
Dua minggu lagi Vano akan berulang tahun yang ke satu,mama menelphone ku pagi tadi untuk menanyakan apakah aku akan merayakan ulang tahun Vano atau tidak,jika tidak maka mama dan papa yang akan merayakan ulang tahun Vano,aku berkata jika aku aku akan membicarakan ini dengan Bagas terlebih dahulu, mama memintaku untuk segera mengabarinya.
“Pah ada waktu untuk bicara?aku mau telepon,tentang ulang tahun Vano” aku mengirimkan pesan pada Bagas
Sepuluh menit kemudian
Papa Calling…..
“Halo pah?”
“Hemmm ada apa dengan ulang tahun Vano?” Tanya Bagas acuh
“Gini pah, tadi pagi mama telepon nanyain apa ulang tahun Vano akan kita rayakan atau tidak,karena kalau kita gak rayakan mama yang mau raya’in” kataku menjelaskan
“Ya udah biar mama aja yang rayain,lagian anak laki masih umur setahun juga gak bakal ngerti,buang-buang duit aja lah” kata Bagas membuat aku kecewa
“Ya udah kalau gitu pah,nanti aku sampaikan ke mama kalau gitu” kataku dengan nada kecewa
“Ya udah kalau gitu aku balik kerja lagi” kata Bagas mengakhiri panggilan teleponnya
‘Ya Allah apa salah Vano sehingga papa nya acuh dan kurang memperhatikannya’ aku berbicara pada cermin rias yang ada di dalam kamarku.
“Assalamualaikum ma” aku menghubungi mamaku
“Wa’alaikumsalam nak,gimana jadinya” kata mama langsung to the point menanyakan soal ulang tahun Vano
“Kata Bagas gak usah ma,Vano masih kecil belum ngerti apa-apa ma” kataku menjelaskan pada mama
“Ya udah biar mama yang pesankan di M*D ya nak,kamu hitung aja berapa yang mau di undang,besok kamu kasi jumlahnya ke mama ya nak” kata mama memutuskan untuk merayakan ulang tahun Vano
“Nanti pasti ngerepotin mama sama papa lagi” kataku bersedih
“Vano cucu mama yang pertama,melihat dia tertawa saja mama bahagia”
__ADS_1
“Bersabarlah nak,apapun yang sedang kamu lalui,ingatlah bahwa Allah selalu ada saat kamu membutuhkan,dan kami orang tua mu selalu membuka tangan untuk kamu dan Vano” kata mama penuh dengan penekanan,walupun aku tak menceritakan apapun pada mama,bahkan saat Vano sempat dirawat dirumah sakit pun aku tak menceritakan pada mama,tapi aku yakin mama selalu merasa jika aku sedang dalam masalah,seperti saat ini.
“Iya ma,kalau gitu nanti aku hitung dulu ya ma,ada berapa yang akan di undang” kataku untuk mengalihkan pembicaraan kami
“Iya nak, ya udah kamu ajak main Vano dulu sana,mama mau temani papa ngeteh dulu”
“Iya ma,Assalamualaikum”
“Wa’alaikumsalam” kata mama yang kemudian aku putuskan sambungan teleponnya.
***
2 Minggu berlalu….
Hari ini adalah hari ulang tahun Vano yang jatuh di hari Sabtu. Undangan sudah aku kirim ke keluarga Bagas melalui chat di whatsup dan untuk keluarga mama dan papa aku meminta bantuan mama untuk mengirimkannya.
“Pah kamu gak lupa kan nanti sore jam lima acara ulang tahun Vano di M*D” aku mengingatkan Bagas yang sedang akan sarapan pagi dengan mengenakan pakaian casual rapi.
“Ya udah kalau gitu pah” jawabku dengan tersenyum
Kami terdiam seperti dua orang yang sedang terlibat pertikaian,aku hanya bisa diam sambil mencuri pandang pada Bagas yang sedang fokus pada ponselnya sambil sesekali tersenyum menatap layar ponselnya dan memakan sarapannya.
“Ya udah aku berangkat dulu kalau gitu” kata Bagas mengakhiri sarapannya dan bergegas keluar rumah
Aku hanya mampu tersenyum pilu dan berharap semua segera berlalu.
Jam di kamar sudah menunjukkan pukul tiga sore,aku sudah selesai menyiapkan pakaian yang akan aku,Bagas dan Vano gunakan,tetapi Bagas belum juga pulang,aku sudah berusaha menghubunginya tetapi tidak ada yang dia angkat. Aku memutuskan untuk mandi terlebih dahulu selagi Vano masih tertidur. Setelah selesai mandi dan sedikit memoles wajahku dengan make up yang tipis,akhirnya aku membangunkan Vano perlahan,karena aku takut jika kami terlambat datang di lokasi acara.
Sampai pukul empat sore Bagas belum juga ada kabar,akhirnya aku memutuskan untuk berangkat tanpa Bagas,mbak Sari juga sudah siap ikut dengan kami,kami berangkat bertiga tanpa Bagas.
Saat perjalanan menuju lokasi acara Bagas mengirimkan pesan
“Aku langsung ke lokasi aja,gak sempat kalau harus pulang dulu” kata Bagas cuek tanpa ada kata permintaan maaf. Aku yang membaca pesan itu hanya mampu menghirup udara sebanyak-banyaknya dan menghembuskannya secara perlahan.
__ADS_1
Mbak Sari yang duduk disebelahku sambil memangku Vano yang sedang asik bermain mobil-mobilannya,menatapku saat aku membaca pesan dari Bagas ketika kami berhenti pada lampu merah,
“Sabar ya non” kata mbak Sari yang membuat aku terkejut dan menjawab dengan senyuman saja.
Tak lama setelah kami sampai di lokasi acara,Bagas sampai juga. Disana sudah ada mama dan papa,tak lama setelah itu keluarga Bagas juga mulai berdatangan satu persatu.
Acara dimulai,Vano sangat senang dan ikut bertepuk tangan ketika menyanyikan lagu selamat ulang tahun.
Di depan keluarganya Bagas berlaku seolah-olah memperhatikan aku dan Vano,tidak seperti perlakuannya saat di rumah kami.
Acara yang membahagiakan untuk Vano akhirnya selesai juga,aku berpamitan pada mama dan papa,
“Ma,pa terima kasih untuk pesta yang meriah untuk Vano” kataku pada kedua orang tua ku
“Sama-sama sayang” kata mama sambil memelukku “bersabarlah dengan apapun yang terjadi” kata mama saat memelukku,yang hanya aku jawab dengan anggukan,karena air mataku yang sudah ingin meluncur turun
“Ya sudah papa sama mama pulang dulu ya,jangan lupa ajak Vano main kerumah biar rumah ramai lagi” kata papa
“Iya pa nanti kami main kerumah papa” “ya kan Vano? Mau main rumah oma sama opa ya?” Kata ku pada Vano”
“Ma…. Pa…..” celoteh Vano yang sedang di gendong papa,karena mbak Sari yang sedang membantu Bagas memasukkan kado-kado yang Vano dapat.
Setelah mama dan papa pulang,aku pun bersiap-siap untuk pulang,
“Pah,makan malam dirumah?” Tanyaku pada Bagas yang juga akan bersiap-siap pergi
“Aku masih ada urusan kerjaan jadi gak langsung pulang” jawab Bagas yang kemudian mencium Vano yang sudah ada di gendonganku sekarang,hanya sekilas saja Bagas mencium Vano kemudian berlalu pergi.
Aku tahu ada sesuatu yang sedang terjadi,sesuatu yang jika aku mencari tahu pasti akan membuat hatiku terluka,aku tak memiliki keberanian untuk menerima kenyataan itu,yang membuatku harus kembali diam dan menganggap semuanya baik-baik saja.
Bersambung……
Hai hai hai,jika suka dengan ceritanya beri author dukungan dengan Like,Rate nya ya,kasi bunga atau kopi juga boleh,biar author kuat melek ngetik kelanjutan ceritanya hehehehe……
__ADS_1