Aku Menjadi Monacrh Untuk Menguasai Menara

Aku Menjadi Monacrh Untuk Menguasai Menara
Bab 48 Peningkatan level ujian


__ADS_3

Di tengah-tengah kota mati tersebut “Srraas... Trrass...” terjadi pertarungan besar-besaran, dan disana terlihat Reza yang mana bersama dengan Gilang, Aldo dan juga adik-adik Aldo bertarung melawan para zombie yang mendatangi mereka.


“Bagus dengan begini kita semua memiliki lebih dari 100 poin kristal”


Reza merasa sangat senang karena baru setengah hari berlalu setelah dia bertemu dengan Gilang dan juga Aldo, akan tetapi dia telah mendapatkan tim yang cocok dan juga kuat. Dengan kekuatan tubuhnya yang besar disertai skillnya yang mana dapat mengeraskan kulitnya, Aldo mampu bertugas digaris depan menghadang para zombie yang ada, sementara itu Gilang yang mana menggunakan crosbow yang kuat mampun melumpuhkan para zombie dengan menembak tepat dikaki atau langsung menghabisi dengan sekali tembakkan.


Sementara itu Reza sendiri berperan sebagai orang yang memberikan serangan kuat pada para zombie yang ada, dia yang mana lihai menggunakan tombak dan juga pedang dapat dengan mudah mengalahkan para zombie yang mendatangi dan juga telah dilumpuhkan oleh Gilang. Bersamaan dengan itu para adik Aldo juga ikut membantu menghadapi para zombie, dan meringankan tugas mereka bertiga sehingga mereka dapat mengalahkan para zombie dan mendapatkan cukup banyak poin kristal dari beberapa zombie yang mereka kalahkan.


“Hmm... apa itu” pikir Reza.


Secara tiba-tiba ditengah pertarungan Reza merasakan energy mana kematian milik Bella, dan dia merasakan rasa takut dan juga kengerian dari energy mana kematian tersebut, bahkan entitas yang ada didalam kepalanya juga ikut tertarik dengan apa yang terjadi.


“Reza kau kenapa”


Saat itu juga “Trankks... Trankks...” menggunakan crosbow miliknya Gilang melindungi Reza dari para zombie yang mencoba menyerang dirinya, “Grroaar... Roaar...” para zombie itu langsung kalah karena setiap tembakkan dari crosbow milik Gilang “Crrast... Trrassk...” menghancurkan kepala ataupun leher mereka dengan sekali tembakkan.


“Maaf aku lengah sebentar tadi, hanya saja aku merasakan adanya energy mana yang aneh diarah sana”


Reza menunjuk kearah tempat Bella dan juga Rey yang mana sedang melawan Gallus sang Boss para zombie, merasa penasaran dengan apa yang dikatakan oleh Reza barusan “Tinggs...” Gilang langsung menggunakan skill mata elang miliknya. “Srraahkk...” dan dengan cepat pandangan mata Gilang langsung diperkuat dan dia dapat melihat 2 KM di depannya, dan disana dia dapat melihat ada banyak zombie yang mana melihat kesatu arah, para zombie itu hanya terdiam dan melihat kearah tersebut.


“Aku memang tidak bisa melihat apa-apa namun aku bisa melihat ada tingkah aneh dari para zombie disekitar sana”


“Kalau begitu bos Reza apakah kita harus pergi memeriksa arah sana...??”


Aldo memanggil Reza dengan sebutan bos karena Reza terlihat lebih berwibawa dan memimpin kelompok mereka sekarang ini.


“Bagaimana sekarang, ada kemungkinan itu adalah monster baru”

__ADS_1


“Aku tidak bisa membahayakan nyawa yang lainnya kalau terjadi apa-apa” pikir Reza yang bimbang.


Saat itu Reza sedang berpikir keras dengan pilihannya, dan disaat itulah entitas yang ada didalam kepala Reza mulai angkat bicara.


“Reza pergi saja kearah tempat itu, aku bisa merasakan adanya energy mana kematian yang kuat disana”


“Hmm...?? memangnya tidak apa-apa kalau aku kesana, ada kemungkinan musuh yang kuat sedang menungguku disana”


“Tidak perlu khawatir, aku bisa merasakan energy mana itu berasal dari gadis kecil yang kalian bawa-bawa, terlebih lagi ini hanyalah ujian tutorial tidak mungkin administrator mengeluarkan monster segila itu didalam ujian tutorial”


Entitas yang ada didalam kepala Reza mulai membujuk Reza, dan bahkan dengan menggunakan energy iblis miliknya entitas tersebut mulai sedikit demi sedikit mengendalikan pikiran Reza.


“Baiklah kalau kau memang berbicara seperti itu, lagi pula tujuanku adalah untuk menjadi lebih kuat, tidak mungkin aku lari dari tantangan”


Dalam hitungan detik Reza yang awalnya ragu-ragu menjadi lebih percaya diri, dan tampa dia sadari kalau setiap tindakannya telah dikendalikan oleh entitas yang ada didalam kepalanya tersebut.


Gilang memutuskan untuk menunggu keputusan Reza, karena dia tahu kalau dia ikut campur dalam pengambilan keputusan maka akan terjadi perpecahan didalam kelompok mereka.


“Hmm... menurutku kita harus memeriksa tempat itu”


“Ada kemungkinan itu adalah sebuah kesempatan bagi kita bisa lulu ujian ini dengan cepat”


Mendengarkan keputusan Reza tadi Aldo dan juga Gilang langsung mengikuti apa yang dikatakan oleh Reza, mereka bertiga bersama dengan adik-adik Aldo kemudian langsung pergi kearah Rey, Bella, dan juga yang lainnya. Beberapa menit kemudian ketika Reza dan juga kelompoknya sudah semakin dekat dengan arah bangunan ditempat Rey dan yang lainnya berada, “Dusshkk...” ketiga adik Aldo langsung kesakitan karena tidak bisa menahan energy mana kematian yang kuat disekitar area tersebut.


Energy mana kematian tersebut semakin pekat dan juga seperti kabut tebal yang mana membuat orang-orang kesulitan untuk bernafas, lalu disana juga Reza langsung mengeluarkan energy iblis miliknya dan mencegah eneryg mana kematian untuk mempengaruhi dirinya. Sementara itu “Tussk...” Gilang yang mana adalah mantan tentara dapat menahan pengaruh dari energy mana kematian disekitarnya, dia menggunakan tekadnya dan juga pengalamannya di medan perang penuh darah untuk bisa bertahan dari energy mana kematian tersebut.


“Nampaknya aku benar, energy mana ini bukanlah berasal dari para zombie itu”

__ADS_1


Saat mengatakan hal tersebut Reza menunju kearah sampingnya, dan disaat itulah mereka menyaksikan para zombie mulai terkapar kesakitan ditanah, parasite mayat yang ada didalam tubuh mereka menjerit-jerit kesakitan dan bahkan “Crrast... Trrassk...” beberapa parasite mayat keluar dari tubuh zombie yang mereka kendalikan dan kemudian mati karena tidak bisaa bertahan di dunia luar tampa inang mereka. Melihat beberapa zombie yang sekarat tersebut “Srranggs...” Reza mengambil kesempatan tersebut, “Srrast.. Srrast..” dan dengan pedangnya dia menghabisi lebih dari 10 zombie yang ada disekitarnya dirinya.


“Hmm... ada lebih dari 15 bola kristal dengan nilai 2 sampai 5 di dalam kristal ini, nampaknya kita benar-benar mendapatkan keberuntungan”


Saat itu Reza menyerap beberapa kristal tersebut dan membagikan sisanya pada Gilang, Aldo dan juga adik-adik Aldo, mereka menerima kebaikan Reza dan saat itu juga Aldo mulai berusaha untuk berdiri dengan tegak. Aldo yang mana bangga akan fisik dan juga kekuatan miliknya merasa malu pada Reza dan juga Gilang, dan disaat itulah dia mencoba untuk menahan guncangan kekuatan dari energy mana kematian tersebut.


“Hohoh... coba lihat itu, anak muda yang mana memiliki harga diri yang tinggi, aku tahu kau bisa melakukannya”


“Terimakasih paman Gilang, sekarang aku juga telah siap untuk bertarung demi bagianku dan juga adik-adikku”


Saat itu Gilang memuji Aldo karena bisa bertahan oleh teror kematian disekitarnya, namun disaat itu juga “Srrahkk...” mana kematian yang ada disekitar mereka langsung menghilang, dan bersamaan dengan hal itu “Grroar... Roaar... Roaar...” para zombie mulai mengepung mereka. Para zombie tersebut berjumlah lebih dari ratusan dan sekarang ini mereka tengah marah besar karena sedari tadi kesakitan karena energy mana kematian yang menyiksa mereka tadi.


“Nah... sekarang kita harus bagaimana nak Reza”


“Sebisa mungkin lumpuhkan beberapa dari mereka, kita akan menyerang sambil maju keluar dari kepungan ini”


“Siap bos, aku akan berjuang dengan sekuat tenagaku”


Saat itu Reza merasa percaya diri karena dia telah mengumpulkan orang-orang kuat bersama dirinya, dan “Srranggs...” disaat Reza telah mengeluarkan pedang miliknya “ROAARR...” Reza dapat mendengarkan dengan jelas suara teriakan yang menakutkan, mendengarkan teriakan itu para zombie yang mengilili kelompok Reza “Wrruskk...” langsung berlarian tidak memperdulikan Reza dan juga yang lainnya.


“Apa-apaan itu tadi...??”


Disaat itu Gilang terheran dengan apa yang mereka lihat, namun disana Reza percaya kalau masalah sedang terjadi diarah teriakan itu berada.


“Tidak perduli apa itu, ayo kita ikuti asal suaranya”


Saat itu Reza yang mana mengetahui asal suara tersebut langsung berlari mengikuti para zombie yang ada, dan disana Gilang dan juga Aldo langsung mengikuti dirinya. Reza saat itu juga telah bertekad akan menjadi kuat, dan mulai termakan oleh energy iblis yang ada didalam tubuhnya, disaat energy iblis didalam tubuh Reza mulai semakin membara karena tekad miliknya entitas yang ada didalam diri Reza mulai menjadi semakin kuat dan akan melaksanakan rencananya.

__ADS_1


Bersambung.....


__ADS_2