Aku dan Simpanan Suamiku

Aku dan Simpanan Suamiku
89. Jihyuk Mengenalkan Celine Pada Keluarga


__ADS_3

Jihyuk berdiri di depan pintu kamar Papa dan Mamanya. Karena ingin bertemu dan berbincang dengan Orangtuanya, Jihyuk pun mengetuk pintu kamar.


Tok ... tok ... tok ....


"Ma, apa Mama sibuk? bisa bisa bicara sebentar?" teriak Jihyuk.


Klekk ....


Pintu terbuka, Kim Jieun membukakan pintu kamarnya untuk Jihyuk. Ia juga meminta Jihyuk untuk masuk ke dalam.


"Masuklah," kata Jieun.


Jihyuk pun masuk, "Mama ada waktu besok?" tanya Jihyuk.


"Untuk apa kau bertanya? Mama kan selalu di rumah dan tidak pergi ke mana-mana. Tentu Mama selalu ada waktu." jawab Jieun.


"Hm, ada seseorang yang ingin ku kenalkan pada Mama. Dia kekasihku," kata Jihyuk.


Jieun kaget, "A, a, apa? ke, kekasih?" tanya Jieun.


"Ya, kekasih. Aku berniat untuk serius dengannya, Ma. Kuharap Mama tidak menentang hubungan Kami." kata Jihyuk penuh harap.


Jieun tersenyum, "Apa Mama pernah meragukan pilihanmu? Mama tak akan membebanimu lagi, Jihyuk." jawab Jieun.


"Terima kasih, Ma." kata Jihyuk senang.


Jieun mengusap kepala Jihyuk, " Undanglah dia hari ini, untuk makan malam bersama." pinta Jieun.


"Mama ingin cepat bertemu, ya? aku akan hubungi dia setelah ini. Tapi, jika dia menolak, mau tau mau besok." jawab Jihyuk.


"Ya, tidak apa-apa. Mau bagaimana lagi kalau sibuk, kan." sahut Jieun.


"Kalau begitu, Mama bisa kembali istirahat. Aku akan ke kamarku." pamit Jihyuk.


***


Di kamar, Jihyuk sedang berbincang dengan Celine. Jihyuk menyampaikan ajakan makan malam Jieun kepada pada Celine.


" ... apa? ma, makan malam?" tanya celine terkejut.


"Kenapa? kau sampai terkejut begitu. Jika kau tidak ingin pergi, atau sibuk, tidak apa-apa menolak. Mungkin Mama hanya ingin cepat bertemu calon menantunya," kata Jihyuk menjelaskan.


"Bukan itu. Aku kaget karena ini begitu mendadak dan tiba-tiba. Ini juga membuatku gugup." kata Celine.


Jihyuk cemas, "Kau yakin baik-baik saja, sayang? Kau di toko, kan?" tanya Jihyuk memastikan.


"Ya, aku di toko" jawab Celine.


"Duduklah dan minum dulu. Aku sekarang ke sana, ya. Aku tidak tenang mendengarkanmu bicara begitu." kata Jihyuk.


"Aku tidak apa-apa. Jangan khawatir." jawab Celine.


"Tetap saja aku tidak tenang. Kau boleh mengatakan kau baik-baik saja, tetapi hatiku berkata kau tidak baik. Jangan tutup panggilannya. Kau bisa letakan ponselmu di atas meja, jika kau ada pelanggan, ok." kata Jihyuk.


Dengan segera Jihyuk, meraih mantelnya dan berlari keluar kamar. Saat melewati ruang tengah, Jihyuk melhat Jieun dan Sooji sedang melihat televisi bersama.


"Kau mau pergi?" tanya Jieun, melihat putranya berlarian.

__ADS_1


"Ya, Ma. Aku pergi dulu, sampai nanti." pamit Jihyuk, yang langsung pergi sepertinya Jieun diam tanpa bicara apa-apa lagi.


"Kemarilah sayang. Bukankah ada yang ingin kau sampaikan? katakan, ada apa?" tanya Sooji.


Jieun mendekati Sooji lalu duduk di samping Sooji. Ia lantas menceritakan apa yang Jihyuk sampaikan padanya.


"Jihyuk mau mengenalkan kekasihnya pada kita." kata Jieun.


"Apa? dia punya kekasih sekarang?" Sooji sedikit kaget dan heran.


"Ya, dia juga mengatakan untukku tidak menentang hubungan mereka karena ingin serius dengan kekasihnya itu. Aku menjawab, jika aku tidak mau lagi membebaninya." jelas Jieun.


Sooji memegang tangan istrinya, "Sudah cukup. Jangan lagi merasa bersalah dengan masa lalu. Kali ini, kita biarkan saja Jihyuk dengan pilihannya. Dia pasti tahu mana yang terbaik untuk dirinya sendiri." Sooji berusaha menghibur istrinya.


"Ya, kau benar, sayang. Biarlah kali ini dia menjalani hidupnya dengan pilihannya sendiri. Kuharap dia bahagia dan tidak terluka lagi." kata Jieun, mendoakan yang terbaik untuk putranya.


"Semoga saja begitu," jawab Sooji.


Sooji merangkul dan mengusap -usap bahu Jieun. Menyandarkan kepala Jieun ke dadanya.


***


Sementara itu, di toko. Keadaan Celine memang kurang baik. Celine tiba-tiba merasa pusing dan badannya juga agak demam. Tubuhnya terasa lemas.


"Kenapa tiba-tiba begini, ya? tadi aku baik-baik saja," gumam Celine.


Celine hanya sendirian saja saat itu. Untungnya tokonya tidak ramai pengunjung. Jadi, ia punya banyak waktu untuk duduk istirahat.


Tak lama, Jihyuk datang. Ia membuka pintu dan berdiri di depan pintu dengan napas terengah-enggah. Celine menatap Jihyuk, Jihyuk menatap Celine. Kedua pasang mata keduanya saling bertemu satu sama lain.


"Jihyuk, kau sedang apa di situ?" tanya Celine tersenyum tipis.


"Apa ini yang namanya 'Baik-baik saja?' apanya yang baik-baik saja?" gumam JIhyuk dengan napasnya yang naik turun.


Celine tersenyum, "Apa kau khawatir?" tanya Celine.


Jihyuk menghela napasnya, "Hahhh ... sudah begini masih saja bertanya hal yang sudah jelas. Tentu saja aku khawatir, jika tidak untuk apa aku buru-buru ke sini." jawab Jihyuk.


Jihyuk langsung meringkas meja kerja Celine. Ia juga membalik tulisan di pintu dari buka menjadi tutup. Semua tirai di turunkan. Melihat itu, Celine hanya diam. Ia tahu, jika Jihyuk tak akan membiarkannya bekerja lagi.


"Kau mau menutup toko? tapi, ini kan ... " kata-kata Celine terpotong oleh Jihyuk.


"Aku akan beli semua bungamu. Jadi, jangan khawatir kau tak akan dapatkan uang hari ini. Ok." kata Jihyuk.


Celine tersenyum, "Bukan itu yang aku khawatirkan. Aku hanya ingin menggodamu saja. Oh, kau tadi bilang sesuatu di telepon. Mamamu mau kita makan malam, kan. Kenapa tiba-tiba?" tanya Celine ingin tahu.


"Itu, mungkin karena aku cerita, jika ingin mengenalkanmu. Mama langsung mengajakmu makan malam bersama." kata Jihyuk.


"Aku seperti ini, apa tidak apa-apa?" gumam celine malu-malu.


"Kau mau bertemu Mama dan Papaku? mau makan malam bersama?" tanya Jihyuk.


"Bagaimana menurutmu?" tanya Celine.


"Aku tidak masalah. Jika kau tidak keberatan. Jika itu yang kau inginkan, kita harus membuatmu segera membaik dengan pergi ke dokter." kata Jihyuk.


Celine tersenyum, "Ayo, kita ke dokter." sahut Celine mengajak.

__ADS_1


Pada akhirnya, setelah tutup toko, Celine dan Jihyuk pergi ke klinik untuk berobat. Sepulangnya dari Klinik, Jihyuk membawa Celine ke rumah pribadinya istirahat sebelum pergi bertemu keluarganya.


***


Malam harinya ...


Jihyuk dan Celine datang. Celine gugup. Ia tidak tahu harus apa menghadapi keluarga Jihyuk. Untungnya, ada Jisoo dan Soohyuk yang langsung menyambut kedatangan Celine.


"Kakak ... " sapa Soohyuk, menatap Celine.


"Hei, Celine." sapa Jisoo tersenyum senang.


Jisoo menatap Jihyuk, "Akhirnya Oppa membawa Celine datang.


"Di mana Papa dan Mama?" tanya Jihyuk.


"Di meja makan. Papa dan Mama sudah menunggu kedatangan calon menantunya," jawab Jisoo tersenyum lebar.


Jihyuk menggandeng tangan Celine, "Ayo," ajak Jihyuk.


"Apa tidak apa-apa?" gumam Celine ragu-ragu.


"Tidak apa. Papa dan Mama kami pasti akan menyukaimu." sahut Jisoo.


Jisoo menatap Jihyuk, dan jihyuk pun menganggukkan kepala. Tanda memiliki pendapat yang sama dengan Adik perempuannya.


"Kak Celine orang yang cantik dan baik. Tidak mungkin Papa, Mama kami tidak menyukai Kakak. Terlebih Kakak juga ramah," kata Soohyuk.


Celine tersenyum, "Kalian ini, memang bermulut manis." kata Celine.


Jihyuk, Celine, Jisoo dan Soohyuk berpindah dari ruang tamu ke meja makan. Pertemuan pertama Celine dengan Papa dan Mama Jihyuk, membuatnya berdebar.


"Semoga saja Papa dan Mama Jihyuk menyukaiku." batin Celine.


"Kami datang, " kata Jihyuk. Saat langkah kakinya sampai di meja makan.


"Oh, kalian datang. Dia ... " kata-kata Jieun terhenti.


"Ini Celine, Pa, Ma. Celine, Beliau berdua adalah Papa dan Mamaku." Jihyuk memperkenalkan Celine pada orangtuanya.


Celine langsung menatap Sooji dan Jieun lalu menundukkan kepala diikuti badan yang sedikit membungkuk. Itu adalah cara orang Korea memberi salam, berterima kasih atau meminta maaf.


"Hallo, Paman, Bibi. Selamat malam. Saya Celine. Senang bisa bertemu Paman dan Bibi." dengan gugup Celine memperkenalkan dirinya.


Tentu saja Sooji dan Jieun senang. Celine yang bukan orang Korea tahu cara memberi salam dan berbicara sopan pada orang yang lebih tua.


"Duduklah, Celine. Aku Kim Jieun. Senang bertemu denganmu juga," Jieun memperkenalkan diri.


"Ya, Bi." jawab Celine tersenyum dengan menundukkan sedikit kepalanya.


"Ini suamiku, yang juga Papa dari tiga orang di sampingmu. Kang Sooji." kata Jieun memperkenalkan nama Sooji.


"Ya," jawab Celine lagi.


"Duduklah. Jangan hanya diam saja, Nak. Tidak perlu terlalu kaku dan formal, santai saja." kata Sooji.


Celine menatap Jihyuk, Jihyuk menatap Celine. Jihyuk tersenyum, seakan puas dengan sikap Celine yang langsung bisa diajari dan mau untuk belajar. Jihyuk menarik kursi untuk Celine lalu, menarik kursi untuk dirinya sendiri. Celine duduk di samping Jihyuk. Sedangkan Jisoo dan Soohyuk duduk di samping Jieun.

__ADS_1


Pelayan rumah langsung menyiapkan hidangan makan malam yang istimewa. Ada beberapa macam masakan. Celine terejut, itu seperti acara penyambutan, bukan acara makan malam biasa.


*****


__ADS_2