Aku Lelah,Cintai Aku

Aku Lelah,Cintai Aku
Kesepakatan


__ADS_3

Memasuki parkiran mobil, aku merasakan seperti ada mobil yang mengikuti ku, saat aku membelokkan mobilku mendekati pintu masuk arah lift, aku melihat spionku mobil yang mengikutiku tak berbelok seperti aku ‘Ah mungkin hanya perasaanku saja hihihi’ sangkalku sambil tertawa.


Aku turun dari mobil dan berjalan ke arah lift dengan membawa paperbag dan jaket hoodieku yang basah. Aku masuk ke lift dan menekan tombol 38. Aku mengeluarkan ponselku yang layarnya telah retak, ‘Duh apes banget sih hari ini, udah mau cari ide harus ngendap-endap kayak maling, laptop ketumpahan minuman, eh mau pulang masih harus kena lagi, ponsel jatuh’ aku bergumam sambil menepuk dahiku.


“Assalamualaikum” aku mengucapkan salam ketika membuka pintu apartemen


“Wa’alaikumsalam” jawab mbak Sari yang keluar dari dalam kamarnya


“Sudah tidur ya mbak?” Aku meletakkan paperbag pada meja makan dan berjalan ke arah mesin cuci untuk memasukkan jaketku yang kotor


“Belum kok non, saya baru selesai sholat” mbak Sari mengikutiku “non mau teh hangat? Atau susu?” Menawarkan minuman untukku


“Nanti saja mbak saya mau mandi dulu, nanti habis mandi saya mau es susu cokelat ya mbak” aku memasuki kamarku untuk berganti pakaian dan mandi


Setelah sekitar 20 menit aku mandi, ku lihat es susu cokelat sudah tersedia di atas meja makan. Aku menghampiri mbak Sari yang ada di dapur,


“Lagi ngapain mbak?” Tanyaku menyebelahi mbak Sari yang tengah berdiri didepan wastafel


“Nyuci strowberry non, non mau?” Mbak Sari menyodorkan strowberry yang sudah di cuci dalam baskom


“Mau dong mbak, lima aja ya mbak” kataku sambil mengangkat tanganku menunjukkan lima jariku


“Oke non, tunggu di meja aja nanti saya antar”


“Siap” aku meninggalkan mbak Sari dan duduk dikursi meja makan, mengaduk es susu yang akan aku minum.


“Mbak Sari, kita bicara sebentar ya” aku menahan mbak Sari agar duduk di dekatku, mbak Sari menganggukkan kepalanya tanda setuju


“Mbak, saya tahu mbak Sari terpaksa mengikuti permintaan mas Arlo karena mbak merasa berhutang budi karena kita di ijinkan tinggal disini. Tapi mbak, saya minta tolong mbak Sari berpura-puralah mengikutinya, jika itu berlawanan dengan keinginan mbak Sari” aku ingin membicarakan soal tadi siang pada mbak Sari


“Maafkan saya non, saya salah” mbak Sari dengan mata berkaca-kaca


“Saya gak salahkan mbak Sari kok. Saya bicara seperti ini hanya ingin saling terbuka dengan mbak Sari, karena saya cuma punya mbak Sari saat ini. Mbak Sari pasti tahu mas Arlo sudah memiliki anak dan istri, beda cerita kalau dia masih single atau duda lah ya mbak. Mbak Sari tahu tadi siang itu ke tiga kalinya dia mencium saya, dan saya malu sama diri saya sendiri, karena posisi saya sudah seperti wanita yang menghancuran rumang tangga saya, dan saya gak mau jadi seperti itu mbak. Saya sangat banyak berhutang budi sama mas Arlo sampai saya bingung bagaimana harus membalasnya. Awalnya saya pikir dengan dia mencium saya satu kali itu setimpal dengan bantuan yang dia berikan, namun ketika itu berulang saya jadi takut mbak. Saya takut saya yang gak bisa lepas dari dia, dan akhirnya akan merusak rumah tangganya.” Aku menceritakan apa yang aku simpan beberapa waktu ini


“Saya gak akan seperti itu lagi non, saya akan berpura-pura jika den Arlo meminta tolong saya” sesal mbak Sari

__ADS_1


“Saya sedang berusaha mencari rumah kontrakan yang bisa kita tinggali mbak. Besok saya berencana untuk mengiklankan mobil saya. Saya harap ketika kita pindah, mbak Sari jangan memberitahukan ke mas Arlo ya. Biar dia bisa melupakan saya mbak. Jika saatnya tiba, saya akan meminta maaf dan menemuinya. Tapi untuk saat ini kita harus meghindarinya dulu sementara mbak”


“Baik non, apa pun yang terbaik untuk non. Maafkan kesalahan saya non”


“Iya mbak, saya maafkan kok” aku tersenyum mengambil strowberry dan memakannya “Mbak, besok sebelum makan siang saya akan keluar dari sini, kalau mas Arlo kesini dan tanya saya kemana, mbak bilang aja saya lagi interview gitu ya mbak” aku mengajarkan mbak Sari untuk berbohong, demi keluarga mas Arlo sendiri


“Baik non, saya akan berpura-pura” mbak Sari sambil tersenyum


“Susu cokelat sudah habis, strowberry pun ludes, saatnya kita istirahat mbak. Karena berbohong pun butuh tenaga untuk berpikir hahaha” aku tertawa yang di balas dengan tawa mbak Sari.


Kami masuk ke kamar masing-masing. Aku mengambil ponsel yang aku charge di atas nakas, batrainya belum terisi penuh tetapi ada 1 pesan masuk dari nomor yang tak aku kenal. Aku membiarkan ponsel itu kembali di charge hingga penuh. Aku mengambil remote TV dan menyalakan TV menonton acara idol di salah satu stasiun TV. Ponselku berdenting tanda ada pesan masuk.


Aku meletakkan remote TV di tempat tidur disamping bantalku, menengkurapkan badanku di atas kasur dan mengintip pesan diponselku. Pengirimnya nomor yang sama, nomor yang tak ku kenal, aku membuka dan membacanya


From : 081213520***


“Rheyna kamu sudah tidur?”


“Rheyna ini aku Steve”


Aku sedikit terkejut dengan pesan yang Steve kirimkan, dan akhirnya aku balas


Aku belum tidur, lagi nonton idol nih”


Aku menyimpan nomor ponsel Steve segera, mumpung ingat sih.


From : Steve


“Sorry to bother you, aku mau tanya apa laptopmu kamu password? Karena besok mau aku taruh di tempat service”


‘Nih orang kurang canggih apa pura-pura gak tau sih?’ Pikirku dalam hati


“Tanpa password Steve, tidak ada yang berharga disana” aku menjawab dengan tersenyum


From : Steve

__ADS_1


“Apa aku menggangu Rhey? Atau kamu sudah mau tidur?”


“No Steve, aku belum mengantuk, hanya sedang merebahkan tubuh saja”


From : Steve


“Can I call you?”


Nah kan apa lagi ini coba kok pake mau telepon segala.


“Silahkan Steve”


Aku mencabut sambungan charge di ponsel ku dan membalikkan tubuhku dengan posisi yang benar dan menyelimuti tubuhku sebatas pinggang.


Ponselku berdering dan nama Steve yang tertera disana.


“Hallo Steve”


“Hai, how are you?” Dia gugup nih


“Steve kita baru ketemu dua jam yang lalu, dan kamu tau pasti kabarku hahaha” aku menertawakan pertanyaannya yang sangat lucu menurutku


“Ah iya bagaimana aku bisa lupa”


“You're nervous, Steve hahaha” aku mengejeknya


“Rheyna, you're embarrassing me”


Aku terdiam ketika ku dengar suara seperti seseorang sedang menekan tombol password di pintu masuk ruang apartemen ini,


“Steve sepertinya ada yang membuka pintu apartemen ini” aku berbisik pada Steve


“Siapa Rheyna?” Terdengar nada gusar dari suaranya


“Sssttttt aku cari tahu dulu, kamu diamlah” aku meletakkan ponselku dengan posisi terbalik, dengan layar tertelungkup di atas kasur di sebelah remote TV

__ADS_1


Cklekk


Bersambung……


__ADS_2