Aku Lelah,Cintai Aku

Aku Lelah,Cintai Aku
Sedikit Senyuman


__ADS_3

“Hei sweet mama are you okay?” Katanya mengagetkan aku yang masih setia dalam lamunanku


“Eh iya terus terus” kataku gugup


“Hayo mikirin apa nih? Mikirin aku ya? Hahaha” katanya masih setia dengan tawanya


“Idih ge-er banget sih” kataku


“Ya udah,lanjut lagi nanti ya aku udah sampai kantor nih,kerja dulu biar bisa kirimi kamu makanan enak hahahaha” katanya bercanda


“Okay”


“Assalamualaikum sweet mama”


“Wa’alaikumsalam” kataku kemudian menaruh ponselku kembali.


‘Owh jadi dia sudah punya istri dan anak toh,ada-ada aja orang ini,duitnya gak ada nomor serinya kali ya’ aku bergumam sendiri dan kemudian tersenyum.


Pukul 09.10 Vano terbangun dari tidurnya,aku menciuminya kemudian aku menggendongnya untuk memandikannya. Setelah selesai mandi aku menggendong Vano ke dapur untuk mengambil buburnya. Aku dudukan Vano di kursi kecil tempat biasa untuk dia makan,dan mulai menyuapinya.


“Ma ma ma ma ma” kata Vano memanggilku


“Ya sayang?”


“Nak…..nak…..” Vano mengatakan kalau makanan yang dia makan enak


“Oh Vano suka sup ikan ya? Maem yang banyak ya nak” aku memasakan Vano nasi tim yang aku beri kuah sup ikan


Vano hanya menjawab tertawa riang.


Setelah selesai menyuapi Vano makan,aku memutarkan video khusus untuk pertumbuhan balita,yang berisi pengenalan kata,lagu-lagu anak,Vano aku dudukkan di atas karpet dan menaruh beberapa mainan di sebelahnya,aku bahagia bisa mendampingi anakku dalam masa pertumbuhannya.


Setelah puas menonton video dan bermain,Vano mulai menguap pertanda dia mulai mengantuk.


“Vano mau susu nak?” Tanyaku menawarkan susu


Di jawab dengan anggukan Vano,


“Oke tunggu sebentar ya mama ambilkan” aku berjalan kedapur mengambil ASI yang sudah aku siapkan dalam botol dan sudah aku hangatkan


“Yuk kita bubuk di kamar nak” kataku sambil merain Vano dan meggendongnya berjalan masuk ke kamar.


Setelah memastikan Vano benar-benar tertidur,aku keluar kamar dan menata mainan Vano,mengembalikan pada tempatnya,karena jika Bagas pulang dan melihat rumah tidak rapih makan dia akan marah-marah “Apa aja sih kerjamu dirumah?rumah masih berantakan begini.” Atau “Seharian ngapain aja? Sudah dikasi pembantu tapi rumah masih berantakan” kata-kata yang sudah sangat aku hafal akhirnya.


Setelah menata mainan aku memanggil mbak Sari yang sedang membersihkan kamar mandi dekat taman belakang.


“Mbak Sari nanti kalau sudah selesai bersihin kamar mandi,ada yang mau saya bicarakan”

__ADS_1


“Iya non,sebentar lagi selesai kok” jawab mbak Sari,kemudian aku berjalan kedepan ruang keluarga dan memutar televisi acara favoritku di tv kabel,acara masak memasak,membuat kudapan,aku sangat hobby jika itu menyangkut masakan.


10 menit berlalu dan mbak Sari menghampiriku.


“Ada apa ya non?”


“Sini mbak duduk dulu” kataku sambil menepuk karpet disebelahku


“Iya non”


“Gini mbak,kalau mbak Sari mulai mencucikan baju-baju Vano bisa kah mbak?


“Lho ya pasti bisa non”


“Nanti saya tambahkan gaji mbak Sari,tapi maaf saya belum bisa menambahkan dalam jumlah yang banyak ya mbak” kataku menjelaskan


“Gak perlu di tambah non,selama ini yang saya kerjakan juga gak banyak non,itu sudah tanggung jawab saya non,uangnya non simpan untuk keperluan non aja” kata mbak Sari


“Mbak Sari kenapa baik sekali sama saya” tanyaku terharu


“Non yang baik sekali sama saya,non mau terima saya meskipun saya tidak punya pengalaman menjadi pembantu,dan saya yang hanya lulusan SMP ini”


“Terima kasih mbak Sari” kataku pada mbak Sari dan memegang tangannya


“Sama-sama non” kata mbak Sari sambil tersenyum


“Non istirahat aja dulu,mumpung den Vano lagi tidur,saya ijin setrika dulu ya non” kata mbak Sari menjelaskan


“Iya non”


Kemudian mbak Sari menuju ke belakang untuk menyelesaikan setrikanya.


Aku masuk ke kamarku dan hendak merebahkan badanku ketika aku mendengar ponselku berbunyi.


SAAT Calling…..


“Assalamualaikum”


“Wa’alaikumsalam sweet mama” katanya


“Ada apa?” Tanyaku


“Sudah makan siang?” Tanyanya


“Belum,masih kenyang” jawabku


“Makanlah walau sedikit,atau kamu gak ada makanan untuk makan siang? Hehehe” ucapannya membuat aku ikut tersenyum

__ADS_1


“Iya gak ada makanan nih,maklum gak bisa masak” jawabku menimpali bercandanya


“Lho gak pa pa banget itu,karena istri itu bukan juru masak,kasian kalau semua istri jadi juru masak ntar restoran gak ada yang laku dong hahahaha” jawabnya masih dengan bercanda


“Hahaha bisa aja sih jawabnya” jawabku dengan tersenyum


“Ya karena istri itu memang bukan untuk membersihkan rumah,memasak atau mengasuh anak,istri itu bisa memberikan kebahagian dirumah dengan cara suami memuliakannya” katanya menjelaskan


“Ada apa nih telepon melulu ih?”


“Merindukan juteknya sweet mama aja” jawabnya yang membuatku tersipu


Tok..tok..tok…


“Non Rheyna ada kiriman” kata mbak Sari mengetuk kamarku


“Iya mbak sebentar saya keluar” kataku pada mbak Sari


“Aku tutup dulu ya teleponnya” aku berbicara pada SAAT


“Iya,selamat makan siang, Assalamualaikum” katanya kemudian menutup sambungan teleponnya.


“Wa’alaikumsalam” jawabku walau tak ia dengar,aku menaruh ponselku kemudian aku berjalan keluar dari kamar


“Kiriman apa ya mbak Sari?” Tanyaku pada mbak Sari


“Sepertinya makanan ini non dari mie m*p*n ini tulisannya” kata mbak sari menjelaskan


“Apa ada nama pengirimnya mbak?”


“Ada kartu ucapannya ini non” kata mbak Sari sambil menyodorkan kiriman yang tadi


Aku mengambil dan membuka kartunya,


“Tetaplah sehat dan bahagiakan hatimu selalu,jika ada yang kamu inginkan kamu bisa mengatakannya padaku” SAAT


‘Oh tidak kenapa harus dia lagi sih’ kataku lirih pada diriku sendiri. Ada dua pangsit mie,ada siomay goreng yang besar-besar,juga ada pangsit gorengnya. Aku membaginya dengan mbak Sari,rejeki makanan yang aku dapatkan siang ini.


“Alhamdulillah,orang baik ya non yang kirimi non makanan” kata mbak Sari


“Mungkin mbak,gak tau juga maksudnya apa setiap hari kirimin makanan,lumayan menghemat uang belanja ya mbak hehehe” kataku sambil bercanda


“Non orang baik,pasti dikasi yang baik juga non” kata mbak Sari


“Aamiin” kataku mengaminkan kata-kata mbak Sari


Kami pun bersama-sama memakan pangsit mie itu,aku makan sambil tersenyum kecil entah mengapa ada orang yang memperhatikan aku secara rahasia dan berharap aku bahagia walaupun aku tak tahu siapa dia,ya memang semua yang ada di dunia ini masih rahasia,sampai saatnya Allah membuka satu persatu rahasia tersebut.

__ADS_1


Bersambung…….


Untuk menambahkan semangat author boleh dong kak berbagi Like,Rate,Bunga atau kopinya hehehehe


__ADS_2