Aku dan Simpanan Suamiku

Aku dan Simpanan Suamiku
90. Pengakuan Keluarga


__ADS_3

Setelah makan malam, Kim Jieun mengajak Celine berjalan-jalan sebentar di halaman kediaman Kang. Jieun menceritakan kisah masa lalunya. Di mana ia ditinggal tunangannya selingkuh dan diputuskan begitu saja. Karena tidak mau dipermalukan saat hari H pernikahan, maka Kang Sooji datang membantu dengan menggantikan tunangan Jieun dan akhirnya menikah dengan Jieun.


" Hahh ... " hela napas Jieun dengan mat bsrkaca-kaca. "Begitulah, Celine. Kisahku pada masa lalu. Itulah mengapa aku sangat menghormati sosok suamiku yang sekaligus menjadi Papa dari anak-anakku. Jika bukan karenanya, kemungkinan keluargaku akan dipermalukan. Karenaku, dia harus bekerja keras sampai diusir dari rumah orang tuanya." Cerita Jieun sungguh menyentuh.


"Cerita Bibi sungguh mengharukan," sahut Celine yang juga merasa sedih.


Jieun mengehentika langkah kakinya, "Celine," panggil Jieun.


Celine menghentikan langkah kakinya, "Ya, Bi. Ada apa?" tanya Celine ingin tahu.


"Apa kau menyukai Jihyuk? maksudku, kau mau menerima Jihyuk yang banyak kekurangan?" tanya Jieun. Ingin tahu perasaan Celine.


"Ya, Bi. Aku mebyukainya. Bukan hanya sekedar suka, aku juga menyayanginya. Jujur saja, dia sudah merubah pandanganku terhadap laki-laki. Apa Jihyuk menceritakan apa yang dia ketahui pada Bibi?" tanya Celine, menatap Jieun.


"Tidak. Dia tak akan menceritakan sesuatu yang rahasia seperti itu. Dari ketiga anakku, hanya Jihyuk yang demikian. Meski dibujuk sekalipun, ia tidak akan membuka mulutnya. kecuali seseorang yang berbagi rahasia padanya mengizinkan. Oleh karena itu, saat dia mengatakan akan mengenalkan aku padamu, aku tak banyak bertany. Kau juga, jika sesuatu itu tidak bisa kau ceritakan, maka tidak perlu cerita." Jieun dengan tenang mencoba memberikan pengertian untuk Celine.


Celine tersenyum, "Tidak apa-apa, Bi. Kali ini, aku akan membuat sebuah pengakuan. Aku datang ke sini sebenarnya ingin melarikan diri dari rasa kecewa. Aku kecewa pada seseorang yang tak lain adalah mantan suamiku. Karena dia tidak pernah jujur padaku dan menyembunyikan banyak sekali rahasia. Ahh ... maaf, Bi. Aku menjadi emosional seperti ini." Celine bercerita sembari menghela napas berkali-kali.


Jieun memegang dan menggenggam erat tangan Celine, "Tidak apa-apa, sayang. Tidak apa-apa. Sesuatu yang menyakitkan memang membuat kita menjadi emosional. Tidak apa-apa, ok." Jieun menenangkan Celine.


"Terima kasih, Bi. Bibi sabgat baik padaku. Aku hampir mengira Bibi tidak mnegukaiku dan akan membuatku menjauh dari Jihyuk." kata Celine jujur.


"Hei, hei. Kau terlalu sering melihat drama di televisi, ya. Untuk apa aku memberikan batasan pada seseorang yang sudah dewasa dan bisa menghasilkan uang untuk makannya sendiri? Tidak, Celine. Aku akan mendukung apapun yang Anak-anakku lakukan, selama itu tidak menyakiti mereka dan tidak membuat mereka menangis. Bagiku, kebebasan adalah yang terpenting dalam kehidupan. Meski terlalu bebas juga tidak benar. Tapi, aku yakin anak-anakku tahu batasannya masing-masing." jelas Jieun dengan tenang.


Jieun mengajak Celine berjalan sambil bicara. Celine akhirnya menceritakan kisah masa lalunya pada Jieun. Di awali dengan kisah keluarganya lalu, disambung dengan kisah pernikahannya dengan Hezkiel. Dengan sabar Jieun mendengarkan setiap kata yang terucap dari bibir Celine.

__ADS_1


Air mata pun menetes tak terkendalikan. Dalam ceritanya, saat ia menceritakan tentang masalah Hezkiel dan Celine yang sedang berselisih. Celine menyayangkan dan merasa kasian, merasa sedih, tetapi juga lega. Karena pada akhirnya Hezkiel tahu rasa dari sebuah pengkhianatan.


" ... begitulah, Bi. Apa aku boleh seperti ini? boleh aku berterima kasih, karena akhirya dia mendapatkan balasan yang pantas." tanya Celine, menatap Jieun.


Air mata Celine diseka Jieun, "Tentu boleh. Kita kan manusia. Kita punya hati dan perasaan. Kita bukan benda mati. Semua hal memang ada timbal baliknya. Jadi, selagi bisa berbuat baik, maka lakukan." tanggapan Jieun tentang cerita Celine.


Saat ingin menjawab tanggapan Jieun. Jihyuk datang ke arah Celine dan Jieun.


"Mama, Celine. Kenapa masih di luar. Udara sudah semakin dingin." kata Jihyuk khawatir. Ia membawa dua syal di tangannya.


Jihyuk mendekat, memasangkan syal di leher Mamanya. Lalu, memasangkan syal di leher Celine.


"Ayo, kita masuk ke dalam rumah." ajak Jihyuk.


Jieun mengusap bahu Jihyuk, "Jihyuk, Mama selalu bangga padamu. Kali ini pun, kau melakukan sesuatu yang membuat Mama bangga. Jaga Celine, Nak. Bagaimanapun masa lalunya, tidak perlu kau ungkit lagi. Cukup sampai di sini, ok. Masa lalu biarlah berlalu, masa depan harus kau tetapkan mulai dari sekarang." begitulah Jieun memberikan nasihat pada Jihyuk.


Jieun mengusap wqjah Jihyuk, "Ini juga berlaku dengan masa lalumu. Intinya, saat ini kalian hanya perlu lebih saling memahami lalu, mengerti satu sama lain. Saling percaya dan jujur adalah kunci keharmonisan sebuah hubungan. Ini pesan Mama untuk kalian berdua, tolong dengar baik-baik." Jieun menatap Celine. Meraih tangan Celine lalu menumpunya ke tangan Jihyuk. "Kalian harus melakukan apa yang Mama katakan. Jujurlah dalam hal apapun. Dan percayalah apa yang pasangan kalian katakan. Meski diluaran orang mengatakan hal yang sebaliknya, belum tentu itu kebenarannya. Yakinlah, semua ada alasannya." lanjut Jieun memberikan nasihatnya.


"Kami mengerti, Ma. Aku akan ingat dan lakukan semua yang Mama katakan." jawab Jihyuk.


"Terima kasih untuk nasihatnya, Bi. Akan ku ingat sampai akhir," jawab Celine.


Jieun mengusap wajah Celine, "Jangan panggil Bibi lagi. Panggil 'Mama'. Coba katakan, 'Mama'." Jieun meminta Celine memanggilnya Mama.


Celine kaget. Ia langsung menatap Jihyuk. Tidak hanya Celine yang kaget, tetapi Jihyuk juga Kaget. Jihyuk tidak menyangka Mamanya akan langsung mengakui Celine sebagai menantu tertua keluarga Kang.

__ADS_1


Jihyuk tersenyum, "Panggilah. Apa kau tidak senang, sudah dapat pengakuan?" kata Jihyuk.


Celine menatap Jieun, "Ma, mama ... " panggil Celine pelan.


Jiuen menangis, "Terima kasih, sayang." ucap Jieun.


"Jangan menangis, Ma." kata Celine mengusap air mata Jieun.


"Ini air mata kebahagiaan, Nak. Mama senang. Senang sampai menangis." jawab Jieun.


"Kita harus segera masuk, Nyonya besar Kang dan Nyonya muda Kang." kata Jihyuk mengajak Mama dan kekasihny untuk segera masuk ke dalam rumah.


"Ya, ya." jawab Jieun. Ia menatap Celine, "Ayo, kita masuk menantuku. Sebelum pemilik hatimu menyalahkan Mama, jika kau sakit." kata Jieun menggoda.


Celine hanya tersenyum. Wajahnya berseri-seri karena senang. Jihyuk menguluran dua tangannya. Ia menggandeng tangan Mama dan Kekasihnya. Mereka berjalan bersama untuk segera masuk ke dalam rumah.


***


Di dalam rumah. Hal sama rupanya dilakuakan Kang Sooji. Sebagai kepala keluarga, sekaligus Papa Jihyuk. Ia meminta Celine sebagai menantunya.


" Sebagai seorang Papa. Aku minta maaf, jika Jihyuk melakukan kesalahan padamu. Baik itu kesalahan kecil atau besar. Itu salahku, karena aku kurang mengjarinya. Dan terima kasih karena kau mau menerimanya apa adanya. Aku tak pandai berkata-kata seperti istriku. Selebihnya, aku menyalin ucapan istriku saja." kata Sooji panjang lebar.


Celine tersenyum, "Pa, terima kasih. Sudah menerimaku. Seperti Mama yang juga menerimaku. Yang kucari bukanlah kesempurnaan dari Jihyuk, tetapi kesungguhan. Dengan bersungguh-sungguh aku bisa menyakinkan hatiku untuk mau terus bsrsama dengannya." jawab Celine.


Kang Sooji mebganggukkan kepala, "Jawaban yang tepat, Nak. Tidak salah Putraku memilihmu. Izinkan aku mengucapkan ini, selamat datang di keluarga kami." kata Sooji tersenyum.

__ADS_1


Jisoo dan Soohyuk langsung bertepuk tangan. Diikuti Jihyuk dan Jiuen. Mereka semua terlihat senang, menyambut kedatangan Celine sebagai anggota baru di dalam keluarga Kang.


*****


__ADS_2