
Mommy memanggil seorang desainer ternama di Jerman untuk mengukurku. Desainer membawa beberapa model gaun pernikahan. Aku tertarik pada satu model gaun yang terlihat simpel, dengan punggung yang terbuka. ‘Cantik sekali gaun ini, dengan bertabur permata yang berkilau’ aku bergumam sendiri menatap takjub pada gaun itu.
“Cantik ya sayang?” Mommy mengejutkanku dengan pertanyaannya.
“Ehh iya mom.” Jawabku gugub, karena ternyata mommy memperhatikanku cukup lama.
“Kamu mau yang itu?” Tanya mommy lagi.
“Terserah mommy saja, apapun yang mommy pilihkan pasti yang terbaik untukku.” Jawabku sambil tersenyum dan memeluk mommy.
Aku teringat akan mama dan papa yang menikahkanku dengan terpaksa. Bahkan tak ada gaun pernikahan yang mewah seperti ini, hanya kebaya sederhana yang sedikit kebesaran saja yang membalutku saat itu. Dengan wajah kedua orang tua ku yang seakan enggan untuk menikahkanku.
“Jangan memikirkan yang telah berlalu sayang, percayalah akan indah pada saatnya.” Mommy membelai punggungku dengan sayang.
“Iya mom.” Aku mengangguk pasti.
Setelah mengukurku dan mommy, tak lupa desainer itu mengukur Steve dan daddy untuk jas mereka, tetapi bertempat diruang yang berbeda, karena hukuman untuk Steve mulai dijalankan, Steve tak diperbolehkan oleh mommy untuk melihatku, apa lagi menemuiku. Aku selalu tersenyum bahagia jika mengingat hukuman yang mommy berikan untuk Steve. Desainer itu pamit undur diri untuk segera mengerjakan pesanan mommy.
Aku kembali ke kamarku untuk merbahkan tubuhku, berniat hanya rebahan yang berakhir aku benar-benar tertidur.
Aku melihat mama dan papaku sedang tersenyum menatapku, terlihat sangat bahagia. Dengan kepala yang mengangguk-angguk seakan berkata “Kami merestuimu nak, berbahagialah.”
__ADS_1
Aku menangis dalam tidurku, dan merasakan ada tangan yang mengusap air mata dan pipiku, aku tak dapat melihat sosok itu, karena mataku yang enggan untuk terbuka.
Mama dan papa berganti sosok Vano yang terlihat bahagia bermain-main di taman dengan hamparan rumput dan bunga berwarna-warni, dengan beberapa mainan yang mengelilinginya, dia sendirian tapi tak nampak kesepian, malah terlihat bahagia.
“Vanooo, sini nak peluk mama, mama kangen sama Vano.” Aku merasakan seperti nyata memeluk Vano, bahkan Vano mencium keningku.
“Berbahagialah denganku, jangan lagi ada air mata kesedihan sayang” kata-kata itu membuatku terkejut, sosok Vano menghilang. Saat aku membuka mataku, aku tak sempat melihat siapa yang masuk ke dalam kamarku, aku hanya melihat ada yang menutup pintu kamarku saja.
‘Siapa itu yang masuk?’ Aku membuka selimut yang aku yakini tadi aku tak mengenakannya, sedikit tergesa-gesa untuk keluar dari kamar. Saat membuka pintu, aku tak melihat seorang pun ada diluar kamarku.
“Kamu mencari sesuatu sayang?” Mommy yang baru naik melihatku celingukan seperti mencari sesuatu.
“Tidak mom, hanya saja tadi sepertinya ada yang masuk ke kamarku saat aku tertidur mom.” Aku menjelaskan pada mommy.
“Coba kita buktikan mom.” Jawabku penasaran.
“Biar mommy yang chek, kamu masuk kamarmu saja dulu.”
Aku masuk ke dalam kamarku kembali, sambil menunggu mommy ke kamarku dan memberikan informasi.
Tak selang berapa lama, mommy masuk kekamarku.
__ADS_1
“Steve baru selesai mandi sayang, mungkin kamu hanya bermimpi saja. Lanjutkan tidurmu kembali ya, jangan khawatir, tidak akan ada yang mengganggu tidurmu.” Mommy mengecup keningku penuh kasih.
“Terima kasih mom, sudah memberikanku kasih seperti orang tuaku sendiri.”
“Sama-sama sayang, kamu kan sudah jadi anak mommy juga sekarang.” Jawab mommy sambil menggenggam erat tanganku.
Aku memeluk mommy dengan erat, sebagai ucapan terima kasihku padanya yang sudah sangat menyayangiku, walaupun kami baru bertemu.
“Kamu lanjutkan lagi istirahatmu ya sayang, mommy ada di bawah jika kamu mencari mommy.
“Iya mom” aku mengangguk dan mommy meninggalkanku dalam kamar.
Aku gak mungkin salah, aku yakin tadi ada yang memasuki kamarku ini. Mungkin memang aku bermimpi, tapi itu hanya bagian seseorang mencium keningku dan mengusap air mataku saja. Karena sosok yang keluar dari kamarku itu nyata.
Hai readers semua..
Maaf ya aku End kan dulu ceritanya,karena gak sempet update dalam waktu dekat..
Ceriatanya masih berlanjut ya, walaupun lama banget update nya..
Tapi di usahakan tetap update walaupun mungkin seminggu 1x..
__ADS_1
Aku lagi ada kesibukan yang penting banget soalnya..
Maapkan author yang masih belajar ini ya 🙏🏼🙏🏼