Aku Lelah,Cintai Aku

Aku Lelah,Cintai Aku
Hadiah


__ADS_3

Sesampainya di rumah, aku membukakan pintu mbak Sari yang sedang menggendong Vano yang tengah tertidur.


Setelah meletakkan Vano di tempat tidur, mbak Sari membantu ku memindahkan hadiah-hadiah yang Vano dapat ke atas karpet ruang TV. Dan berniat untuk membuka semua hadiah esok hari saat Vano sudah bangun.


“Mbak Sari boleh minta tolong buatkan mie instan seleraku? Tambahin sayur dan telur ya mbak, aku belum makan dari tadi baru terasa sekarang hehehe” kata ku pada mbak Sari yang sedang berjalan ke dapur untuk meletakkan kue ulang tahun Vano ke dalam kulkas.


“Siap non” kata mbak Sari dengan gaya hormat kemudian tersenyum padaku


Aku berjalan menuju kamarku untuk mandi dan berganti pakaian. Setelah selesai mandi dan mengganti pakaian aku menuju meja makan yang sudah tersaji pesananku,mie seleraku dengan sayur dan telur yang sangat menggugah selera (author jadi ikut lapar hahaha,ada yang sama kayak author?)


“Mbak Sari enak banget heeeeemmmm” kataku sambil memakan mie ku


“Non Rheyna sudah lama gak makan mie instan nih”


“Hehehe bener juga ya mbak” kataku cengengesan


“Mbak Sari udah makan?” Tanyaku kemudian


“Belum non,nanti makan kalau sudah selesai beres-beres semua” jawab mbak Sari menjelaskan


“Ya udah yang penting jangan lupa makan ya mbak”


“Iya non” kata mbak Sari kemudian berlalu pergi membuang sampah


Setelah menghabiskan mie ku,aku membawa piring kedapur dan meletaakkannya di pencucian piring,kemudian berjalan menuju ruang TV dan melihat-lihat hadiah yang Vano terima. Aku tergelitik pada kado kecil berwarna merah muda yang tertumpuk diantara hadiah-hadiah yang lain yang lebih besar,aku berpikir mungkin sang pemberi hadiah kehabisan kertas kado, dan tersenyum kemudian meninggalkan tumpukan hadiah itu tetap ditempatnya,dan aku kembali ke kamarku untuk beristirahat.


Aku mengambil ponselku dari dalam tas untuk mengechek alarm yang biasanya membangunkan aku. Ketika membuka layar ponselku,ada beberapa chat dari teman-temanku yang mengucapkan selamat ulang tahun untuk Vano,karena melihat status yang aku unggah. Dan mataku tertuju lekat pada satu nama diantara deratan nama ‘SAAT’ ya ada nama itu disana,aku membuka pesannya dan mulai membacanya,


SAAT


Selamat ulang tahun untuk Vano,anak ganteng yang kuat buat jagain mama ya,buat mama bahagia ya nak.


Hei sweet mama,you are so beautyful today,tetaplah bercahaya meski akan ada yang berusaha meredupkan cahayamu.


Tak perlu membalas pesanku ini,selamat beristirahat sweet mama 🤗

__ADS_1


‘Ih sapa juga yang mau balas pesannya,genit banget sih pakai emot peluk segala’ gumamku kemudian meletakkan ponselku di nakas dan kemudian merebahkan tubuhku yang terasa lelah dan mulai masuk ke alam mimpi.


***


Pagi rutinitas seperti biasa aku lakukan.yang sedikit berbeda hanya waktu yang biasa digunakan untuk bermain,kali ini di gunakan untuk membuka satu-persatu tumpukan hadiah.


Vano nampak sangat bahagia membuka hadiahnya,karena banyak sekali mainan yang dia dapatkan. Tak hanya mainan,tetapi juga ada sepatu, baju, tas troley dengan bentuk lucu.


Tersisa hadiah dengan bungkus merah muda yang membuat aku tersenyum tadi malam,kemudian aku mengambilnya dan memberikannya pada Vano,karena setai Vano membuka hadiahnya aku selalu memotretnya dengan ponselku,mengabadikan setiap moment yang mebuat Vano tersenyum bahagia. Aku membantu Vano membuka kado itu,ada tulisan yang membuat aku berpikir ini bukan hadiah untuk Vano,


‘Jangan buang waktumu untuk sesuatu yang tak pernah menganggapmu ada,


kamu terlalu berharga untuk disakiti,


kamu layak bahagia,


tersenyumlah karena senyummu……….’


Siapa ini yang kirim hadiah beginian? Kok aneh!


Aku membuka hadiah itu perlahan, kotak berlambangkan mahkota dengan tulisan R*L*X, kemudian aku membuka kotak tersebut berisi jam tangan yang cantik, disertai sertivikatnya, dan ada sepucuk kartu ucapannya,


‘Jam cantik untuk wanita cantik,


karena waktu tak akan dapat diputar kembali,


berbahagialah untuk anak dan masa depanmu’


*SAAT*


Aku sungguh terkejut,bagaimana hadiah itu bisa ada ditumpukan hadiah untuk anakku, tak mungkin kan dia ada saat acara anaknya kemarin? Kalau dia ada di sana berarti dia adalah keluarga kami? Aku mulai bertanya-tanya pada diriku sendiri.


“Mbak Sari…..” aku memanggil mbak Sari yang sedang mencuci piring di dapur,


“Ya non” kata mbak Sari sambil berjalan dari arah dapur

__ADS_1


“Ada apa non?”


“Mbak Sari tau gak siapa yang kasi hadiah bungkus merah muda ini?” Tanyaku pada mbak Sari yang saat acara lebih banyak berdiri di dekat tempat hadiah


“Seingat saya saat memindahkan hadiah gak ada hadiah dengan bungkus warna itu non” kata mbak Sari menjelaskan


“Ha?terus gimana bisa hadiahnya ada di dalam mobil mbak?” Tanyaku bingung


“Atau mungkin ketika saya tinggal masuk kedalam untuk ambil hadiah yang lain ya non,karena kan bagasi mobil gak ditutup waktu itu non,soalnya saya kan gantian bawanya sama den Bagas” kata mbak Sari menjelaskan


“Ow bisa jadi juga ya mbak” kataku menyetujui kata-kata mbak Sari


“Kenapa non dengan hadiahnya?” Tanya mbak Sari heran


“Gak pa pa mbak cuma hadiahnya bukan buat Vano,tapi buat saya mbak hehehe” kataku cengengesan


“Wah dari pengagum rahasia ya non? Hihihi” kata mbak Sari ikut menggoda


“Ah mbak Sari bisa aja,orang ising aja paling mbak” kataku memungkiri


“Isengnya keren ya non,kok gak ada yang mau kirimin hadiah iseng ya non hahaha” kata mbak Sari malah becanda


“Dikirimin hadiah iseng tapi bom mau mbak?” Kataku menimpali dengan bercanda


“Ya jangan bom dong non,kan saya juga masih mau nikah lagi hahaha” kata mbak Sari


“Hahaha ya udah mbak lanjutin lagi bersih-bersih nya” kataku kemudian


“Siap non” kata mbak Sari sambil meletakkan tangan di dahi menirukan orang yang sedang hormat


‘Okay SAAT jika ini mau mu,aku gak akan mau balas chat mu atau angkat teleponmu lagi,hadiah ini sesuatu yang sangat berlebihan untukku,dari pada nanti malah berlanjut jadi yang gak bener mending di sudahi saja disini’ kataku bergumam pada diriku sendiri, berdiri dari posisi dudukku dan berjalan menuju kamar untuk menyimpan hadiah itu di lemari bagian yang terdalam di antara tumpukan baju-bajuku yang gak akan di ketahui Bagas, sebenarnya aku ingin mengembalikan hadiah itu, tapi karena aku tidak tahu siapa SAAT aku berniat menyimpannya sampai waktunya aku mengetahui siapa dia.


Bersambung……..


...Hai teman-teman,bantu like dan rate dong biar makin semangat update dan membuat karya yang baru,...

__ADS_1


...Terima kasih untuk dukungannya 🙏🏼...


__ADS_2