
Ratu zombie adalah eksistensi tertinggi dari para zombie, dan dirinya adalah hal yang mutlak diantara para zombie biasanya, karena dia memiliki tujuan yang sangat penting yaitu melahirkan ribuan dari parasite mayat untuk meneruskan masa depan bangsa zombie. Akan tetapi pada saat itu untuk pertama kalinya, ratu dari para zombie harus menundukkan kepalanya kepada sesosok manusia yang mana dia pandang rendah, sosok yang mana biasanya menjadi santapan baginya “Dusshkk...” kali ini sedang menginjakkan kakinya diatas kepalanya.
“Cih... nampaknya Rey berhasil kabur, dia sangat pintar karena tahu tidak bisa mengalahkanku”
“Namun dia tidak menyadari kalau dirinya meninggalkan jejak saat kabur”
Saat itu Reza dengan santainya membuat ratu zombie berlutut diatas kepalanya, saat itu Reza mengeluarkan aura dari energy iblis yang mana membuat ratu zombie ketakutan dan berlutut dihadapannya, dan di saat yang bersamaan dengan perintah Reza dia membuat ratu zombie bergerak dari tempatnya. “Trrussk... Busshk...” saat itu juga ratu zombie langsung bergerak mengejar Rey dengan melacak darah yang mana menetes dari tenggorokannya, dan saat itu Rey yang mana sedang berlari langsung di kejutkan dengan kemunculan dari Reza yang mana menunggangi ratu zombie.
“Sialan... kenapa pula ratu zombie ada disini”
“Apakah dia memiliki skill untuk mengendalikan monster..??” pikir Rey.
Saat itu dengan senyumannya yang mengerikan Reza langsung melihat kearah Rey, dan “Tringgs...” dia langsung bersiap dengan pedangnya sambil mengatakan sesuatu pada Rey.
“Sekarang kau tidak akan bisa lari kemanapun lagi”
“Bushkk...” dengan cepat Reza langsung melesat kearah Rey, dia menggunakan skill pedang iblis miliknya untuk menyerang Rey, disaat itu menggunakan belati hitam miliknya Rey berusaha untuk menangkis serangan tebasan pedang milik Reza “Tringgs...” akan tetapi perbedaan statistik kekuatan mereka sangatlah besar dan membuat Rey langsung terdorong. Melihat Rey yang mana terdorong Reza langsung bersiap untuk posisi pedang menusuk.
“Kesempatan... dia membuka celah yang cukup besar” pikir Reza.
“Bushkk...” dengan cepat Reza langsung melesat dengan serangan tusukan miliknya, dan dengan kekuatan energy iblis miliknya “Srrahkk...” dia mengalirkan energy iblisnya keujung pedang miliknya. Akan tetapi pada saat itu juga “Dushkk...” menggunakan tendangan kakinya “Brushkk...” Rey langsung menendang tanah di bawah kakinya, karena debu dari tanah tersebut Reza langsung tidak dapat melihat kearah Rey, dan pada saat itu juga Rey langsung membalas serangan Reza.
Menggunakan pisau lempar yang dia miliki “Funggs... Funggs... Funggs...” Rey langsung melemparkan pisau-pisau tersebut kearah Reza, dan disaat itu juga “Crrast... Srrastt...” tubuh Reza langsung tercabik-cabik karena luka dari serangan pisau lempar milik Rey.
“Ugghkk...”
“Serangan pisau lemparnya terlalu banyak, bahkan skill armor sihirku sama sekali tidak dapat menahan seluruh serangan pisaunya” pikir Reza.
Saat itu juga Rey langsung melemparkan pisau-pisau lempar miliknya dan juga memanggil kembali pisau yang telah dia lemparkan dengan cepat, darah mulai menetes sedikit demi sedikit dari tangan dan juga jari jemari Rey, akan tetapi “Funggs... Funggs...” dia tidak menghentikan serangannya dan terus menghujani Reza dengan serangan lemparan pisaunya. Karena serangan tersebut Reza mendapatkan luka cukup parah, dan karena serangan yang mengesalkan itu Reza mulai muak “Srrahkk...” dia lalu mengalirkan seluruh energy iblisnya sekitaran tenggorokannya dan dengan lantang dia mengeluarkan suaranya.
“ROAAARR....”
Suara raungan dari Reza tadi membuat tubuh Rey langsung bergetar dan tidak dapat bergerak, dan saat itu juga “Tringgs...” Reza langsung mengambil kesempatan itu dan “Srrast...” dengan sigap dia menebas dada Rey dengan serangan tebasan vertikal dari bahu kanan Rey kebawah perut kirinya. “Crrasst...” karena serangan yang cepat itu Rey terlambat menyadari rasa sakit dari tebasan pedang Reza, dan saat itu dia baru merasakan rasa sakit tebasan tersebut setelah dirinya tertebas dan mengeluarkan banyak darah.
“Ugghkk...”
“Apa ini...??”
“Apa aku akan mati...???” pikir Rey.
“Dusshkk...” saat itu juga Rey langsung jatuh dan tergeletak ditanah lambat dan juga santai Reza kemudian memegang tangan kanan Rey, “Tringgs...” Reza lalu mengambil sisa poin yang dimiliki oleh Rey dan pada saat itu juga Reza langsung pergi meninggalkan Rey ditanah. Mengetahui kalau Rey masih bernafas Reza kemudian memikirkan ide jahat, dan menggunakan energy iblis miliknya “Srrahkk...” dia berusaha untuk mengendalikan ratu zombie tersebut.
“Kau makan dia, buat dia menderita setiap detiknya”
Dengan perintah dari Reza tadi sang ratu zombie mulai melihat kearah Rey, dengan tangannya yang panjang dan juga elastis seperti karet “Taask...” ratu zombie mulai membawa Rey, saat itu Rey yang mana masih sadar dapat melihat kalau dirinya “Srrahk... Srrahk...” sedang diseret oleh sang ratu zombie tersebut. Sementara itu Reza yang mana terlihat sedang senang langsung pergi dari sarang para zombie tersebut, “Bushkk...” dia dengan cepat bergerak keluar bersama dengan kedua calon pendaki yang mana telah terpengaruh oleh serangan skill ilusi miliknya.
__ADS_1
Saat itu juga Rey sudah tidak dapat merasakan apapun lagi, dia hanya dapat merasakan hawa dingin menyelimuti tubuhnya, kemudian pandangan miliknya samar-samar mulai menghilang dan saat itu juga dia melihat samar-samar kalau tubuhnya mulai dicabik-cabik dan dirinya dilahap oleh sang ratu zombie tersebut.
“......”
“Apa aku akan mati....” pikir Rey.
Disaat itu juga Reza kemudian langsung dengan cepat telah sampai di depan jalan keluar sarang ratu zombie tersebut, “Dussk...” secara tiba-tiba Reza merasakan rasa sakit di jantungnya karena terlalu berlebihan menggunakan energy iblis yang dia miliki.
“Ugghkk... sialan”
“Aku tampaknya terlalu berlebihan menggunakan kekuatan energy iblis, akan tetapi itu bayaran yang setimpal untuk dapat menghapus pengganggu itu”
“Sekarang yang terpenting adalah rencanaku, aku akan kembali dan menjadi sosok iblis yang mana akan menguasai menara ini” pikir Reza.
Sementara itu Administrator ( Heimdal ) yang mana menyaksikan hal itu langsung tersenyum sinis dengan apa yang dia lihat, itu karena hasil akhir yang dia lihat sama persis dengan apa yang dia bayangkan.
“Gahahah... bagus-bagus sekali, sekarang semua calon pendaki yang berkualitas telah mendapatkan 300 poin”
“Mari kita mulai akhir dari ujian ketiga”
Saat itu juga dengan kuasanya Administrator ( Heimdal ) langsung mengaktifkan sebuah lingkaran sihir aneh yang sangat besar, dan lingkaran sihir tersebut terhubung langsung dengan sistem menara yang mana bertanggung jawab dalam ujian kali ini. Pada saat itu cahaya terang menyelimuti tubuh para calon pendaki yang mana telah mendapatkan 300 poin, Reza dan juga yang lainnya langsung dipindahkan ke lantai pertama menara.
Sementara itu Rey yang mana sedang dilahap oleh ratu zombie mulai hancur, kekuatan dari dalam dirinya mulai diambil oleh menara dan bahkan “Krrak... Trrask...” tubuhnya hancur seperti sebuah abu. Sementara itu sang ratu zombie sendiri langsung masuk kedalam sebuah kurungan cahaya kemerahan, “Sringgs...” dan dengan cepat ratu zombie itu menghilang dari ujian ketiga tersebut.
Nama : Rey Bramasta
Umur : 19
Pekerjaan : < Kosong >
Kekuatan : 17
Kelincahan : 15
Ketahanan : 8
Kepintaran : 40
Kekuatan jiwa : 9
Skill :
-Pengrajin LV 2
-Melempar LV 3
__ADS_1
-Simulasi LV 2
-Lidah penuh muslihat LV 3
-Langkah bayangan LV 2
-Tehnik belati LV 2
Pada saat itu juga, statistik milik Rey mulai berkurang dari segala aspek.
Nama : Rey Bramasta
Umur : 19
Pekerjaan : < Kosong >
Kekuatan : 0
Kelincahan : 0
Ketahanan : 0
Kepintaran : 0
Kekuatan jiwa : 9
Skill :
-
Dan bahkan skill-skill miliknya hilang satu persatu, akan tetapi pada saat itu hanya statistik kekuatan jiwa milik Rey yang mana masih ada, dan disana Rey yang mana telah hampir menghilang dan hanya menyisakan kepala saja langsung melihat kalau dirinya akan segera menghilang bersama dengan kota tempat dia dakannya ujian tutorial terakhir.
“Aaah.....”
“Aku tidak bisa merasakan apapun”
“... apakah ini yang dinamakan kematian..??”
Secara tiba-tiba Rey mulai mengeluarkan di mata kanannya, dan saat itu dia mengingat kembali seluruh perjalanannya dan juga kehidupannya yang dulu.
“Aku... tidak mau mati...”
Bersambung......
Arc pertama {Kematian} telah selesai.
__ADS_1