Aku Menjadi Monacrh Untuk Menguasai Menara

Aku Menjadi Monacrh Untuk Menguasai Menara
Bab 55 Batas waktu bagian 2


__ADS_3

Sebuah gedung yang mana di penuhi oleh darah dan daging para zombie yang mana dilahap dan juga disantap oleh sosok yang berbahaya, di sana terdapat 5 serigala pelahap mayat yang mana dipanggil oleh Administrator ( Heimdal ) untuk menjadi salah satu monster yang harus diburu oleh para calon pendaki, akan tetapi karena sulitnya melawan mereka para calon pendaki yang lainnya memutuskan untuk membunuh sesama mereka dan mengambil poin kristal yang di miliki oleh calon pendaki yang lainnya.


“Kikiki...”


Saat itu para serigala pelahap mayat tersebut menikmati pertunjukkan yang di berikan oleh para calon pendaki yang saling bunuh tersebut, mereka melihat dari dalam sebuah gedung besar “Crrast...” sambil melahap mayat para calon pendaki yang tewas disekitar mereka. Dengan wajah gembira yang menakutkan para serigala pelahap mayat tersebut mulai melahap para mayat itu, dan untuk para calon pendaki yang mana terluka karena pertempuran “Trrasskk...” dengan cepat mereka cabik-cabik tubuhnya.


“Gaahhkk...”


Para calon pendaki yang mana bertemu dengan ke 5 serigala pelahap mayat tersebut langsung tewas dengan cara tersiksa, para serigala mayat itu mencincang tubuh para calon pendaki yang lainnya dan membuat mereka menjerit kesakitan sebelum akhirnya mereka tewas karena kehabisan banyak darah. Akan tetapi di tengah-tengah pesta daging dari para serigala pelahap mayat tersebut, “Srringgs...” dengan cepat Reza langsung memotong kaki dari 2 serigala pelahap mayat tersebut “Dushkk...” dan karena serangan dari Reza tersebut ke 2 serigala pelahap itu langsung menjerit kesakitan.


“Awwuooo... Rooaar...”


Melihat rekan mereka yang mana diserang oleh Reza, membuat 3 sisa serigala pelahap mayat yang lainnya menjadi marah besar pada Reza, dan dengan mata mereka yang merah penuh dengan amarah para serigala pelahap mayat itu mulai mencoba untuk menekan Reza dengan aura dan suara mereka.


“Grrrr...”


“Roaaarrr....”


Di saat itu Reza hanya tersenyum sinis karena merasakan aura dari serigala pelahap mayat tersebut yang mana terasa seperti angin sepoi-sepoi baginya, dan menggunakan tangan kirinya dia mulai memancing serigala pelahap mayat itu untuk maju menghadapi dirinya.


“Maju kalian hewan tampa otak, akan aku tunjukkan perbedaan kekuatan kita”

__ADS_1


Mendengarkan perkataan dari Reza, “Grrr...” para serigala pelahap mayat tersebut langsung marah besar dan mereka “Busshkk...” langsung melompat kearah Reza untuk bisa menyerang dirinya. Akan tetapi disaat itu ke 3 ekor serigala pelahap mayat tersebut tidak menyadari “Funggs... Funggs... Funggs...” kalau ada seseorang yang mana membantu Reza, dan dengan cepat “Crrast... Crrast...” ke 3 ekor serigala pelahap mayat itu langsung dipukul mundur oleh serangan pisau lempar yang mana berjumlah lebih dari puluhan.


“Monster serigala lagi kah...”


“Nampaknya administrator itu tidak memiliki kreatifitas yang bagus”


Saat itu Rey langsung mendekati para serigala pelahap mayat yang mana tergeletak lemas tersebut, dan “Roaar...” salah satu dari serigala itu tiba-tiba saja langsung bangkit dan berusaha untuk menyerang Rey, akan tetapi disana Rey hanya diam dengan santai seperti dia sudah tahu apa yang akan dilakukan oleh serigala pelahap mayat tersebut. “Busshkk...” secara tiba-tiba beruang mayat hitam muncul, dan dengan serangan pukulan tangannya beruang mayat hitam tersebut langsung menghempaskan serigala pelahap mayat yang mana mencoba untuk menyerang Rey saat itu.


“Grrr...” beruang mayat hitam itu kemudian menatap ke 2 serigala pelahap mayat yang mana tergeletak tersebut, dan menggunakan cakarnya “Crringgs...” beruang mayat hitam itu kemudian “Crrast... Krras...” menyerang habis serigala pelahap mayat itu dengan mudahnya. Kedua serigala pelahap mayat itu kemudian langsung tewas dengan mudahnya, “Tinggs...” dari kedua serigala pelahap mayat tersebut menjatuhkan 5 buah bola kristal yang masing-masing bernilai 30 poin didalamnya.


Sementara Rey dan juga Reza sedang mengamankan poin-poin tersebut, “Crrast... Krrass...” Riana dan juga yang lainnya langsung menghabisi para monster serigala pelahap mayat yang tersisa dengan mudahnya. Dan pada saat itu Reza langsung mengambil beberapa poin untuk dirinya sendiri tampa di ketahui oleh yang lainnya.


“Dengan begini aku bisa mendapatkan hadiah khusus penyelesaian tutorial dengan nilai terbanyak”


Saat itu Reza melihat kearah Rey dan telah menetapkan kalau Reza akan menghabisi Rey sebelum batas waktu yang di tentukan tiba, dan ketika semuanya telah berhasil mengumpulkan poin-poin kristal yang ada “Truskk... Srrakk...” para calon pendaki yang lainnya lalu tiba-tiba saja langsung berkumpul dan mengepung mereka. Salah satu calon pendaki laki-laki yang mana terlihat seperti perwakilan dari kelompok itu langsung maju kedepan, dengan senyuman jahat diwajahnya dia langsung berbicara dengan nada yang mengancam.


“Kalian semua memiliki poin yang cukup banyak juga, apa kalian keberatan membagikannya pada kami”


“Dan karena aku memiliki banyak orang disisiku aku harap juga kalian memberikan banyak poin untuk setiap orang yang kami miliki”


Mendengarkan perkataan dari pria tersebut membuat Riana marah besar, saat itu “Srrahkk...” Riana akan menggunakan sihir miliknya untuk menyerang pria itu namun “Funggs...” dengan cepat “Crrastt...” pisau langsung menancap kebahu pria tersebut.

__ADS_1


“Gaaahkk...”


Dia menjerit kesakitan karena merasakan panas dan juga rasa sakit dari pisau yang dilemparkan itu, kemudian Rey langsung maju dengan tatapan dingin yang tidak bersalah.


“Kau ingin poin kami, jangan bermimpi”


“Dari kau banyak omong lebih baik kau pikirkan racun yang ada di pisau itu, aku rasa kau mungkin akan kehilangan lenganmu kalau kau terlambat meminum obat ajaib”


Mendengarkan hal itu pria itu langsung mulai takut dengan Rey, dia langsung berlari kebelakang dan berteriak pada rekan-rekannya untuk memberikan dirinya obat ajaib berwarna kuning. Melihat kekacauan itu Rey kemudian memberikan kode pada Riana, dan disana Riana langsung mengerti tanda yang dimaksudkan oleh Rey, “Burrnnt...” dengan sihir api miliknya Riana menciptakan sebuah bola api besar dan membuat para calon pendaki yang mengepung mereka terpana.


Namun disaat itu juga Gilang dan para bawahan Riana yang mana menggunakan crosbow langsung membidik kearah belakang mereka, “Crrakk... Crrakk...” dengan tembakkan crosbow milik mereka para calon pendaki yang mengepung mereka dari belakang langsung tumbang satu demi satu. Melihat hal itu “Bushkk...” Reza dan juga Jin juga ikut maju, dan menggunakan pedang miliknya “Srrast... Sringgs...” mereka mengalahkan para calon pendaki yang berusaha untuk menyerang mereka, dan dengan aura iblis yang kuat dari tubuhnya Reza terlihat bersenang-senang melawan para calon pendaki yang mengepung mereka.


“Hahaha... aku mendapatkan cukup banyak poin, kita akan berhasil kalau begini terus”


Reza yang mana semakin kejam dan juga gila membuat orang-orang dari pihak musuh maupun lawannya ketakutan, dan bahkan Rey lalu Gilang merasakan ada yang aneh pada dirinya Reza yang sekarang ini. Saat itu tampa pikir panjang lagi Rey langsung memberikan perintah pada Riana.


“Riana sekarang saatnya, serang mereka semua”


“Dan yang lainnya kita akan kabur dari sini begitu celah telah terbuka”


Mendengarkan perkataan itu Gilang, Aldo, Jin, Bella dan yang lainnya langsung mematuhi perintah Rey, akan tetapi saat itu juga Reza merasa jengkel karena  tidak bisa terus membantai para manusia yang mana adalah targetnya.

__ADS_1


Bersambung.....


__ADS_2