Aku dan Simpanan Suamiku

Aku dan Simpanan Suamiku
63. Kopi Sebagai Balasan (2)


__ADS_3

Di kedai kopi. Celine dan Siane pun memperkenalkan diri secara resmi. Begitu juga dengan Kang Ji-Soo dan Kang Soo-Hyuk, yang kembali memperkenalkan diri dengan benar. Mereka pun berbincang. Kang Ji-Soo lalu, meminta Celine bercerita tentang kejadian di toko buku. Dan Celine pun akhirnya menceritakan tanpa ada yang ditambahi atau dikurangi, menceritakan apa adanya pada Kang Ji-Soo.


" ... ahh, begitu rupanya." sahut Kang Ji-Soo. Ia memalingkan pandangan pada Adiknya, Kang Soo-Hyuk. "Kau cari mati, Soo-Hyuk.?" gumam Kang Ji-Soo.


Kang SooHyuk kaget, "Nuna ..." Kang SooHyuk merasa kesal, karena kang JiSoo memarahinya.


"Minta maaflah yang benar. Jika tidak, akku akan beritahu JiHyuk Oppa. Apa kau paham?" bisik Kang JiSoo di telinga Adiknya.


Kang SooHyuk melebarkan mata. Mau tidak mau, ia mengiyakan permintaan Kakaknya itu. Ia lalu, menatap Celine dan akhirnya meminta maaf. Meski hatinya kesal dan tidak terima, tetapi ia harus bersikap baik, jika tidak ingin berurusan dengan Kakak laki-lakinya.


"Ma, maaf, Nona. Aku tahu kesalahanku. Mohon maafkan sikapku yang tidak baik beberapa waktu yang lalu." Kang SooHyuk meminta maaf pada Celine.


Celine kaget, begitu juga Siane. Keduanya pun bertatapan. Mereka kebingungan.


"Oh, itu. Kau tidak perlu meminta maaf. Tidak apa-apa. Anggap saja, kau memang dalam masalah dan aku menolongmu. Ok. " Celine tidak mau memperpanjang masalahnya itu dengan Kang SooHyuk.


Mendengar jawaban itu, Kang SooHyuk senang. Ia tidak sangka jika Celine akan menjawab dengan santai dan tenang. Ia mengira jika Celine akan marah-marah dan menyalahkannya.


"Wanita ini, bukankah saat itu dia sangat cerewet" batin Kang SooHyuk.


"Sekali lagi, aku minta maaf. Adikku masih perlu banyak belajar lagi. Usianya baru dua puluh tahun. Jadi, tolong kau mengerti sikap kekanak-kanakannya." kata Kang JiSoo yag juga meminta maaf untuk Kang SooHyuk.


"Tidak apa-apa. Aku, tidak apa-apa." jawab Celine meyakinkan.


Mereka pun berbincang sambil minum kopi dan makan dessert. Kang JiSoo penasaran dengan Celine, ia lantas bertanya beberapa hal pada Celine. Sejak kedatangan Kang JiSoo dan Kang SooHyuk di toko, Siane terus mengamati. Ia merasa tidak asing dengan Kang JiSoo.


"Maaf menyela pembicaraan kalan berdua. Nona Kang, apa boleh aku bertanya sesuatu?" tanya Siane bersuara.


Kang JiSoo menatap Siane, "Ya, silakan." jawab Kang JiSoo.


"Apa Anda model terkenal itu? ah, bukan apa-apa. AKu tidak bermaksud ingin tahu, tetapi aku pernah melihatmu di salah satu halaman majalah kecantikan yang kubaca. Maaf, jika pertanyaannya tidak sopan." Siane takut, jika Kang JiSoo merasa tersinggung dengan pertanyaannya.

__ADS_1


Kang JiSoo tersenyum, "Ya, itu aku. Kau tidak salah melihat." jawab Kang JiSoo.


"Wah, ini sungguhan? aku bisa bertemu langsung top model? astaga ... " Siane merasa senang.


Kang JiSoo melihat ke kiri dan kanan, "Umh, maafkan aku. Tapi, bisakah kau tidak berbicara sekencang itu? Ya, aku tidak keberatan jika bertemu fansku, tetapi aku merasa tidak nyaman dikerumuni." jelas Kang JiSoo.


Siane langsung menutup mulutnya dengan tangan, "Oh, maaf. Aku ceroboh. Maafkan aku," kata Siane.


"Tidak apa-apa. Ayo, kita lanjutkan perbincangan kita." kata Kang JiSoo.


Mereka berempat kembali bicara sedikit. Sampai kahirnya Kang JiSoo mendapatkan panggilan yang mengharuskannya pergi. Kedua Kakak beradik itupun berpamitan dan pergi meninggalkan Siane dan Celine.


"Maaf, kami harus pergi sekarang. Karena ada hal mendesak di rumah. Lain waktu aku akan datang berkunjung lagi." Kang JiSoo merasa tidak enak, karena ia tiba-tiba berpamitan pergi.


"Ya, silakan saja. Kau juga pasti jadwal yang padat dan sangat sibuk. Terima kasih untuk kopinya. Lain waktu saat kau datang, aku yang akan mentraktirmu." kata Celine.


"Ok. Aku dengan senang hati menerimanya. Senang bertemu denganmu, Celine, Siane.


"Ya, hati-hati di jalan." kata Siane.


"Ayo, SooHyuk. Kita harus segera pulang." kata Kang JiSoo pada Adiknya.


"Ya," jawab Kang SooHyuk.


Kang SooHyuk dan Kakaknya, kang JiSoo akhirnya pergi. Kepergian keduanya dilihat oleh Siane dan Celine. Sampai mereka menghilang di balik pintu kedai kopi.


"Wah, wah, wah. Aku tidak sangka kau akan jadi penyelamat Kim Ji." kata Siane.


Celine mengeryitkan dahi, " Kim Ji? si, siapa Kim Ji?" gumam Celine tidak mengerti.


"Kim Ji itu Kang JiSoo. Wanita yang datang bersama Adiknya itu.Baru bertemu sudah lupa." jawab Siane.

__ADS_1


Celine masih tidak mengerti maksud ucapan sahabatnya. Ia lalu, berpikir untuk mencerna ucapan sahabatnya tersebut.


"Kim Ji itu Kang JiSoo? tapi, kenapa Kim Ji?" batin Celine.


"Kim Ji itu nama yang dipakainya di dunia kerjanya. Karena itu kan tadi aku bertanya untuk memastikan. Karena wajah Kang JiSoo sangat mirip dengan foto model di majalah yang kubaca." jelas Siane, yang akhirnya membuat Celine paham.


Saat membahas Kang JiSoo yang merupakan seorang model. Celine langsung teringat pada Monna, yang jua merupakan Model. Sedetik kemudian Celine menggeleng-gelengkan kepalanya. Ia tidak mau mengingat sesuatu hal yang tak penting baginya.


***


Seseorang sedang berada di depan toko bunga milik Celine. Pria itu tersenyum, menatap ke arah toko.


"Akhirnya, aku bisa menemukanmu, Celine. Tidak sia-sia aku meminta bantuan orang-orang ahli demi mendapatkan informasi lokasi ini." batin seseorang itu.


Seseorang itu langsung pergi begitu saja, setelah cukup lama berdiri dan mengamati toko bunga milik Celine.


***


Diperjalanan, Kang JiSoo lanjut memarahi Kang SooHyuk. Sebagai Kakak, Kang JiSoo mengatakan malu. JIka Adiknya bersikap kurang ajar pada orang lain.


"Ini terakhir kalinya kau dengar kau seperti ini, SooHyuk. lIhat saja, jika kau bearni kurang ajar lagi pada wanita asing yang baru kau temui. Aku akan langsung mengadukanmu pada JiHyuk Oppa. Kau tahu kan, bagaimana reaksi JiHyuk Oppa nantinya." kata Kang JiSoo mengomel.


"Nuna, hentikan mengomeliku. Aku bukan anak-anak lagi. Aku sudah dewasa sekarang. Wanita tadi kan sudah mengatakan, jika dia tidak mempermasalahkan. Aku tahu kesalahanku, aku juga tidak akan mengulanginya lagi. Ok." protes Kang SooHyuk. Tidak senang terus diomeli Kang JiSoo.


"Celine memang memaklumimu. Dia wanita yang dewasa baik sifat maupun pemikirannya. Tapi, ada hal lain yang aku takutkan. Sebgai Kakakmu, aku tahu benar sifatmu, Kang SooHyuk. Kau selalu suka mempermainkan wanita sesukamu, ya. Kau tidak pernah berubah." sahut Kang JiSoo kesal.


"Apa dia kira aku ini buta dan tuli. Rumor anehnya sudah menyebar ke mana-mana karena sifat jeleknya itu. Papa pun sudah sering menghukumnya, tetapi dia sepertinya tidak pernah jera. Dia selalu membuat masalah di sana sini menyusahkan kami semua." batin Kang JiSoo.


Kang SooHyuk diam tidak bicara apa-apa lagi. Ia tidak bisa membantah ucapan Kakaknya. Ia memang pembuat masalah dan keonaran. Setelah berbuat masalah, ia pasti akan membuat orang lain menyelesaikan. Entah itu Papa, Mama, atau kedua Kakaknya. Meski sudah berulang kali ditegur dan dimarahi sampai dihukum, Kang SooHyuk tidak merasa jera.


Itulah kenapa Kang JiSoo kesal saat tahu orang yang sudah menolongnya dipermainkan Adiknya. Walaupun hanya sebuah lelucon atau akting, tetap saja bagi Kang JiSoo itu merugikan. Terlebih Adiknya, Kang Soo-Hyuk dan Celine tidak saling kenal satu sama lain. Kang JiSoo berpikir, bisa saja karena sikap Adiknya, Celine jadi menganggapnya aneh juga seperti Adiknya dan tidak mau berteman atau bertemu lagi dengannya.

__ADS_1


*****


__ADS_2