
“Kenapa terburu-buru non?” Tanya mbak Sari, sesaat setelah kami memasuki mobil yang aku pesan melalui aplikasi online.
“Mas Arlo mbak, dia samperin aku waktu cuci tangan tadi, aku takut mbak Lila tau dan menuduhku mbak.” Mataku mulai berkaca-kaca.
“Maaf non, apa non suka sama den Arlo?”
“Tidak ada wanita yang tak luluh jika diperhatikan mbak, begitupun aku. Tapi aku sangat sadar posisiku, ketika aku selalu menerima apa yang mas Arlo berikan, maka bukan tak mungkin aku berubah menjadi ingin memilikinya. Semua harus dihentikan mbak, sebelum ada korban yang harus menanggung rasa seperti aku dulu.” Aku berurai air mata, “aku memang menyayanginya mbak, tapi aku pikir rasa sayangku ini lebih ke aku menganggapnya saudaraku mbak. Jika aku membiarkan dia terus dekat denganku, maka dia akan semakin tak terkendali menginginkan aku.” Sambil mengusap air mataku.
“Iya non benar, jika semakin dipupuk maka akan semakin kuat rasanya.” Mbak Sari memandangku lekat.
“Aku ingin menjauhinya untuk sementra waktu mbak, menjauhi agar kami semua baik-baik saja.” Aku menyandarkan tubuhku di sofa mobil dan menerawang ke luar jendela.
Bohong rasanya jika ada wanita yang tak luluh dengan perhatian, apa lagi saat kondisi terendah di hidupnya, yaitu kehilangan. Tapi saat keadaan itu hadir, bukan hanya perasaan yang maju, tetapi logika pun harus ikut maju. Bahagia itu tak harus direbut dari milik orang lain, tetapi dapatkan dengan cara yang baik.
Sesampainya dirumah, aku masuk kekamarku, mandi dan mengganti bajuku. Kemudian mengechek kembali semua berkas yang akan aku bawa untuk ke Jakarta esok pagi. Menurut email yang aku terima, pesawatku besok pagi pukul 08.00, maka pukul 06.00 aku sudah harus bersiap untuk berangkat ke bandara. Setelah semua berkas yang dibutuhkan sudah lengkap, aku memasukkannya ke dalam map foulder, kemudian aku masukkan kedalam tas ranselku, bersama dengan sedikit pakaian yang aku bawa.
“Mbak Sari, ini notanya sepeda yang kita beli tadi, dan ini nota pembelian motornya. Besok pagi saya berangkat pagi jam enam, mbak besok hati-hati dirumah ya, lusa saya sudah pulang kok mbak.” Aku mengulurkan nota pembelian motor dan sepeda pada mbak Sari.
“Siap non, mau sarapan apa besok pagi non?” Sambil menerima nota dan meletakkan di atas meja TV.
“Roti isi aja mbak, roti tawar dikasi selada sama telur gitu aja, jangan lupa kasi saus sambel sedikit ya mbak.” Aku berjalan menuju kulkas dan membuka bagian frezer, mengambil ice cream disana.
Aku duduk di kursi meja makan dan memakan ice creamku yang Steve beri.
“Tuan Steve tumben gak kesini non?” Tanya mbak Sari berjalan menuju sofa di ruang TV.
“Aku melarangnya mbak.” Sambil menyuapkan ice cream dalam mulutku. “Entah kenapa para lelaki ini dengan mudahnya melirik wanita lain.” Ice cream ini terlalu nikmat jika harus disia-siakan.
__ADS_1
“Nalurinya non, tapi lelaki kalau udah cinta dah bucin banget non.” Mbak Sari menyalakan TV.
“Masa sih mbak? Aku belum pernah tau sih lelaki yang model begitu mbak.”
“Nanti kalau dapet yang model begitu, jangan heran ya non.” Mbak Sari tersenyum ke arahku.
“Ih mbak Sari sok tau deh.” Aku tertawa ke arah mbak Sari.
Aku tak menghabiskan ice creamku, dan menyimpannya kembali di frezer.
“Mbak gak tidur?” Aku menghampiri mbak Sari, dan duduk di sebelahnya.
“Belum non, masih seru lihat film action ini.” Mbak Sari seru menatap ke layar TV.
“Mbak, numpang naruh kepala di pangkuan mbak Sari boleh? Aku kangen mama mbak.” Aku memang merindukan mama.
“Mbak Sari tau, dulu sebelum kenal Bagas, aku sering tidur di pangkuan mama, kadang makan masih disuap mama.” Aku menerawang jauh ke masa aku masih belum mengenal Bagas, saat aku masih menjadi anak manja kesayangan papa dan mama.
“Orang tua sampai kapanpun akan selalu melindungi non, terkadang kita salah pun orang tua masih membela kita.”
“Bener mbak, terkadang anak salah pun orang tua masih membela anaknya.” Mbak Sari membelai lembut rambutku.
Aku mulai merasa ngantuk, mbak Sari masih seru menatap layar TV dengan tangan yang masih mengelus rambutku, hingga akhirnya aku tertidur di atas sofa, dengan kepala di atas pangkuan mbak Sari.
Pukul 23.00 saat film yang mbak Sari tonton sudah selesai, mbak Sari membangunkanku.
“Non, non, ayo pindah kamar non.”
__ADS_1
“Ehmm iya mbak, maaf aku ketiduran mbak” aku mendudukkan tubuhku.
“Gak pa pa non, ayo istirahat dikamar non. Besok pagi saya bangunkan jam lima ya non.”
“Heem mbak”aku berjalan ke kamar dengan rasa kantuk yang sangat mendera.
Aku mengambil ponsel yang baru siang tadi Steve kirimkan untukku, menyalakan alarm agar besok pagi tak terlambat bangun. Aku sedikit merasa kehilangan saat Steve tak lagi menghubungiku, biasanya dia akan sering menghubungiku, tapi bukankah ini yang aku inginkan, agar Steve menghindariku.
Aku membuka aplikasi pesanku, menuliskan status disana “Terkadang sesuatu yang berat itu hanya dirasakan di awal, tetapi jika semua sudah terbiasa, maka yang berat pun akn terasa biasa saja. Seperti melupakan sesuatu, mungkin memang terasa berat di awal, tetapi akan terbiasa akhirnya”
Aku melihat kontak Steve, dia sedang online tapi entah dia online dengan siapa, bukankah itu bukan urusanku. Aku kembali membuka daftar status yang baru saja update, ada nama Steve yang baru menuliskan status.
“You Will Be Mine, ich liebe dich”
‘ah sweet banget, mungkin itu status untuk istrinya’ aku berkata dalam hatiku.
Tak berapa lama, Steve kembali mengunggah Status tetapi kali ini foto yang sama dengan background yang beberapa waktu lalu aku lihat di ponselnya, fotoku yang sedang nampak belakang, ada tulisan di foto itu ‘ich werde immer kämpfen, um dich zu holen, nicht abzuwenden, wenn es kommt.’* aku tak memahami bahasa itu, jika hanya kata I Love You aku akan mudah memahami dalam beberapa bahasa, tapi jika sudah menyangkut kata-kata, maka aku akan angkat tangan dan kakiku hahaha.
Aku meletakkan ponsel di atas nakas, kembali merebahkan tubuhku di atas kasur yang empuk dan lembut ini. Aku menarik selimut kemudian mematikan lampu utama dan mengganti dengan lampu kecil di atas nakas. Kembali memejamkan mataku, berharap hari esok lebih baik dari hari ini, dan semua berjalan lancar esok hari.
Bersambung..
*(aku akan selalu berjuang untuk mendapatkanmu, jangan menolakku saat itu tiba.)
...Author ngantuk nih, lemes juga. Boleh bagi kopi nya dong hehehe, atau bagi votenya biar semangat nih....
...Yang pasti like sama komennya ditunggu ya sayang-sayangkuh....
__ADS_1