Aku dan Simpanan Suamiku

Aku dan Simpanan Suamiku
84. Menyampaikan Rindu


__ADS_3

"Jaga kesehatanmu. Jangan terlambat makan, jangan juga tidur terlalu malam. Aku akan cepat pulang. Ok. Aku merindukanmu."


Celine sedang membaca pesan yang dikirim oleh Jihyuk. Ia tersenyum, Ia lalu membalas pesan itu. Celine berharap dalam hatinya, agar Jihyuk baik-baik saja dan cepat pulang.


"Haah," hela napas Celine, "sudah hari kelima, ya. Sisa dua hari lagi." gumam Celine.


Ia menyimpan ponselnya ke dalam kantung apron. Tangannya sibuk mengelap kaca toko. Celine tampak lemas dan tidak bersemangat. Tidak lama, ia mendengar suara lonceng, tanda adanya pelanggan yang membuka pintu toko.


"Selamat datang," kata Celine lemas.


Ternyata, pelanggan yang datang adalah Jisoo dan Soohyuk. Mereka mengunjungi Celine, sudah lama kedua Kakak beradik itu tidak bertemu Celine. Karena kesibukan masing-masing.


"Hallo, Celine ... " panggil Jisoo penuh semanga.


Celine memalingkan pandangan, "Hai, Jisoo, Soohyuk. Sudah cukup lama, ya. Kalian baik-baik saja, kan?" Celine terlihat senang. Ia menghentikan kegiatannya lalu, berjalan mendekati Jisoo dan Soohyuk.


"Kami baik-baik saja. Kau sedang apa?" tanya Jisoo.


Celine tersenyum, "Ah, ini. Aku sedang mengelap kaca." jawab Celine.


Jisoo menatap Soohyuk, "Hei, kau." panggil Jisoo.


Soohyuk mengerutkan dahinya, "Siapa? aku?" tanyanya menunjuk diri sediri.


"Iya, kau. Siapa lagi." jawab Jisoo.


"Ada apa? apa ada sesuatu yang Nuna butuhkan?" tanya Soohyuk.


"Kau bantu Celine mengelap kaca. Jangan hanya diam bermain game. Kau juga jaga toko. Aku dan Celine mau ke kedai kopi." perintah Jisoo pada Soohyuk.


Soohyuk kaget, "Hahh ... apa? aku? kenapa aku, Nuna? aku tidak mau." jawab Soohyuk menolak.


Jisoo memelototi Adiknya, "Kau mau aku adukan pada Papa dan Mama, ya? jangan kau kira aku tidak tahu, apa yang kau lakukan semalam." kata Jisoo.


Soohyuk melebarkan mata, "A, a, apa yang Nuna katakan? Jangan mengancamku." gerutu Soohyuk.


Celine tersenyum melihat keributan kecil Jisoo dan Soohyuk. Karena tidak tega pada Soohyuk, Celine pun mengajak Soohyuk ikut pergi ke kedai kopi.


"Sudah-sudah, jangan bertengkar lagi. Soohyuk, kau tidak perlu dengarkan apa yang Nuna-mu perintahkan. Ayo, kau juga ikut kami." ajak Celine.


"Tidak boleh, ada sesuatu yang mau kubicarakan dan itu bersifat sangat pribadi. Mana boleh anak kecil mendengarnya." protes Jisoo.


"Apa? anak kecil? Nuna, aku sudah dua puluh tahun. Bukan belasan tahun lagi. Kenapa Nuna selalu memanggil dan menganggap aku seperti anak kecil. Menyebalkan." Soohyuk kesal, karena Jisoo selalu memperlakukannya seperti Adik kecil belasan tahun.

__ADS_1


"Ah, kalian ini. Sudah seperti kucing dan tikus, ya." Celine meletakan lapnya dan pergi ke meja kasir untuk mengunci laci meja. "Ayo, jangan berdebat lagi." kata Celine.


"Jadi, aku boleh ikut? aku tidak jaga toko, kan." Soohyuk menatap Celine seakan memastikan.


Celine menganggukkan kepala, "Ya, aku ikut." jawab Celine.


Jisoo melipat dua tangannya di dada, "Kali ini kau selamat. Awas saja kau. Dasar anak nakal." Jisoo memasang wajah kesal menatap Soohyuk.


Soohyuk menjulurkan lidah, "Bleee ... ayo, pukul aku. Ayo, ayo, ayo ... Hahaha ... Nuna tak akan lakukan itu di depan Ceeline kan, ah ... maksudku Kak Celine." kata Soohyuk.


Celine dan Jisoo kaget. Keduanya saling bertatapan. Soohyuk terlihat malu-malu, ia juga tidak tahu kenapa tiba-tiba ia memanggil Celine demikian.


***


Di kedai kopi, Ketiganya duduk mengobrol. Jisoo banyak bercerita. Ia menceritakan tentang pekerjaannya. Sedangkan Soohyuk sibuk bermain game.


"Jadi, kau akan syuting film sekarang?" tanya Celine.


"Ya, aku menerima tawaran itu. Siapa tahu saja aku bisa menjadi aktris terkenal nanti." jawab Jisoo.


"Kau cantik, pintar dan bertalenta. Apa yang kau inginkan, pasti akan kau dapatkan." kata Celine.


"Oh, ya. Apa kau sudah dapat kabar dari Oppa-ku? kapan dia pulang?" tanya Jisoo.


"Entahlah. Dia berkata satu minggu. Tapi, kuharap dia pulang hari ini." gumam Celine sedih.


Celine kaget, "Terima kasih. Tapi, hubunganku dan Jihyuk ... kami, kami ... " Celine menghentikan ucapannya karena merasa malu.


"Kami ... " sambung JIsoo.


Celine memalingkan wajah, "Bukan apa-apa. Jangan dibahas lagi." kata Celine.


Jisoo tersenyum, "Mau seperti apapun kau menyembunyikan. Itu terlihat jelas di wajahmu, Celine." batin Jisoo.


Karena toko Celine mulai ramai pelanggan. Jisoo dan Soohyuk pun memutuskan pulang. Jisoo tak bisa membantu Celine, karena ia harus melanjutkan pemotretan untuk iklan. Sedangkan Soohyuk harus mengantar Jisoo. Celine tidak mempermasalahkan hal itu, ia justru menyemangati Jisoo dan Soohyuk.


***


Malam harinya ....


Celine berada di rumah sendirian. Siane sedang ada kegiatan, sehingga tidak bisa pulang ke rumah. Celine merasa bosan dan kesepian.


"Apa aku keluar dan beli bir saja, ya?" gumamnya.

__ADS_1


Celine berdiri dari duduknya di sofa ruang tamu. Ia berjalan menuju kamarnya untuk mengambil mantel, ia berencana pergi ke supermarket tak jauh dari rumahnya untuk membeli beberapa kaleng bir.


Pada saat Celine membuka pintu, ia dikejutkan oleh Jihyuk yang berdiri di depan pintu. Jihyuk juga terlihat kaget, sepertinya ia ingin mengetuk pintu, namun keburu pintu dibuka Celine lebih dulu.


Celine menatap Jihyuk, "Jihyuk ... " panggilnya pelan. Ia lantas tersenyum.


"Kau mau pergi? malam-malam begini?" tanya Jihyuk.


"Oh, itu. Aku berencana ke supermarket. Aku mau membeli bir." jawab Celine.


"Kau sendirian? di mana Siane?" tanya Jihyuk lagi.


"Dia tidak pulang malam ini. Karena sedang ada urusan." jawab Celine lagi. "Kau sudah pulang? ini kan baru lima hari." tanya Celine.


"Ada sesuatu yang tak bisa kutunda." jawab Jihyuk.


Celine mengerutkan dahi, "Sesuatu apa? apa sepenting itu? Lalu, bagaimana pekerjaanmu?" tanya Celine lagi tidak mengerti maksud Jihyuk.


"Aku ingin menyampaikan sesuatu pada seseorang." jawab Jihyuk.


"Hm ... kalau kau sibuk mau menyampaikan sesuatu yang penting. Lalu, kenapa kau datang ke sini. Pergilah, sampaikan dulu apa yang ingin kau sampaikan. Aku tidak apa-apa." kata Celine yang sepertinya sudah salah paham dengan ucapan Jihyuk.


Jihyuk tersenyum, "Mau pergi ke mana lagi? Seseorang itu kan ada di sini. Seseorang itu kau, Celine." kata Jihyuk.


Celine melebarkan mata, "Ah, aku? apa yang ingin kau sampaikan?" tanya Celine penasaran. Sejujurnya Celine sedang berdebar-debar.


Deg ... deg ... deg ....


"Menyampaikan rindu ... " jawab Jihyuk.


Celine kaget, ia tersenyum malu sedikit menunduk. Ia bahakan memalingkan pandangan, karena tidak berani menatap wajah Jihyuk.


"Jangan menggodaku. Aku sedang tidak ingin digoda." kata Celine.


"Lalu, apa yang boleh kulakukan? memelukmu? menciummu?" goda Jihyuk.


Jihyuk mengusap wajah Celine. Ia sedikit menggerakkan kepala Celine, agar pandangan mereka dapat bertemu. Terlihat wajah Celine yang memerah seperti tomat masak.


"Aku merindukanmu, Celine. Aku sangat merindukanmu ... " ucap Jihyuk. Dengan penuh perasaan.


Kata-kata Jihyuk membuat kacau hati dan pikiran celine. Pasalnya Celine juga merasakan hal yang sama. Mata Celine langsung berkaca-kaca, Celine bahkan tanpa sadar menggigit bibir bawahnya sendiri.


"Jangan mengigit bibirmu seperti ini. Nanti bisa terluka dan berdarah." kata Jihyuk, mengusap tepi bibir Celine.

__ADS_1


Celine sudah tidak bisa lagi menahan perasaannya. Ia pun langsung memeluk Jihyuk dengan sangat erat. Celine menangis tersedu. Ia menangis karena senang, bisa bertemu kembali dengan Jihyuk.


*****


__ADS_2