Aku Lelah,Cintai Aku

Aku Lelah,Cintai Aku
SAAT


__ADS_3

SAAT


“Terima kasih bubur untuk anakku,dia suka makannya lahap sekali”


“Terima kasih juga untuk semua makanan yang dikirimkan untukku”


Aku mengirimkan pesan pada dia yang minta di panggil ‘SAAT’


Lama tak ada balasan aku meletakkan ponselku.


Aku memberinya nama ‘SAAT’ pada kontak ponselku,seperti yang dia minta.


Aku mengambil perlengkapan untuk memompa ASI yang baru ku beli dan sudah terlebih dulu aku sterilkan. Aku mencoba memompa dan mendapatkan 150ml setelah 20menit memompa,aku memasukkannya pada botol-botol kaca agar tetap bersih dan terhindar dari bakteri. Saat sambil menunggu memompa aku memainkan ponselku dan memotret pompa ASIku kemudian mengunduhnya sebagai status dan menuliskan caption ‘semangat mengASIhi 💪🏼’ kemudian mengunduhnya.


Aku memutar musik dari ponselku,sambil merelaxkan pikiranku dan sambil meregangkan otot-otot ku,hingga tak terasa aku mulai tertidur.


Aku terbangun pukul 15.43 mempersiapkan pakaian dan perlengkapan mandi untuk Vano,kemudian mulai memandikan Vano sambil mengajari Vano bernyanyi


twinkle, twinkle, little star


how i wonder what you are


up above the world so high


like a diamond in the sky


twinkle, twinkle, little star


how i wonder what you are


“ingke ingke ite ta….” Kata Vano mengikutiku yang sedang bernyanyi


“Ah anak mama pinter banget sih” kataku memuji Vano


Kemudian mengajak Vano menyelesaikan mandi dan kemudian menghandukinya dan memakaikan baju,setelahnya aku menitipkan Vano pada mbak Sari karena aku bergantian mandi.


Vano di ajak keteras depan dan bermain dengan mbak Sari.


Aku mengisi bathup dengan air hangat kemudian menuangkan aroma terapi pada air dan menambahkan sabun,tak lupa aku memutar lagu instrumen pada menu music di ponselku,kemudian mulai merendam badan pada air hangat yang lembut dan harum itu,memejamkan mataku dan sedikit memikirkan Bagas yang semakin lama semakin tak perduli padaku.


Tulilut tutut tutut (anggap saja bunyi ponsel😂)


Aku yang kaget langsung meraih ponsel yang aku letakkan di atas kepalaku di rak sabun dan shampo,belum sempat melihat siapa yang menghubungiku, tombol hijau itu sudah terpencet jariku saat mengambil ponsel itu.


“Ya hallo” jawabku yang kembali terkejut ketika aku melihat nama yang tertulis di layar ‘SAAT’,aku ingin menutup sambungan telepon itu etapi sudah terlambat.


“Assalamualaikum” katanya lembut


“Wa’alaikumsalam” jawabku lirih


“Hai sweet mama,sedang apa? Maaf aku tak membalas pesanmu,karena tadi aku sedang sibuk” terangnya


“Iya gak pa pa,ada apa menghubungi ku?” Tanyaku


“Pertanyaanku belum kamu jawab,sedang apa kamu?” Tanyanya balik

__ADS_1


“Sedang mandi” jawabku singkat


“Hei kamu mandi membawa ponsel?” Tanyanya memastikan


“He’em” jawabku


“Kenapa mandi harus membawa ponsel?”


“Kepo banget sih” jawabku jutek


“Hahahahahaha kamu gemesin banget” jawabnya


“Ya udah lanjutin dulu mandinya kalau gitu”


“Hei ada apa kamu hubungi aku?” Jawabku mencegah dia menutup telepon


“Aku ingin mendengar suaramu” jawabnya yang berubah menjadi serius


“Hahahahaha aku bukan siapa-siapa,bahkan aku gak tau siapa kamu” jawabku berbalik menertawakannya,kemudian aku berdiri dari bathup dan menyalakan kran shower untuk berbilas


“Hei suamimu belum pulang?” Tanyanya mengalihkan pembicaraan


“Belum saatnya dia pulang,hampir setiap hari dia lembur,big bos nya sepertinya terlalu menyayanginya hingga dia pulang selalu larut hahaha” jawabku dengan bercanda


“Suaramu jauh sekali? Apa kamu tenggelam?” Katanya


“Hahaha aku sedang bilas,jadi ponsel ku letakkan sedikit jauh agar tak basah” jawabku menjelaskan


“Kalau setiap hari aku mengirimkanmu paket makanan untukmu dan Vano bolehkah?” Tanyanya meminta ijin


“Hei untuk apa? Aku bisa memasak”


“Jangan terlalu baik padaku,aku takut salah berpikir” jawabku sambil melilitkan handuk pada tubuhku


“Serahkan urusan rumah pada pelayan,minta pada suamimu untuk menambahkan satu pelayan untuk membantumu mengasuh Vano,sebentar lagi Vano bisa berjalan dan kamu akan lebih kerepotan lagi,percayalah padaku,aku tau hidupmu sedang tidak baik-baik saja,tetapi kamu berusaha untuk mengingkarinya saja” terangnya


“Idih dah kayak cenayang aja nih orang hihihi” jawabku sambil tertawa


“Kamu membuatku gemas” katanya


“Udah dulu ya,aku mau main sama anakku dulu” jawabku


“Baiklah, thank you sweet mom jangan bosan jika ku hubungi,Assalamualaikum”


“Wa’alaikumsalam” jawabku sambil tersenyum,sudah lama aku tidak merasakan perasaan ini,diperhatikan seperti ini.


Aku keluar kamar dan menuju teras depan,menghampiri Vano dan bermain dengan Vano hingga matahari tenggelam dan aku masuk kembali ke dalam rumah,meletakkan Vano diruang keluarga yang beralaskan karpet.


“Mbak Sari” aku memanggil mbak Sari yang sedang berada di dapur


“Iya non”


“Mbak Sari punya bahan masakan apa ya?” Tanyaku yang bingung memasak apa untuk kami makan malam ini


“Hanya ada ayam dan wortel saja non di kulkas,non Rheyna belum belanja lagi sejak den Vano sakit,kemarin ada beberapa sayuran yang saya buang karena busuk non” mbak Sari menjelaskan padaku

__ADS_1


“Kita pesan online aja ya mbak,untuk Vano panaskan bubur yang tadi siang saja mbak” kataku yang pasrah karena tidak ada bahan di kulkas


“Mbak Sari tolong ambilkan ponsel saya dikamar ya,saya taruh di depan meja rias”


“Baik non”


“Ini non ponselnya” mbak Sari memberikan ponselku


“Terima kasih “


Ting tong ting tong


Mbak Sari beranjak keluar rumah untuk melihat siapa yang datang,tak berapa lama ia masuk dengan membawa bungkusan


“Non ada kiriman untuk non Rheyna” kata mbak Sari sambil menyerahkan paket kiriman yang berasal dari salah satu rumah makan padang terbesar disini


Sweet mama,happy dinner


Bahagiakan dirimu,


karena kamu berharga


From


SAAT


Dia lagi?kenapa juga dia perhatian begini sih,aku tetap tersenyum memikirkan perhatiannya.


Aku mengambil ponselku dan sedang mengetikkan ucapan terima kasih untuk kiriman nasi padangnya,belum selesai mengetik tetapi


SAAT


Calling…..


“Assalamualaikum” aku mengucapkan salam terlebih dahulu


“Wa’alaikumsalam” jawabnya


“Terima kasih nasi padangnya” kataku kemudian


“Sama-sama,selamat makan,jangan lupa si embak juga di kasi ya” katanya kemudian


“Iya pasti aku kasi”


“Ya udah makan dulu sana,nanti aku hubungi lagi boleh?” Tanyanya meminta ijin


“Emang klo aku bilang gak boleh kamu bakal gak hubungi aku?” Tanyaku memastikan


“Tetep sih aku bakal terus hubungi kamu hahaha” katanya tertawa


“Terus kenapa basa basi minta ijin?” Jawabku ketus


“Hahaha sangat menggemaskan,sudah sana makan,aku tutup ya Assalamualaikum”


“Wa’alaikumsalam” jawabku

__ADS_1


Kemudian aku memberikan nasi untuk mbak Sari,dan kemudian aku menyuap Vano. Setelah Vano selesai makan aku baru memakan nasiku sambil memperhatikan Vano yang sedang bermain.


Bersambung…..


__ADS_2