
“Waw RHEYNA AUUUROOORAAA, gak nyangka ketemu disini sekarang” suara itu membuatku terkejut.
Aku membalikkan badanku dan sangat terkejut melihat sosok ini,
“Ba Gas” lirihku
“Kenapa terkejut sayang? Gak nyangka bisa ketemu aku disini?” Dengan senyum mengejek
“Apa mau mu?” Aku sungguh lelah hari ini, terasa lengkap penderitaanku bertemu dengan makhluk tak berperasaan ini
“Kau berhutang penjelasan perceraian kita sayang” dia maju mendekatiku dan berbisik disamping telingaku
“Jaga sikapmu gas, kita bukan siapa-siapa lagi” amukku
“Ayo jelaskan padaku siapa yang membantumu mengurus perceraian hingga aku tak bisa mengajukan banding” Bagas marah, menarik tanganku memaksaku untuk ikut dengannya
“Hei lepaskan tanganmu bung!” Suara Steve yang mengejarku
“Bukan urusanmu, ini urusanku dengan wanita ini” Bagas berhenti sejenak kemudian kembali menarikku
“Lepaskan aku gas, tanganku sakit” aku berusaha menarik tanganku dan menghentikan jalanku
“Ini baru tanganmu yang sakit, kau tau bagaimana sakitnya hatiku ketika menerima surat gugatan darimu, bahkan kamu belum mendengar penjelasanku” Bagas terus saja membentakku
“Lepaskan tanganmu dari kekasihku pec*ndang” Steve tersulut emosi, aku melihat wajahnya memerah dibawah penerangan lampu jalan.
Bagas berhenti berjalan, tetapi tangnnya masih setia menggenggam pergelangan tanganku, lebih tepatnya mncengkeramya. Dia merasa tertampar saat Steve mengatainya pec*ndang, atau dia terkejut karena Steve mengatakan bahwa aku kekasihnya, yang pasti saat ini dia berhenti dan memalingkan tubuhnya menghadap Steve.
Steve memandangku sekilas, melihat aku yang berusaha melepaskan cengkraman tangan Bagas, tetapi tak berhasil.
Bugg Bugg
Aku terkejut saat Steve meninju wajah Bagas dua kali, dan cengkraman tangan Bagas terlepas. Steve langsung menarik lenganku, menyembunyikan aku di belakang tubuhnya yang tinggi dan kekar.
“Mintalah penjelasan dengan cara baik-baik, jangan pernah memaksa seorang wanita jika dia tak mau, apa lagi dia kekasihku” kata-kata tegas Steve memperingatkan Bagas
“Dia istriku” Bagas tidak terima dengan kenyataan yang ada
“Buktikan jika dia istrimu” tantang Steve
“Kita sudah bercerai gas, bahkan akta cerai pun sudah aku terima” jawabku dari balik badan Steve
__ADS_1
“TIDAK, itu kemauanmu bukan aku” Bagas tetap tak menerima
“Jangan serakah Bagas, kamu sudah memiliki kekasih yang sudah akan melahirkan anakmu, biarkan aku bahagia” aku terdengar seperti memohon dengan isakan kecil mengingat sakitnya penghianatan yang Bagas berikan
Steve menarik tanganku dari belakang tubuhnya, membawaku kehadapannya dan menenggelamkan wajahku di dadanya, dia tau aku menangis dibalik tubuhnya.
“Penjelasan apa lagi yang ingin kau dengar darinya?” Tanya Steve dengan nada dingin
“Banyak hal” jawab Bagas masih dengan menatap punggungku
“Okey, ayo kita bicarakan di cafe itu” Steve menunjuk sebuah cafe yang biasanya buka sampai jam 2 malam
Aku menggelengkan kepala ku tanda aku tak ingin berbicara pada Bagas.
“Dengarkan aku Rhey. Jelaskan semua yang ingin kamu jelaskan, setelah itu kita pergi dari sana. Aku akan selalu menemanimu, jangan takut ya” Steve menundukan kepalanya mendekati kepalaku yang masih menempel pada dadanya, dan berusaha meyakinkanku
“Aku lelah dengan semua ini Steve” jawabku lirih
“Setelah ini beristirahatlah, aku akan menjagamu” Steve memberikanku keyakinan dan aku menganggukkan kepala menyetujuinya.
“Baiklah” jawab Bagas dan langsung berjalan didepan kami.
Steve merangkul pundakku, sama seperti saat tadi dia membimbingku keluar dari apartemen mas Arlo.
“Ini masalah kami, kenapa kamu ikut campur?” Bagas memancing emosi Steve kembali
“Karena wanita ini adalah kekasihku” jawab Steve tanpa memandang Bagas “aku akan selalu mendampinginya” ucapnya sambil tersenyum memandangku.
“Tunggu disini sebentar ya, aku pesan minuman untukmu” Steve meminta ijin padaku, membelai tanganku dan tersenyum. Aku mengangguk dan membalas senyumnya.
“Oh seleranya ganti bule nih sekarang” kata-kata yang membuat aku malas
“Karena lokal terlalu banyak yang hobi selingkuh” jawabku sengit
“Aku terjebak Rhey” Bagas mulai berkilah.
Aku mendiamkannya, tak menjawab atau pun menanggapinya.
“Jangan membicarakan hal yang diluar jalurnya” Steve kembali menyindir Bagas, dan duduk disampingku. Dia meletakkan dua cup minuman hangat
“Cepat bicarakan apa yang ingin kamu ketahui dari kekasihku” Steve memecah keheningan yang sempat terjadi di antara kami.
__ADS_1
‘Sialan ni bule sok-sok an menggertak aku’ batin Bagas
“Mengapa kamu menggugat cerai bahkan aku belum memberikan penjelasan apapun” pertanyaan yang sama seperti yang tadi dia lontarkan
Aku menunduk, *******-***** jemariku karena aku kembali teringat bagaimana Bagas menghianatiku.
Tangan kanan Steve merangkulku sedangkan tangan kirinya mengambil tangan kiriku, mengangkatnya dan menciumnya, sontak aku terkejut dan membelalakan mataku ke arah Steve.
“Jelaskan padanya honey, supaya dia tak mengganggumu lagi” Steve mengingatkanku untuk menjawab pertanyaan Bagas. Aku menganggukkan kepalaku tanda setuju.
“Awalnya aku pikir kamu memang sudah berubah gas, tapi semenjak kamu setiap hari pulang malam aku mulai curiga, tetapi aku masih berusaha mempercayaimu. Saat Vano masuk rumah sakit untuk pertama kali dan aku kesulitan menghubungimu, aku mendatangi kantormu tetapi ternyata kamu tak masuk kantor, padahal kamu bilang bahwa kamu ke kantor. Bukankah kamu sedang bersama wanita itu gas?” Aku menjeda kalimatku dan bertanya pada Bagas untuk meyakinkan dugaanku saat itu.
“Aku… aku…” dia terbata-bata menjawabku
“Sikapmu sudah menjawab semuanya gas” dengan tersenyum sinis aku menjawabnya “Saat ulang taun Vano pun sama, dengan semua keganjalannya aku merasakannya gas. Kamu menyembunyikan bekas kemerahan di dadamu pun aku tahu. Sekuat apapun kamu menutupi bangkai, akhirnya tercium juga” ucapku sarkas.
“Bahkan saat Vano meninggal pun kamu tak disisi kami.” Ucapku lirih dengan senyum merendahkan “Kamu tahu kenapa papa bisa kena serangan jantung? Karena dia terluka, putri satu-satunya yang dia cintai disakiti oleh seorang pria yang telah menghamilinya. Putri yang dia jaga dan tak pernah dia lukai, justru orang lain lah yang menyakitinya. Mama menceritakan semua sebelum mama ikut menjemput belahan jiwanya. Mama yang terpukul dengan kepergian papa dan keputusanku untuk berpisah denganmu membuatnya tak bersemangat hidup dan memilih menyerah. Kamu tahu betapa terlukanya aku dengan semua kejadian ini? Ditinggalkan putraku satu-satunya, melihat jelas dengan mata kepalaku sendiri suamiku berduaan dengan wanita simpanannya yang ternyata telah hamil, kemudian papa meninggalkanku untuk selamanya dan terakhir mama menyusulnya. Lantas menurutmu apa yang membuatku harus mempertahankanmu?” Aku menahan air mataku dengan melihat ke atap. Tangan Steve membelai lenganku dan tersenyum ketika aku mengalihkan pandanganku padanya.
“Aku masih mencintaimu Rhey”
“Hahaha hahaha he said he still loves me Steve” aku menertawakan kata-kata Bagas yang terlihat bodoh
“Jika dia mencintaimu maka dia tidak akan menghadirkan orang lain di tengah-tengah hubungan kalian, sekalipun kalian masih pacaran” Steve menjawab tanpa melihat Bagas, hanya menatapku dan tetap tersenyum padaku
“Thank you Steve” aku tersenyum membalas senyumnya
“Berubalah lebih bertanggung jawab gas, ada calon anak kalian yang harus kalian besarkan bersama. Aku hanyalah mantan istri, bagian dari masa lalumu. Ikhlaskan aku, seperti aku mengikhlaskanmu bersamanya” aku berkata lebih lembut
“Steve bisakah kita pergi sekarang? Aku lelah” dengan suara sedikit memohon karena hati dan pikiranku sangat lelah.
“Maaf tuan Bagas sepertinya penjelasan dari kekasih saya sudah cukup jelas, biarkan dia berbahagia dengan hidup barunya, dan anda dengan hidup baru anda. Kami permisi” Steve mengakhiri pembicaraan kami.
Dia menggandeng tanganku dengan tangan kirinya, dan tangan kanannya membawa minuman kami yang belum sempat kami minum.
Kami berlalu meninggalkan Bagas yang termenung seorang diri, mungkin dia menyesali perbuatannya, atau dia kecewa karena aku tak mau kembali padanya, atau dia merasa dipermalukan, aku tak tahu pasti tentang itu, tetapi ang aku tahu hatiku terasa lebih lega karena aku tak perlu lagi bersembunyi untuk menghindari Bagas.
Bersambung…..
...Terima kasih untuk semua supportnya,...
...Vote dan like serta komen yang diberikan,...
__ADS_1
...Lope yu pull deh 😘...