Aku Lelah,Cintai Aku

Aku Lelah,Cintai Aku
Bagas Pov II


__ADS_3

Di perjalanan pulang Putri masih juga mengomel, karena dia gagal mendapatkan baju baru yang dia inginkan. Padahal aku baru membelikan dia tas tadi, tapi dia merasa kurang.


“Kamu bisa diem gak sih?” Aku terlalu lelah mendengar gerutuannya.


“Kenapa sih gak mau beliin aku baju, padahal berapa sih harga baju? Kamu pelit banget mas.”


“Pelit kamu bilang? Belanjaan kamu yang dibagasi itu apa ha? Bahkan Rheyna saja tak pernah belanja sebanyak itu dan setiap minggu pula belanjanya. Kamu pikir aku ini pemilik perusahaan? Bisa ludes uang tabunganku kena kamu.”


“Jual aja itu rumah yang gak ditempati, uangnya bisa buat keperluan calon anak kita mas.”


“Gila ya kamu? Rumah itu mau aku kasih ke Rheyna, itu haknya. Jangan serakah kamu jadi orang.”


“Aaaarrrkkkk apa-apa Rheyna. Rheyna terus aku benci kamu mas.” Putri memukuli lenganku, aku semakin emosi dibuatnya dan memacu mobilku dengan sangat cepat.


“HENTIKAN MEMUKULIKU PUTRI. KAMU INGIN KITA MATI HA?” Aku berteriak pada Putri, karena dia memukuliku tanpa henti.


“Iya biar kita mati sama-sama. Dari pada kamu ingat Rheyna terus.” Putri terus memancing emosiku, dia bahkan menarik-narik setir yang aku kendalikan, sehingga mobil menjadi tak terkendali.


Braaakkkkk


Aku membanting setir kekiri dan menabrak pembatas jalan. Airbag dikemudi terkembang, sedangkan dibagian depan Putri tak berfungsi sepertinya, kepalanya terbentur dan berdarah, dia pun sepertinya kehilangan kesadarannya. Aku yang masih sadar cepat-cepat menghubungi kepolisian dan ambulance.


Aku yang hanya mengalami luka ringan pun harus menjalani pemeriksaan Polisi, karena ini adalah kecelakaan tunggal, maka pemeriksaan dilakukan dirumah sakit. Aku berdalih ingin menjaga istriku yang terluka parah.


Polisi menanyakan beberapa pertanyaan, mengapa sampai terjadi kecelakaan, aku menceritakan bahwa kami bertengkar, dan istriku menarik setir kemudi sehingga mobil menjadi oleng dan menabrak.


Dokter yang keluar dari ruang operasi memberitahuku, Putri harus kehilangan janinnya karena benturan yang keras mengenai perutnya. Dan yang lebih mengenaskan lagi adalah, kaki sebelah kirinya mengalami kelumpuhan akibat benturan yang keras.


Aku merosot terduduk di lantai ketika mengetahui aku harus kehilangan anakku kembali. Mungkin ini karma untukku karena aku menyakiti Rheyna dan Vano dulu. “Ya Allah ampuni aku, ampuni semua kesalahanku dan kelalaianku yang tak bisa menjaga titipanMu.” Aku meratapi kesalahanku, memohon pengampunan pada pemilik alam semesta.

__ADS_1


Aku ingin memulai kehidupanku yang baru, aku akan merawat Putri yang mengalami kelumpuhan. Aku akan mengubah sikapmu, dan fokus merawat Putri, dan jika Tuhan masih memberiku kesempatan aku ingin memiliki anak lagi, namun jika tidak maka aku akan mengadobsi seorang anak.


Putri sudah sadar dan melewati masa kritisnya.


“Mass” suaranya lemah memanggilku.


“Iya Put?” Aku mendekatkan diri ke brankar tempatnya tidur.


“Aku haus mas.”


“Ini minum dulu, pelan-pelan ya.” Aku menyodorkan sedotan yang terhubung ke gelas.


Putri meraba perutnya yang sudah tak lagi buncit. “Mas, anak kita baik-baik saja kan?” Dengan kepala yang menoleh kekanan dan kiri, mengedarkan pandangan seperti sedang mencari sesuatu.


“Anak kita sudah tiada Put, menyusul kakaknya.” Aku menunduk, air mataku jatuh tanpa aku sadari, aku tahu ini akan menjadi pukulan besar untuk Putri.


“Kuatkan hatimu sayang, kita pasti bisa melewati cobaan ini. Kalau kamu sudah pulih kita pasti bisa memiliki anak lagi.” Aku mencoba untuk menguatkannya, karena masih ada 1 hal buruk lagi yang belum diketahui Putri tentang keadaan kakinya.


“Semua ini gara-gara kamu mas, kamu yang membuat anak kita tiada.” Putri menangis histeris dan memukul-mukulku. Saat ia ingin duduk dan menarik kakinya,


“Mas kenapa kaki kiriku gak bisa bergerak mas? Cepat panggilkan dokter mas.” Aku hanya diam saja dan menunduk menangis.


“Kenapa kamu diam saja mas? Cepat panggilkan dokter mas.” Putri terus histeris dan memaksaku untuk memanggil dokter.


“Bagassss.” Putri berteriak memanggil namaku.


Aku langsung memeluknya dengan erat.


“Maafkan aku sayang.” Hanya itu yang mampu keluar dari mulutku.

__ADS_1


“Apa maksud permintaan maafmu ini mas?”


“Kaki sebelah kirimu mengalami kelumpuhan.”


“TIDAKKKKKK” Inilah puncak dari rasa sakit terbesar Putri. “Kenapa aku mas? Bagaimana aku harus berjalan jika hanya dengan satu kaki? Kamu pasti sebentar lagi akan meninggalkanku.” Aku tahu Putri mulai merasa rendah.


“Aku gak akan meninggalkanmu, aku akan selalu ada disisimu. Setelah keluar dari rumah sakit ini, kita akan menikah secara sah di mata negara, aku akan selalu menemanimu.” Hanya itu yang dapat aku ucapkan untuk mengembalikan kepercayaan dirinya. Walaupun aku tahu akan berat rasanya, tapi inilah hukuman yang harus kami jalani.


Setelah keluar dari rumah sakit, aku menepati ucapanku untuk menikahi Putri secara sah dimata hukum negara. Aku memberikan putri 1 orang perawat untuk memenuhi kebutuhan Putri ketika aku tinggal kerja. Sebelum aku berangkat kerja, aku akan selalu meluangkan waktu untuk memandikan Putri kemudian menyuapinya makan, aku memberikan perhatian penuh untuknya. Sepulang dari kantor pun aku akan langsung pulang dan menemani Putri.


Terkadang masih suka terbesit dalam pikiranku, ‘seandainya aku dulu bisa menjaga Rheyna dan Vano, mungkin saat ini kami akan hidup bahagia.’ Namun aku sadar semua kesalahan ini adalah salahku sepenuhnya. Aku yang tak bisa menjaga hatiku, tak bisa memuliakan istriku saat itu. Maka hukuman ini akan aku jalani Ikhlas, dengan sepenuh hatiku agar Tuhan mengampuniku.


Bagas Pov End


Hai hai hai, mau kasih info nih. Aku lagi bikin novel karya terbaruku nih, jangan lupa didukung ya kesayangan author semua.


Cleaning Service Cintaku


Namanya Amanda Prasetyaning, pindah ke ibu kota karena ayahnya meninggal saat dia masih duduk di bangku kelas 1 SMA, kota asalnya adalah Malang.


Pindah ibu kota karena ibunya mendapat pekerjaan di sana. Masuk kesekolah bergengsi karena dia dapat beasiswa dari kantor tempat ibunya bekerja.


Saat acara PromNight, Manda dijebak oleh teman2nya yang gak suka sama Manda karena iri dengan kecantikan Manda. Manda di berikan obat perangsang. Manda menyerahkan kesuciannya pada seorang lelaki bintang sekolah tanpa ia sadari.


Siapakah lelaki itu?


Bagaimana akhirnya nasib Manda?


Yukz setia pantengin kelanjutan ceritanya…

__ADS_1


__ADS_2