Aku dan Simpanan Suamiku

Aku dan Simpanan Suamiku
80. Ciuman Manis


__ADS_3

Pada akhirnya, Celine dan Jihyuk pergi jalan-jalan. Celine mengajak Jihyuk pergi berbelanja di supermarket.


"Kau sungguh tidak apa-apa bolos kerja?" tanya Celine.


"Memangnya kenapa? perusahaan juga tidak akan runtuh hanya karena aku tidak bekerja sehari." jawab santai Jihyuk.


"Ohooo ... lihat, betapa sombongnya CEO kita. Ya, ya, ya. Apa yang tidak mungkin bagi sang penguasa. Benar, kan." sahut Celine mengejek.


Jihyuk tersenyum, "Selain mengomel dan menggerutu, ada satu lagi keahlianmu, ya." kata Jihyuk menatap Celine.


Celine mengernyitkan dahi, "Apa?" tanya Celine.


"Mengejek," jawab Jihyuk.


"Mengejek? siapa? aku tidak begitu." gerutu Celine.


"Lihat ini. Kau memajukan bibirmu lagi." Jihyuk menunjuk bibir Celine dengan jari telunjuk tangan kanannya.


Celine diam terpaku menatap Jihyuk. Begitu juga Jihyuk yang menatap Celine. Keduanya bertatapan mata. Sampai ada seseorang yang tergesa-gesa membawa troli dan hendak menabrak keduanya.


"Awas ... "Jihyuk langsung merangkul Celine dan mendekap Celine. Mereka menepi agar tidak tertabrak.


Celine kaget, wajahnya memerah karena ia bertatap muka dengan Jihyuk. Jarak wajah Celine dan Jihyuk begitu dekat, sampai membuat jantung keduanya berdegup.


Deg ... deg ... deg ....


Suara detak jantung yang berdegup tidak beraturan, disertai semu merah di wajah masing-masing.


"Ehemmm ... " Celine berdehem, "Terima kasih. Tapi, bisa tolong lepaskan? ini terlalu dekat." kata Celine tersenyum lebar.


Jihyuk kaget, "Oh, maaf." kata JIhyuk melepaskan rangkulannya.


Keduanya menjadi canggung. Mereka saling membuang pandangan.


"Ayo, masih banyak yang belum kubeli." ajak Celine.


"Ah, iya. Ayo," jawab Jihyuk.


Keduanya kembali berjalan beriringan menuju rak yang menyediakan kebutuhan dapur. Jihyuk membantu Celine mendorong troli belanjaan.


"Sebentar. Aku butuh itu," kata celine menunjuk sesuatu yang terletak agak tinggi.


"Ok. Aku ambilkan," jawab Jihyuk. Yang langsung sigap membantu Celine mengambilkan apa yang diinginkan Celine.


Jihyuk memasukan apa yang baru saja diambilnya ke dalam troli belanjaan, "Ada lagi?" tanya Jihyuk.

__ADS_1


Celine menganggukkan kepala, "Iya, ambilkan itu, itu dan yang itu." kata Celine. Kembali menunjuk apa yang diinginkan Celine.


Tanpa menjawab, Jihyuk langsung mengambil semua yang diinginkan Celine. Melihat kecekatan Jihyuk, Celine merasa puas. Ia langsung merangkul lengan Jihyuk lalu, berterima kasih.


"Terima kasih. Untung aku belanja bersamamu." kata Celine tersenyum senang.


Jihyuk menatap Celine, "Ya, sama-sama. Senang bisa membantumu. Apa masih ada lagi yang bisa kubantu ambilkan?" tanya Jihyuk.


"Tidak. Di sini sudah. Ayo, kita lanjut lihat-lihat yang lain." ajak Celine lagi.


Mereka kembali berjalan beriringan menyusuri setiap lorong-lorong yang ada di supermarket. Mereka berhenti di depan rrak sayur mayur dan buah - buahan. Tiba-tiba, Jihyuk menawari Celine sesuatu.


"Mau makan siang dengan masakan rumahan?" tawar Jihyuk.


"Hm, boleh. Tapi, aku kurang pandai memasak. Kemampuanku biasa-biasa saja. Aku takut kau malah tidak selera makan nantinya." jawab Celine.


Tidak, tidak. Bukan itu yang kuinginkan. Aku justru ingin memasak untukmu. Ya, itu pun jika kau mau." kata Jihyuk ragu-ragu.


"Kau bisa memasak? wah, hebat." puji Celine kagum.


"Tapi, aku tidak begitu yakin. Karena aku sudah lama tidak memasak." gumam Jihyuk, kembali ragu-ragu.


"Tak apa-apa. Jika begitu, kita masak sama-sama saja. Bagaimana?" usul Celine.


"Hm, ide bagus." jawab Jihyuk. "Kita buat salad dan steak sederhana." lanjut Jihyuk bicara yang langsung dijawab dengan anggukan kepala oleh Celine.


***


Jihyuk sedang memasak. Celine duduk diam melihat. Karena tidak punya tujuan, Celine membawa Jihyuk ke rumah yang ia dan Siane tinggali. Tidak mungkin juga untuk Jihyuk membawa Celine pulang ke rumah. Yang ada Mamanya langsung menyuruhnya menikahi Celine.


"Begini, ya. Rasanya melihat pria tampan memasak. Bagaimana, ini. Jihyuk terlihat seksi." batin Celine menggigit ujung jari telunjuknya.


Jihyuk memalingkan pandangannya menatap Celine. Ia tersenyum tampan lalu berbalik melanjutkan memasak.


"Eh ... dia tersenyum? padaku?" batin Celine lagi.


Celine berdiri dari duduknya. Lalu, berjalan mendekati Jihyuk. Ia ingin tahu, apa yang sedang Jihyuk lakukan. Jadi, ia mengintip-intip.


"Perlu bantuan?" tanya Celine.


"Tidak. Kau duduk saja." jawab Jihyuk.


"Tapi, aku mau bantu." rengek Celine.


"Tidak boleh. Kau duduk saja. Ok." jawaban Jihyuk tak berubah.

__ADS_1


"Boleh," kata Celine.


"Tidak," sahut Jihyuk.


"Boleh. Aku bilang boleh. Boleh, boleh, boleh." Celine gigih dengan keinginannya untuk membantu.


"Tidak boleh. Kau duduk saja." lagi-lagi jawaban JIhyuk masih tetap sama.


Karena kesal tak diperbolehkan membantu, Celine pun ingin mengambil mangkuk besar berisi sayuran. Tapi, mangkuk itu langsung diangkat tinggi oleh Jihyuk, agar tidak bisa diambil Celine.


"Jihyuk, berikan padaku. Biarkan aku membantumu, ok." kata Celine memohon.


"Aku bisa lakukan sendiri. Ayolah, duduk yang manis. Jadilah anak baik." kata Jihyuk.


"Berikan," Celine menjulurkan tangan ingin meraih mangkuk. Karena tinggi, ia sampai berjinjit. Tapi, apa yang dilakukan Celine sia-sia, karena Ia tidak berhasil meraih mangkuk tersebut.


"Berikan, atau ... " kata Celine menatap Jihyuk.


"Atau apa? ayo, ambilah. JIka kau bisa mengambilnya." Jihyuk tersenyum, ia merasa yakin Celine tidak bisa mengambil mangkuk itu darinya.


Cup ...


Tidak punya pilihan. Celine pun mencium pipi Jihyuk. Tentu saja itu membuat Jihyuk kaget, ia langsung lengah. Tanpa sadar Jihyuk menurunkan mangkuk berisi sayur yang ia angkat. Dan dengan cepat Celine mengambil mangkuk itu dari tangan Jihyuk.


"Ye ... berhasil." ucap Celine bangga.


Jihyuk meraba pipi kirinya perlahan. Jantungnya langsung berdebar- debar. Ia tidak menyangka, jika celine akan menciumnya. Meski hanya sesaat, tetapi kecupan yang Celine berikan begitu terasa.


Celine tidak sadar, jika tindakan nekadnya bisa membuat Jihyuk sakit jantung. Yang Celine pikirkan hanya cara agar Jihyuk lengah dan bisa merebut apa yang ia inginkan.


Deg ... deg ... deg ...


Jantung Jihyuk masih berdebar kencang. Ia melihat Celine tersenyum sambil mengaduk-aduk sayur dalam mangkuk.


Jihyuk tak bisa berpikir jernih lagi. Ia berjalan mendekati Celine yang berdiri di samping meja tak jauh darinya. Ia menarik tangan Celine dan langsung mencium bibir Celine.


Takkk ....


Sendok yang dipegang Celine jatuh ke atas meja. Celine kaget, matanya melebar. Karena Jihyuk tiba-tiba saja menciumnya.


Deg ... deg ... deg ...


Deg ... deg ... deg ...


Tak hanya Jihyuk. Dada Celine pun berdebar-debar. Ciuman yang memabukkan itu langsung membuat Celine terlena. Ia memejamkan mata, merasakan dan menikmati ciuman Jihyuk.

__ADS_1


Ciuman terlepas, mata Celine perlahan terbuka. Keduanya kembali saling menatap tanpa bicara. Jihyuk mengusap wajah Celine lalu, kembali mencium Bibir Celine. Ia mengangkat tubuh Celine, dan menundukkan Celine di atas meja. Tangan kirinya merengkuh tubuh Celine, sedangkan tangan kanannya menahan tengkuk leher Celine. Jihyuk pun memperdalam ciumannya.


*****


__ADS_2