Aku dan Simpanan Suamiku

Aku dan Simpanan Suamiku
37. Pengakuan Monna


__ADS_3

Satu minggu kemudian ....


Monna kembali pulang ke rumah, setelah beberapa hari di sekap oleh Antonio dan memulihkan lebam ditubuhnya. Monna tidak ingin orang lain melihat kondisinya yang tragis. Karen ia tidak mau dikasiani.


Sesampainya di rumah, Monna sengaja menemui Celine. Celine berada di ruang buku lantai dua. Ia asik membaca buku seputar ibu hamil.


Tok ... tok ... tok ....


Pintu ruang baca diketuk Monna.


"Ya, masuk." kata Celine lembut.


Klekkk ....


Pintu ruangan terbuka. Celine kaget, saat tahu Monna datang ke ruang buku. Monna mendekati langsung mendekati Celine.


"Monna, kenapa dia ke sini?" batin Celine.


"Aku ingin bicarakan sesuatu," kata Monna.


"Ya, apa?" jawab Celine.


"Aku ingin beritahu kau hal yang sangat penting. Sebenarnya, hubunganku dan Hezkiel lebih dari apa yang kau perkirakan." Monna awalnya ragu, tetapi ia tidak bisa mundur lagi sekarang.


Celine mengernyitkan dahinya, "Apa maksudmu sebenarnya, Monna? bicara yang jelas, jangan berbelit." Celine bingung tidak mengerti maksud Monna.


"Sebenarnya ... aku dan Hezkiel sudah menikah sejak lama. Pernikahan kami memang dirahasiakan dari siapapun. Alasannya, kau pasti tahu alasannya apa. Aku tidak bisa sembunyikan ini lagi. Aku ingin kau tahu kebenarannya, Celine." Monna menatap tajam ke arah Celine.


Celine kaget, "Apa? jadi kalian ... " gumam Celine.


"Ya," jawab Monna singkat.


Celine menutup matanya sesaat lalu membuka lagi matanya, "Apa-apaan, ini. Kenapa kau beritahu aku hal seperti ini, Monn?" protes Celine.


"Apa lagi. Aku tidak ingin kau terus menempel pada suamiku. Jika status kita terbuka begini, bukankah kau adalah pihak ketiga? aku hanya kesal, setiap kau menatapku, setiap kita bertengkar. Kau selalu menyebutku simpanan atau apalah itu. Bahkan kau selalu menekankan ucapanmu dikata 'Simpanan'. Aku tidak terima. Aku bukan simpanan, aku adalah istri Hezkiel." jelas Monna, terkait statusnya yang sebenarnya.


"Begini sudah cukup menggoyahkan pikirannya, kan. Hah, s*al*n! gara-gara Antonio aku sampai harus seperti ini. Tidak masalah, yang terpenting Hezkiel akan datang membawa apa yang kuinginkan." batin Monna.

__ADS_1


Melihat Celine yang hanya diam tanpa bicara. Monna merasa sudah cukup baginya untuk mengusik Celine.


"Apa yang perlu kau tahu sudah ku beritahu. Jadi, tolong jaga ucapanmu mulai dari sekarang. Statusku jauh diatasmu, Celine. Aku adalah orang pertama yang menikah dengan Hezkiel, meski tanpa adanya pesta pernikahan ataupun restu orang tua Hezkiel. Semua itu bukan hal besar buatku, yang pasti Hezkiel mencintaiku dengan sepenuh hatinya." kata Monna lagi, Monna sengaja meledakan boom kepada Celine. Sengaja membuat pikiran dan hati Celine kacau.


Monna pun langsung pergi. Ia meninggalkan ruang baca dan pergi ke lantai bawah menuju kamarnya. Sementara itu, di dalam ruangan Celine diam terpaku. Benar saja, pikirannya kacau. Hatinya terasa seperti tersayat-sayat.


"Ini mimpi, kan? ini tidak mungkin. Bagaimana bisa mereka di belakangku? ah, kepalaku langsung sakit." gumam Celine. Ia menekan pelipisnya dan memijat lembut, kepalanya terasa nyeri, begitu juga hatinya.


***


Sebelumnya ....


Hezkiel menghubungi Monna. Ia memberitahukan jika ia akam segera kembali pulang ke rumah. Hezkiel bertanya posisi Monna dan apa yang sedang Monna lakukan. Ia juga memberitahukan jika keinginan Monna akan terpenuhi.


" ... kau di mana?" tanya Hezkiel.


"Di rumah. Aku baru pulang pemotretan. Kenapa?" tanya Monna.


"Pelayan bilang, kau tidak di rumah seminggu ini. Kau mebginap di luar?" tanya Hezkiel lagi.


"Ya, aku tidur di tempat Managerku. Kau masih lama di sana? apa pekerjaamu begitu banyak, sampai kau sesibuk ini?" tanya Monna penasaran.


"Apa?" tanya Monna langsung.


"Apa yang kau inginkan akan ku penuhi. Bukankah aku sudah katakan padamu, aku akan berikan itu." jawab Hezkiel.


Mata Monna melebar, "Kau sungguh memberikannya padaku?" tanya Monna lagi tidak percaya.


"Ya, sayang. Aku akan berikan. Sudah aku urus semuanya, sampai di dumah nanti akaj langsung kuberikan padamu. Kau tidak marah lagi padaku, kan?" kata Hezkiel, berharap Monna memaafkannya dan bersikap manis lagi padanya.


Monna memutar bola mata, "Ya, itu tergantung kau. Cepatlah kembali, dan hati-hati di jalan. Ok." pinta Monna bersuara lembut.


"Ok. Aku mencintaimu, dahh ... " ucap Hezkiel mesra.


"Hm, aku juga. Dahh ... " balas Monna.


Monna mengakhiri panggilan dari Hezkiel. Meski ia akan mendapatkan apa yang ia inginkan, tetapi perasanya tidak merasa puas. Ia justru merasa sebaliknya, ia merasa khawatir hal lain terjadi di luar dugaanya.

__ADS_1


"Kenapa aku tidak merasa nyaman dan aman, ya. Apa aku sungguh bisa membawa Mama pergi dari genggaman Antonio? Si tua s*al*n itu tidak mungkin ingkar janji, kan. Ya, meski selama ini dia tidak pernah tidak menuruti kemauanku. Namun, aku masih meragukannya. Hahhhh ..." hela napas panjang Monna.


Monna membuka foto di galery ponselnya. Ia menatap fofo Mamanya dan mengusap foto itu. Mata Monna berkaca, ia merasa sedih.


"Ma, Mama ada di mana? kenapa sesulit ini untuk menemui Mama? aku merindukanmu, Ma. Aku rindu ... " gumam Monna yang akhirnya menangis.


Sudah lama Monna tidak bertemu Mamanya. Semuanya karena Antonio membatasi intersaksi antara ia dan Mamanya. Berbulan-bulan lamanya, Monna hanya menerima kiriman foto Mamanya tanpa bisa bicara atau menyentuh Mamanya.


***


Siang harinya ....


Monna duduk di ruang tengah, ia melihat-lihat majalah dan menikmati jus jeruk kesuakaanya. Di sampingnya ada Marie yang setia menemani.


"Nyonya, Anda tidak makan siang?" tanya Marie.


"Tidak. Aku menunggu suamiku." kata Monna.


Marie menganggukkan kepala, "Baik, Nyonya." kata Merie. Saat Marie tanpa sengaja menadahkan kepala melihat ke lantai dua, ia melihat Celine berjalan perlahan seperti akan turun. "Nonya, lihat." bisik Marie tiba-tiba. Marie menunjuk ke arah Celine berjalan.


Monna menatap apa yang ditunjuk Marie, "Ada apa?" tanya Monna. Monna melihat Celine berjalan hendak turu dari tangga. Namun beberapa saat ia kembali menatap majalah dipangkuannya. "Biarkan saja. Aku kan tidak punya urusan lagi dengannya. Pergi ke dapur dan ambilkan aku lagi jus jeruk di lemari pendingin, Marie ... " lanjutnya memerintah Marie.


"Baik, Nyonya. Akan sa ... " kata-kata Marie terputus. Karena tiba-tiba ada suara teriakan keras.


"Aaaaahhhhhhh .... "


Monna dan Marie kaget. Mereka melihatke arah suara teriakan. Teriakan itu berasal dari Celine yang ternyata jatuh menggelinding di tangga saat hendak turun. Ditambah lagi, di waktu yang bersamaan Hezkiel tiba di rumah. Anha yang mendengar teriakan juga kaget, dan langsung pergi dari dapur ke arah suara.


Terlihat tubuh Celine menggelinding menuruni anak tangga. Sampai akhirnya Celine terkulai lemas di lantai.


"Ahhh, Nyonya ... " teriak Anha panik.


Hezkiel yang melihat Celine jatuh langsung berlari mendekati Celine. Ia bahkan langsung melempar tasnya ke lantai. Hezkiel panik, ia melihat darah segar mengalir diantara dua paha Celine. Celine setengah sadar, saat melihat Hezkiel ia meyebut janin yang dikandungnya.


"Celine ... " panggil Hezkiel.


"A-anakku ... " gumam Celine mencengkram tangan Hezkiel. Celine lalu pingsan.

__ADS_1


*****


__ADS_2