Aku Lelah,Cintai Aku

Aku Lelah,Cintai Aku
Mamer


__ADS_3

Setelah puas memakan buah cerry, Steve mengajakku berkeliling menuju kebun Strowberry yang juga adalah miliknya.


Steve bercerita bahwa hasil dari perkebunan miliknya ini langsung di olah untuk di jadikan makan dan minuman. Sebagian besar bahan baku buahnya ada di perkebunan milik Steve sendiri, yang terletak di berbagai lokasi, tak hanya disini saja.


Dari kebun Strowberry Steve mengajakku kembali masuk ke mobil dan melanjutkan perjalanan kami, yang ternyata Steve mengajakku ke perkebunan anggur miliknya.


Diperkebunan itu para pengawal meninggalkan kami.


“Steve, kenapa mereka meninggalkan kita disini?” Aku takut sendirian di negara yang tak pernah aku kunjungi, dan aku tak bisa berbahasa Jerman.


“Aku yang menyuruh mereka meninggalkan kita.” Steve meraih pinggangku dan memelukku erat.


“Terus, nanti kita naik apa Steve?” Aku mulai khawatir.


“Jangan khawatir sayang, kita akan berjalan berdua menyusuri perkebunan ini.” Tangan Steve berpindah pada tanganku, menggenggam jari-jariku.


“Apakah jauh Steve?” Steve berjalan sambil menuntunku, menyusuri perkebunan anggur yang mulai berbuah.


“Itu tujuan kita sayang.” Steve menunjuk pada sebuah bangunan, yang berada dibalik perkebunan anggur ini, terlihat tak begitu besar, dengan model bangunan clasic modern.


“Rumah siapa itu Steve?”


“Rumah orang tua kita.” Dengan tersenyum Steve mencium tanganku.


Kami berjalan mendekati bangunan itu, dan masuk melalui pintu penghubung yang terletak disamping rumah.


Mobil yang tadi membawa kami dari bandara, sudah terparkir di dapan rumah. Para pengawal pun sudah berjaga di depan pintu rumah. Membukakan pintu rumah dan mempersilahkan kami masuk.


“Terima kasih” jawabku saat melewati para pengawal.


“Sama-sama” jawab pengawal itu membuatku terkejut. Dengan logat bulenya yang masih terlihat.


Aku menarik tangan Steve, saat Steve membawaku masuk melewati ruang tamu dan menuju ruang keluarga.


“Steve, aku..aku..aku takut Steve.” Aku gugup.


Steve membalikkan badan dan menangkup wajahku lembut. “Sayang, kenapa harus takut? Orang tuaku tak akan menggigitmu.” Jawabnya dengan tertawa.


“Steveee, aku belum pernah bertemu dengan mereka, bagaimana jika mereka menolakku?” Aku memikirkan kemungkinan terburuk terlebih dahulu.


“Jika mereka menolakmu, maka aku selalu menerimamu. Yang akan menikah aku, bukan mereka.”


“Ehm ehm.” Suara dehaman seorang lelaki mengejutkan kami. “Siapa yang akan menikah tanpa memberitahuku?” Suara tegas lelaki itu membuatku semakin takut dan bersembunyi di belakang Steve.


“Ayolah dad, daddy membuat menantu kita jadi takut.” Suara lembut seorang wanita tetap tak membuat aku beranjak dari balik punggung Steve.

__ADS_1


“Mom, dad, kenalkan ini calon istriku.” Steve menarik tangan ku dengan lembut, untuk berdiri di sisinya.


“Cantik sekali.” Suara mama Steve membuatku mengangkat kepala.


“Terima kasih nyonya.” Jawabku sopan.


“Bukan nyonya sayang, tetapi mommy. Kamu akan menikah dengan Steve dan itu berarti kamu akan menjadi putri kami juga.” Jelas wanita itu.


Aku tersenyum malu dan mengangguk.


“Saya Rheyna Aurora.” Sambil mengulurkan tangan pada mama Steve dan mencium tangannya, hal yang orang tua ku ajarkan jika bertemu dengan orang tua harus sopan.


Setelah mencium tangan mama Steve, aku beralih mencium tangan papa Steve. “Saya Rheyna Aurora om.” Aku memperkenalkan diriku.


“Kenapa memanggilku om? Panggil aku daddy juga dong.” Jawabnya kemudian tersenyum “Selamat datang di rumah ini.” Sambung papa Steve.


“Ayo Steve ajak Rheyna ke kamarnya, setelah beristirahat, ajak Rheyna turun untuk sarapan.” Mama Steve memerintahkan untuk membawaku ke kamar.


Saat ini masih pukul 06.30 waktu Jerman. Steve mengantarkanku ke kamar yang bernuansa broken white, 2 koperku sudah berada di dalam kamar ini.


“Mandi dan istirahatlah dulu sayang, nanti aku akan memanggilmu untuk sarapan. Atau kamu mau makan di kamar saja?”


“Tidak Steve, aku akan makan di bawah saja.”


Ada kamar mandi pribadi di kamar ini. Setelah selesai mandi dan mengganti pakaian, aku mengeluarkan ponsel dan juga ipadku, mengisi batrainya, kemudian merebahkan tubuhku.


Aku tak bisa memejamkan mataku walaupun tubuhku terasa lelah. Aku memutuskan untuk berjalan ke arah balkon. Dari balkon aku dapat melihat perkebunan anggur yang mengelilingi rumah ini. Para pekerja sudah mulai melakukan aktifitasnya. Ada beberapa pekerja yang sedang membersihkan kebun anggur, ada juga yang sedang membersihkan kolam renang, memotong rumput di taman belakang.


Setelah melihat-lihat sekeliling dari balkon, aku kembali masuk ke kamar, berbarengan dengan mama Steve membuka pintu kamarku.


“Apa kamu tidak bisa beristirahat ditempat yang asing sayang?” Sambil berjalan masuk ke arahku.


“Eh, tidak mom. Aku hanya susah memejamkan mataku saja.”


“Mau berjalan-jalan dengan mommy?”


“Apakah tidak merepotkan mom?”


“Tentu tidak, mommy malah senang ada yang menemani, selama ini mommy sendiri hanya ditemani daddy dan beberapa pekerja saja.”


“Baiklah mom, mari saya yang temani mommy jalan-jalan.” Wanita yang masih sangat cantik di usianya yang tak lagi muda, wanita yang awalnya aku kira adalah istri Steve.


Aku berjalan-jalan bersama mommy mengelilingi rumah ini. Mommy mengajakku mengenal seluruh isi rumah ini, dan memperkenalkanku pada para pekerja dirumah ini. Stelah berjalan-jalan di dalam rumah, mommy mengajakku untuk keluar ke arah perkebunan dan menuju ke bangunan yang nampak seperti rumah kayu tetapi tak begitu besar. Mommy membukanya dan mengajakku untuk masuk.


“Ini adalah gudang anggur keluarga, sebagian besar anggur yang dihasilkan oleh kebun akan masuk ke produksi usaha Steve, sebagian kecil akan di olah untuk minuman anggur yang dikonsumsi keluarga dan sanak saudara kami sendiri.” Mommy menjelaskan padaku, aku melihat-lihat kesekeliling, ada beberapa rak yang berisi botol-botol yang di bawahnya terdapat lebel tulisan angka, mungkin itu adalah bulan dan tahun pembuatan anggur minuman itu.

__ADS_1


“Mom, maaf bolehkah aku bertanya sesuatu?”


“Iya sayang, apa yang ingin ditanyakan?”


“Bagaimana bisa mommy dan beberapa pekerja disini bisa berbahasa Indonesia?”


“Owh itu, apakah Steve belum menceritakannya? Daddy Steve tak bisa berbahasa Jerman, dia hanya bisa berbahasa Inggris, itu pun tak lancar. Dari awal mommy bertemu dengannya, mommy sudah jatuh hati padanya, karena kami terkendala bahasa, akhirnya mommy memutuskan untuk mempelajari bahasa Indonesia. Begitupun para pekerja disini, mommy menyuruh mereka untuk belajar bahasa Indonesia agar bisa berkomunikasi dengan daddy. Dan seperti yang kamu lihat, kebanyakan para pekerja di sini berasal dari Indonesia.” Mommy menjelaskan padaku bagaimana ia bisa fasih berbahasa Indonesia.


“Cinta membuat keajaiban yang besar ya mom.”


“Apa kamu belum pernah merasakan ke ajaiban cinta sayang?”


Aku menggeleng “Aku bahkan takut mengatakan ini cinta mom.”


“Apa kamu mencintai Steve?” Aku terhenyak kaget.


“Aku takut kembali mempercayai cinta mom.”


“Apakah cinta pernah melukaimu?” Aku mengangguk.


“Maka dia bukan orang yang pantas mendapatkan cintamu sayang, cinta itu indah percayalah.” Mommy meyakinkanku


“Aku pernah gagal dalam pernikahanku mom.” Aku membuka statusku yang janda.


“Itu berarti dia bukan jodoh yang terbaik untukmu, masa lalumu adalah pelajaran hidup yang harus kamu lalui sebelum kamu merasakan kebahagiaan.” Tak ada raut wajah terkejut, saat aku mengatakan bahwa aku pernah gagal dalam pernikahan.


“Apakah mommy sudah mengetahui statusku?” Tanyaku lirih.


Mommy mengangguk, “Maaf mommy mencari informasi pada Sono kemarin, setelah Steve mengatakan akan membawa pulang calon istrinya.”


“Sono? Pak Sono maksudnya mom?” Aku merasa mengenal nama itu.


“Iya, Sono itu om nya Steve, kata Sono kalian pernah bertemu saat Steve memberikan rumahnya untuk kamu pakai.”


Aku terkejut “Jadi itu rumah Steve mom? Ya ampun, pantesan pak Sono menghilang begitu saja mom, aku mau bayar sewanya tapi pak Sono gak ada jejaknya.” Mommy tertawa mendengarkan celotehanku.


“Oh sayang, Steve sangat mencintaimu hingga dia menjagamu tanpa kamu tahu.” Aku tersipu malu mendengar penuturan mommy.


Bersambung..


...Maaf ya readers tersayang yang sudah menunggu author update 🙏🏼...


...Baru sempat update karena lagi banyak pikiran yang bikin Author bingung membagi pikiran, mas Arlo dan Steve 🤭...


...Happy reading all, jangan lupa bagi Vote,like dan komennya ya sayang.....

__ADS_1


__ADS_2