Aku Menjadi Monacrh Untuk Menguasai Menara

Aku Menjadi Monacrh Untuk Menguasai Menara
Bab 136 Mencari pemenang


__ADS_3

Andralius adalah putra tidak sah dari Andrast salah satu dari 72 konstelasi iblis, akan tetapi dia mendapatkan kekuatan sihir ayahnya dan bahkan dia mendapatkan kesempatan unik untuk menjadi seorang Monarch.


Karena hal itulah Andralius menjadi sangat sombong dan menganggap orang lain lebih rendah dari dirinya, dan saat itu juga Andralius percaya diri dengan darah dan juga status yang dia punya sebagai keturunan Andrast agar dapat membuat kesepakatan dengan Rey.


“Perkenalkan aku adalah Andralius putra dari Andrast salah satu dari 72 Konstelasi iblis, dan juga dikenal sebagai iblis kekejaman dan juga kelicikan”


“Karena itulah merasa beruntunglah mahluk rendahan, karena kesempatan ini tidak akan datang untuk kedua kalinya... kau dapat menjadi tangan kananku dan ketika aku mendapatkan ahli waris dari ayahku akan aku buat kau menjadi sosok yang luar biasa di Devil Doom”


Dengan penuh percaya diri Andralius berusaha untuk menawarkan kesempatan pada Rey, akan tetapi pada saat itu Andralius tidak mengetahui kalau Rey sama sekali tidak perduli dengan Andras ataupun serikat Devil Doom.


Lalu dengan senyuman dingin diwajahnya Rey dengan tegas menjawab penawaran dari Andralius.


“Hahaha... mohon maaf akan tetapi aku sama sekali tidak tertarik menjadi bawahan orang lain, dan lagi aku tidak terlalu perduli dengan ayahmu itu... bagiku kalian semua hanyalah mahluk rendahan biasa”


Mendengarkan perkataan dari Rey membuat Andralius menjadi sedikit marah, dia teringat kembali kenangan masa kecilnya saat  kekuatan miliknya belum bangkit. Dilahirkan dari sesosok konstelasi membuat dirinya wajib terlibat dalam pertikaian keluarga, dan karena dia adalah anak tidak sah dia direndahkan oleh para saudara-saudarinya.


Lalu ketika kekutan iblis miliknya mulai bangkit Andralius mulai beraksi dan membunuh salah satu dari kakaknya, kejadian itu membuat banyak orang terkejut sekaligus kagum akan kekuatan miliknya. Dan pada saat itu juga Andras mulai melihat potensi anaknya tersebut, dan hal itu membuat Andralius merasa senang karena ayahnya mulai melihat kearah dirinya.


Saat itu dengan senyuman diwajahnya Andralius berkata pada Rey.


“Sangat disayangkan... benar-benar disayangkan, padahal aku yakin kau akan sangat berguna”


Dengan mengucapkan beberapa kata saja, Rey dapat dengan jelas merasakan aura pembunuh dari Andralius “Srringgs...” dan saat itu jugalah Rey langsung menarik kedua belati miliknya. Namun dengan cepat “Funggs...” pedang yang di jatuhkan oleh Andralius langsung melesat dengan sendirinya kearah Rey.


Melihat hal itu Rey langsung bersiap untuk menahan serangan pedang itu, namun secara tiba-tiba “Funggs...” Rey melemparkan salah satu belati miliknya, dan ketika pedang milik Andralius dan juga belati milik Rey bertabrakan “Trranggs...” sebuah asap hitam langsung muncul dan mulai menjalar kesekitarnya.

__ADS_1


Asap hitam itu seperti racun yang sangat mematikan, karena dengan mudahnya “Srraahkk...” melelehkan tanah beton dan juga menghancurkan rerumputan yang ada di sekitarnya. Melihat hal itu Rey langsung melihat kemiripan kekuatan milik Andralius dengan kekuatan tubuh iblis miliknya.


“Menarik sekali.... dia memiliki energy iblis yang sekuat itu, nampaknya dia benar-benar adalah seorang bangsawan tingkat atas, ini akan sedikit sulit aku rasa” pikir Rey.


Pada saat itu melihat serangan pertamanya gagal, dengan gerakan tangannya Andralius lalu langsung memerintahkan para Demonoid miliknya untuk maju menyerang Rey. Melihat hal Rey hanya diam saja dan melihat pergerakan dari Andralius.


Disana Andralius dengan santainya tertawa melihat Rey telah berhasil di kepung oleh pasukan Demonoid miliknya.


“Hahaha... rasakan sekarang, kau tidak akan pernah bisa mengalahkan para Demonoid ini... mereka adalah manusia kuat yang mana telah aku perkuat dengan darah iblis milikku, dan menggunakan tehnik rahasia aku telah berhasil membuat mereka patuh setia padaku”


Pada saat itu Rey tidak terlalu perduli dengan apa yang dikatakan oleh Andralius, bahkan Toa yang mana ada di belakang Rey hanya diam saja melihat tuannya di kepung dari berbagai arah. Bahkan saat itu Ten hanya bisa menahan tawa ketika melihat Andralius yang bersikap sombong.


Melihat Ten yang tertawa membuat Andralius semakin kesal.


Saat itu Rey kemudian dengan santainya menenangkan Andralius.


“Tenanglah iblis kecil... bawahanku ini tidak tertawa karena menghina dirimu, akan  tetapi dia tertawa karena melihat kebodohanmu”


Mendengarkan hal itu Andralius langsung kebingungan dengan perkataan dari Rey, namun secara tiba-tiba “Srraak....” beberapa monster Tenra kemudian langsung keluar dari balik tanah disekitar Andralius.


“Kiieeek... Kieeeek...”


Para monster Tenra itu berkamuflase di dalam tanah dan membuat hawa keberadaan mereka tidak dapat di ketahui, kemudian melihat hal itu membuat Andralius menjadi sedikit panik. Tergesa-gesa dengan dan juga panik karena di kepung, “Burrn...” Andralius langsung menggunakan sihir iblis secara sembrono.


Andralius mulai membakar para monster Tenra itu dengan energy iblis miliknya yang telah berubah menjadi api hitam, dan dengan megahnya “Frushkk...” api hitam itu langsung membakar setiap monster Tenra yang ada disekitarnya. Dan beberapa menit kemudian para monster Tenra itu telah habis dibakar oleh Andralius.

__ADS_1


Akan tetapi karena penggunakan sihir yang berlebihan tubuh Andralius langsung kelelahan, dan energy iblis miliknya tersisa sedikit.


“Haah-haaah... aku berhasil mengalahkan mereka semua”


Melihat hal itu Rey kemudian bertepuk tangan untuk keberhasilan Andralius.


“Tak-tak-tak....”


Tepuk tangan Rey membuat Andralius melihat kearah dirinya, dan dia tersadar kalau para Demonoid bawahan telah dengan mudah dikalahkan oleh Rey, dan sekarang ini para bawahan Andralius tergeletak tak bernyawa dan menjadi tempat duduk Rey.


Melihat hal itu Andralius kemudian tersadar akan perbedaan kekuatan mereka berdua, dan dengan cepat “Bushkk...” Andralius melompat dan melesat untuk melarikan diri, namun saat itu Rey hanya diam saja melihat Andralius yang berusaha untuk melarikan diri darinya.


“Sialan.... monster, dia adalah monster... kenapa bisa ada mahluk seperti dirinya di dunia ini” pikir Andralius yang ketakutan.


Dan saat itu juga “Dorsst...” secara tiba-tiba sebuah peluruh melesat dengan cepat kearah Andralius, melihat peluru yang mengincar dirinya di udara “Trraak...” dengan cepat Andralius langsung berusaha untuk menahan serangan peluru itu menggunakan kedua tangannya. Andralius langsung melapisi kedua tangannya dengan armor yang terbuat dari energy iblis.


Akan tetapi karena kelelahan melawan para monster Tenra yang telah mengelilinginya, “Srrahkk...” energy iblis milik Andralius langsung melemah dan armor miliknya menjadi sangat tipis. Lalu dengan cepat “Crrast...” peluru itu kemudian langsung menghancurkan kedua tangan Andralius, dan “Drruk...” membuat Andralius terjatuh di tempat.


Melihat hal itu “Tuk-tuk-tuk...” dengan santainya Rey berjalan kearah Andarlius, “Srringgs...” sambil memegang belati di tangan kanannya. Dan dengan senyuman dingin diwajahnya Rey telah bersiap untuk menghabisi Andralius.


Andralius yang tergeletak tak beradaya ditanah menampilkan punggungnya dengan mudahnya, dia terlihat tak berdaya dengan kedua lengannya yang rusak karena di tembak oleh klon Master 015. Melihat hal itu Rey lalu langsung bersiap untuk menusuk jantung Andralius dan mengakhiri penderitaannya.


Akan tetapi pada saat itu juga “Fusshkk...” Andralius langsung berdiri tegak dan menggunakan mulutnya untuk menyerang Rey, dia terlihat seperti hewan buas yang ingin menerkam mangsanya. Akan tetapi karena fisiknya lemah “Fushkk...” Rey langsung dapat menghindari serangan itu dengan mudahnya, lalu dengan satu serangan cepat “Srrashkk...” Rey langsung memenggal kepala Andralius.


Bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2