Aku Lelah,Cintai Aku

Aku Lelah,Cintai Aku
Siapa Dia?


__ADS_3

Setelah menemani anak-anak bermain di play ground, aku dan Steve memutuskan untuk kembali pulang kerumah.


Lagi-lagi aku melihat Steve yang nampak kelelahan,walaupun dia selalu tersenyum tapi aku tahu bahwa ada yang tidak beres terjadi pada tubuh suamiku ini.


“Sayang,kamu kelelahan lagi ya?” Tanyaku saat kami memasuki kamar kami.


“Hanya sedikit saja baby,tahu sendiri bagaimana aktifnya anak-anak bermain tadi” Steve mencoba meyakinkan aku bahwa dia baik-baik saja,dengan membelai punggungku dan tersenyum seperti biasanya.


“Mau aku panggilkan dokter sayang?” Aku mencoba menawarkan pada Steve.


“Tidak usah baby,aku hanya Perlu istirahat sebentar saja.” Mata Steve terpejam dan tidak lama kemudian dia tertidur


Aku membersihkan diri dan mengganti pakaianku,saat hendak membaringkan tubuhku diatas kasur,aku mendengar dering ponsel dari dalam tas milking Steve. Aku membuka tas itu dan mengeluarkan ponsel yang berdering itu.


Ada 1 kali missed call dan sebuah pesan dari kontak yang diberi nama Mr.A


Aku membaca sekilas isi pesan itu dari layar ponsel yang masih menampilkan layar utama saja. Sebuah pesan yang memancing rasa ingin tahu ku memuncak “Apakah Rheyna sudah tau kejadian di toilet mall tadi?” Aku membuka pesan itu dan membacanya perlahan,dan betapa terkejutnya aku membaca pesan itu “Apakah Rheyna sudah tau kejadian di toilet mall tadi? Apa Rheyna juga tau Sakura yang kamu derita?” Siapa Mr.A yang mengirimkan pesan pada Steve ini? Aku bingung dengan maksud dari pesan ini,aku berpikir haruskah aku lancang dengan menghubungi Mr.A dan menanyakan maksud dari pesan yang ia kirimkan pada Steve,atau aku harus mencari tahu semuanya sendiri?


Akhirnya aku memutuskan untuk menyimpan nomor Mr.A pada ponselku dan jika dibutuhkan aku akan menghubunginya esok hari. Aku kembali meletakkan ponsel Steve pada tasnya,dan kembali membaringkan tubuhku di sebelah Steve. Mataku tak mampu untuk terpejam,memikirkan Steve dan sakit apa yang ia derita.


Aku tak sabar untuk menunggu hari esok,waktu menunjukkan pukul 23.08 aku memutuskan untuk mengirim pesan pada Mr.A karena aku ingin segera mengetahuinya.


To: Mr.A

__ADS_1


“Selamat malam Mr.A, maaf saya mengganggu waktu istirahat Mr, saya Rheyna istri dari Steve yang Mr kirimi pesan tadi pukul 20.22. Saya ingin menanyakan maksud dari pesan yang Mr. Kirimkan pada Suami saya,ada kejadian apa di toilet mall tadi? Dan sakit apa yang suami saya derita?” Walaupun dengan sedikit bimbang dan ragu-ragu untuk mengirimkan pesan itu tetapi aku meyakinkan diriku untuk tetap mengirimkan pesan itu.


Aku bangkit dari tempat tidur dan berjalan Menuju balkon kamar,dengan menggenggam ponselku khawatir. Aku memandang pesan yang aku kirimkan tadi,pesan sudah bercentang dua menandakan pesan sudah terkirim,hanya saja belum terbaca. Aku kembali berjalan menuju ke dalam kamar dan melihat Steve tetap tertidur lelap.


Aku kembali berjalan ke arah balkon,dan duduk dikursi yang ada di balkon itu. Aku kembali memandang pesan yang aku kirimkan,centang dua itu sudah berganti warna menjadi biru menandakan pesan itu telah terbaca,tak lama kemudian pada bagian bawah nama kontak bertuliskan “sedang mengetik…” Sebentar lagi rasa penasaranku akan terjawab.


Tiiing… suara pesan masuk dan aku buru-buru membukanya.


“Selamat malam,belum tidur?” Kenapa orang ini terkesan sok kenal sama aku


“Sepertinya Steve belum cerita apapun pada istri tercintanya” Apakah orang ini seseorang yang aku kenal?


“Maaf Mr,bisa tolong dijelaskan yang saya tanyakan tadi?” Aku sudah tidak butuh basa basi kali ini,karena rasa khawatirku pada suamiku


“Aku yakin dia juga pasti tidak memberi tahu istri tercintanya soal sakit yang dia derita.” Pesan selanjutnya membuatku semakin sedih,separah apakah sakit suamiku ini.


“Sakit apa suami saya Mr? Bagaimana Mr tau tentang sakit suami saya?” Tak terasa air mataku mulai menetes,membayangkan sakit yang tengah Steve derita.


“Aku akan memberikan semua bukti sakit yang suamimu rasakan saat ini,tunggulah aku akan mengirimkan bukti itu padamu,jam 01.00 akan ada orang menunggumu diluar pagar,ikutlah dengan dia maka kamu akan tau sakit suamimu.” Haruskah aku mempercayainya atau aku harus mengabaikannya dan membangunkan Steve?


“Bagaimana aku bisa mempercayai anda? Bagaimana aku bisa tau anda tidak berbohong padaku?”


“Tidak mungkin kamu tidak mengetahui perubahan yang terjadi pada suamimu,aku yakin kamu mempercayai apa yang aku katakan,karena kamu yang lebih memperhatikan perubahannya. Tapi semua itu hak mu jika kamu lebih memilih untuk mengabaikan apa yang aku katakan.”

__ADS_1


“Jika dalam waktu 10 menit kamu tidak keluar,maka kamu tidak Akan menemukan bukti apapun,bahkan mungkin sampai Steve tiara kamu baru bisa mengetahuinya.”


Aku tak lagi membalas pesan itu,aku hanya sedang berkutat dengan pikiranku sendiri dengan kesedihanku sendiri,duduk termenung di balkon hingga waktu menunjukkan pukul 00.48. Aku bergegas mengambil sweaterku dari dalam lemari,mengenakannya dan berjalan menuju pintu kamar,sejenak aku memperhatikan Steve yang mengubah posisi tidurnya sedikit menyamping,”maafkan aku sayang,aku harus melakukan ini sebelum semua terlambat” Aku berbicara dalam hatiku, menarik nafasku dalam, menguatkan hatiku dengan semua kemungkinan yang Akan terjadi,demi suamiku.


Aku membuka pintu kamar perlahan dan berjalan menuju pintu utama,seorang satpam datang menghampiriku,


“Selamat malam nyonya,kok malam-malam keluar sendiri? Ada yang bisa saya bantu nyonya?” Tanya satpam itu ramah.


“Malam pak,itu pak saya mau minta tolong ditaman belakang tadi saya dengar ada suara seperti benda jatuh,bisa tolong bapak lihat ya?” Jawabku berbohong.


“Oh baik nyonya saya lihat dulu kalau begitu.”


“Iya pak,saya kembali tidur kalau gitu,terima kasih pak” jawabku sambil berpura-pura masuk kedalam rumah.


Satpam itu beranjak menuju taman belakang melalui pintu samping. Aku mengintip dari jendela kearah luar rumah,ada cahaya lampu Mobil yang baru saja dimatikan “itu pasti mobil yang dimaksud Mr.A” kataku berbisik. Aku membuka pintu rumah perlahan,dan berjalan keluar menuju pintu pagar kecil yang letaknya disamping pos satpam,aku mengambil kunci pagar kecil dari pos satpam. Membuka pagar perlahan dan menutupnya kembali,aku memasukkan kunci pagar itu kedalam saku sweaterku,dan berjalan menuju mobil sedan hitam keluaran terbaru itu.


“Selamat malam nyonya,silahkan masuk” Supir yang berdiri disamping pintu tengah itu menyapaku dan membukakan pintu untukku.


Bersambung…..


Hai readers semua, Mohon Maaf Lahir dan Batin ya 🙏🏼 Maaf karena sudah sangat lama kisah Steve,Rheyna dan Arlo ini menggantung,karena author yang punya banyak masalah sampai gak bisa update. Tapi kali ini di usahakan akan benar-benar diselesaikan.


Terima kasih untuk yang masih setia 🥹

__ADS_1


__ADS_2