Aku dan Simpanan Suamiku

Aku dan Simpanan Suamiku
53. Keluarga Kang (3)


__ADS_3

Malam harinya ....


Kang Soo-Ji dan istrinya sedang makan malam. Di meja makan hanya ada mereka berdua tanpa kedua anak mereka.


Pelayan menyajikan hidangan makan malam.


"Kau memberikan pekerjaan berat lagi untuk Ji-Hyuk?" tanya Kim Ji-Eun, iatr Kang Soo-Ji.


"Untuk apa aku lakukan itu? putramu sendiri yang mau menyibukkan diri." jawab santai Kang Soo-Ji.


Kim Ji-Eun menatap Kang Soo-Ji dengan tatapan tajam, "Awas saja, jika kau memperbudak putraku membesarkan perusahaanmu itu. Aku tidak akan mengampunimu." katanya kejam.


Kang Soo-Ji memalingkan pandangan, "Hm, aku mengerti." jawabnya.


"Bi, panggilkan Soo-Hyuk." perintah Kim Ji-Eun pada kepala pelayan rumahnya.


"Baik, Nyonya." jawab kepala pelayan mengiyakan perintah majikannya.


"Bagaimana bisa dia tidak turun, padahal sudah waktunya makan malam." gumam Kim Ji-Eun.


"Tenangkan dirimu, sayang. Kenapa kau terus saja mengomel?" Kang Soo-Ji mencoba menangkan istri tercintanya.


Kim Ji-Eun langsung diam. Ia memilih menikmati makan malamnya. Bru saja ia ingin menyuap sendok ke dalam mulutnya. Kepala pelayan berjalan cepat menghampirinya.


"Nyonya, Tuan ... " panggil kepala pelayan.


Kim Ji-Eun mengurungkan sendok yang akan masuk dalam mulutnya dan menatap ke arah kepala pelayan yang datang dengan tergopoh-gopoh. Begitu juga Kang Soo-Ji yang mengalihkan pandangan.


"Bibi, ada apa?" tanya Kim Ji-Eun bingung.


"Tuan muda ... hm, Tuan Muda ... " kata kepala pelayan merasa bimbang. Apa harus mengatakan atau tidak.


"Tuan Muda? Soo-Hyuk?" sambung Kim Ji-Eun.


Kepala pelayan menganggukkan kepala. Napasnya terengah-engah, juga dengan ekspresi wajah yang panik.


"Soo-Hyuk kenapa, Bi? bicara saja, jangan ragu-ragu seperti itu." sahut Kang Soo-Ji.


"Maaf, Tuan, Nyonya. Saat saya mengetuk pintu kamar Tuan muda kedua, saya tidak mendengar jawaban. Saya pun mencoba membuka pintu. Tetapi pintu kamar Tuan muda terkunci dari dalam. Saya kembali mengetuk lagi dan masih belum ada jawaban. Saya panik, bagaiman jika terjadi sesuatu pada Tuan Muda kedua." kata kepala pelayan.


KIm Ji-Eun dan Kang Soo-Ji bertatapan. Merasa ada yang aneh dan curiga, Kang Soo-Ji pun memutuskan menghentikan makan malamnya dan memilih pergi ke kamar putra bungsunya.


Kang Soo-Ji berdiri dari posisi duduknya dan pergi meninggalkan istrinya di meja makan. Ia melangkahkan kaki, berjalan menuju lantai dua rumahnya untuk melihat putra keduanya.

__ADS_1


"Sayang, tunggu aku." kata Kim Ji-Eun. Yang juga langsung berdiri dan berjalan mengikuti suaminya.


Keduanya lalu, berjalan bersama menuju kamar Kang Soo-Hyuk. Sesampainya di depan pintu, Kang Soo-Ji mengetuk pintu kamar. Berharap Kang Soo-Hyuk lekas membukakan pintu.


Tok ... tok ... tok ....


"Soo-Hyuk, buka pintu kamarmu!" seru Kang Soo-Ji. Ia memerintahkan putra keduanya untuk segera membuka pintu kamar.


tok ... tok ... tok ....


Pintu kembali diketuk Kang Soo-Ji.


"Soo-Hyuk ..." panggil Papanya.


"Buka pintu kamarmu, Soo-Hyuk." Kang Soo-Ji terus memanggil-manggil putranya.


"Apa dia tidur? tidak mungkin. Jika tidur pun pasti akan dengar suara ketukan pintu." gumam Kim Ji-Eun.


Tiba-tiba Kim Ji-Eun melebarkan mata. Ia seakan sedang memikirkan sesuatu.


"Sayang, buka saja dengan kunci cadangan kita. Aku curiga dia kabur lagi." kata Kim Ji-Eun pada suaminya.


Tidak banyak bertanya dan mengulur waktu, Kang Soo-Ji langsung meminta kepala pelayan mengambil kunci cadangan di ruang kerjanya.


Beberapa saat kemudian, kepala pelayan datang dengan membawa segerombol kunci di genggamannya. Kunci itu lalu, diberikan pada Kang Soo-Ji.


"Ya," jawab singkat kang Soo-Ji, yang langsung menerima kunci dari kepala pelayan rumahnya.


Dibukanya pintu kamar Kang Soo-Hyuk dengan kunci cadangan itu. Saat pintu terbuka, terlihat lampu kamar padam dan suasana yang begitu sepi.


Kang Soo-Ji langsung menyalakan lampu dan memanggil Kang Soo-Hyuk. Sekali lagi, ia ingin memastikan apakah anaknya ada atau tidak.


"Kang Soo-Hyuk ... " panggil Kang Soo-Ji.


Kang Soo-Ji berjalan mendekati tempat tidur. Selimut dibuka, dan hanya ada bantal di dalamnya.


"Anak itu, benar-benar menguji kesabaranku." geram Kang Soo-Ji.


"Sayang, jangan emosional." Kim Ji-Eun merangkul lengan suaminya.


"Aku harus apa dengan putramu yang satu ini, Ji-Eun?" tanya Kang Soo-Ji.


Kang Soo-Ji pergi meninggalkan kamar Kang Soo-Ji. Ia langsung menuju ruang kerjanya untuk menghubungi Park Min-Hwan.

__ADS_1


***


Di tempat lain, di sebuah Bar. Kang Soo-Ji bertemu dengan teman-temannya. Mereka berkumpul merayakan ulang tahun salah satu temannya.


"Hei, Soo-Hyuk. Kau kabur lagi dari rumah?"


"Kau nekad juga, ya."


Kang Soo-Hyuk menatap dua temannya bergantian, "Sudahlah, jangan membicarakan sesuatu yang tidak penting seperti itu. Aku bosan, jika terus di rumah." jawabnya santai.


"Ck, ck, ck. Kau benar-benar tak taku digantung Papa atau Kakakmu, ya." goda salah satu temannya lagi.


Kang Soo-Hyuk tertawa, "Hahaha ... apa kalian pikir nyaliku sekecil itu? tenang saja, Papa dan Kakakku tak akan bisa apa-apa padaku." lagi-lagi Kang Soo-Hyuk menjawab dengan santai.


Tidak lama, seorang wanita datang. Wanita cantik itu langsung menghampiri Kang Soo-Hyuk yang merupakan kekasihnya.


"Sayang ... " panggil wanita itu mesra.


"Hei, sayang. Kau sudah datang rupanya." Kang Soo-Hyuk langsung merangkul kekasihnya dan menarik kekasihnya itu agar bisa duduk dipangkuannya.


Wanita itu menatap salah satu teman kekasihnya yang berulang tahun lalu, memberikan ucapan selamat.


"Hai, Jeff. Selamat ulang tahun." kata wanita itu dengan tersenyum cantik.


"Hai, Melissa. Wah, mendapatkan ucapan selamat darimu, aku sangat beruntung. Terima kasih." jawab seseorang yang berulang tahun.


Melissa berpaling, ia menatap kekasihnya lalu, berbisik sesuatu. Ternyata Melissa dan Kang Soo-Hyuk berniat pergi setelah ikut sebentar di acara pesta Jafferson.


Tiga puluh menit kemudian ....


Kang Soo-Hyuk dan Melissa berpamitan pergi. Meski berat hati temannya pergi begitu saja, Jafferson yang merupakan sang empu acara, tidak bisa berbuat apa-apa selain membiarkan Kang Soo-Ji pergi dengan Melissa.


Karena sudah membuat janji dengan kekasihnya, Kang Soo-Hyuk sengaja tidak minum alkohol di pesta temannya. Ia juga harus mengemudikan mobil. Begitu juga Melissa yang minum minuman tanpa alkohol.


Kang Soo-Hyuk dan Melissa ada di parkiran. Mereka di dalam mobil.


"Jadi, ke mana kau akan membawaku?" tanya Melissa menggoda.


Kang Soo-Hyuk mengusap wajah Melissa, " Kemana lagi, tentu saja ke tempat biasanya." jawabnya tersenyum tampan.


Melisa juga tersenyum, "Dasar mesum," gumam Melissa, dengan wajah bersemu merah.


"Ya, aku memang mesum. Tapi, aku kan hanya mesum padamu saja. Aku tak akan berani mesum pada wanita lain." Kang Soo-Hyuk berkata manis, mencoba merayu kekasihnya.

__ADS_1


Wajah Kang Soo-Hyuk mendekat ke wajah Melissa. Perlahan-lahan, bibir Kang Soo-Hyuk menempel ke bibir Melissa dan mereka pun berciuman. Kang Soo-Hyuk memperdalam ciumannya. Tangannya mulai nakal berkeliaran meraba-raba.


*****


__ADS_2