46. Perceraian Dan Kesiapan Hati


__ADS_3

Dua minggu kemudian ....


Perceraian yang diminta oleh Celine pun disetujui dan akhirnya terlaksana. Meski secar sepihak menginginkan perceraian, ia mendapatkan dukungan penuh dari pihak keluarga Hezkiel. Berbeda dengan Hans dan Lily yang ingin Celine bahagia. Christian justru menilai Celine terlalu tergesa-gesa dan egois dalam mengambil keputusan. Dengan mudahnya, Christian mengatakan jika pria memiliki wanita lain adalah hal yang wajar. Mendengar itu, Celine langsung menjawab. Jika apa yang dikatakan Papanya sesuai dengan apa yang terjadi di dalam keluarganya. Di mana Papa Celine menikah kembali dengan Lidya yang merupakan wanita jahat.


" ... pikirkan lagi. Kau terlalu tergesa-gesa, Celine. Perceraian hanya akan membuatmu menderita. Jangan egois dan mementingkan kebahagiaanmu sendiri." kata Christian.


"Apa?" gumam Celine kaget. "Apa maksud Papa dengan mengatakan aku egois? apa Papa mengerti apa yang ku alami?" kata Celine.


"Memangnya apa? dengar ini, Celine. Pria memiliki wanita lain itu bukan hal yang perlu dibesar-besarkan. Yang terpenting adil pada semua wanitanya. Apa yang takutkan? bukankah kau juga tidak kekurangan apapun?" Christian dengan santainya mengatakan sesuatu yang menyakiti perasaan Celine.


"Oh, begitu, ya. Jadi, menurut Papa ini wajar? Ya, benar juga. Papa kan juga sama saja. Memiliki wanita lain selain Mama. Aku curiga, dengan Papa bicara seperti ini. Apa mungkin Papa masih memiliki wanita lain selain Mama Lydia?" Celine membalas perkataan menusuk Papanya.


Reaksi Christian justru terlihat kebingungan dan salah tingkah. Hal yang tiba-tiba seperti itu, membuat Celine semakin curiga.


"Apa, ini? Papa sungguh punya wanita lain? apa benar begitu? lihat, Papa yang tadi bicara santai dan kaku itu sekarang seperti cacing kepanasan. Jangan-jangan ucapan asalku adalah kenyataan." batin Celine menduga-duga.


"Ah, kenapa aku gelisah begini. Tidak, bukan! hal itu adalah sebuah kecelakaan saja. Aku dan wanita itu hanya melakukan kesalahan. Ya, itu bukan sebuah perselingkuhan. Itu hanya ... hanya ... " batin Christian teringat akan masa lalu.


"Hah, lupakan saja. Keputusanku sudah bulat. Mau apapun ucapan Papa, tidak akan pernah bisa mengubah keputusanku. Kumohon, Pa. Kali ini jangan ikut campur dalam hidupku. Cukup sampai di mana Papa menikahkan aku dengan Hezkiel." pinta Celine dengan sangat.


Christian diam membisu. Ia tidak berkata apa-apa lagi. Melihat Papanya diam, Celine pun memutuskan pergi meninggalkan kantor Papanya. Ia lalu, berpamitan. Ia mengucapkan salam perpisahan dengan Papanya.


"Celine pergi, Pa. Jaga kesehatan Papa dan semoga Papa selalu dalam keadaan baik-baik saja. Tidak perlu khawatirkan Celine. Ke mana Celine pergi, bersama siapa dan untuk apa. Itu adalah hak dan hal pribadi yang ingin Celine sembunyikan. Meski Celine tidak suka dengan ucapan Papa. Tapi, Celine juga tidak akan bisa membenci Papa yang telah membesarkan Celine dan membiayai seluruh kebutuhan Celine selama ini. Maaf, Pa. Dan ... terima kasih untuk segalanya. Celine pergi ... " pamit Celine. Ia langsung tergesa-gesa pergi meninggalkan Christian seorang diri di dalam ruangannya.

__ADS_1


Hati Christian terasa nyeri. Ia tidak menyangka akan mendengar salam perpisahan dari putrinya. Kening Christian berkerut, tiba-tiba merasa sedih.


***


Celine bertemu dan berbincang dengan Hans dan Lily. Mereka saling mengucapkan salam perpisahan.


" ... Jaga dirimu selama kau di sana, Celine. Jangan pikirkan apa-apa. Fokuslah pada keiginanmu dan impianmu." kata Lily.


"Ya, Ma. Terima kasih, Papa dan Mama mau membantuku. Aku senang, juga sedih. Aku sedih karena harus meninggalkan kalian berdua." mata Celine berkaca-kaca.


"Sayang, jangan menangis. Kami baik-baik saja. Kami tidak apa-apa. Yang terpenting adalah kebahagiaanmu." kata Lily lagi menyemangati Celine.


Keduanya lalu, berpelukan erat. Hans terharu, ia menangis diam-diam. Ia sedih, tetapi juga lega. Perasaanya campur aduk tidak karuan.


"Tidak, Nak. Jangan meminta maaf. Kau tidak salah. Kamilah yang seharusnya minta maaf, karena Hezkiel sudah bersikap buruk dan melukai hatimu." kata Hans.


"Kenapa Papa yang minta maaf. Yang bersalah bukan Papa atau Mama." kata Celine, Ia menyeka air matanya yang jatuh menetes. "Sekarang, semuanya sudah selesai. Celine sudah bebas dan merasa lega." kata Celine tersenyum lebar.


Lily dan Hans memeluk Celine lagi. Meraka berpelukan sambil menangis sesenggukan. Suasana haru, Celine pun langsung berpamitan pada Hans dan Lily. Ia juga meminta Kedua orang yang berdiri di depannya itu, untuk merahasiakan ke mana ia akan pergi dari orang lain.


"Pa, Ma, tolong rahasiakan di mana aku akan menetap ke depannya, pada siapapun. Baik itu, Papa, Mama tiriku atau saudara tiriku. Siapapun tidak boleh tahu. Meski mereka bisa tau kemana aku pergi dengan mencari informasi tentangku, tapi aku tidak yakin mereka bisa sampai tahu di mana aku akan tinggal. Karena temanku, Siane yang menjamin itu." jelas Celine pada Hans dan Lily.


"Soal itu, kau tidak perlu khawatir, Celine. Tidak akan ada yang bisa tau ke mana kau akan pergi. Karena aku akan mengerahkan seluruh kekuatan dan kekuasaan yang kumiliki untuk menutupi jejakmu. Kau bisa hidup tenang dan bebas. Tidak akan ada orang yang menyakitimu di sana." jelas Hans tegas.

__ADS_1


Celine tersenyum lagi, "Ah, aku senang sekali. Papa dan Mama memanglah yang terbaik." kata Celine memuji.


"Kau juga yang terbaik, Celine. Yang paling penting, ialah kesehatanmu. Jangan lupa rutin minum vitamin dan jangan terlambat makan, ya. Jangan melakukan pekerjaan berat untuk pemulihan tubuhmu secara menyeluruh. Jika Papamu tidak sibuk, kami akan sering-sering mengunjungimu. Tentu saja, nanti kita akan bertemu ditempat lain agar aman. Kau mengerti, kan ucapan Mama." kata Lily.


Celine tersenyum, "Ya, aku mengerti, Ma. Mama dan Papa juga harus jaga kesehatan. Jangan pernah memaksakan diri bekerja terlalu keras." kata Celine mengingatkan Hans dan Lily.


"Jangan khawatir. Kami akan menjaga diri dan kesehatan kami baik-baik." kata Hans.


Celine mendapat kejutan lain dari Hans dam Lily. Ada seseorang yang ingin bertemu Celine, dan itu adalah Bibi Anha. Celine senang, akhirnya bisa bertemu dengan Bibi Anha, setelah sekian lama.


"Bibi ... " panggil Celine senang.


Anha menyeka air matanya, "Ah, Nyonya. Senang bertemu Anda kembai setelah dua minggu kita tidak bertemu." kata Anha.


"Bibi sehat? apa di rumah semua orang sehat?" tanya Celine.


"Semua sehat, Nyonya. Semua orang mengkhawatirkan Anda. Termasuk saya yang hampir tiap malam teringat akan Anda." kata Anha sedih.


Sepulangnya Celine dari rumah sakit. Celine tinggal di kediaman Winter, di rumah Hans dan Lily. Siane juga tinggal di sana. Celine tidak diizinkan Hans ataupun Lily untuk datang ke rumah Hezkiel. Begitu juga Hezkiel yang tidak diperbolehkan datang apapun alasannya.


Anha sengaja diminta Lily untuk datang untuk membawa semua barang keperluan Celine yang ada di rumah Hezkiel. Celine membawa barang-barang yang penting, dan meminta Bibi Anha memberikan pada pelayan barang-barang yang tidak dibutuhkan. Pemberian Hezkiel, diminta Celine untuk dikembalikan pada sang pemilik. Celine tidak mau lagi terikat dengan Hezkiel, meski hanya dengan barang-barangnya.


Hans dan Lily tidak keberatan dengan keputusan Celine. Bagi mereka, hal paling penting adalah kebahagiaan Celine itu sendiri. Harapan Hans dan Lily, agar Celine lekas pulih dari luka batin dan hidup bahagia seperti sebelumnya.

__ADS_1


*****


__ADS_2