
Dihari itu Riana kuliah seperti biasanya dan dirinya menjalankan aktifitas seperti biasanya, dan karena tekanan yang besar dari keluarganya dia dituntut untuk menjadi sempurna disetiap waktu, dan hal itu membuat dirinya merasa sedikit tertekan, akan tetapi dia menutupi semua itu dengan senyuman palsu diwajahnya sambil melakukan semua yang dia bisa. Lalu pada saat itu saat hari sedang hujan, Riana mendapati kalau supirnya terlambat datang karena mobilnya rusak dan sedang diperbaiki, dan disanalah Riana menunggu sendirian dikantin dimana hampir tidak ada orang selain Rey yang mana bermain game sendirian disana.
“Anak itukan, kalau tidak salah dia adalah anak jenius yang waktu itu”
“Aku dengar dia membantah seorang dosen dan membuat dirinya berhenti karena tidak bisa menandingi kepintarannya”
Riana kemudian merasa tertarik para Rey karena mendengar rumor yang dikatakan oleh orang-orang, selain itu Riana juga merasa penasaran apa yang membuat Rey sampai seberani itu untuk menantang seorang dosen.
“Kau tahu tidak kalau melihat orang lain dengan tatapan seperti itu namanya tidak sopan”
Secara tiba-tiba Rey kemudian mematikan HP miliknya dan berbicara pada Riana, karena terkejut mendengar Rey berbicara Riana lalu langsung gagap dan tidak bisa membalas perkataan dari Rey.
“Aah... Ma-maaf aku tadi hanya ingin tahu kau main apa sampai seseru itu”
Riana berusaha untuk mengalihkan amarah Rey dan mencari-cari alasan.
“Hmm... apa kau tertarik, karena kebetulan sekali aku juga baru memainkan game ini”
“Ini adalah salah satu dari game tersulit yang pernah dibuat, dan katanya tidak pernah ada yang pernah menamatkannya dan karena itulah aku mencoba menantang diriku untuk menamatkannya sekarang ini”
Saat membicarakan soal game yang sedang dimainkannya Rey kemudian langsung memakai nada sopan dan terlihat asik sendiri menjelaskan game tersebut, disaat yang sama Riana menyimak sedikit apa yang dikatakan oleh Rey, hanya saja dia tidak mengerti kenapa orang sejenius Rey membuang-buang waktunya untuk bermain game seperti itu.
“Kenapa...?? kau mendengar apa yang aku katakan bukan”
Tanya Rey yang melihat kearah Riana yang mana seperti sama sekali tidak mendengarkan perkataan dari Rey.
“Tidak aku hanya penasaran saja”
__ADS_1
“Kenapa kau yang mana terlahir jenius membuang waktumu untuk hal seperti ini”
“Bukankah akan lebih baik kalau kau menyimak dosen dan menambah ilmu yang kau punya, dan aku yakin kau memiliki masa depan yang bagus kalau kau melakukan hal itu”
Riana lalu langsung mengatakan apa yang ada didalam pikirannya, dia sama sekali tidak bersandiwara ataupun memasang senyuman palsunya lagi, akan tetapi pada saat itu juga Rey hanya tersenyum begitu mendengarkan perkataan dari Riana tadi.
“Heeeh... jenius rupanya, jadi seperti itu orang-orang menganggap diriku”
“Asal kau tahu saja aku sama sekali tidak mau kejeniusan ini, karena bagiku menjadi orang biasa dan menikmati hari biasa adalah hal yang sangat indah”
“Terlebih lagi tidak ada yang namanya jenius di dunia ini, hanya ada mereka yang mau berusaha, dan mereka yang mana mengikuti arus, lalu mereka yang mana membuat jalan mereka sendiri mengikuti keinginan di hati mereka”
“Dan orang-orang yang mana mengikuti kemana hati mereka melangkah adalah orang yang bebas sebenarnya, dan mungkin adalah orang yang pantas kalian panggil jenius, karena mereka sama sekali tidak akan menyesali langkah yang mana mereka pilih dan lalui”
Perkataan Rey tadi membuat Riana tersadar, selama ini dia hanya menjalani kehidupan yang mana ditentukan oleh keluarga dan mengikuti harapan dari orang-orang yang ada disekitarnya, dan saat itu juga “Wrusshkk...” karena merasa malu pada perkataan Rey barusan Riana langsung berlari ditengah hujan yang deras, saat itu dia terus berlari sambil memikirkan perkataan dari Rey yang mana terngiang-ngiang dikepalanya. Kemudian sesampainya dia dirumahnya, dia langsung masuk kedalam kamarnya dan mengeringkan tubuhnya, disana dia langsung tertidur di ranjangnya.
Riana kemudian menutup matanya sembari memikirkan hal itu, dan pada hari itu Riana mulai berubah dan menjadi yang seperti sekarang ini, walaupun dia masih tetap mengikuti keinginan orang tuanya akan tetapi dia mulai membuka usahanya sendiri dan mulai membuat jalan yang ingin dia tepaki, dan saat itulah Riana mulai menjadi lebih cantik dan menjadi idola bagi mahasiswa dan mahasiswi kampus mereka. Akan tetapi sikap Rey yang dingin dan tidak peduli pada hal disekitarnya, Rey melupakan kejadian tersebut dan bahkan dirinya melupakan nama Riana yang mana adalah mahasiswi di kampus yang sama dengan dirinya.
“Ugghkk... sejak kejadian itu aku selalu berusaha untuk dekat dengannya, tetapi pria ini memang kepala es batu dan tidak perduli pada apapun yang ada disekitarnya”
Riana selama beberapa bulan ada di kampus telah berusaha keras untuk bisa dekat dengan Rey, akan tetapi Rey sama sekali tidak perduli pada dirinya. Dan saat itu Riana yang mana tenggelam di dalam pikirannya langsung “Taask...” di hampiri oleh Bella, dengan matanya yang melihat kearah wajah Riana, Bella berusaha untuk berbicara pada Riana.
“Kak Riana, kakak gak apa-apa kan...??”
Bella yang melihat Riana tiba-tiba saja diam seribu bahasa langsung merasa khawatir, akan tetapi saat itu Riana langsung tenang karena melihat wajah imut dari Bella dan mengelus kepalanya dengan lembut.
“Kakak tidak apa-apa kok Bella, hanya saja kakak tadi terdiam karena memikirkan sesuatu saja”
__ADS_1
Riana berusaha untuk tetap tenang dan melihat kearah Rey, dan saat itu dia mulai memasang senyum palsu miliknya dan menyapa balik Rey.
“Heii... sudah lama juga kita tidak berjumpa, aku tidak menyangka kalau kau akan bersama dengan wakilku dan juga para rekan-rekanku yang lainnya”
Melihat aura yang mana keluar dari tubuh Riana membuat Rey merasa kagum, dia dapat merasakan energy mana yang sangat kuat, dan dari sanalah Rey memiliki sebuah ide yang cukup bagus.
“Ini hanya sebuah kebetulan saja aku bertemu dengan mereka”
“Dan kebetulan juga kau ada disini disaat yang kami butuhkan, yakan Jin..??”
Rey melihat Jin dengan senyuman yang mengeluarkan aura licik dan hitam, dan disaat itu Jin merasakan aura yang dingin dibelakang lehernya ketika melihat senyuman dari Rey.
“Entah kenapa, tetapi senyuman dari tuan Rey itu membuat aku takut” pikir Jin.
“Jin sebenarnya apa yang kebetulan itu, apakah kalian menemukan sesuatu...??”
Riana mulai bertanya pada Jin karena merasa penasaran dengan perkataan dari Rey barusan.
“Oohh... iya benar, kebetulan sekali kami menemukan banyak sekali bola permata dan dari kelihatannya ada puluhan permata, terlebih lagi sebagian besar memiliki bertulis angka 10 didalamnya”
Mata Jin berbinar-binar ketika dia membicarakan poin permata yang mereka temukan, akan tetapi Jin sama sekali tidak mengetahui kalau dirinya telah masuk kedalam rencana Rey, dan Rey sendiri pastinya akan menggunakan Riana yang memiliki sihir tiga element untuk bisa mendapatkan poin permata sebanyak yang dia bisa.
“Dengan begini aku bisa mendapatkan sebagian besar poin itu, karena itu adalah sarang yang aku temukan, terlebih lagi Jin dan juga Riana berhutang budi padaku, jadi mereka pasti tidak akan enak kalau aku hanya mengambil sedikit poin untuk diriku sendiri”
Rey telah menyiapkan skema yang dia buat, dan dia bahkan telah memancing para pemeran yang akan berperan didalamnya, dan semua itu dia buat agar dirinya tetap bertahan hidup di dunia yang mana telah berubah sekarang ini. Akan tetapi pada saat itu, “Grrrr...” Rey, Jin, Riana, dan jua Bella tidak akan menyangka akan adanya sesosok monster yang sangat mengerikan telah menunggu mereka didalam bangunan gedung tersebut, dan didalam bangunan itu akan menjadi awal dari cerita Rey yang baru.
Bersambung.....
__ADS_1