Aku Lelah,Cintai Aku

Aku Lelah,Cintai Aku
Sedikit Berbohong


__ADS_3

Tak terasa perjalanan pulang sudah hampir sampai di gerbang kompleks rumahku,tetapi mas Arlo memilih untuk menepikan mobilnya dan menyodorkan air mineral padaku.


“Minumlah agar lebih tenang,dan basuh lah wajahmu agar terlihat lebih segar,jika kamu pulang dalam kondisi seperti ini maka suamimu akan mencurigaimu.”


“Dia pasti masih tertidur saat aku kembali.”


“Lantas apa yang akan kamu katakan padanya jika ia terbangun dan melihat mata sembabmu ini.” Tangan mas Arlo menghapus air mataku,yang langsung aku tampel.


“Tolong jaga sikapmu mas,aku punya suami yang aku cintai.” Marahku padanya.


“Maafkan sikap lancang ku Rheyna.” Terdengar nada penyesalan disana.


“Tolong antarkan aku ke makam papa dan mama ku saja.”


“Ini masih jam 3 subuh Rheyna,mending kamu pulang Rheyna.”


“Kalau gak mau antar aku bisa pesan taksi online.” Jawabku sembari mengeluarkan ponselku.


“Oke oke aku antarkan.” Jawabnya sembari menarik ponselku,dan kembali melajukan mobilnya.


Aku menyandarkan kepalaku pada pintu mobil,dan menatap keluar jendela belum tiba diarea pemakaman tetapi rasa kantuk sudah menyerangku,hingga tanpa sadar aku tertidur.


Lelah menangis,suasana sunyi,dan udara yang sejuk adalah perpaduan yang pas untuk rasa kantuk menghinggapi.


Entah berapa lama sudah aku tertidur,yang pasti aku terbangun saat cahaya matahari mulai malu-malu menyapaku.


Saat aku terbangun aku merasa mataku sungguh berat karena bengkak sehabis menangis,aku terkejut dengan suara sapaan di sampingku.


“Gimana tidurnya? Nyenyak?” Tanyanya.


“Heeemm.” Jawabku malas.


“Ini ada air,cuci muka dulu sana biar gak kelihatan kusut.” Sambil menyodorkan sebotol air mineral padaku.


Aku menerima air itu dan bergegas untuk membuka pintu mobil dan segera turun.

__ADS_1


Pagi ini parkiran pemakaman masih sangat sepi,hanya ada 1 mobil saja dan itu pun mobil milik mas Arlo saja,bagaimana tidak mau sepi jika saat ini masih pukul 05.48,dimana orang-orang kebanyakan masih baru akan memulai aktivitas,sedangkan aku sudah berada di makam.


Aku berjalan memasuki kawasan pemakaman sendiri,aku tinggalkan mas Arlo sekalian mencuci muka ku tadi. Berjalan menuju makam ayah dan ibu ku,aku ingin menceritakan semua yang membuat aku bersedih saat ini.


Aku tersungkur memeluk nisan papa,menangis disana tak berkata apapun hanya mengungkapkan semua lewat air mataku. Sekitar 10menit aku hanya menangis.


“Aku yakin papa tau apa yang sedang terjadi pada Rheyna saat ini. Apa yang harus Rheyna lakukan pa? Rheyna takut pa. Rheyna gak sanggup pa kalau harus kehilangan lagi.”


Aku kembali terdiam dengan pikiran yang tak tentu,entah apa yang harus aku lakukan aku pun tak tahu,semua terasa seperti mimpi buruk bagiku.


“Pa Rheyna pamit ya, takut Steve mencari Rheyna. Rheyna gak mampir ke mama dulu pa,nanti Rheyna akan kembali kemari dengan anak-anak dan Steve ya pa.” Aku memutuskan untuk pulang kembali ke rumah,setelah sekitar 20menit aku berada disana.


Dari kejauhan nampak mas Arlo sedang berdiri di depan mobilnya,aku berjalan menghampirinya.


“Sudah selesai? Yuk aku antar pulang.” Katanya sambil tersenyum.


“Sudah mas,terima kasih sudah membantuku.” Aku berterima kasih dengan tulus,sebab tak bisa ku pungkiri jika bukan karena dia mungkin sampai saat ini aku belum tahu apa yang terjadi dengan Steve.


“Aku sudah memesan taksi online mas,dan sepertinya sebentar lagi sampai.” Sambil memandang ke arah ponselku. Aku memang memesan taksi online sebelum berpamitan dengan papa tadi.


“Dengan ibu Rheyna ya?” Sapa sang sopir padaku.


“Iya pak.” Jawabku ramah.


“Aku duluan ya mas, sekali lagi terima kasih sudah membantuku.” Aku mengulurkan tanganku untuk berjabat tangan dengannya,dan dia membalasnya.


“Sama-sama, hubungi aku jika kamu membutuhkan bantuan apapun dan kapanpun itu,jangan sungkan.” Jawabnya kemudian, aku hanya menjawab dengan anggukan saja dan bergegas masuk kedalam taxi online yang telah aku pesan,dan berlalu pergi meninggalkannya.


***


“Selamat pagi nyonya.” Sapa satpam rumah ketika melihat aku turun dari taxi online.


“Selamat pagi pak” Jawabku.


“Maaf nyonya kalau boleh tau dari mana ya kok naik taxi online?” Tanya satpam setelah melihat nama sebuah perusahaan taxi online,dan melihat penampilanku yang sama seperti semalam saat menyuruhnya untuk ke area belakang rumah.

__ADS_1


“Owh ini pak,saya habis dari makam orang tua saya.” Aku hanya menjelaskan sekedarnya saja,dan berlalu meninggalkan satpam itu.


“Baik nyonya.”


Aku masuk kedalam rumah,dan kudapati para asisten sudah mulai bekerja dengan tugasnya masing-masing,ada yang di dapur sedang menyiapkan sarapan,ada yang mengelap perabotan, menyapu serta mengepel. Aku bergegas masuk kedalam kamarku untuk melihat kondisi Steve. Dia masih tertidur dengan posisi memunggungi pintu kamar kami,aku berjalan mendekatinya dengan perlahan menatap tubuhnya yang terlihat mengurus,aku belai pundak dan lengannya yang membuat dia terbangun dan membalikkan tubuhnya menghadap ke arahku.


“Baby,goodmorning” Sapanya masih tetap sama dengan senyumannya.


“Morning sayang.” Aku membalas senyumnya.


Kudapati raut wajah Steve yang nampak pucat.


“Sayang kamu sakit?” Tanyaku sambil menempelkan punggung tanganku pada dahinya,aku sangat khawatir dengan kondisinya saat ini.


“No baby,aku baik-baik aja kok. Kemarilah baby,berikan aku pelukan hangatmu.” Dia sedikit menggeser tubuhnya,Sambil merentangkan tangannya menyuruhku untuk masuk dalam dekapannya.


Aku menidurkan kepalaku di dadanya,rasanya aku tak mampu menahan air mataku,tetapi aku harus bisa.


“Dari mana baby? Kok pakai sweater? Habis nangis ya? Ada apa baby? Sini cerita sama aku yuk.” Steve mengusap rambutku penuh kasih sayang,walaupun gerakkan nya terasa sangat lemah tapi aku tahu dia mencintaiku.


“Aku habis dari makam orang tuaku sayang,aku merindukan mereka.”


“Berangkat sama siapa? Kok aku gak dibangunkan?”


“Aku berangkat subuh tadi sayang,naik taxi online. Gak tega bangunin kamu yang pulas sekali tidurnya.” Aku mencoba untuk beralasan.


“Lain kali minta supir yang antar ya baby,jangan berangkat naik taxi online. Atau kalau lagi pengen sendiri bawa mobilnya sendiri.” Steve lelaki yang terlalu sempurna untukku,dia suami yang baik serta ayah yang baik untuk anak-anak kami.


“Iya sayang,maafkan aku.” Sesalku,bukan karena aku menyesal karena naik taxi online,tetapi aku menyesal karena aku terpaksa harus membohonginya.


Steve hanya mengangguk saja,tanpa kata.


“Aku mencintaimu baby sampai akhir hayatku.” Kata-kata yang menusuk hatiku karena aku tak tahu berapa kali lagi aku bisa mendengar dia mengucapkan nya.


Hening mulai menyelimuti kamar ini,aku rasakan hembusan nafas Steve yang awalnya perlahan tiba-tiba berubah menjadi tarikan nafas panjang dan dalam,tak selang berapa lama tangan Steve yang memeluk lenganku mulai mengendur dan terjatuh disamping tubuhnya…..

__ADS_1


__ADS_2