Aku Lelah,Cintai Aku

Aku Lelah,Cintai Aku
Siapa Dia?


__ADS_3

Aku masih menunggu kamar untuk rawat inap Vano. 30menit sudah berlalu,saat kemudian dokter jaga dan suster menghampiriku,


“Silahkan bu,anak Vano sudah bisa dipindahkan di ruang rawat inap” ucap dokter memberi tahu ku


“Baik dokter” jawabku seraya membawa tas ku


Vano yang masih tertidur selama di ruang IGD didorong oleh dua orang suster untuk menuju kamarnya. Masuk ke dalam lift yang membawa kami ke lantai 11 rumah sakit ini. Aku bingung saat kami memasuki kamar,mengapa kamarnya sebagus ini,ada kulkas,sofa untuk tamu dan ada tempat tidur untuk penunggu,serta tempat tidur bayi yang bagus.


“Suster maaf,apa kita gak salah kamar ya?” Tanyaku pada suster yang mengantarkan kami


“Tidak bu,sudah benar ini kamarnya VIP room 03” kata suster menjelaskan


“Lho sus,tadi saya memesan yang kelas dua kok dikasi VIP” tanya ku heran


“Saya kurang tahu bu,karena diberkas tertulis kamar VIP,ibu bisa menanyakan pada bagian administrasi bu” jawab suster menjelaskan


“Baik suster,sebentar lagi saya coba turun dulu kalau begitu” jawabku


“Sus,boleh titip anak saya sebentar ya? Mumpung masih tidur saya tinggal ke bagian administrasi dulu” tanyaku pada suster untuk menitipkan Vano


“Boleh bu,silahkan” jawab suster itu ramah


“Terima kasih sus,saya tinggal sebentar” jawabku pada suster tersebut dan berlalu meninggalkan kamar turun menuju bagian administrasi


“Mbak maaf saya mau tanya” kataku pada bagian administrasi


“Iya bu ada yang bisa saya bantu?”


“Saya tadi memesan kamar rawat inap untuk anak Giovano Samudra itu kan kelas dua,tapi kenapa kok saya dikasinya yang kelas VIP ya mbak?” Tanyaku


“Sebentar ya bu saya Chek dulu” kata bagian administrasi itu


“Ow iya saya ingat bu” katanya sambil menatap layar komputer


“Tadi ada bapak-bapak yang tidak mau disebutkan namanya,mengganti ruang rawat inapnya dan juga melunasi semua biayanya bu” katanya menjelaskan


“Ha? Bapak-bapak siapa ya mbak?” Tanyaku penasaran


“Maaf bu saya tidak di ijinkan untuk memberitahukan datanya” katanya


“Orangnya seperti apa ya mbak?” Kataku masih mencoba mencari tau


“Orangnya ganteng bu,badannya proposional,rambutnya rapih,memakai jas bu” kata mbak itu menjelaskan dengan wajah yang berseri-seri


‘siapa ya?’ Tanyaku dalam hati sangat penasaran,’ini ruangan yang mahal banget kenapa orang itu mau bayarin ya’ aku masih sangat penasaran tapi pasti percuma aku menanyakannya pada mbak ini,dia pasti tetap gak mau kasih tahu siapa yang udah melunasi semua biaya rumah sakit ini.

__ADS_1


“Baiklah mbak kalau begitu,terima kasih” kataku mengakhiri percakapan kami


“Sama-sama bu”


Aku kembali ke kamar rawat inap Vano.


“Terima kasih sus” kataku pada suster yang sudah bersedia menjaga Vano selama aku tinggal ke bagian administrasi


“Sama-sama bu,jika memerlukan sesuatu bisa pencet tombol ini saja bu” kata suster menjelaskan


“Baik suster,terima kasih”


***


Sampai pukul tujuh malam Bagas belum juga bisa di hubungi. Aku harus menyuruh mbak Sari untuk mengirimkan baju-baju Vano menggunakan ojek online karena jika menunggu Bagas kasihan Vano karena tidak membawa banyak pempers.


Setelah dua jam berlalu,


Papa Calling…..


“Hallo pah?”


“Mah,Vano masuk rumah sakit?” Tanya Bagas di seberang sana


“Iya aku lagi ada meeting di luar dan baru selesai,ya udah aku pulang dulu sebentar nanti aku langsung kesana” jawab Bagas


“Iya” hanya jawaban singka yang bisa aku berikan,karena perasaanku yang mulai gak nyaman.


***


Ceklekk….


“Mah……” Bagas masuk keruangan rawat inap Vano dan membangunkan aku yang tanpa sengaja tertidur di sofa karena terlalu lelah


“Eh udah datang pah? Jam berapa ya sekarang?” Aku duduk dan mengumpulkan kesadaranku


“Jam sepuluh kurang lima mah” jawab Bagas


“Kenapa memesan ruangan sebagus ini mah? Apa gak lebih baik ruangan yang biasa aja?” Tanya Bagas


“Aku tadi memesan ruangan kelas dua,tetapi ada orang yang sudah memberikan ruangan ini dan membayar semua perawatan Vano selama disini pah”jawabku menjelaskan


“Siapa mah?” Bagas menanyakan siapa yang membayar semua perawatan ini


“Aku juga gak tau pah,aku sudah menanyakan ke bagian administrasi tapi gak dikasi tau juga,katanya yang bayarin minta di rahasiakan namanya” kataku menjelaskan

__ADS_1


“Ya syukurlah kalau ada yang bayarin” jawab Bagas kembali cuek


“Kamu gak penasaran gitu pah siapa yang berbaik hati membiayai Vano ini?” Tanyaku sambil berjalan ke arah tempat tidur Vano


“Kalau yang bayarin aja gak pingin ketahuan identitasnya kenapa aku harus bingung siapa orangnya” jawab Bagas acuh dan merebahkan tubuhnya pada ranjang untuk penunggu dan memejamkan mata nya tanpa mau melihat Vano terlebih dahulu


‘dia bahkan tidak bingung anaknya sakit,tidak mencium anaknya padahal Vano sangat merindukannya,Tuhan apa lagi yang akan terjadi dengan hidupku,ku pasrahkan semua seturut kehendakMu’ aku berkata dalam hatiku sambil memeluk dan meny*s*i Vano


***


Keesokan paginya…


Setelah aku mandi pagi dan Vano selesai dibasuh dan diberikan obat oleh suster aku berjalan ke arah Bagas tidur dan membangunkannya


“Pah bangun pah,gak berangkat kerja?” Tanyaku pada Bagas


“Iya bentar mah” jawab Bagas masih malas


“Aku mau pesan sarapan online,papa mau sarapan apa?”


“Aku nasi pecel aja deh,tambahin ayam sama ekstra peyek ya mah” jawab Bagas menyebutkan menu yang dia mau


“Ok sebentar aku carikan dulu” jawabku sambil mengutak-atik ponselku


Saat ini pukul 08.10 jadi sudah banyak depot yang buka,aku bersyukur karena rumah sakit ini dekat dengan perkantoran jadi tidak susah menemukan depot yang menjual makanan di pagi hari


“Pah aku turun dulu ya,mau ambil pesenan sarapan kita,ojeknya udah deket soalnya”


“hmmm” jawab Bagas masih di atas tempat tidurnya dan tak mengalihkan pandangannya pada layar ponselnya


Aku turun menuju lobby rumah sakit dan duduk di ruang tunggu,menunggu ojek yang membawa sarapan kami.


Ojek pertama sudah datang,membawakan orderan nasi pecel milik Bagas. Dan orderanku bubur ayam masih baru saja perjalanan di antarkan. Aku kembali duduk di ruang tunggu,sambil mengedarkan pandanganku ke seluruh ruangan. Aku melihat seseorang yang sepertinya aku kenal “Mas Arlo?” Kataku lirih “Ngapain dia disini? Siapa yang sakit ya?” Aku bergumam sendiri dan berdiri ingin menghampiri nya,saat aku hendak berjalan ke arahnya ponselku berbunyi “Hallo selamat pagi bu Rheyna,saya ojek yang mengantarkan pesanan bubur ibu,saya sudah di depan lobby bu” ternyata ojek yang menelponku “Owh iya mas,saya jalan ke situ” kata ku kemudian membalikan tubuhku berjalan ke arah keluar lobby dan mengambil pesanan buburku. Aku masuk kembali ke lobby berniat menyapa mas Arlo,tetapi ternyata dia sudah gak ada ditempat yang aku lihat tadi,akhirnya aku kembali naik ke kamar rawat inap Vano.


“Pah,keluarga mas Arlo ada yang sakit kah?” Tanyaku pada Bagas


“Gak tau,kenapa?” Kata Bagas sambil memakan nasi pecelnya


“Aku tadi liat dia di lobby waktu aku ambil sarapan” kataku menjelaskan an menyuap bubur ayam ke mulutku


“Udah biarin aja,kalau ada yang sakit ntar juga di update di group keluarga” jawab Bagas enteng


Aku diam dan melanjutkan sarapanku.


Bersambung…………..

__ADS_1


__ADS_2