Aku dan Simpanan Suamiku

Aku dan Simpanan Suamiku
65. Masalah Besar


__ADS_3

Kang JiSoo dan Kang SooHyuk sampai di rumah. Di ruang tengah, sudah berkumpul Kang SooJi, Kim JiEun dan Kang JiHyuk.


Kang JiSoo kaget, "Oh, Kenapa semua berkumpul? apa ada sesuatu?" tanya Kang JiSoo tidak mengerti apa yang sedang terjadi.


Kang JiHyuk menatap kedua Adiknya, "Duduklah. Ada hal penting yang harus kita bicarakan. Terutama kau SooHyuk, jangan mengabaikan apa yang akan kita sampiakan." katanya mengernyitkan dahi.


Kang SooHyuk bingung, "Hyung, ada apa sebenarnya?" tanyanya ingin tahu.


"Iya, ada apa ini sebenarnya?" sambung Kang Ji-Soo.


Tiba-tiba suasana hening. Tidak ada seorang pun yang bicara. Kang JiSoo melihat ke arah orang tuanya, ke Kakaknya lalu ke Adiknya. Kang SooHyuk juga melakukan hal yang sama. Ia bingung karena semua yang ada di ruangan itu berwajah tegang dan berekspresi seakan sedang marah.


"Ada apa sebenarnya?" batin Kang SooHyuk.


Karena sangat penasaran, Kang JiSoo pun mendekati Kakaknya dan bertanya lagi dengan hati-hati.


"Oppa ... apa ada sesuatu?" bisik Kang JiSoo pada Kang JiHyuk.


Dahi Kang JiHyuk masih berkerut, "Diamlah, JiSoo. Ini bukan masalahmu, tetapi SooHyuk." jawab Kang JiHyuk.


"Apa? Soo, SooHyuk?" ulang Kang JiSoo. Yang di jawab Anggukan kepala oleh Kang JiHyuk.


"Ada apa, ya? apa SooHyuk berbuat ulah lagi?" batin Kang JiSoo bertanya-tanya.


Kang SooJi yang sedari tadi menahan kekesalan pun akhirnya angkat bicara. Ia melempar sebuah map dokumen ke wajah Kang SooHyuk, putra bungsunya.


"Mau sampai kapan kau seperti ini SooHyuk?" sentak Kang SooJi geram.


Map yang jatuh ke lantai dipungut oleh Kang SooHyuk. Dibuka map itu lalu, dibacanya. Matanya melebar, ia langsung menatap sang Ayah dan bertanya.


"Pa, apa ini?" tanya Kang Soo-Hyuk.


"Apa ini? kau tidak bisa baca, hah?" kesal Kang SooJi.


"Ya, aku tahu ini hasil pemeriksaan. Dokumen ini berisi pemeriksaan positif hamil. Tapi, ini milik siapa? dan kenapa Papa melemparkannya padaku?" tanya Kang SooHyuk sambil mengerutkan dahinya. Ia sedikit merasa kesal karena diperlakukan tidak menyenangkan.


"Milikku ... " jawab seseorang, yang baru datang mendekati Kang SooHyuk.


Semua mata menatap seseorang itu. Kang SooHyuk kaget, melihat Melissa ada di rumahnya.

__ADS_1


"Me, Me, Melissa ... " gumam Kang SooHyuk menatap heran ke arah Melissa.


"Kenapa? aku datang untuk memberikan kejutan, sayang." jawab Melissa tersenyum.


"Kejutan apa? apa kau gila?" kesal Kang SooHyuk.


"Aku sehat, SooHyuk. Aku datang mau meminta pertanggung jawabanmu sebagai Ayah dari janin yang kukandung." jelas Melissa.


"Apa?" Kang SooHyuk lantas menarik napas dalam-dalam dan mengembuskan perlahan, "Setiap kita berhubungan, aku selalu memakai pengaman. Dan kau tidak dalam masa subur. Apa kau kira aku sebodoh itu tidak tahu, hah? Atau ... jangan-jangan kau berhubungan dengan pria lain selain aku?" Kang SooHyuk membantah keras janin yang dikandung Melissa adalah anaknya.


Plakkkkk ....


Tamparan keras mendarat di pipi kanan Kang SooHyuk. Melissa menampar Kang SooHyuk dan menangis tersedu. Kang SooHyuk yang kesal dan tidak terima, berbalik ingin menampar Melissa. Tapi hal itu dicegah Oleh sang Kakak, Kang JiHyuk.


"Hentikan, SooHyuk." sentak Kang JiHyuk.


"Hyung, jangan halangi aku. Aku ingin memberi pelajaran pada wanita itu. Lepaskan tangankku, Hyung." kata Kang SooHyuk menatap tajam sang Kakak.


"SooHyuk, apa kau gila?" Kang JiSoo menarik Melissa untuk mundur.


"Jangan mencoba menipuku, Melissa. Kau tahu kan, seperti apa aku. Seseorang yang yang sudah kuputuskan tak akan bisa lagi menjalin hubungan denganku. Kita sudah berhubungan selama satu tahun. Dan aku menyayangimu, tetapi kau tak bisa seperti ini." Panjang lebar Kang SooHyuk bicara.


"Aku tidak akan mengakuinya. Kau jangan macam-macam Melissa. Siapa yang menyuruhmu untuk melakukan ini, huh? siapa? siapa? jawab Melissa, siapa? kau dengar aku tidak?" dengan penuh emosi, Kang SooHyuk bicara. Ia tetap menolak apa yang Melissa sampaikan.


Melihat reaksi putra bungsunya yang gigih menolak, membuat pasangan Kang SooJi dan Kim JiEun merasa ragu.


"Bawa Adikmu ke kamarnya, JiHyuk." perintah Kang SooJi pada anak sulungnya.


"Ya, Pa." jawab Kang JiHyuk. Ia menarik tangan Kang SooHyuk, "Ayo, kita bicara di kamar saja." kata Kang JiHyuk membawa Kang SooHyuk pergi.


"Tapi, aku belum selesai bicara dengannya. Hyung, biarkan aku bicara dengan Melissa." kata Kang SooHyuk masih ingin tetap menolak keras pernyataan Melissa.


Kang JiHyuk tidak mendengarkan ucapan Adiknya. Ia tetap membawa Adiknya itu naik kelantai dua menuju kamar.


Sementara itu, Kang JiSoo berusaha menenangkan Melissa yang menangis. Sebagai sesama wanita, Kang JiSoo tahu benar bagaimana perasaan Melissa.


"Kau sebaiknya pulang. Kami akan menghubungimu lagi nanti. Kami masih akan berdiskusi lebih jauh tentang ini." kata Kim JiEun menatap Melisa.


"Mama, bagaimana bisa Ma ... " ucapan Kang JiSoo diputus oleh Kim JiEun.

__ADS_1


"Tutup mulutmu, Kang JiSoo. Kau panggil saja supir untuk mengantarnya pulang." perintah Kim JiEun.


"Tidak, Ma. Biarkan aku yang mengantar." Kang JiSoo menawarkan diri mengantar Melissa.


Kim JiEun mengernyitkan dahi, "Kau ... " ucapannya langsung terhenti ketika tangannya dipegang oleh Kang SooJi, suaminya.


"Ayo, kita bicara di kamar." ajak Kang SooJi.


Kim JiEun sebenarnya enggan pergi. Karena ia ingin memastikan, jika putrinya tidak mengantar Melissa. Tapi, suaminya terus menarik tangannya untuk diajak pergi. Mau tidak mau, Kim JiEun mengikuti suaminya.


Kang JiSoo mengajak Melissa pergi. Ia meminta Melissa untuk bersabar dan mengikuti kemauan orangtuanya dulu demi kebaikan bersama. Karena situasi dan keadaan yang masih memanas.


***


Di kamar, Kakak beradik Kang sedang bicara. Kang JiHyuk diam mendengar penjelasan Adiknya. Ia tahu, Adiknya memang tidak terkendali dan suka mencari masalah, tetapi ia juga masih tidak percaya kalau Adiknya selalai itu.


"Hyung ... " panggil Kang SooHyuk, menatap Kang JiHyuk. "Hyung, tidak mendengarkan penjelasanku?" tanya Kang SooHyuk kesal.


Kang JiHyuk menghela napas, "Hahhh ... " ia menatap Adiknya, "Aku dengar SooHyuk. Aku mendengar semua ceritamu." jawab Kang JiHyuk.


"Lalu, kenapa Hyung sejak tadi diam?" tanya Kang SooHyuk.


"Aku sedang berpikir, Bagaimana bisa kau ceroboh seperti ini. Bukankah kita semua selalu diperingatkan Papa dan Mama untuk selalu berhati-hati dalam bertindak dan melakukan segala sesuatu? Kenapa sampai kekasihmu hamil, hah?" Kang JiHyuk mengernyitkan dahinya.


"Itu bukan anakku, Hyung. Hyung harus percaya padaku. Aku tidak pernah membuangnya di dalam, dan aku selalu memakai pengaman. Aku juga meminta semua kekasihku meminum obat. Semua itu agar tidak terjadi hal semacam ini. Aku juga tahu, jika hal ini terjadi, Papa dan Mama pasti akan sangat marah dan kesal. Terlebih ... hahhh ... terlebih Melissa bukan dari anak seorang pebisnis atau pengusaha seperti kelurga kita." jelas Kang SooHyuk.


"Jika dia seyakin ini. Apa benar wanita itu yang berbohong?" batin Kang JiHyuk berpikir.


"Bisa saja, kan. Melissa merekayasa semuanya dengan tujuan tertentu. Mungkin juga dia didesak seseorang untuk melakukanya. Dan tentu Hyung tahu alasannya apa." kata Kang SooHyuk lagi menjelaskan.


Kang JiHyuk mengacak-acak rambutnya, "Aku bisa gila karena semua ulahmu, SooHyuk. Kau suka berkencan dan berganti-ganti pasangan, masih kudiamkan. Tapi, ini sudah tidak bisa didiamkan saja." keluh Kang JiHyuk.


"Hyung, kuharap Hyung mau percaya padaku. Sungguh aku tidak mungkin melakukan kesalahan. Meski aku mabuk dan hilang kesadaran sekalipun." kata Kang SooHyuk dengan sangat yakin.


"Aku tidak bisa sepenuhnya berpihak padamu, SooHyuk. Karena ini menyangkut nyawa. Kita dengar dulu apa kata Papa dan Mama nanti. Kau diam di kamarmu dan jangan berulah lagi. Tolong jangan mempersulit semuanya." kata Kang JiHyuk memperingatkan.


"Ya, aku mengerti." jawab Kang SooHyuk.


Melihat Adiknya yang murung, membuat hati Kang JiHyuk tidak nyaman. Tapi, ia juga tidak bisa mengabaikan begitu saja segala kemungkinan yang terjadi. Meski sudah dijaga, bisa juga memang hal tidak diinginkan terjadi.

__ADS_1


*****


__ADS_2