Aku Menjadi Monacrh Untuk Menguasai Menara

Aku Menjadi Monacrh Untuk Menguasai Menara
Bab 108 Perjumpaan kembali bagian 2


__ADS_3

Sososk hitam yang mana sangat tinggi mengeluarkan aura kematian yang mana membuat semua mahluk hidup yang ada disekitarnya ketakutan, sosok itu adalah mayat beruang yang mana telah dimantrai oleh sihir kematian, dan dengan kekuatan energy mana element kematian yang ada di dalam tubuh beruang tersebut.


“GROOAARR...”


Mayat beruang itu mulai mengamuk dan “Busshkk... Crrastt...” membantai seluruh musuh-musuh tuannya, para serigala bertanduk satu yang mana tadinya unggul karena jumlah mereka yang banyak “Crrast... Trrassk...” sekarang ini kesulitan menghadapi sosok beruang hitam yang mana adalah monster mayat hidup yang dipanggil oleh Bella. Dengan tatapa takut dan juga kagum, para pendaki dari kelompok Riana merasa sangat tabjuk dengan kengerian dari monster beruang hitam tersebut, dengan tubuhnya yang besar “Crrast... Bummshk...” mahluk itu dengan mudahnya mengalahkan para monster serigala bertanduk satu yang mencoba menyerang dirinya.


Akan tetapi pada saat itu juga “Grrr...” tiba-tiba saja para serigala bertanduk satu yang tersisa langsung melihat kearah Bella, mereka seperti kehilangan rasa takut mereka dan “Bushkk...” beramai-ramai menyerang kearah Bella. Melihat hal itu Riana langsung tahu kalau ada sosok iblis yang mana melihat pertarungan mereka, dan dengan cepat Riana langsung memberikan perintah pada para pendaki yang ada di kelompoknya.


“Semuanya lindungi Bella, para monster itu telah mengetahui kalau mereka bisa mengalahkan beruang hitam itu dengan menyerang Bella”


“Kita lindungi Bella dan selesaikan misi ini”


Mendengarkan perintah dari Riana membuat para pendaki yang ada di kelompoknya menjadi lebih bersemangat, mereka kemudian langsung berteriak dan maju untuk melindungi Bella.


“Ooouuu....”


Dengan senjata pedang dan juga tombak para pendaki itu langsung maju dengan ganasnya, “Trranggs...” salah satu dari mereka menahan serangan para serigala bertanduk satu itu, dan sisanya “Crrast... Trrass...” menyerang para serigala bertanduk satu yang mana terluka dan juga kelelahan dalam menyerang. Kemudian dalam hitungan beberapa menit para serigala bertanduk satu yang mana awalnya berjumlah ribuan kini telah tersisa puluhan ekor saja, mereka terlihat mulai ketakutan karena melihat rekan-rekan mereka yang tewas.


Akan tetapi pada saat yang bersamaan juga para rekan pendaki tima Riana juga ikut kelelahan, dan Riana juga terlihat telah menggunakan banyak energy mana sehingga membuat kepalanya pusing.


“Ugghkk... sialan, aku terlalu menggunakan banyak skill sihirku”

__ADS_1


“Walaupun kami telah mengalahkan para serigala bertanduk satu ini, namun sosok yang dibelakang mereka masih belum keluar... akan bagus kalau dia menyerah dan membiarkan kami pergi sekarang” pikir Riana.


Riana berpikir seperti itu bukan karena dia memikirkan tentang dirinya, akan tetapi dia mengkhawatirkan Bella yang mana sedari tadi menggunakan energy mana element kematian dengan jumlah yang sangat besar, dan bahkan saat ini Bella adalah anggota pendaki yang mana paling kelelahan diantara mereka semua. Namun saat itu Bella tidak menunjukkan wajah kelelahan, dia berusaha untuk menahan rasa sakit ditubuhnya karena efek samping menggunakan skill sihir kematian miliknya, itu semua demi membuat sosok yang mana ada dibelakang para serigala bertanduk itu ketakutan dan memutuskan untuk meninggalkan mereka semua.


“Haah.. Haah... aku harus bertahan, kalau aku tumbang sekarang maka yang lainnya akan tewas”


“Aku tidak mau... aku tidak mau hanya melihat kematian orang-orang yang aku sayangi lagi” pikir Bella.


Namun keinginan mereka semua tidak terkabulkan, “Bushkk...” Lucian sosok yang mana ada dibalik para monster serigala bertanduk satu itu muncul dihadapan mereka, “Bumshkk...” dengan sekali lompatan yang kuat dirinya dapat membuat getaran besar disekitarnya. Dan ketika Riana dan juga yang lainnya melihat sosoknya “Srraahkk...” mereka bisa merasakan energy iblis yang sangat besar, dan energy iblis itu seperti sosok mahluk hidup yang mana berusaha untuk melahap jiwa mereka.


Melihat sosoknya yang mana besar dan juga mengerikan Riana dan kelompoknya sama sekali tidak bisa bergerak, disisi lain Bella melihat jiwa dari Lucian dan merasakan ada guncangan pada jiwanya.


“Apa itu... kenapa jiwa miliknya bisa seperti itu...??” pikir Bella.


Saat itu matanya memerah dan dirinya mulai mengamuk disana.


“GROOAAARRR..... AWWOOOUUU....”


Raungannya menggema dan juga menggetarkan seluruh area itu, dan membuat semua yang ada disekitar dirinya menjadi tidak dapat menggerakkan tubuh mereka, kemudian saat itu juga “Tuussk... Tuussk...” dengan perlahan-lahan Lucian berjalan mendekati Bella dan dengan matanya merah menyalah karena energy iblis miliknya “Crringgs...” mengeluarkan kuku miliknya yang tajam. Kemudian dengan sebelah tangannya Lucian bersiap untuk menyerang kearah Bella, “Fusshkk...” dengan menutup matanya Bella pasrah akan nasibnya, namun “Bumshkk...” secara tiba-tiba bola api yang mana kecil dan juga sangat kuat muncul dan menyerang kearah Lucian.


“Gaaaahkk....”

__ADS_1


Lucian terluka parah dan juga terlempar cukup jauh karena serangan bola api itu, dan saat Bella melihat asal dari bola api itu dia melihat sosok orang yang menggunakan tudung jubah yang menutupi seluruh tubuhnya, dan bukan hanya itu saja Bella sama sekali tidak dapat melihat jiwa dari orang itu dan tidak dapat merasakan energy mana sosok tersebut. Dengan cepat “Bushkk...” sosok itu langsung melesat kearah Lucian, dan ketika Lucian bangkit dari tempatnya terjatuh “Taassk...” tangan dari sosok asing itu telah memegang wajahnya dan dengan suara kecil dia membisikan sesuatu pada Lucian.


“Kau... ikut denganku”


Dengan kekuatan fisiknya orang asing itu “Fusshkk...” melemparkan Lucian dengan sebelah tangannya, Lucian terlempar sangat jauh karena orang asing tersebut lalu setelah melihat kebelakang orang asing itu langsung akan pergi dari sana, namun secara tiba-tiba Bella langsung mencoba untuk berbicara pada dirinya.


“Tunggu... kau... apa kita pernah bertemu sebelumnya..??”


Mendengarkan perkataan itu membuat sosok orang asing itu diam sejenak, akan tetapi dia langsung berbalik dan “Bushkk...” melompat dengan sekuat tenaga untuk mengejar Lucian, dia pergi tampa mengatakan sepatah kata apapun pada Bella dan hal itu membuat Bella semakin penasaran pada dirinya.


“Siapa dia sebenarnya...?? kenapa-kenapa aku merasa sangat familiar dengan sosoknya itu” pikir Bella.


Saat itu dengan menggunakan beruang mayat hitam tersebut Bella berusaha untuk mengejar sosok asing tersebut, akan tetapi beruang mayat hitam itu sama sekali tidak mau bergerak dan tetap diam. Karena hal itu Bella kemudian marah besar dan berusaha untuk memberikan perintah pada beruang mayat hitam tersebut.


“B. Bear kenapa kau tidak bergerak...?? cepat dengarkan perintahku dan kejar orang itu sekarang”


Akan tetapi beruang mayat hitam itu tidak bergerak sedikitpun, dan “Trrakk...” beruang mayat hitam itu langsung menurunkan Bella dari punggungnya lalu “Tukss...” menepuk kepala Bella dengan lembut. Beruang mayat hitam itu memiliki kecerdasan yang luar biasa besar dan prioritas utamanya adalah keselamatan dari pemiliknya yaiyu Bella, dia mengetahui kalau Bella sudah tidak bisa bertarung lagi dan Bella saat ini bisa pingsan kapanpun juga. Sementara itu “Dusshkk...” disisi lain Lucian sendiri yang mana masih setengah sadar kebingungan melihat sosok asing tersebut, lalu saat itu juga sosok asing itu membuka tudung yang ada dikepalanya dan saat itu Lucian di buat terkejut dengan sosok yang mana sudah lama dia rindukan selama ini.


Dengan wajah kaku dan meneteskan air mata dari wajahnya, Lucian memanggil nama sosok itu.


“T-tuan... tuanku raja iblis Dell Diablo....”

__ADS_1


Bersambung.....


__ADS_2