
Seorang pria datang ke sebuah gedung perusahaan besar. Pria itu tersenyum tampan menyapa setiap orang yang berpapasan dengannya. Langkah kakinya terus melaju menuju sebuah ruangan. Di sana, ia bertemu seorang wanita yang merupakan Sekretaris pribadi CEO.
"Tuan muda, apakah Anda ingin bertemu Pak CEO?" tanya sekretaris itu.
"Hallo, Sekretaris Han. Apa Hyung, ah ... maksudku Pak CEO ada di ruangannya" tanya pria itu dengan tersenyum ramah.
"Beliau sedang menghadiri rapat. Di ruang rapat utama. Silakan menunggu di dalam ruangan Beliau, jika Anda ingin menunggu. Atau Anda ingin meninggalkan pesan. Saya akan sampaikan." Sekretaris itu menawari.
"Aku tunggu saja. Apa rapatnya akan lama?" tanya pria itu lagi.
Sekretaris cantik itu menatap jam yang melingkar di tangan kirinya. Ia menerka-nerka untuk menjawab pertanyaan pria itu.
"Hm, pastinya saya tidak tahu pasti. Tapi, jika dilihat dari durasinya juga jadwal Beliau, sepertinya akan segera berakhir." jawab Sekretaris itu menjelaskan.
"Ok, aku tunggu saja. Jika Pak CEO datang, tolong katakan aku sedang menunggu di dalam." kata pria itu, yang langsung masuk ke dalam sebuah ruangan.
Sekretaris itu menggelengkan kepala. Sepertinya ia tidak terlalu menyukai pria yang tadi baru datang. Tapi, karena pria itu merupakan salah satu anggota keluarga dari perusahaan tempatnya bekerja, ia terpaksa bersikap profesional dan mengesampingkan perasaan pribadinya.
***
Sementara itu, di lain tempat. Tepatnya di sebuah ruangan. Sedang diadakan rapat dengan suasana yang mencekam. Terlihat para peserta rapat dengan wajah tegang dan kaku sedang mendengar seseorang yang melakukan presentasi.
" ... demikian presentasi penjualan bulan ini." seseorang yang melakukan presentasi itu mengakhiri presentasinya.
Semua mata menatap ke satu arah. Mereka menatap ke arah seorang pria tampan dengan wajah dingin yang bisa membekukan seluruh ruangan beserta isinya hanya dengan pandangannya.
Brakkkk ....
Suara meja dipukul oleh seseorang. Seorang pria tampan dengan tatapan elangnya.
"Begini kinerja kalian?" kata pria itu menatap semua orang.
"Pak, Anda kan tahu. Banyak pesing kita yang terus meluncurkan model terbarunya." ucap salah seorang yang hadir di rapat.
"Lalu?" sambung pria itu, menatap tajam.
Seseorang yang sebelumnya bicara memandang seseorang lain di sisi kirinya. Keduanya bertatapan dan saling melemparkan pandangan bingung.
__ADS_1
"Apa pekerjaan tim perencana dan pemasaran?" tanya pria itu, mulai membekukan suasana. "Perusahaan tidak menggaji kalian untuk bermalas-malasan. Kalian paham?" pria itu mulai kesal, lantaran sikap bawahannya.
Semua orang terdiam, mereka tidak bicara apa-apa dan menunduk malu. Karena ditegur langsung atasan mereka.
Melihat semua hanya diam. Pria yang dipanggil CEO itu langsung bangkit berdiri dari duduknya yang menurunkan perintah untuk semua bawahannya.
"Tim perencana, pergi dan diskusikan rencana kalian pada tim design. Tim Produksi, perhatikan kwalitas hasil produk kalian. Dan tim pemasaran, tugas utama kalian adalah memasarkan produk siap jual. Jangan bersantai-santai, karena waktu adalah uang. Hari ini rapat sampai di sini saja." panjang lebar pria itu bicara, sampai akhirnya ia melangkahkan kaki pergi meninggalkan ruang rapat.
Tentu saja. Selepas CEO mereka pergi, ruang rapat menjadi gaduh. Beberapa merasa keberatan dan tertekan. Beberapa lagi merasakan biasa saja, karena sudah terbiasa.
***
Pria yang berada di ruangan CEO sedang memikirkan seseorang yang lain adalah Celine. Yang secara tidak sengaja bertemu dengannya di toko buku tempatnya sering berkunjung.
Kang SooHyuk, nama pria itu. Ia berusia dua puluh tahun dan dijuluki seorang playboy. Wajah tampannya ia gunakan untuk memikat banyak wanita, baik itu wanita muda, atau wanita yang usianya jauh diatasnya.
SooHyuk, merupakan putra kedua Presdir Kang SooJi. Pemilik perusahaan elektronik terbesar nomor satu. Sebagai anak konglomerat, merupakan keberuntungan bagi Kang SooHyuk. Ia selalu mendapatkan apa yang diinginkannya, tanpa perlu bersusah payah. Berbeda dengan sang Ayah dan sang Kakak yang merupakan sosok pendiam dan pekerja keras. Kang SooHyuk adalah, tipikal orang tidak bisa dikekang dan selalu membuat onar di luar rumah.
"Astaga, kenapa aku terus memikirkan wanita itu? dia bahkan tidak lebih cantik dari Melissa." gumam Kang SooHyuk.
Tanpa disadari, seseorang sudah berdiri di sisi SooHyuk. Membuat SooHyuk kaget.
"H-hyung ... " gumam SooHyuk.
"Apa?" jawab seseorang di samping SooHyuk.
"Kapan Hyung datang?" tanya SooHyuk.
"Kau kenapa datang, Kang SooHyuk. Apa masa hukumanmu dari Papa sudah selesai? Jika Papa tahu kau berkeliaran seperti ini, kau akan langsung dikirim ke rumah Nenek." kata pria itu dingin.
SooHyuk terkejut, "Hyung, jangan bicara seperti itu. Jangan menakutiku." kata SooHyuk.
"Pergilah! aku sibuk." kata seseorang yang dipanggil SooHyuk dengan sebutan 'Hyung'.
"Hyung, aku mau ceritakan sesuatu. Tadi aku ... " ucapan SooHyuk pun terpotong oleh Kakaknya.
"Cukup. Jangan membuatku mengusirmu secara paksa, Kang SooHyuk!" sentak sang Kakak.
__ADS_1
SooHyuk pun akhirnya pergi. Ia tidak mau membuat Kakaknya marah. Melihat kepergian sang Adik, sang Kakak pun langsung bernapas lega.
Kang JiHyuk. Pria tampan ini adalah seorang CEO yang terkenal akan kekejamannya. Sifatnya yang keras dan dingin, membuatnya mendapatkan julukan sebagai Ji-Monster di perusahaan.
Tahun ini, ia genap berusia Tiga puluh tahun. Ia merupakan pria lajang yang mapan. Jangan ditanya kenapa JiHyuk masih menjadi seorang yang lajang, itu karena ia benci menjalin hubungan khusus dengan seseorang.
Dibalik kesuksesannya duduk sebagai CEO perusahaan besar, ia memiliki masa lalu yang kelam dan fobia. Sebagai putra sulung, ia memiliki bakat dan kemapuan yang menurun dari sang Ayah, yaitu Kang SooJi. Kemampuan JiHyuk tidak perlu diragukan lagi. Selain tampan, ia juga merupakan sosok yang jenius sekaligus misterius. Yang sellau menutup diri akan apapun dan pada siapapun.
"Ahhh ... " JiHyuk menghela napan panjang. Ia memijat keningnya perlahan.
Tok ... tok ... tok ....
Pintu ruangannya terketuk. Terlihat seseorang mengintip dan menyapa JiHyuk.
"Pak, apakah Anda sedang senggang? ada yang ingin saya bicarakan." kata seseorang itu, yang tidak lain adalah sang Asisten pribadi JiHyuk.
"Oh, Asisten Kim. Masuklah," perintahnya.
"Baik, Pak. Permisi," Asisten rupawan itupun masuk lalu, segera menutup pintu dan berjalan mendekati atasannya.
"Ada apa?" tanya JiHyuk, menatap Asistennya.
"Ini perihal perusahaan yang ingin menjalin kerja sama, Pak. Kita mendapatkan beberapa penawaran. Ini adalah profil perusahaan yang sudah saya dan Sekretaris Han seleksi. Sesuai perintah Anda, kami menyeleksi yang terbaik dari yang baik." jelas si Asisten.
Setumpuk berkas dokumen ada di atas meja di hadapan JiHyuk. Melihat itu, JIHyuk hanya diam dan mengernyitkan dahi. Pikirannya sedang memikirkan hal lain, sehingga fokusnya terpecah.
"Asisten Kim," panggil JiHyuk.
Asisten kIm menatap dan menjawab tegas, "Ya, Pak. Apa ada hal lain yang Anda butuhkan?" tanya ASisten itu ragu-ragu awalnya.
"Tolong cari tahu informasi soal Soohyuk. Apa saja yang sudah ia lakukan seharian ini.
"Baik, Tuan. Akan segera saya cari tahu." kata Asisten KIm. Karena penasaran, ia pun langsung bertanya apa yang terjadi. "Maaf, apakah Tuan Muda membuat ulah lagi? perlu saya bereskan seperti biasa?" Asisten Kim yang hafal langsung mengajukan diri.
"Tidak perlu. Kali ini aku hanya ingin tahu apa yang dia lakukan seharian di luar rumah. Jangan lakukan apa-apa, selain mencari tahu informasi yang aku minta." jawab Jihyuk.
Asisten Kim lalu, menganggukkan kepala. Tanda jika ia mengerti dan paham akan perintah majikannya.Tidak beberapa lama, sang Asisten pun berpamitan, pergi meninggalkan ruangan Jihyuk.
__ADS_1
*****